Takdir tak akan berubah jika kau tak ingin merubahnya, berjuanglah untuk mendapatkan kebahagiaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhaze, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Fay dan para sahabatnya datang membawa minuman dan cake andalan cafe mereka. Mereka menaruh di hadapan para tamunya dan duduk bergabung.
Nuna yang masih merasa kesal pun langsung buka suara " ngapain lu mau ikut liat pertandingan Ren?" tanyanya.
"Hemm...penasaran aja sih, gw belum pernah liat balap liar" Fay jujur mengakui.
"Heh! bisa-bisa kalian di kurung ortu kalian klo tau bergaul ma orang-orang kaya kita." jelas Nuna.
"Emangnya kalian kenapa? kaliankan anak baik-baik" Sergah Fay.
"Gw dah bilang ma lu, jangan terlalu berharap deket ma gw!" sela Ren kemudian.
Lagi hatinya merasa di campakan, parahnya dia di tolak di depan banyak orang. Nuna tersenyum puas mendengar penolakan Ren, tak perlu berbuat hal ekstrem untuk menyingkirkan rivalnya ' fikirnya ' Ren sendiri yang tak menginginkan keberadaan gadis itu.
"Gw cuma pengen bertemen" Fay sudah mulai berkaca-kaca.
Ivy yang berada di sebelahnya mengusap punggungnya iba, tapi dia berfikir apa yang Ren katakan memang yang terbaik untuk Fay, dia sangat tahu apa yang akan terjadi terhadap sahabatnya itu jika dia ketahuan bergaul dengan orang-orang seperti Ren ini, walaupun mungkin Ren adalah orang baik, tapi Ayah Fay masih menilai kasta seseorang.
"Gw ini bukan temen yang baik dan cocok buat lu!" jawab Ren.
Taksa dan Liam yang mendengar hal itu pun tak bisa menampik omongan Ren, memang tak ada yang salah seseorang berteman, tapi dekat dengan mereka dan memasuki dunia Ren rasanya tak mungkin cocok dengan Fay dan kawan-kawannya.
"Udah lah Fay, hari ini lu harus ceria, ini kan awal ide lu buat bikin live music, ngga lucu dong klo ownernya kusut gini" Myla pun menepuk bahu Fay menyemangati sahabatnya itu.
Myla sedikit tau rasa kecewa Fay, saat Fay menemukan dunia baru, mungkin Fay ingin merasakannya juga, tapi untuk seseorang seperti Fay yang kehidupannya sangat di atur, Myla juga tak bisa menampik jika apa yang Ren ucapkan memang benar, tak seharusnya mereka terlibat terlalu jauh dengan Ren dan dunia mereka.
Fay pun tersenyum membalas dukungan dari para sahabatnya, benar, hari ini dia akan membuka langsung acaranya, ngga lucu klo tiba-tiba suaranya serak.
Fay pun memandang jam di pergelangan tangannya, seharusnya sepuluh menit lagi acara sudah dimulai, tapi para pengisi Bandnya belum ada yang terlihat batang hidungnya.
Fay pun bangkit dan pamit izin keluar untuk menghubungi teman-teman Band kampusnya.
Ivy dan Myla pun mengikuti Fay keluar. Di luar cafe Fay mondar mandir saat telponnya tak diangkat oleh mereka, dia panik.
"Gimana Fay?" tanya Ivy.
"Ngga ada yang ngangkat!" Fay menggigit kuku jari jempolnya panik.
"Tenang....coba telp lagi" Myla berusaha membuat tenang sahabantnya itu.
Fay pun mengikuti saran mereka dan tetap tak di angkat oleh mereka, Ivy pun mengajak Fay masuk dulu untuk memikirkan jalan terbaik jika Band yang mereka sewa tak kunjung hadir.
Fay menurut dan langsung duduk di tempat ia dan teman-temannya berkumpul.
Ren yang melihat raut wajah Fay yang tampak lesu pun bertanya "kenapa?."
Fay kelu, dia tak bisa menjawab pertanyaan Ren.
"Bandnya susah di hubungi, acaranya bentar lagi mulai" Ivy yang menjawab tak pelak ia pun sebenarnya panik, nama baik cafe Fay bisa hancur jika acara mereka gagal malam ini.
"Boleh gw yang ngisi suaranya dulu? nunggu Band kalian dateng! kalian coba aja terus hubungi mereka" Ucap Ren yang menjadi pahlawan mereka.
Mereka semua terkejut, tapi tak pelak jika mereka bisa sedikit bernafas lega. Fay pun langsung mengangguk, baginya Ren memang seperti malaikat penolong, dia selalu ada saat Fay membutuhkan bantuan.
"Apa bener lu bisa nyanyi Ren?" tanya Ivy yang nampak curiga, bisa berabe fikirnya klo ternyata suara Ren tak ada bagus-bagusnya.
"Wah sekate-kate kalian—" serga Liam langsung.
"Kalian ngga tau klo gw dulu pernah ngusulin di masuk ke dunia hiburan, tapi anaknya malah ogah-ogahan" ucap Liam mengingat dulu saat dirinya pernah mengusulkan hal itu
"Wah iya klo bener suara lu bagus Ren, gw yakin lu pasti langsung melejit deh!" Myla menambahkan kekagumannya itu.
"Ogah!" jawab Ren masih dengan jawaban yang sama seperti dulu.
Mereka semua pun tertawa, Ren pun jalan menuju panggung dan duduk didepan mic dan gitar di pangkuannya.
"Selamat malam para pengunjung" sapa Ren. Semua mata pengunjung langsung menatapnya kagum, saat orang yang memang sudah sejak tadi mencuri perhatian duduk di panggung, mungkin hendak melantunkan sebuah lagu, fikir mereka.
"Gw bukan pengisi suara malam ini, karna Bandnya belum datang, mungkin kena macet, jadi gw boleh ya hibur kalian dulu?" ucap Ren menjelaskan alasannya duduk di panggung itu.
Para pengunjung dan sahabat-sahabatnya langsung berteriak dan bersorak sorai mendengar ucapan Ren.
Jreeng....jreeeng....Suara petikan gitar untuk memulai lagunya.
Aku mengerti
Perjalanan hidup yang kini kau lalui
Ku berharap
Meski berat, kau tak merasa sendiri
Kau telah berjuang
Menaklukan hari-harimu yang tak mudah
Biarku menemanimu
Membasuh lelahmu
Izinkan ku lukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis, tertawa
Biarku lukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
'Tuk menemanimu yang terluka
Hingga kau bahagia
Aku disini
Walau letih, coba lagi, jangan berhenti
Ku berharap
Meski berat, kau tak merasa sendiri
Kau tlah berjuang
Menaklukan hari-harimu yang tak indah
Biar ku menemanimu
Membasuh lelahmu
Izinkan ku lukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis, tertawa
Biarku lukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
'Tuk menemanimu yang terluka
Hingga kau bahagia haa-haa
Haa-haa
'Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia.....
" Terima kasih, smoga terhibur " Ucap Ren di akhir lagunya.
Semua bertepuk tangan, bahkan mereka semua berdiri, mereka menikmati suara merdu Ren, banyak yang langsung mengupload video Ren bernyanyi di sosial media milik mereka.
Fay tak dapat berkata apa-apa, sontak dia langsung mengagumi sosok lain dari Ren itu.
Sebenarnya tak lama saat Ren sedang membawakan lagu, Band yang akan mengisi live music sudah hadir, tapi Fay menyuruh mereka untuk duduk dan menikmati lagu Ren.
Dan mereka pun terpana, mereka beruntung saat mereka telat datang ada seseorang yang datang mengisi acara mereka, mereka pun sebenarnya merasa tidak enak dengan Fay, apa daya mereka memang terjebak macet.
Fay pun tak mempermasalahkan, menurutnya itu mungkin sudah takdir, dan dia malah bersyukur karena saat Ren bernyanyi cafe nya mendadak langsung banyak pengunjung, mereka sepertinya datang karena video yang beredar di sosial media para pengunjung yang meng Tag nama cafe miliknya.
.
.
.
Band pengisi acara sesungguhnya sudah mulai mengisi acara malam itu, dan semakin meriah saja cafe Fay.
Ren pun kembali duduk bersama sahabat-sahabatnya. Ivy pun langsung buka suara " gw ngga nyangka, suara lu boleh juga Ren!"
"Makasih" jawab Ren dan langsung meminum Air mineral dalam botol.
"Bener kata Liam kenapa lu ngga jadi penyanyi aja atau selebgram lah!" Myla menambahkan.
"Gw ngga suka dunia kaya gitu" jawab Ren tegas.
Mereka pun menikmati malam itu dengan suguhan lagu dari Band yang di sewa Fay, Band itu pun bagus, mereka bernyanyi di selingi stand up, dan tebak-tebakan lainnya.
Saat waktu tutup Ren dan para sahabatnya pun pamit. Saat Fay mengantar mereka ke depan pintu, Fay masih berharap Ren akan mengizinkannya ikut bergabung melihat pertandingannya itu.
.
.
...****************...
-YOU'RE MINE, SERRA
-POSESSIVE PILOT
-"AFFAIR WITH UNCLE++"
-My best friend's Daddy is my husband
-Pengantin Pengganti Tersakiti