NovelToon NovelToon
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Tamat
Popularitas:11.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Takdir membawa ku dalam keadaan ini, setelah suami ku mas Arend meninggal dunia, aku menikah lagi dengan adik kembar mas Arend, yaitu Arick.

✍🏻 revisi typo dan pemberian judul bab 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 - Menjadi Teman

"Sudah ku bilang kan, jangan pedulikan ucapan Jasmin."

Ucapan Selena menyadarkan aku dari lamunan, Selena juga langsung menarik tanganku menuju dapur.

Di dapur Jasmin sudah bersiap membawa irisan buah, Selena pun bergegas mengambil nampan minuman, jadi aku membawa kentang goreng.

Kami bertiga kembali ke taman belakang, ku lihat mas Arick masih asik berbincang dengan ketiga temannya.

Hatiku mulai diselimuti rasa asing, merasa bukan bagian dari mereka.

"Sini, duduk di dekat ku. Jangan dekat-dekat dengan Arick jika ada aku." Jasmin menarik tanganku, dan membimbingku untuk duduk disampingnya.

"Ji, simpanlah nomor ponselnya di ponselku, sekarang kita teman bukan?" Tanya Selena sambil memberikan ponselnya.

Aku mengangguk dan menerima uluran ponsel itu. Tak ku sangka, Jasmin pun melakukan hal yang sama. Dia juga memberikan ponselnya padaku.

"Kirim pesan ke nomorku, ponselku berada dikamar." Ucapku setelah selesai menulis nomor di ponsel Selena dan Jasmin.

"Baiklah." Jawab Selena dengan riang dan Jasmin hanya diam saja.

Awalnya aku memang merasa sangat canggung, tidak nyaman dan ingin segera pergi dari sini. Tapi lambat laun, aku mulai merasa nyaman. Ternyata teman-teman mas Arick sangat menerimaku dengan tangan terbuka.

Bahkan hanya dalam waktu dekat aku sudah akrab dengan Selena juga Jasmin.

Jam 4 Sore mereka semua berpamitan.

"Ingat ya Ji, kamu sudah merebut Arick dari aku, jadi jangan melepaskannya lagi." Ucap Jasmin mengingatkan aku.

"Lepaskan saja Arick tidap apa-apa Ji, aku akan siap menggantikan posisi Arick jika sampai itu terjadi." Jawab Jodi sembarangan.

Jasmin kesal dan itu malah membuat semua orang tertawa.

"Sudahlah, jika kita mendengarkan celotehan Jasmin hanya akan menyakiti telinga." Kini Kris buka suara dan Jasmin semakin kesal dibuatnya.

"Kita pamit dulu ya, assalamulaikum." Kris memimpin dan yang lainnya pun mengikuti.

Selena memelukku erat sebelum pergi, begitu pula dengan Jasmin.

"Aku dan Selena akan sering berkunjung kesini, aku tahu kamu pasti hanya akan beridam diri di rumah terus kan." Lagi-lagi Jasmin berucap sebelum benar-benar pergi.

"Baiklah, aku akan menunggu kalian." Jawabku dengan tulus.

Entahlah, mungkin semua ucapan Jasmin memang terdengar kasar, tapi anehnya aku tidak merasa sakit hati sedikitpun. Aku malah merasa jika dia adalah gadis yang jujur dan baik hati, bukan yang ingin selalu terlihat baik dihadapan semua orang.

Aku dan mas Arick terus memperhatikan mereka, Selena melambai kearah ku sebelum masuk kedalam mobil, sedangkan Jasmin hanya menoleh, mencebik dan kemudian masuk.

Aku terkekeh pelan melihat tingkah Jasmin itu, benar-benar lucu.

Akhirnya mereka semua benar-benar sudah pergi dan rumah langsung menjadi sepi.

Mas Arick dan aku kembali masuk ke dalam rumah, mas Arick memeriksa Zayn sedangkan aku ke dapur membantu mbak Puji membereskan piring dan gelas kotor.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

POV ARICK

Sudah 2 jam Zayn tertidur dan belum juga terbangun, sepertinya aku harus membangunkan Zayn dan meminta Jihan untuk segera memberikannya ASI.

Aku kembali keluar kamar dan menyusul Jihan di dapur. Ku lihat Jihan sedang sibuk mencuci gelas di westafel.

Entah kenapa, tiba-tiba aku ingin sekali memeluk dan merengkuh tubuhnya.

Aku memberi isyarat pada mbak Puji untuk meninggalkan kami berdua di dapur, mbak Puji mengangguk dan senyum-senyum sendiri, meninggalkan dapur tanpa sedikitpun menimbulkan suara yang dapat mengganggu Jihan.

Setelah mbak Puji pergi, aku berjalan mendekati Jihan, aku memeluk tubuhnya dari belakang hingga Jihan sampai terkejut.

"Mas!" Jihan menegurku, tapi aku tidak peduli.

Jihan menoleh kesana kesini, sepertinya dia sedang mencari keberadaan mbak Puji.

"Mbak Puji sudah pergi sayang." Ucapku tepat ditelinga Jihan, hingga ku lihat dia mulai meremang.

"Mas, aku belum selesai mencuci gelas." Jihan berniat kembali mengambil gelas kotor, namun dengan cepat aku mencegahnya.

Aku menggenggam kedua tangan Jihan dan mulai mencucinya di air mengalir westafel. Aku juga menciumi pipi Jihan dari samping. Entah kenapa mendadak aku ingin sekali bermesraan dengannya.

"Maas."

Setelah tangan Jihan bersih, aku membalik dan mengangkat tubuhnya, aku mendudukkan Jihan di meja dapur, tempat yang biasa ia gunakan untuk mengiris-iris sayuran.

"Mas, aku mau turun." Rengek Jihan dan aku malah semakin gemas dibuatnya.

Aku mengepit tubuhnya dan menahan kedua kakinya hingga Jihan tak berkutik. Ia hanya bisa memukul dadaku dengan pelan.

"Apa Jasmin mengatakan sesuatu yang menyakiti hatimu?" Tanyaku sambil menarik pinggang Jihan agar semakin mendekat padaku.

Jihan menggeleng, kedua tangannya kini mulai Menggantung dileher ku.

"Tidak Mas, ku rasa sifat Jasmin memang seperti itu, tapi tidak ada niatan dihatinya untuk menyakiti aku." Jawab Jihan, napas hangatnya menyapu wajahku dan itu berhasil membuatku meremang.

"Ya, Jasmin memang seperti itu. Ku rasa mulai sekarang kamu bisa mulai berteman dengannya dan Selena."

"Iya Mas."

Aku langsung mencium bibir Jihan dengan tidak sabaran, rasanya sudah tidak kuat untuk menahan hasrat ini. Saat Jihan membuka mulutnya aku semakin masuk kedalam.

Menjelajah setiap sisi mulut Jihan dengan penuh gairah.

Ku rasakan Jihan mendorong dadaku pelan, mataku yang berkabut berangsur terbuka dan menatap wajahnya.

"Mas ini di dapur." Ucap Jihan dengan bibir basahnya.

Aku tersenyum, ya Allah hampir saja aku lupa ini dimana. Rasanya pun jika melanjutkan di dalam kamar akan mengganggu Zayn.

Ya Allah Zayn, kesadaran ku langsung kembali pulih ketika mengingat nama Zayn.

Aku langsung menurunkan Jihan dan menarik tangannya menuju kamar.

"Zayn dari tadi belum bangun sayang, lebih baik kita bangunkan Zayn saja dan beri dia ASI." Ucapku sambil terus berjalan.

Saat aku dan Jihan sudah masuk, kami lihat Zayn yang mulai menggeliat-geliat, tanda-tanda jika dia akan segera bangun.

Untunglah aku tidak terlambat.

Jihan melepas hijabnya dan mulai mengambil Zayn, dia menyusui Zayn dan aku hanya bisa menelan saliva dengan susah payah.

Harusnya saat ini akulah yang berada diposisi Zayn itu.

Astagfirulahalazim, apa yang aku pikirkan. Aku mendekati Jihan dan mencium keningnya sekilas.

"Aku mandi dulu ya." Pamit ku dan Jihan mengangguk.

Ya, mandi adalah keputusan yang paling tepat untuk saat ini.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

POV JIHAN

Aku menahan tangan mas Arick yang nyaris menjauh.

"Hem, ada apa?" Tanya mas Arick yang kembali menoleh ke arah ku.

"Aku akan menebusnya nanti malam." Ucapku tanpa rasa malu sedikitpun, entah kenapa melihat mas Arick menahan diri seperti itu membuat aku tidak tega. Aku tahu saat ini mas Arick menginginkan lebih dari sekedar kecupan.

Ku lihat bibir mas Arick tertarik tinggi membentuk sebuah senyuman dengan mata yang berbinar-binar.

"Benarkah?" Tanyanya tidak percaya sambil kembali mendekatkan tubuhnya padaku.

Aku mengangguk pelan, kemudian mendorong tubuhnya sedikit menjauh.

"Nanti malam mas." Ucapku dengan kekehan kecil. Merasa lucu dengan pembicaraan kami kali ini.

Mas Arick bangkit, dengan langkah semangat ia menuju kamar mandi.

Hahahaha, ya Allah seperti ini saja sudah membuat aku sangat bahagia.

1
Hana
sudah kuduga arick memang sudah suka sama jihan sejak lama
Dysha♡💕
kayaknya ared selingkuh sama lila
Sutrisno Sutrisno
Luar biasa
Sri Widjiastuti
duh payahhh
Merry Bangun
Luar biasa
ayu cantik
suka
Bela Viona
arick goblok...main ambil keputusan sndri.
quile
aku malah Nethink Yakk... Arend selingkuh sm sekretarisnya..mungkinn terjadi apa lah gituu kaliii
🏡⃟ªʸ༺⬙⃟⛅ᴶᵉᵐⁱᵐᵃѕ⍣⃝✰zc❖☠️⃝: ‎Halo sahabat pembaca ✨
‎Aku baru merilis cerita terbaru berjudul BUKAN BERONDONG BIASA
‎Semua ini tentang Lucyana yang pernah disakiti, dihancurkan, dan ditinggalkan.
‎Tapi muncul seseorang dengan segala spontanitas dan ketulusannya.
‎Apakah Lucy berani jatuh cinta lagi? Kali ini pada seorang Sadewa yang jauh lebih muda darinya.
‎Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
‎Dukung dengan like ❤️ & komentar 🤗, karena setiap dukunganmu berarti sekali buatku. Terimakasih💕
total 1 replies
🌟 Dauzz🇲🇨
duh bodoh
🌟 Dauzz🇲🇨
paling jebakan lila
🌟 Dauzz🇲🇨
sudah ku duga
Ucillll
Bagus banget ceritanya ka
ayu cantik
suka
Siti Rahayu
menurut ku karakter arick terlalu egois ..suka ngambekan jadi kasian Jihan selalu meminta maaf
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
bikin greget aja,mana bisa jihan langsung melupakan suaminya,kamu egois rik.
sagitarius Girl
lah lah otor engga asik trus huda dimas asih ilham sm melisa gmn dah thor😞😞😞
Umahnendy Alisia
/Joyful//Joyful/ada ada asih
Woro Wardani
Luar biasa
Farrel Pratama
heleehhhh,,, reseekkk
Nurrosi Qolby
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!