Mengisahkan seorang pemuda tampan yg sering dihina sama keluarga sendiri. Hingga suatu hari memutuskan untuk kabur dari rumah karena sudah capek dengan hinaan dari keluarganya, dan mendapatkan sistem yg akan merubah nasibnya.
Bagaiman kisah nya setelah mendapatkan sistem?
Ikuti Kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KenzieAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: Serangan Balasan Surya Pratama dan Jatuhnya Sang Konglomerat
Pagi hari.
Kantor pusat Grup Pratama.
Suasana yang biasanya tenang kini berubah tegang.
Seluruh direktur utama berkumpul dalam rapat darurat.
Di ujung meja duduk Surya Pratama.
Pendiri sekaligus penguasa Grup Pratama selama lebih dari tiga puluh tahun.
Wajahnya tenang.
Namun semua orang yang mengenalnya tahu.
Ketika Surya terlihat setenang ini, justru itulah saat paling berbahaya.
"Laporan terakhir."
ucapnya.
Seorang direktur segera berdiri.
"Kerugian sementara mencapai Rp31 triliun."
"Investor asing terus keluar."
"Harga saham turun 22%."
Ruangan menjadi sunyi.
Kerugian sebesar itu bahkan cukup untuk mengguncang konglomerasi besar.
Namun Surya tidak marah.
Tidak berteriak.
Ia hanya mengetukkan jarinya ke meja.
Tok.
Tok.
Tok.
Kemudian berkata:
"Sudah cukup bermain bertahan."
Semua orang langsung mengangkat kepala.
Karena mereka tahu.
Sang pendiri akhirnya akan turun tangan.
Pada saat yang sama.
Di kantor Nebula Capital.
Alviano sedang membaca laporan pasar.
Ketika tiba-tiba sistem aktif.
DING!
━━━━━━━━━━━━━━━
Peringatan
Surya Pratama Memulai Serangan Balasan
Probabilitas Serangan:
99%
Tingkat Ancaman:
★★★★☆
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano tersenyum tipis.
"Akhirnya."
Sejujurnya.
Ia sudah menunggu momen ini.
Karena selama ini yang bergerak hanyalah Leonard dan para eksekutif.
Sekarang sang raja tua akhirnya masuk ke medan perang.
Siang hari.
Berita besar tiba-tiba mengguncang pasar.
━━━━━━━━━━━━━━━
Breaking News
Nebula Capital Diduga Terlibat Manipulasi Pasar
━━━━━━━━━━━━━━━
Dalam hitungan menit.
Media langsung ramai.
Investor mulai panik.
Harga saham beberapa perusahaan yang terhubung dengan Nebula Capital ikut turun.
Larissa bergegas masuk ke ruang kerja Alviano.
Wajahnya serius.
"Pak."
"Beritanya menyebar sangat cepat."
"Tentu saja."
jawab Alviano santai.
"Ini pekerjaan Surya Pratama."
Larissa terkejut.
"Kau yakin?"
Alviano mengangguk.
Karena sistem sudah menunjukkan semuanya.
━━━━━━━━━━━━━━━
Sumber Serangan:
Grup Pratama
Metode:
Manipulasi Media dan Opini Publik
━━━━━━━━━━━━━━━
Di kantor Grup Pratama.
Leonard akhirnya tersenyum untuk pertama kalinya dalam beberapa hari.
"Hebat."
katanya.
Ayahnya memang berbeda.
Hanya dalam satu langkah.
Reputasi Nebula Capital langsung terguncang.
Namun Surya tidak ikut tersenyum.
Karena ia tahu.
Pertarungan belum selesai.
"Jangan meremehkan Alviano."
ucapnya.
Leonard sedikit terdiam.
Karena ini pertama kalinya ayahnya mengakui kemampuan rival mereka.
Malam hari.
Alviano duduk sendirian di penthouse.
Di depannya terdapat puluhan laporan.
Namun bukannya khawatir.
Ia justru terlihat santai.
Karena Mata Dewa Analisis telah menemukan sesuatu yang jauh lebih menarik.
━━━━━━━━━━━━━━━
Rahasia Grup Pratama Ditemukan
━━━━━━━━━━━━━━━
Proyek Energi Laut Timur
Nilai:
Rp87 Triliun
Status:
Kritis
Probabilitas Gagal:
96%
Utang Tersembunyi:
Rp52 Triliun
━━━━━━━━━━━━━━━
Senyuman perlahan muncul di wajah Alviano.
Inilah yang ia cari.
Senjata untuk mengakhiri perang.
Keesokan paginya.
Nebula Capital mengadakan konferensi pers.
Seluruh media hadir.
Banyak orang mengira Alviano akan membela diri dari tuduhan yang beredar.
Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Alviano naik ke podium.
Tatapannya tenang.
Kemudian berkata:
"Hari ini saya tidak akan membahas Nebula Capital."
Para wartawan saling berpandangan.
"Lalu?"
Alviano tersenyum.
"Saya ingin membahas Grup Pratama."
BOOM!
Ruangan langsung gempar.
Dalam satu jam berikutnya.
Alviano membeberkan berbagai data.
Dokumen.
Laporan.
Dan bukti finansial.
Tentang proyek energi yang hampir gagal.
Tentang utang tersembunyi.
Tentang risiko yang selama ini disembunyikan.
Media langsung meledak.
Investor panik.
Pasar terguncang.
Di kantor Grup Pratama.
Wajah Leonard menjadi pucat.
"Mustahil."
"Bagaimana dia mendapatkan data itu?!"
Namun yang lebih terkejut adalah Surya.
Karena beberapa informasi yang dipublikasikan bahkan hanya diketahui oleh segelintir orang.
Untuk pertama kalinya.
Ia merasakan sesuatu yang jarang terjadi.
Kekhawatiran.
Hari berikutnya.
Harga saham Grup Pratama jatuh bebas.
10%.
20%.
35%.
Investor berbondong-bondong menjual saham mereka.
Dalam waktu tiga hari.
Kerugian pasar mencapai puluhan triliun rupiah.
Sementara itu.
Nebula Capital dan Star Dragon International diam-diam membeli berbagai aset Grup Pratama yang mulai dilepas pasar.
Murah.
Sangat murah.
Persis seperti yang direncanakan Alviano.
Malam hari.
Sistem kembali berbunyi.
DING!
━━━━━━━━━━━━━━━
Misi Epik Update
Kemajuan:
90%
━━━━━━━━━━━━━━━
Kerugian Grup Pratama:
Rp115 Triliun
Keuntungan Host:
Rp43 Triliun
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano tersenyum puas.
Hanya tinggal satu langkah lagi.
Dua hari kemudian.
Peristiwa yang ditakuti seluruh Grup Pratama akhirnya terjadi.
Bank terbesar yang menjadi kreditur utama mereka mengumumkan peninjauan ulang fasilitas pinjaman.
Berita itu menjadi pukulan terakhir.
Investor benar-benar kehilangan kepercayaan.
Harga saham runtuh.
Dan seluruh pasar mengetahui bahwa Grup Pratama sedang berada dalam krisis.
Di ruang kerja pribadinya.
Surya Pratama duduk diam.
Untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun.
Ia merasa kalah.
Bukan oleh konglomerat lama.
Bukan oleh perusahaan multinasional.
Melainkan oleh seorang pemuda berusia dua puluh tahun.
Pintu ruangan terbuka.
Leonard masuk.
Wajahnya juga pucat.
"Ayah..."
Surya mengangkat tangan.
Menghentikannya.
Kemudian berkata pelan.
"Kita kalah."
Kalimat sederhana itu terasa seperti petir.
Karena selama hidupnya.
Leonard hampir tidak pernah mendengar ayahnya mengakui kekalahan.
Pada saat yang sama.
Di penthouse miliknya.
Suara sistem terdengar nyaring.
DING!
━━━━━━━━━━━━━━━
Misi Epik Selesai!
Selamatkan Grup Wijaya
━━━━━━━━━━━━━━━
Hadiah Diberikan:
• Rp50 Triliun
• Mata Dewa Analisis Lv.4
• Mystery Box Celestial
• Gelar:
Penakluk Konglomerat
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano tersenyum.
Akhirnya selesai.
Namun yang paling membuatnya penasaran adalah hadiah terakhir.
Mystery Box Celestial.
Kotak misterius dengan tingkat tertinggi yang pernah ia lihat sejauh ini.
Perlahan.
Ia memilih membukanya.
DING!
━━━━━━━━━━━━━━━
Mystery Box Celestial Dibuka...
━━━━━━━━━━━━━━━
10%
30%
60%
90%
100%
━━━━━━━━━━━━━━━
Selamat!
Anda Mendapatkan:
40% Kepemilikan Global Quantum Industries
Nilai Aset:
Rp350 Triliun
━━━━━━━━━━━━━━━
"..."
Bahkan Alviano terdiam.
Karena hadiah ini jauh lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan.
Dengan tambahan aset tersebut...
Total kekayaannya akan melonjak mendekati target sistem berikutnya.
Namun sebelum sempat menghitung semuanya.
Suara sistem kembali muncul.
DING!
━━━━━━━━━━━━━━━
Selamat!
Total Kekayaan Host Melampaui Rp500 Triliun
Fitur Baru Terbuka:
PASAR KEKAYAAN DEWA
━━━━━━━━━━━━━━━
Mata Alviano langsung menyipit.
Akhirnya.
Rahasia besar berikutnya dari Sistem Dewa Kekayaan Tanpa Batas akan segera terbuka.
Dan firasatnya mengatakan...
Dunia yang selama ini ia lihat mungkin hanyalah permukaan dari sesuatu yang jauh lebih besar.
[Tamat Bab 15]