Kehidupan dua insan manusia yang berbeda latar belakang namun saling berkaitan secara tidak langsung.
Sahabat Pena...
Mungkin itulah yang membuat mereka terhubung hingga sekarang. Diawali dengan sebuah pertemanan melalui surat semenjak kecil namun tidak pernah sekalipun bertemu.
Hingga akhirnya mereka dipertemukan dalam sebuah ikatan pekerjaan.
Akankah mereka saling mengenali satu sama lain???
Serta, apakah surat yang selama ini mereka tulis dan terima hanyalah sebuah mainan belaka atau adakah diantara mereka yang menuangkan perasaan di setiap baitnya.
Dan bagaimanakah akhir dari pencarian mereka satu sama lain???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SANG PURNAMA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
"Ah iya benar, saya baru ingat jika ada sesuatu yang harus saya lakukan. Maafkan saya Nona Jessica dan Nona Rose karena saya tidak dapat menemani anda berdua untuk berbelanja. Saya pamit lebih dulu" Alex dengan cepat meninggalkan manusia berempat itu sebelum dirinya benar-benar akan kehilangan nyawanya di sana.
* * *
David tersenyum penuh kemenangan begitu juga dengan Sekertaris Ren yang juga ikut senang akan kepergian Alex. Berbanding terbalik dengan Jessica dan Rose yang bingung dengan agenda Alex yang tiba-tiba saja.
Padahal semenjak tadi pagi Alex terlihat tidak sedang sibuk dalam hal apapun tapi kenapa sekarang Alex malah ada suatu hal yang penting untuk di kerjakan.
"Lalu bagaimana, sekarang kalian berdua tidak ada pengawal dan saya sebagai pemilik Agensi tidak ingin menanggung resiko yang besar seandainya terjadi sesuatu kepada kalian berdua pada saat berbelanja nanti" David kembali melontarkan kata-kata mutiaranya atau lebih tepat sebuah perintah secara tidak langsung.
Perintah untuk menuruti akan kemauan dirinya dalam berbagai hal apapun itu.
"Yasudah kalau begitu kalian berdua saja yang menemani kami berbelanja" ucap Rose dan segera berlalu meninggalkan David, Sekertaris Ren dan Jessica.
"Ayo" ucap Rose lagi yang merasa tidak adanya pergerakan diantara mereka bertiga.
Rose pun berjalan kearah mobil miliknya namun hal itu langsung dihentikan David.
"Kita memakai mobil ku saja" perintah David.
Lihatlah, David secara tidak sengaja tidak memakai bahasa formal andalannya itu.
Sekertaris Ren pun berjalan kearah kemudi dan membuka pintu hingga sekarang dirinya sudah berada didalam mobil.
"Nona Jessica apakah saya bisa minta tolong untuk anda duduk di kursi depan, karena saya tidak suka duduk di situ" David kembali memberikan perintahnya secara langsung.
"Tidak suka?? bukankah tadi anda juga duduk di situ Pak David, bilang saja anda ingin duduk berdampingan dengan Nona Rose"
Sekertaris Ren lagi-lagi menggelengkan kepalanya atas kebodohan yang dilakukan oleh bosnya itu.
"Baiklah" ucap Jessica dan langsung duduk di kursi samping kemudi.
Begitupun dengan Rose dan David yang duduk berdampingan di kursi belakang.
Lihatlah wajah bodoh David itu, sekarang dirinya bahkan sesekali tersenyum, entah apa yang sedang ia pikirkan dan rasakan sekarang namun dengan jelas wajahnya itu menampakkan suatu kebahagiaan.
Suasana didalam mobil hanya ditemani dengan sebuah lagu yang di putar oleh Sekertaris Ren, tidak ada satupun yang membuka pembicaraan di antara mereka berempat.
Mobil mewah milik David sudah terparkir rapi dihalaman parkir mall terbesar di kotanya, dengan David dan Sekertaris Ren yang sudah hendak keluar dari mobil tersebut. Namun aktivitas Jessica dan Rose membuat kedua laki-laki menghentikan aksinya.
"Kak Jessi, mana masker ku??" tanya Rose yang sedang mencari benda tersebut di dalam tas selempang nya.
Jessica menggelengkan kepalanya, dengan sifat adiknya yang sangat pelupa itu.
"Ini" Jessica menyodorkan benda yang sedari tadi di cari oleh Rose.
"Kamu kebiasaan, tadi Kakak menemukannya di meja ruang tamu pasti kamu meletakkannya tapi tidak ingat menaruhnya lagi didalam tas" terang Jessica yang memang sudah hafal betul perilaku adik angkatnya itu.
Rose senyum cengengesan malu akan sikap sering lupanya.
David dan Sekertaris Ren sedari tadi hanya melihat saja sebagai penonton tanpa mau terlibat didalam film pendek Kakak beradik itu.
"Untuk apa kalian memakai masker??" tanya David heran.
Lagi-lagi David membuat dirinya kelihatan bodoh di mata ketiga orang yang berada didalam mobil itu juga.
Apalagi Sekertaris Ren yang saat ini saja geleng-geleng kepala mendengar lontaran pertanyaan dari sang bos.
"Maaf Pak, apakah anda lupa jika Nona Rose adalah seorang Artis besar yang keberadaannya akan selalu mengundang para fans yang berada disekitarnya. Terlebih lagi setelah kejadian kemarin, kita masih belum tahu pelakunya yang akan dengan mudahnya mengancam keselamatan Nona Rose jika dirinya sedang berada di keramaian"
Sekertaris Ren menjelaskan makna dibalik pemakai masker untuk seorang Artis terkenal.
Namun tanpa disangka David malah memberikan sebuah topi lagi untuk Rose demi menjaga keselamatannya supaya orang sekitar terima para fansnya agar tidak mengenali Rose.
"Apa ini??" tanya Rose bingung namun belum juga memakai topi tersebut.
David pun langsung saja memakaikan topi itu di kepala Jessica dan perempuan cantik itu hanya diam menurut saja.
"Sudah pakai saja, ini juga untuk keselamatan dirimu" sahut David.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ceeileh si babang David bisa aja romantis sedikit wkwk 🤣
tp itu siapa yg kirim surat nya?