NovelToon NovelToon
KINAN DAN RADIT

KINAN DAN RADIT

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:652k
Nilai: 4.8
Nama Author: Armasita Wardhojo

Hidup Kinan berubah ketika pergantian CEO terjadi di kantor ia bekerja. Walaupun ia hanya seorang office girl, namun CEO yang baru tampak tak menyukainya. Berbagai alasan dibuat sang CEO untuk membuat kerja Kinan menjadi sulit. Hingga pada saat ia melakukan kesalahan sepele namun berdampak hingga ia dipecat. Kebenciannya kepada sang CEO pun semakin menjadi.

Raditya Abhimanyu, CEO tampan dan (tentunya) kaya raya kembali pulang dari Amerika dan menjadi pimpinan perusahaan konstruksi besar milik ayahnya. Raditya adalah pria dingin yang "mati rasa". Segala hal bisa ia dapatkan membuatnya ingin mencari hal baru untuk hidupnya. Untuk itu ia memulai sebuah petualangan. Petualangan yang membuat ia mengetahui sebuah rahasia yang sangat penting untuk hidupnya.

Bagaimana pertemuan Raditya dan Kinan terjadi?

Apakah mereka berakhir saling jatuh cinta?

Ini novel romantis komedi pertama saya. Semoga banyak yang suka dan menikmatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armasita Wardhojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MABUK CINTA

Holistik Lounge and Bar.

Pukul 23.17

Nuri menatap gelasnya yang sudah kosong. Ia tak berniat untuk mengisi gelas itu lagi karena ia tak ingin mabuk malam ini. Namun pikirannya sedang kalut. Ia tak mampu menahan beban dan emosi yang ia tanggung sendiri.

Nuri tersenyum sendiri. Sepertinya ia mulai kehilangan akal sehatnya. Apakah ia mabuk alkohol atau mabuk cinta? Kenapa keduanya membuat sakit kepala? Semakin mabuk, semakin ia ingin minum. Seperti halnya kisah cintanya. Entah kenapa semakin Raditya menunjukkan penolakannya, semakin membuat Nuri menjadi serakah. Ia semakin ingin memiliki segalanya.

"Kau tak punya teman? Kenapa selalu minum sendirian?"

Nuri melihat ke arah suara. Ia pun tersenyum. Laki-laki ini lagi, gumamnya.

"Apa kau pemilik Lounge ini? kenapa kau selalu ada disini?"

Shandy tertawa. Ia lantas duduk di hadapan Nuri.

"Aku hanya kebetulan datang kemari, kebetulan bertemu denganmu lagi"

"Kau mau minum?"

"Tidak. Aku akan tidur dengan anakku malam ini. Aku tak ingin dia membau alkohol" tolak Shandy dengan sopan.

"Kau sudah punya anak?"

"Ya"

"Kau sudah menikah?"

"Aku bercerai"

"Ah.. dilihat dari penampilanmu memang kau nampak seperti laki-laki yang dicampakkan wanita"

Shandy tertawa, "Begitukah? Lalu apakah kau baru saja dicampakkan laki-laki?"

Nuri mengangkat alisnya, "Apakah penampilanku terlihat seperti itu?"

"Tidak. Penampilanmu sempurna. Tapi, kau nampak sendirian, kesepian, dan apa itu? Tequila? Are you okay?"

Nuri tersenyum. Tak menyangka bahwa penampilannya seburuk itu. Seorang Nuri Darmawan dicampakkan laki-laki? walaupun memang demikian adanya. Namun, sepertinya itu terlalu kasar. Ya, kenyataan hidup memang kadang terlalu kasar.

"Aku masih berjuang untuk mendapatkan seorang laki-laki" ujar Nuri memulai ceritanya. Shandy menyulut rokok, bersiap mendengarkan.

"Dia adalah sahabatku sejak kecil. Kami selalu dekat karena keluarga kami berteman baik. Kami bahkan dijodohkan dan bertunangan. Namun, dia mencintai wanita lain"

Nuri menghembuskan nafas panjang. Mencoba menata kata-katanya yang terucap dari bibirnya yang bergetar. Matanya mulai berkaca-kaca.

"Hari ini aku mengumumkan pertunanganku dengannya. Di hadapan puluhan orang, mulai dari keluarga, kolega, bahkan karyawan perusahaan. Aku berniat untuk menunjukkan bahwa dia adalah milikku. Tapi.."

"Tapi dia tetap memilih untuk pergi dengan wanita itu?"

"Ya, di tengah acara dia memilih untuk pergi dan mencari wanita itu. Aku dicampakkan begitu saja"

"Lalu apa yang sedang kau perjuangkan?"

"Cintaku. Aku tak peduli dia mencintai siapa, tapi aku harus menikah dengannya. Aku mendekatinya selama lebih dari separuh hidupku, aku banyak berkorban untuknya, aku harus mendapatkannya."

Shandy tersenyum sinis. Terlihat lebih seperti menghina. Namun ia tetap mendengarkan cerita Nuri.

"Ku tebak dia adalah pria kaya raya yang sangat berpengaruh, benar kan?"

Nuri mengangguk. Shandy meletakkan Putung rokok di dalam asbak. Ia pun lantas berdiri dan membenahi jaket kulit yang dipakainya.

"Aku belum selesai bercerita"

"Aku sudah bisa menebak kemana arah ceritanya. Kau, carilah laki-laki lain yang bisa mencintaimu. Kau terlalu sempurna untuk disia-siakan." ujar Shandy sembari berlalu.

Nuri terhenyak. Ia melihat Shandy yang berjalan menuju pintu keluar. Entah kenapa ia bisa bercerita panjang lebar dengan laki-laki yang baru dikenalnya itu. Ia tak pernah melakukannya sebelumnya. Bahkan dengan Raditya, ia tak pernah sekalipun menceritakan kisah hidupnya. Shandy adalah laki-laki pertama yang bicara tanpa banyak basa-basi kepadanya. Bahkan ketika ia memuji pun, pujiannya terdengar sangat polos. Nuri tersenyum senang. Hari ini, ada seseorang yang menghibur hatinya.

...***...

Raditya membuka pintu kamar yang berdampingan dengan kamarnya. Kamar itu masih sama seperti 11 tahun yang lalu, ketika penghuninya masih berada disana. Foto-foto seorang gadis kecil yang imut hingga seorang wanita dewasa yang cantik.

Juliana Abhimanyu, anak perempuan pertama keluarga Abhimanyu. Dia adalah seorang sarjana arsitektur yang sangat cerdas. Ia digadang-gadang sebagai penerus Morawa Grup yang paling berpotensi. Setelah lulus kuliah, Juliana mencoba untuk merintis karir dengan bekerja di anak perusahaan Morawa Grup, Hakka Konstruksi. Namun karirnya hanya bertahan selama 3 tahun. Ia menghilang dari rumah setelah itu.

Raditya membuka pintu menuju ruang ganti baju. Ia menghela nafas panjang. Semua pakaian Juliana masih tertata rapi. Parfum yang ia gunakan, juga sepatu-sepatu yang masih berada rapi diatas rak. Raditya tersenyum memandang cermin besar yang terletak tepat ditengah ruangan.

"Kau dulu sangat suka berada disini, Kak" ujarnya. Raditya melihat sekeliling. Hingga ia melihat sebuah brankas kecil yang membuatnya ingin membukanya. Brankas itu terkunci, Raditya secara acak memasukkan tanggal lahir Juliana dan pintu brankas itupun akhirnya terbuka.

Sebuah kotak perhiasan, beberapa buku tabungan, foto album, alat tes kehamilan, dan sebuah buku diary tersusun rapi didalam brankas. Raditya mengambil album foto. Dibukanya dengan pelan. Ada foto-foto polaroid yang tercetak acak, dengan tulisan Juliana di atasnya. Setiap foto ia jelaskan dengan kata-kata yang indah.

Raditya mengambil sebuah foto dari kakaknya yang memeluk Shandy dari belakang. Diatas foto itu terdapat tulisan "Sebuah bintang akan melindungimu dari kegelapan. Akulah bintangmu."

Raditya tersenyum sinis, "Cih! Kenapa kau mencintai laki-laki seperti bajingan ini?"

Tiba-tiba mata Raditya menemukan sesuatu. Sebuah foto Juliana, Shandy dan Kinan. Mereka bertiga tersenyum sembari berpelukan. Juliana menuliskan, "Kami menemukan harta Karun. Adik yang sangat manis."

Raditya tersenyum sembari terus melihat foto-foto dalam album. Ia juga menemukan fotonya ketika masih bersekolah. Rupanya Juliana diam-diam sering memotretnya. Matanya sedikit berair, teringat waktu yang pernah mereka lalui. Hampir setiap hari mereka bertengkar. Juliana selalu usil dan mengganggu Raditya, namun ternyata ia sangat menyayangi adiknya.

"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya sebuah suara. Raditya menoleh. Pak Bastian berdiri di ujung pintu.

"Merindukan kakak" jawabnya sambil mengemasi barang-barang Juliana dan memasukkan kembali ke dalam brankas.

Pak Bastian terdiam. Ia menangkap kesedihan dibalik ucapan Raditya. Tanpa banyak orang tahu, Pak Bastian pun sering diam-diam masuk ke dalam kamar Juliana. Melihat barang-barang anak perempuannya itu mengobati kerinduan yang mendalam.

"Ayah juga berharap Kakakmu cepat kembali kerumah"

"Dia tak akan kembali"

"Kenapa kau berkata begitu?"

"Dia..."

Tiba-tiba suara ponsel Raditya berbunyi. Kinan menelponnya.

"Halo"

"Raditya... Tolong aku.." ucap Kinan dengan menangis.

Tanpa banyak bertanya, Raditya berlari meninggalkan ayahnya yang masih kebingungan. Ia bergegas keluar rumah dan menaiki mobilnya.

...***...

Kinan berdiri di depan ruang UGD sebuah rumah sakit swasta. Wajahnya terlihat sangat pucat, tangannya gemetar, dan ia tak bisa berhenti menatap ke dalam ruangan yang tertutup rapat. Matanya berlinang. Ia berusaha menahannya namun entah kenapa air mata itu tak bisa berhenti.

Raditya datang dengan raut wajah panik. Ia segera memeluk Kinan ketika bertemu wanita itu.

"Bagaimana kondisi nenek?"

Belum sempat Kinan menjawab pertanyaan Raditya, dokter yang menangani UGD keluar dari ruangan dan mengajak mereka berbicara.

"Ibu Melati mengalami stroke akibat penyakit jantung. Untuk saat ini beliau masih belum sadar namun kondisi beliau mulai membaik. Kami akan memindahkannya ke kamar perawatan. Kami juga akan melakukan banyak tes lanjutan."

Mereka mengangguk mengerti. Raditya lalu meninggalkan Kinan. Ia beranjak menuju ruang administrasi untuk mengurus seluruh biaya yang diperlukan. Kinan menatap ponselnya. Ia ingin mengabari Bima namun ia tak ingin membuat kakaknya bingung. Bima sedang berada di luar kota untuk urusan pekerjaan.

Kinan lalu duduk dengan lemas. Teringat beberapa jam yang lalu ketika ia sedang membersihkan kamar Shanju. Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh. Kinan berpikir bahwa itu hanyalah kucing yang mencari tikus di dapur. Ia pun tak mengindahkannya. Hingga selang 15 menit ketika ia turun, dilihatnya Nenek telah tersungkur di lantai dapur. Kinan berteriak namun tak ada yang mendengar. Memang tidak ada siapapun dirumah kecuali dirinya dan Shanju yang telah terlelap.

Ambulance datang beberapa menit kemudian, bersamaan dengan datangnya Shandy. Kinan turut menemani Nenek ke rumah sakit sedangkan Shandy menemani Shanju dirumah. Disaat itulah ia menghubungi Raditya. Dan pria itu memang selalu bisa diandalkan.

"Kau sudah makan?" tanya Radit dengan raut cemas.

"Sudah. Apakah Nenek sudah mendapat kamar?"

"Kutempatkan di ruang VIP, tunggulah beberapa saat, ketika kamar sudah siap kau bisa beristirahat juga disana. Mau kutemani malam ini?"

Kinan menggeleng, "Kau pulang lah, lekas tidur. Dan terima kasih untuk pertolonganmu"

"Aku yang berterima kasih"

"Kenapa?" tanya Kinan tak mengerti.

"Kau menghubungiku ketika kau membutuhkan bantuan. Artinya, aku adalah orang yang kau harap bisa diandalkan"

Kinan tersenyum geli. Namun apa yang dikatakan Raditya ada benarnya. Radit adalah satu-satunya orang yang terlintas di otaknya ketika itu. Kinan menatap wajah Radit dengan dalam. Senyuman geli itu berubah menjadi senyum penuh kekaguman.

"Kenapa? Apa kau sedang bersyukur karena mempunyai kekasih tampan sepertiku?"

"Hahaha.. Radit..Radit..kadang aku berharap kau masih Boss yang dingin dan menjengkelkan. Karena ketika kau mabuk cinta begini kau sungguh menggelikan"

Kinan mencubit pipi Raditya, pria itu hanya meringis kegirangan. Ia benar-benar mabuk cinta.

...***...

1
💦tiatiandra💦
bagus banget... singkat tapi mengena di hati... Alhamdulillah sejauh ini tidak ada istilah yg menjengkelkan seperti "mension" dan "hiks"... /Joyful/ sukses selalu Thor...
Armasita Wardhojo: thank you yaa❤️❤️
total 1 replies
💦tiatiandra💦
benar2 kisah masa lalu yang tak terduga...
Kusmia Mia
ini lanjutan ke episode selanjutnya ko jyk diputuskan HD dak nyambung
Riyantie Yanzz
🤣🤣🤣🤣🤣 sirik Bosque
Armasita Wardhojo
Terimakasih mbak untuk semua komentar komentarnya ❤️
Hesty Mamiena Hg
Selamat Kinan.. hidupmu berubah drastis dlm semalam 🤭
Hesty Mamiena Hg
Akhirnya Bu Merliana sadar juga, sebelum kehilangan anak utk kedua kalinya 🙂
Hesty Mamiena Hg
ikutan sedih 😔
Hesty Mamiena Hg
Ternyata Shandy pria yg tampan, baik dan setia.. hanya nasibnya aja yang buruk ☹️
Hesty Mamiena Hg
Kasih sayang Kinan melebihi nenek kandung Shanju sendiri 😔
Hesty Mamiena Hg
Kirain nyonya besar ini udah berubah. Gk taunya 😒
Mau ngorbanin anakmu yg tinggal satu2nya ini ya Nyonya, demi status dan gengsimu?
Hesty Mamiena Hg
Mau dipecat kayaknya nih /Facepalm//Facepalm/
Hesty Mamiena Hg
wkwkwk 😂🤭
Hesty Mamiena Hg
Siapa tuh Dahlia? Jangan2 ibunya Kinan 🤔
Hesty Mamiena Hg
Begitupun Radit akan memperjuangkan cintanya..
Hesty Mamiena Hg
Oo.. Jadi Shandy itu licik, pengecut dan pecundang..
Apa Shandy ingin memanfaatkan Shanju, utk mendapatkan uang dari orang tua Juliana?
Hesty Mamiena Hg
Mungkin Shandy nih?
Hesty Mamiena Hg
Untung Nuri bertemu orang baik, syukurlah.. Mungkin itu Bima abangnya Kinan?
*k🎧ki€*
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Hesty Mamiena Hg
Shanju nya nangis krn apa nak? Krn bahagia atau sedih? 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!