Zora pulang ke kampung halaman Setelah sekian lama tinggal di kota, kepulangan dia kali ini tentu untuk merawat orang tua yang sudah begitu lanjut usia dan hanya Dia anak yang dimiliki oleh keluarga tersebut.
Rumah yang begitu besar dan terkesan begitu menyeramkan sekali bila hanya dilihat dari luar, tapi ternyata bukan hanya di luar dan di dalam telah menyimpan misteri yang begitu mengerikan sekali, bahkan Zora sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua bersangkutan dengan dirinya.
Apa yang terjadi dengan rumah itu?
Apa kah Zora bisa bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Alam ghaib
Zora memungut benang merah yang mendadak saja menggelundung di bawah kaki dia saat ini, wanita ini penasaran sehingga berniat untuk mengambil Namun ternyata benar itu seolah memiliki jarak yang begitu panjang sehingga mau tidak mau Zora terus berjalan mengikuti Ke mana arah benang merah itu membawa dia menuju sebuah tempat.
Ada rasa takut di dalam hati ini namun dia mencoba untuk tetap bersikap waspada dan rasa penasaran itu begitu tinggi sehingga mau tidak mau dia terus saja datang mendekat, suara-suara aneh itu kembali muncul di telinga Zora meski dia sudah berusaha untuk menyebut nama Tuhan berulang kali kamu ternyata itu sama sekali tidak mempan karena rasa takut jauh lebih besar di dalam diri dia sekarang.
''Kamar apa ini?'' Zora tertekan di depan pintu kamar itu.
''Rasanya sejak dulu sampai sekarang Aku sama sekali tidak pernah melihat ruangan ini, kenapa mendadak saja sekarang dia ada di sini?'' Zora terlihat sangat bingung.
Tangan lentik wanita itu perlahan terulur karena dia akan membuka pintu kamar untuk melihat apa saja yang ada di dalam tanah, bila tidak salah mendengar maka telinga Zora saat ini menangkap suara seseorang yang sedang menangis sehingga dia sangat penasaran apa sebenarnya yang ada di dalam ruangan itu, karena dia merasa sesuatu itu semakin mengincar dirinya sekarang.
Bila terus menghindar itu juga tidak mungkin karena nanti yang ada justru akan membuat dia semakin tidak karuan, jadi dia bertekad untuk mengungkap dan mencari tahu apa sebenarnya yang sudah terjadi dan siapa yang selama ini menteror dia dengan berbagai macam kejahatan yang sangat tidak masuk akal.
Zora sudah sangat yakin bahwa itu semua bermula dari rumah ini sehingga mau tidak mau dia akan terus berusaha untuk bertahan, tidak peduli apa saja nanti yang akan dihadapi namun Zora semakin yakin bahwa nanti Felix dan juga Ustadz Zayn akan mampu menolong dia di sini.
Braaaaak.
''Aaaaaah!''
Zora berteriak keras ketika dia baru saja masuk ke dalam ruangan itu dan mendadak saja terseret di dalam sebuah tempat yang sama sekali tidak dia kenali, dengan cepat wanita ini bangkit karena dia takut nanti terjadi sesuatu yang jauh lebih mengerikan sehingga lebih baik bila dia bangkit saat ini juga.
''Tidaaaaaaakkkk.... aku ingin hidup.'' gadis kecil itu menangis dan memohon kepada seseorang.
''Apa ini?'' Zora cepat bersembunyi di balik pohon agar tidak ada yang melihat dia.
''Aku juga ingin hidup, Mama.'' rintihan gadis kecil itu.
''Untuk Apa kau hidup di dunia ini karena kau saja sudah cacat.'' wanita memakai kerudung merah itu berkata dengan nada dingin.
''Jadi karena aku cacat seperti ini Sehingga patut untuk dikorbankan?'' gadis kecil itu bertanya seolah tidak percaya.
''Ya! Aku sangat malu sekali bila nanti ada orang yang tahu bahwa memiliki anak cacat seperti dirimu.'' balas wanita berkerudung merah.
''Siapa orang-orang ini dan kenapa aku ada di sekitar sini?'' Zora sangat bingung dan ketakutan.
Cetasssss.
Baru saja dia kebingungan dengan keadaan yang ada di sekitar hutan itu, ini malah mendadak saja tubuh gadis kecil itu dicambuk oleh sesuatu yang berduri sehingga bagian punggung langsung mengalirkan darah segar dan tentu saja gadis tersebut menangis kesakitan, Zora yang melihat saja sudah sangat merasa ngeri lalu bagaimana dengan yang mengalami hal itu sendiri.
''Jangaaaaaaan..... jangan lakukan ini padaku!'' gadis kecil berteriak dan memohon Iba.
''Kenapa tidak ada yang menolong dia?!'' Zora panik ketika tubuh gadis kecil itu di seret oleh sesuatu yang bertubuh mengerikan sekali.
Greeeeeeep.
Baru saja Zora bergumam sendirian karena dia merasa ketakutan dan juga iba ketika melihat gadis itu telah terseret masuk ke dalam sebuah gua, namun kini mendadak saja sebuah tangan yang berlumuran darah mencekik leher dia sehingga mau tidak mau Zora jatuh tumbang ke atas tanah dengan pandangan mata bertatapan pada sosok tersebut.
Tes.
Tes.
''Eeeeeghhh!'' Zora berusaha untuk membuang tangan itu dari leher dia.
''Kau mungkin saja tidak mati namun kau akan menderita sepanjang hidup ini.'' gadis berlumuran darah itu berkata dengan penuh dendam.
''Aaaaaah!'' teriak Zora antara jijik dan juga ketakutan karena darah itu menetes tepat di wajah dia.
Bau amis dan juga berbau bangkai menyebar dengan cepat karena bau itu berasal dari tubuh yang berlumuran darah di atas Zora saat ini, rasa ingin memberontak Namun ternyata dia tidak memiliki kekuatan yang cukup besar agar sosok itu segera pergi dari atas tubuh dia saat ini, mau tidak mau dia harus berusaha meski sampai sekarang sama sekali tidak ada hasil.
Greeeeep.
Greeeeep.
Buaaaaaak.
Tangan Zora menemukan batu yang ada di sana dan dengan cepat dia menghantam kepala gadis itu, tangan yang mencekik langsung terlepas begitu saja sehingga Zora bisa bernafas lega dan dia merangkak menjauhi agar tidak terkena cekik dari Gadis itu kembali.
''Aku harus kabur dari tempat ini.'' Zora segera berlari dari sana.
''Hahhhh ya allah, aku ada di tempat apa ini?!'' bukan main Zora panik saat ini karena dia takut bila nanti akan tertangkap lagi.
''Mana jalan keluar nya? arah mana yang harus aku tuju!'' pekik Zora sangat bingung.
Bingung dan juga panik karena mendadak saja di dalam ruangan yang sama sekali tidak kenal dan ini entah ada di hutan mana, mau berteriak juga tidak mungkin karena Zora sudah sangat yakin bahwa tidak akan ada orang yang mampu mendengar suara dia dari dalam sini.
''Abaaaaaaang!''
''Bang Devano tolong aku, ku mohon tolong aku sekarang.'' isak Zora di tengah rasa putus asa.
''Aku takut, Bang! ya allah aku sangat takut sekali.'' Zora berjalan sempoyongan dan menoleh kesana kemari untuk memastikan tidak ada yang mengejar.
Sebab dia bisa merasakan sendiri bahwa sosok yang mencekik dia tadi seolah memiliki dendam yang begitu menyala di dalam diri sehingga rasa takut Zora juga tidak tertahan, entah kesalahan apa yang sudah dia lakukan sehingga mendapat perlakuan buruk dan menyakitkan seperti sekarang ini.
''Hihihiiiii.....
''Aaaaaah!'' Zora terpekik karena wanita yang penuh dengan darah itu terbang di udara.
Mau minta tolong juga pada siapa karena dia yakin tidak akan pernah ada yang bisa menolong dia dari dalam sini, yang bisa dia andalkan sekarang adalah dirinya sendiri dan berusaha keras untuk bisa keluar agar selamat dari sosok yang sangat menakutkan itu.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.