Mengisahkan seorang gadis yang terpaksa menikah dengan lelaki yang tak di cintai nya, karena suatu keadaan, dan harus rela menjalani kehidupan rumah tangga yang di penuhi konflik akibat sifat keras dan diktaktor suami nya yang sangat mencintai nya tapi salah menempat kan cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apriliani Filata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Mas Hardi masih terisak dengan memeluk ku dari belakang, aku hanya mendiam kan saja.
Betapa pun Dia masih suami ku, sebenci apa pun Dia Bapak dari anak - anak ku. Dalam hati aku hanya berharap ada seseorang yang masuk dalam ruangan agar Mas Hardi mau melepas kan pelukan nya. Sayang nya harapan hanya tinggal harapan , sampai aku merasa pegal dengan posisi tidur ku saat ini dan ingin membalikan badan masih belum ada yang datang juga.
Aku gerakan tubuh ku setelah tak tahan lagi menahan pegal di punggung . Mas Hardi melepas kan pelukan nya, kubalikan tubuh tidur dalam posisi terlentang, menyandar kan punggung di atas kasur sembari memjam kan mata. Aku Masih enggan melihat wajah nya. Bahkan saat tadi Dia menyuapi ku pun pandangan ku nanar . Mas Hardi masih enggan beranjak dari tempat duduk nya, tangan nya aktif memijat dari kening ,lengan hingga kaki ku lembut .
" Kamu gak kerja Mas..? " Ku buka mata ku menatap ke atas ruangan.
Ku lihat dari sudut mata Mas Hardi tersenyum menggeleng kan kepala nya.
" Aku ambil cuti sebulan, kerjaan sudah ku pasrah kan sama taufan untuk manghandle proyek sementara waktu " Jelas nya lembut.
" Kenapa..?, memang kamu mau kemana ..?"
" Aku mau fokus merawat isteri ku.., aku tak mau tugas ku di ganti orang lain adik isteri ku sekali pun " Di belai nya pipi ku lembut.
" Siapa yang kasih izin kamu " Jawab ku ketus.
" Kenapa harus minta izin kalau mau merawat isteri sendiri " Mas Hardi meremas tangan ku.
" Kalau aku tak mau..? " Ku tepis tangan nya.
" Aku suami mu sayang, sebenci apa pun kamu ke aku ,status ku imam mu.., aku punya kewajiban merawat mu dan aku punya hak juga atas diri isteri ku " Mas Hardi meraih wajah ku, di arah kan hingga menghadap wajah nya, menatap manik mata ku dalam.
Ku lihat wajah nya yang tak terawat, bulu - bulu halus yang tumbuh memutari sekitar mulut dari kumis melingkar hingga ke janggut , rambut yang mulai memanjang dan wajah kusut tak seperti biasa nya yang selalu berpenampilan rapi dengan tanpa kumis dan tanpa jambang . Ada perih melihat tampilan nya sekarang yang terlihat tak terawat.
Mas Hardi meraih tangan ku , di cium nya telapak tangan ku lembut.
" Mah.., Papah ingin kita membuka lembaran baru, kita lupa kan yang sudah lewat, Papah akan berusaha untuk berubah menjadi suami, imam yang baik untuk Mamah dan anak - anak kita "
Ku raba wajah Mas Hardi yang terlihat kasar oleh bulu - bulu di sekitar nya.
" Kenapa tak kau cukur rambut - rambut di wajah mu Mas " Mas Hardi mengabai kan pertanyaan ku, Dia hanya tersenyum
" Papah sudah merenungkan beberapa waktu ini.., rasa nya sangat menyakit kan saat papah tak bisa mendekati isteri sendiri sekedar melihat pun harus papah lakukan setelah malam tiba, saat semua orang terlelap, dan papah hanya bisa melihat lewat kaca kecil di pintu sampai ada seorang perawat anak dari pekerja papah yang merasa iba melihat nya dan meminjami papah baju perawat hanya untuk bisa menemui dan menyentuh isteri sendiri " Mas Hardi mengerjap kan mata nya berkaca - kaca .
" Kamu setiap malam ke sini.. ? " Ku bulat kan mata tak percaya, mengapa harus melakukan semua itu. Mas Hardi menganggukan kepala .
" Kenapa harus mengendap - endap..? "
" Papah belum diizin kan menemui Mamah "
Suara nya parau terdengar menahan sesak.
" Siapa yang melarang mu..? " Selidik ku.
" Orangtua ku.., Bunda meminta ku untuk bersabar sampai keluarga Mamah bisa memahami keadaan kita "
Ku lihat sorot pedih terpancar di mata nya.
Mas Hardi beranjak dari duduk nya, mengambil sesuatu dari dalam coolcas.
Membawa satu cup besar salad buah. membuka tutup nya mengambil satu skop irisan buah alpukat menyuapi ku.
" Aku masih kenyang Mas " Tepis ku, kua angkat tubuh ku berusaha untuk duduk, bersamaan dengan suara pintu terketuk. Mas Hardi membantu ku duduk menata bantal hingga nyaman untuk ku bersandar , lalu beranjak membuka pintu.
Cekrek..cekrek..
Pintu di buka oleh Mas Hardi dan wajah wajah yang kurindukan muncul dari luar pintu, tersenyum lalu mendekat ke arah ku. Teman kantor ku mengunjungi ramai - ramai. Teman wanita menyalami dan mencium pipi ku satu persatu .
" Ibu Emil sakit apa , tiga hari gak masuk tahu - tahu dapat kabar di rawat , saya kira hanya sakit biasa Bu.., maaf ya baru bisa jenguk "
Tanya Anastasia asisten ku di kantor.
" Suruh bedress aja sama Dokter, .. aduh Bu ana di jenguk aja saya sudah seneng banget ko kenapa minta maaf juga.., gimana kabar di kantor " Tanya ku antusias.
Teman - teman ku menceritakan apa yang terjadi di kantor selama aku tidak masuk, dan aku bersyukur pengusaha pengelola ikan yang aku tawar kan investasi tertarik masuk dan ikut program yang ku tawar kan.
" Bu Emil memang is the best, tinggal nunggu bonus nya cair ya.." Anastasia tersenyum membayang kan bonus yang akan kami dapat. Aku ikut tersenyum melihat nya.
Mas Hardi nampak kikuk duduk di sofa menemui teman - teman pria dari kantor ku termasuk pak kepala cabang yang juga ikut bersama rombongan menjenguk ku.
Dua puluh lima menit berlalu mereka pun pamit sembari mendo'a kan untuk kesembuh an ku. Aku sedikit terhibur dengan kehadiran teman - teman kantorku.
Pintu kembali di ketuk seorang pengantar kudapan sore jatah dari rumah sakit memberi kan satu mangkuk bubur kacang ijo. Mas Hardi meraih nya dan menyuapi pelan.
" Mana Zahwa dan zarra., aku kengen mereka " Pinta ku.
" Besok selepas sekolah anak - anak aku jemput untuk menemani Mamah di sini " Jawab nya lembut.
" Untuk hari ini izin kan Papah temenin Mamah sendiri tanpa siapa pun jadi kalau Mamah mau apa pun minta nya sama Papah "
Aku membelalakan mata tak percaya mendengar nya.
" Maksud nya..? " Tanya ku tercekat .
" Sesuai kesepakatan keluarga kita, Papah di beri kesempatan untuk hari ini menemani Mamah sendiri tanpa siapa pun " Ucap nya dengan seulas senyum bahagia.
Aku merinding mendengar nya, ada rasa takut menyergap, takut jika sesuatu hal buruk menimpa ku. Mas Hardi melihat perubahan di wajah ku.
" Mamah kenapa..?, Mah.., jangan berfikiran buruk dulu, jangan hakimi Papah seperti ini, beri Papah kesempatan untuk memperbaiki semua nya " Bisik nya menatap ku lembut .
" Papah takut kehilangan Mamah.., sungguh Mah, tiga hari tidak diizin kan bertemu Mamah rasa nya seperti ikan tanpa air.."
Desah nya dengan sorot penyesalan terlihat jelas di wajah nya.
Aku menarik nafas dalam lalu menghembus kan nya kasar. Seberapa pun terlihat jelas raut penyesalan di wajah nya, namun jauh di lubuk hati ku masih belum merasakan nyaman hanya berdua saja dengan nya. Rasa takut masih membayangi hati terdalam.
Kucoba menepis ketakutan yang tersembunyi dalam relung hati ku. seperti permintaan nya aku mencob untuk tidak menghakimi nya.
Perlahan aku mencoba menerima kehadiran nya , perlahan mencoba menumbuh kan kepercayaan ku kepada nya lagi .
Jauh di lubuk hati, aku merindukan Mas Hardi seperti yang ku kenal dulu ketika Dia berusaha masuk dalam kehidupan ku paska meninggal nya Mas Nano. Mas Hardi yang penuh perhatian, yang memanjakan ku dengan curahan kasih sayang, yang bisa mengendalikan emosi nya meski tingkat kecemburuan nya masih di level atas.
Ku coba menenang kan diriku dengan menerima kehadiran nya malam ini tanpa prasangka buruk, toh betapa pun Dia masih suami ku, imam yang bertanggung jawab dengan kehidupan ku di dunia dan akhirat.
coba sosok antonio hadir dalam hidup kalian tapi versi wanitanya alias ada wanita lain (yang sifat kayak antonio) yang mencintai suami kalian dia memuja suami kalian sebagai kekasih hati, dia melindungi suami kalian, dia selalu memantau suami kalian, dia selalu menjaga suami kalian, dan saat suami kalian ada masalah dia akan datang bak pahlawan dan dia menyalahkan kalian karena tidak bisa menjaga suami kalian
apakah kalian juga akan memandang baik pada wanita lain itu yang menyukai suami kalian itu
jadi wanita jangan egois jika kalian tidak suka pada wanita lain yang suka pada suami kalian, maka kalian juga harus tegas pada pria lain yang suka pada kalian alias jangan kebaperan dengan kebaikan pria lain,
fakta pemeran utama wanita adalah sudut pandang author dan reader2 wanita yang artinya author dan readernya memposisikan diri mereka sebagai pemeran utama wanita
kenapa ya udah baca berulang kali tapi tidak bosan bosan