NovelToon NovelToon
So Fever Together Him

So Fever Together Him

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Konflik Rumah Tangga-Pembalasan dendam / Bayi imut / Tamat
Popularitas:72.6k
Nilai: 5
Nama Author: kulid

Memet dan Bety telah menikah. Dan mereka menikmati kehebohan menjalani bahtera rumah tangga karena menikah muda.

Keduanya kerab kali cek-cok mempermasahkan hobi Memet yang suka main game online.
Sementara Bety, ia sangat kesal diabaikan oleh suaminya itu.

Suatu ketika Bety membuat rencana, memberi obat pada minuman Memet, sehingga lelaki itu mabuk tak sadarkan diri.
Bety memutuskan untuk pergi meninggalkan Memet setelah malam pertama mereka.

Tak ada angin tak ada hujan, di saat Memet pusing memikirkan istrinya, sembilan bulan kemudian tiba-tiba saja orang mengantarkan bayi laki-laki kepadanya. Orang itu mengatakan kalau Bety telah meninggal setelah melahirkan anaknya.
Lima tahun kemudian Bety kembali dari luar negeri. Ia menyamar dengan dua anak kecil berumur lima tahun.
Ia melakukan itu untuk menghindari Memet, ia yakin kalau Memet masih marah kepadanya karena telah berani membohonginya.
Tetapi penyamarannya terbongkar, ia ketahuan oleh Memet, hingga membuat lelaki itu murka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kulid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kepergian Bety

Sinar matahari perlahan memasuki celah-celah tirai jendela berwarna putih transparan, dan memantul ke lantai marmer kamar.

Di atas ranjang, Memet mulai bergerak membuka matanya yang agak kabur saat menyesuaikan dengan cahaya. Wajah tampannya memancarkan pesona yang luar biasa. Ia bangkit, tetapi ingatannya kembali pada pertemuan yang penuh gairah bersama Bety tadi malam.

Ia menyibakkan selimut dan tampaklah beberapa bercak darah mengotori sprei putihnya. Noda itu tampak seperti gambar teratai yang sedang mekar, menyala dan luar biasa indah, mekar tepat di depan matanya.

Sedetik kemudian kemarahan menyala di wajahnya.

Sial. Ia telah dipermainkan!

Kakinya yang panjang mulai menginjak lantai. Saat ia hendak mengambil handuk mandi di meja, ia secara tak sengaja menjatuhkan sesuatu dari samping meja tidur ke lantai.

Memet menatap bingung melihat benda yang melayang jatuh itu. Itu adalah sebuah kertas catatan kecil dengan tulisan tangan di atasnya. Memet berjongkok untuk mengambilnya.

“Memet, terima kasih atas kenangan yang indah tadi malam. Maaf, pada detik-detik terakhir aku memilih mundur dari pernikahan ini. Aku akan hidup dengan baik, kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku. Kuharap kau pun juga akan hidup baik. Sekali lagi, maaf, karena aku pergi tanpa pamit. Bety.”

 

Ekspresi Memet langsung berubah pias. Matanya membelalak penuh amarah. Ia telah ditipu oleh Bety.

“Bety!” teriakan dari suara Memet melambangkan kemarahan yang siap menggemparkan seluruh isi rumah itu.

Apakah Bety tidak berpikir panjang sebelum melakukan hal gila seperti ini. Berani-beraninya wanita itu menipunya dengan obat murahan. Sekarang wanita itu pergi begitu saja meninggalkannya.

Memet mengepalkan kedua tangannya. Ia meremas kertas catatan itu dengan sangat kuat, sehingga kertas itu sudah berbentuk bola kecil.  Rasanya saat ini ia ingin memberikan Bety pelajaran karena telah bertindak seenaknya.

“Bety, awas saja jika kau kutemukan. Aku akan mencarimu!”

Sementara di tempat lain, di pinggir kota. Bety terbaring di atas kasur kecil, memakan keripik kentang di tangannya dan menatap layar televisi di depannya.

Pembawa acara menyampaikan berita orang hilang. Pembawa acara itu juga mengatakan ciri-ciri dan memperlihatkan sebuah foto. Itu adalah foto Bety.

Bety menghentikan kunyahannya saat mendengar berita itu. Ia menggertakan giginya dengan kesal. Apakah secepat itu Memet bertindak untuk menemukan keberadaanya. Padahal tadi malam Bety telah berhasil pergi diam-diam dari rumah setelah Memet tertidur.

Bety segera mematikan televisinya yang tadinya menyiarkan berita kehilangannya, lalu melempar asal remote televisi itu ke atas meja kecil di hadapannya. Wajahnya langsung berubah masam. Tangannya sibuk menutup toples berisi keripik kentang yang dimakannya, lalu meletakkannya ke atas meja di depannya.

Bety meraih ponselnya, lalu mulai berselancar di dunia maya. Semalam ia telah mengganti nomor teleponnya, sehingga siapapun yang menghubungi tidak akan bisa. Tak berapa lama, Bety sudah asik membaca salah satu artikel yang entah mengapa menarik perhatiannya walaupun hatinya was-was.

“Saya berharap kalau istri saya akan segera ditemukan.”

Kemudian ia tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. “Jika kau ingin mencoba menangkap aku, silahkan saja. Mungkin itu di mimpimu!”

Bety memegang wajahnya, berpikir atas tindakan yang dilakukannya saat ini. Sebelum ia meninggalkan rumah, ia telah mempersiapkan semuanya dengan sangat rapi. Semua pakaiannya telah disiapkan beberapa pasang. Ia tidak ingin membawa semuanya karena itu akan membuatkan kesusahan.

Pencarian dirinya pasti akan membuatnya susah untuk bersembunyi. Terpaksa Bety menyewa sebuah kamar semacam cottage kecil di pinggir kota. Ia juga memperkirakan semuanya agar keberadaannya tidak di bisa dijangkau oleh Memet.

Memet adalah orang yang penuh ambisi. Lelaki itu tidak akan pernah melepaskan dendamnya setelah dipermainkan untuk pertama kali dalam hidupnya.

Jika Bety tertangkap olehnya, Bety tahu kalau itu akan menjadi akhir dalam hidup bebasnya. Sejenak Bety berpikir untuk kedepannya. Sekarang ia bersedia untuk menahan rasa sakit karena berpisah dengan cintanya agar bisa menjalani sisa hidupnya yang damai. Tetapi apakah ia sanggup melakukan semua sendirian jika dia punya bayi.

Malam di kediaman Memet. Semua orang diributkan oleh berita kepergian Bety yang tiba-tiba. Semua anggota keluarga berkumpul, tak terkecuali Memet. Ibu Ida dan Ibu Rika tampak gelisah memikirkan kemungkinan terburuk dari kepergian Bety. Mereka sangat khawatir pada kondisi Bety di luar sana.

“Kenapa dia senekat ini? Apakah kalian bertengkar, sehingga Bety pergi dari rumah?” ibu Rika masih sulit mempercayai fakta ini.

“Kami tidak bertengkar, ma. Dia hanya mengatakan kalau bosan sendirian di sini. Itu saja,” kata Memet sambil menunjukkan isi surat dari Bety.

Kedua wanita itu mengambil surat itu dan membacanya. Melihat isi surat itu mereka berpikir jika masalah ini pasti ada kaitannya dengan Memet. Tidak mungkin ini terjadi jika tidak ada penyebab.

“Bagaimana bisa dia melakukan semua ini?” ibu Ida menutup mulutnya dengan kedua tangan.

Dari kecil sampai sekarang ia tahu bagaimana karakter putrinya. Walaupun Bety mempunyai sifat yang keras dan jagoan, Bety tidak akan berani melakukan hal nekat, jika tidak mencapai titik batas kesabarannya. Lebih parah lagi, Bety baru menikah sebulan, bukankah berarti ia meninggalkan suaminya.

“Meskipun ini sulit kita terima, tetapi inilah faktanya!” kata ibu Rika menatap sinis pada Memet.

“Aku sudah membuat berita acara untuk menemukan Bety. Tetapi belum ada perkembangan. Tidak ada catatan namanya di bagian transportasi,” kata Memet mengerutkan bibirnya, tampak bingung dengan semua fakta yang ia temukan. Bagaimana kepergian Bety bisa sebersih dan serapi ini.

“Apakah kau sudah melihat data transaksi ATM atau semacamnya?”

“Aku sudah mengeceknya. Terakhir kali Bety melakukan penarikan dengan jumlah besar dan membayar tagihan, itupun empat hari yang lalu sebelum ia pergi dari rumah.”

“Berarti dia telah merencanakan secara matang sebelum bertindak. Ia pasti melakukan pembayaran manual agar tidak bisa dilacak. Bagaimana dia secerdik itu?” kata ibu Ida merasa frustasi.

Ibu Rika yang menyaksikan reaksi putranya, meremas kedua tangannya. Kepergian Bety telah mengguncangnya, tetapi reaksi Memet lebih parah lagi. Ada kebencian dan dendam amarah yang teramat dari matanya.

“Bety pasti mendapat bantuan dari orang lain. Jika tidak, mustahil catatan kepergiannya tak terekam di mana-mana. Bahkan ponselnya tak bisa dilacak!” bibir Memet membentuk senyum mengejek.

“Itu masuk akal. Jadi siap kira-kira yang telah membantu Bety pergi?” tanya ibu Rika menatap putranya itu.

Memet berpikir keras, menebak siapa orang di belakang Bety. Dari sekian keluarga yang hadir, hanya Dian yang tidak terlihat di sana. Apakah Dian terlibat? Kemungkinan terbesar ada pada lelaki itu karena ia kurang menyukai Memet menikahi Bety. Tetapi ia belum mempunyai bukti yang kuat untuk menuduhnya sekarang. Memet harus bisa menyelidiki itu diam-diam.

Ibu Rika mendesah panjang melihat perubahan putranya yang mendominasi. Kemarahan terpancar dari mata Memet, ingin segera menelan Bety hidup-hidup karena berani menipunya. Sekarang informasi tak memadai untuk melakukan pencarian. Hanya mengandalkan orang suruhan yang telah disewa untuk mencari Bety.

Sementara ibu Ida tampak larut dalam kesedihannya, memikirkan putrinya. Kenekatan Bety saat ini telah melampaui batas. Seharusnya Bety datang kepadanya dan mengatakan semua keluh kesah yang dirasakannya. Penyesalan muncul secara tiba-tiba karena keras kepalanya menjodohkan Bety, hingga membuat putrinya menderita.

1
Dhina ♑
Ceritanya cukup menarik, tulisannya rapi.
ayo promo thor, jangan biarkan karya anda terbengkalai
Dhina ♑
di rate & like dulu
Dhina ♑
🎆🎇🎆🎇🎇🎇
Dhina ♑
👰👰👰
Dhina ♑
💃💃💃
Dhina ♑
🎉🎉🎉
Dhina ♑
😍😍😍🤣🤣🤣
Dhina ♑
😘😘😘👻👻
Dhina ♑
👻👻👻
Dhina ♑
👍👍👍👍
Dhina ♑
😱😱😱😱
Dhina ♑
🎉🎉🎉🎉
Dhina ♑
👌👌👌👌
Dhina ♑
💏💏💏💏💏
Dhina ♑
🥀🥀🥀🥀
Dhina ♑
👍👍👍
Dhina ♑
hfod58rugnvkhdtdy
KULID
aku senang loh, tiap hari kamu selalu hadir 😄
KULID
oke. jangan bosan hadir di sini 😊
KULID
keren bgt pantunnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!