follow Ig 👉 dindin_812
- Novel ini sudah hadir dalam versi cetak, lebih rapi dan tentunya enak dibaca dan dipeluk kala rindu 🤭🤭🤭
Cerita ini mengandung unsur yang bisa bikin kamu nangis, tertawa, marah, baper juga sedih, jadi sebelum baca siapkan hati jiwa dan raga🤣
Tidak mencantumkan agama ya ....
Audrey Isvara tidak menyangka jika hidupnya jungkir balik tidak menentu. Dia baru saja kehilangan Ayah dan hampir kehilangan ibu, kemudian Audrey mendatangi seorang CEO muda bernama Ravindra Mahavir. Demi menyelamatkan ibu dari ambang kematian, Audrey menawarkan diri menjadi budak seumur hidup.
Namun, siapa sangka jika ternyata dirinya langsung memiliki suami hanya dalam hitungan hari, status pelayan yang ia sandang berganti menjadi nyonya besar istri CEO. Bagaimana itu bisa terjadi?
Pict from Pinterest, editing by Din Din
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 Salah paham
Ravin terlihat terus memijat pilipisnya, ia benar-benar kesal dengan sikap Arga yang jelas-jelas ingin memanfaatkan dirinya. Pemuda itu mengingat percakapannya dengan Arga beberapa jam yang lalu.
"Saya dengar Anda mempunyai saham Arista Group?" tanya Ravin tanpa basa basi setelah mereka duduk berdua di dalam ruang pribadi Arga.
"Kamu ini ternyata pemuda yang suka bicara langsung pada inti pembicaraan tanpa berbasa-basi. Tapi aku suka," ucap Arga yang malah tidak menjawab pertanyaan Ravin, pria tua itu menuang anggur ke gelas kemudian menyodorkannya pada Ravin.
Meski Ravin tidak ingin minum malam itu akan tetapi ia tetap harus menghormati demi melancarkan niatnya.
"Ya! Memang aku memiliki lima belas persen saham perusahan milik kakakku itu. Tiga puluh persen miliknya baru saja di lelang dan aku terkejut ketika mengetahui siapa yang membelinya." Arga melirik Ravin seraya menyesap anggurnya.
Ravin terlihat menggoyangkan pelan gelasnya, menciptakan buih kecil menempel di dinding gelas kaca yang ia pegang baru kemudian ia menyesapnya perlahan.
"Aku tidak mengerti kenapa pengusaha sukses seperti dirimu menginginkan perusahaan yang sudah bangkrut dan bahkan sudah di prediksi tidak bisa bangkit lagi," imbuh Arga.
"Karena semua hal baik berawal dari kecil dan lemah. Aku tidak peduli apakah itu bangkrut atau sukses, yang aku inginkan hanyalah memperbaiki dan menciptakan peluang yang lebih." Ravin mengulas senyumnya.
"Aku bisa saja memberikan saham itu padamu, karena bagiku saham itu sudah tidak berarti lagi setelah kakakku meninggal. Yang jadi pertanyaan sekarang adalah apa yang bisa kamu tawarkan agar aku mau memberikannya?" tanya Arga dengan nada penuh ambisi.
"Apapun, aku bisa membelinya dengan harga di atas pasaran," jawab Ravin penuh percaya diri, tentu saja ia tahu pria seperti Arga pasti menginginkan keuntungan lebih.
"Hahahaha, sayangnya kamu salah, bukan itu yang aku inginkan." Arga tertawa keras kemudian menghabiskan anggur yang ada di gelasnya.
Ravin mengangkat satu alisnya, ia tidak bisa menebak keinginan orang tua itu.
"Aku memiliki putri yang cantik, kenapa kita tidak melakukan sebuah pernikahan untuk menyatukan kedua perusahaan agar semakin kuat di dunia perbisnisan," tawar Arga.
Ravin menghabiskan minumannya dengan sekali tenggak, bahkan ia langsung menuang kembali anggur yang masih di dalam botol ke gelasnya kemudian menenggaknya habis lagi.
"Sayang sekali, secantik apapun putri Anda tetap saja kalah cantik dengan istriku," ucap Ravin dengan sedikit senyum ejekan.
"Istri?" Arga terkejut mendengar Ravin sudah memiliki istri. Karena info yang ia dapatkan, pemuda itu belum punya pasangan sama sekali, bahkan tidak pernah dekat dengan gadis manapun.
"Ya, aku memiliki seorang istri. Dia cantik dan tangguh," imbuh Ravin percaya diri.
"Sayang sekali, gadis mana yang sebegitu beruntungnya menjadi istri pengusaha sukses sepertimu?" tanya Arga kemudian untuk menutupi rasa terkejutnya. "Pasti dia gadis dari keluarga terpandang, 'kan?"
"Tidak peduli gadis mana, yang jelas aku mencintainya. Kasta, harta, tahta! Itu tak penting." Ravin menghabiskan anggur terakhir yang ada di gelasnya, kemudian menaruh ke meja.
"Karena sepertinya kita tidak bisa mencapai kesepakatan, lebih baik aku undur diri," ucap Ravin seraya bangkit dari duduknya.
Arga hanya terdiam, memang tidak ada kesepakatan yang dicapai. Jika ia hanya menjual saham itu, maka uang itu akan segera lenyap. Namun jika dia mengikat Ravin dengan ikatan pernikahan, pastilah saham perusahaannya akan melejit naik mengingat siapa yang jadi menantunya.
"Oh ya, satu lagi," ucap Ravin yang terhenti ketika ingin membuka pintu. "Aku sudah memiliki empat puluh persen saham Arista Group, jika Anda berubah pikiran maka aku masih bersedia untuk membelinya." Pemuda itu langsung keluar dan pergi dari rumah Arga.
Ravin memejamkan matanya, ia sudah berada di atas ranjang. Pemuda itu mengusap sisi ranjang yang kosong, jelas merasa jika ia kehilangan sesuatu.
"Jika tiba saatnya nanti, aku pasti memilikimu seutuhnya," gumamnya yang kemudian terlarut dalam mimpi.
Audrey masih melepas rindunya pada Hana, gadis itu sampai membaringkan diri di atas ranjang seraya setengah memeluk tubuh Hana.
"Cepat sembuh, Mah! Agar aku bisa terus melihat Mamah tersenyum," ucap Audrey.
"Selama Mamah disini, bagaimana denganmu? Lalu bagaimana kamu bisa membiayai Mamah di sini?" tanya Hana heran, bagaimanapun mereka sudah tidak memiliki apa-apa sebelum ia mengalami kecelakaan. Rumah, mobil serta barang-barang lain disita oleh pihak Bank.
"Emmm ... itu, aku pinjam uang," dusta Audrey.
"Pinjam siapa? Apa temanmu itu? Dia terlihat seperti orang kaya?" tanya Hana menatap Malik yang tertidur di sofa.
Wajah Malik yang terawat dan tampan, serta pakaian yang ia kenakan pun tidak sembarangan. Sebagai asisten Ravin tentu saja ia juga menyesuaikan dengan Style tuannya itu.
"Hahahaha, bukan! Dia benar-benar temanku, bahkan aku memanggilnya kak!" Audrey jadi bingung harus berkata apa.
Gadis itu takut jika Hana tahu kalau dia sampai menjual jiwa dan raganya untuk menyelamatkan nyawanya, sehingga ia berbohong dengan status Malik.
"Bukan? Lalu kamu pinjam siapa? Tidak mungkin kepada pamanmu, 'kan?" tanya Hana memastikan, bagaimanapun sejak perusahaan suaminya mengalami kemunduran, keluarga Argawijaya sudah lepas tangan tidak ingin membantu suaminya.
Audrey menggelengkan kepala, ia kembali memeluk tubuh Hana. "Bukan! Yang penting sekarang Mamah sembuh. Mau uang dari mana aku pinjam, tolong Mamah jangan memikirkannya, oke!"
Hana tersenyum, ia benar-benar ingin tahu bagaimana cara putrinya bertahan setelah dirinya mengalami kecelakaan. Bisa sembuh setelah mendapatkan luka yang begitu serius sungguh suatu mukjizat baginya.
"Sayang! Bolehkan Mamah menanyakan sesuatu?" tanya Hana.
"Iya, apa?" tanya Audrey balik.
"Pemuda itu apa benar-benar hanya temanmu? Dia sampai rela tidur di sofa seperti itu menunggumu pasti dia memiliki sesuatu yang lain, 'kan?" tanya Hana menyelidik.
Audrey terkejut, ia langsung bangkit menatap mata Hana. "Kalau si iblis mendengarnya, dia pasti akan marah," batin Audrey.
"Hahahaha, mana ada!" bantah Audrey.
"Jikalau pun iya, Mamah tidak menolak. Dia sepertinya pemuda yang baik, mau mengantar dan menunggumu di sini adalah suatu kebaikan." Hana yang akhirnya salah paham dengan status Malik.
"Serius, Mah! Jangan bahas ini, aku dan dia tidak ada hubungan selain teman!" Audrey mencoba meyakinkan Hana, jika tidak maka urusannya akan panjang.
Hana tersenyum, dia pernah muda jadi ia tahu mana sikap malu-malu mana yang bukan. Ia salah paham dengan sikap Malik yang menjaga Audrey disana dan sikap malu-malu di sertai bingung yang tampak di wajah putrinya, Hana berpikir jika Audrey malu mengakui Malik sebagai teman spesialnya. Malik sendiri jika bukan karena perintah Ravin yang tidak memperbolehkannya pulang jika Audrey tidak pulang, ia mana mungkin berakhir tidur di sana.
..._...
..._...
..._...
..._...
..._...
..._...
...Jangan lupa like komen...
...Hihihi, Othornya cerewet amat😁...
...Terima kasih🙏🙏...
...Visual Malik, Kasihan nongol terus tapi ga ada gambaran orangnya kayak apa🤣...
Anak aku nomor 2 lelaki,lahiran juga Vacum, karena udah lemah, Dan sebelum lahiran gak ada selera utk makan apa pun..