NovelToon NovelToon
MEMORI YANG HILANG

MEMORI YANG HILANG

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:125.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yuanitaaw

Abiyasha Harsha Pranacipta kehilangan ingatannya lima tahun lalu karena sebuah insiden kecelakaan hebat. Selama itu pula ia berusaha mengembalikan ingatannya mengenai wanita yang selalu muncul dalam mimpi buruknya.

Yasmine Abichara, seorang sekretaris direktur baru sebuah perusahaan besar di Jakarta merasa kaget ketika mengetahui bosnya adalah pria dimasa lalu yang ingin ia lupakan. Timbulnya benih-benih cinta di hati Yasmine membuatnya bertanya-tanya, mampukah ia mencintai Abiyasha saat pria itu memiliki hubungan erat dengan masa lalunya? Dan bagaimana hubungannya dengan Rio saat Yasmine tahu sejak awal tidak ada cinta untuk pria itu sedikitpun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuanitaaw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

|Bagian 20|

"Kau pulang saja, Amara. Aku harus meeting. Aku yakin kau akan bosan jika di sini terus menerus," ucap Abiyasha. Ia tidak tahu lagi bagaimana caranya mengusir wanita itu pergi dari kantornya dan membiarkannya tenang. Alih-alih merasa tersinggung dan melangkahkan kakinya, Amara justru semakin mengeratkan pelukannya pada lengan Abiyasha.

"Kalau aku tidak mau bagaimana?" ucap Amara.

Abiyasha bersumpah, seandainya ia bisa menghilang dari tempat ini, Abiyasha akan menghilang dan tidak kembali selama sebulan. Ia malu saat Yasmine menatapnya dengan pandangan seperti tadi. Bagaimana kalau wanita itu berpikiran yang tidak-tidak?

Tapi kenapa pula ia harus mementingkan pendapat wanita itu. Demi Tuhan, wanita itu bahkan tidak pernah menoleh ke arahnya sedikitpun.

"Kalau kau tidak mau aku akan meminta Ronald menarikmu keluar dari kantorku!" ancam abiyasha tegas. Ia akan benar-benar melakukannya jika Amara tidak juga beranjak dari kantornya dan bersikap kekanak-kanakan seperti ini.

"Aku ingin makan. Kau mau makan? Atau kita tinggalkan saja kantor dan berburu kuliner?" tawar Amara.

Abiyasha menggeleng. "Tidak bisa. Aku harus meeting sebentar lagi."

Dengan enteng Amara menjawab. "Batalkan saja. Satu meeting tidak akan mengurangi profesionalitasmu, kan? Tidak akan berarti apa-apa kalau kau yang melakukannya."

Abiyasha mengerutkan dahinya. "Kau pikir semudah itu? Amara cobalah bersikap dewasa dan berhentilah bersikap kekanak-kanakan!"

"Aku begini karenamu!" Amara tersenyum manja. "Kalau kau membalas cintaku, mungkin aku tidak akan begini."

Abiyasha memutar bola matanya. "Soal itu lagi. Kau benar-benar bebal!"

Amara tertawa. "Tapi aku suka dengan sekretaris barumu. Dia terlihat polos," katanya tiba-tiba.

Abiyasha menatap Amara, mencoba menebak apa yang ada di otak wanita itu. "Ya dia memang yang terbaik dari semua kandidat sekretaris tempo hari!"

"Aku harap kau tidak menyukainya, Abi. Pikirkan berapa lama lagi kita akan bertunangan," ucap Amara tanpa basa-basi.

Abiyasha tidak tahu dan tidak dapat menebak apa yang ada di dalam otak Amara. Tapi ia menyimpulkan kalau Amara tidak menyukai kehadiran Yasmine di antara dirinya dan wanita itu.

"Jangan berpikiran yang tidak-tidak, Amara. Kau jangan mudah menyimpulkan sesuatu yang tidak jelas kau ketahui!"

Amara mengangkat bahunya. "Apa salahnya bicara? Aku hanya memperingatkanmu jangan sampai Papaku bertindak hal yang buruk yang akan berimbas pada perusahaanmu!"

Abiyasha menatap Amara tanpa ekspresi. "Kau mengancamku?"

Ekspresi Amara berubah setelah itu, wanita itu kembali menjadi wanita yang manja dan menebar senyum. "Tidak, Sayang. Bagaimana mungkin aku bisa mengancammu? Tentu saja aku tidak akan pernah melakukannya."

"Oke. Sekarang pulanglah. Aku akan meminta Ronald menyetir untukmu." Abiyasha meraih ponselnya. "Aku akan menyuruhnya datang ke sini!"

"Apa? Pulang dengan sopirmu yang seperti batu itu?" tanya Amara. Wanita itu bergidik jikik. "Aku bener-benar takut jika ada di sekitarnya."

Abiyasha menggelengkan kepalanya. "Lalu kau mau pulang sendirian?"

"Tentu saja aku mau pulang denganmu. Kau pikir apa?"

"Amara! Kau pulang atau Ronald yang akan menyerretmu, huh?" tanpa sadar, Abiyasha membentak Amara.

"Kenapa kau selalu bersikap dingin padaku, Bi?" tanya Amara wanita itu mulai berkaca-kaca. Abiyasha jadi bingung harus melakukan apa. Kenapa pula wanita harus diberi air mata yang berlebih oleh Tuhan dan memberinya keistimewaan untuk memanfaatkan air mata itu saat sedang terdesak?

Abiyasha mengusap wajahnya.

"Apa kau tidak tahu kalau selama beberapa hari aku selalu mencoba menghubungimu? Ke mana saja kau?" Amara terisak. "Apa kau tidak suka dengan perjodohan ini?"

Abiaysha memejamkan matanya geram. Lalu emosinya berubah menjadi kasihan ketika melihat Amara menitikkan air mata. "Bukan begitu maksudku, Amara. Kau paham kondisiku yang sedang dilema dengan perjodohan ini. Apa kau tahu kalau hubungan kita hanya didasarkan pada dua perusahaan yang saling bergantung? Tidak ada cinta dalam hubungan kita!"

"Tapi aku mencintaimu, Bi. Aku akan ikut denganmu kemanapun kau pergi."

"Kita sudah berteman lama. Aku bahkan sudah menganggapmu saudaraku sendiri. Bagaimana mungkin kita bisa saling mencintai? Yang kau rasakan itu bukan cinta," putus Abi kemudian.

Ia kehilangan akal untuk menjelaskan pada Amara tentang apa yang sebenarnya wanita itu rasakan.

Murka karena Abiyasha membentaknya, ia bangkit dari kursinya. "Kalau begitu aku akan pulang."

***

Yasmine tidak bisa berlama-lama di toilet dan seperti ini. Ia mengusap wajahnya menggunakan tisu, memoleskan make up ringan pada wajahnya. Lalu ia melangkahkan kakinya untuk keluar dari toilet.

Sebelum masuk, Yasmine bingung apakah ia harus masuk atau menunggu di luar saja. Bagaimana kalau kedatangannya malah menganggu? Bagaimana kalau Abi dan Amara memang sedang membicarakan sesuatu yang penting? Sangsi, Yasmine akhirnya memilih untuk masuk saja. Ia akan mengabaikan apa saja yang terjadi dalam sana.

Tangan Yasmine terangkat untuk membuka knop pintu. Hanya kurang dari setengah detik sebelum pintu dibuka dengan kasar, lalu tubuhnya tanpa sadar bertabrakan dengan Amara.

"Ahhh..."

"Aduh..."

Keduanya jatuh terduduk. Yasmine merasakan nyeri pada ujung sikunya karena tanpa sadar ia menyenggol pot bunga besar yang diletakkan di depan ruangan Abiyasha.

Menyadari kalau yang menabraknya adalah Amara, Yasmine bangkit terlebih dahulu. "Maafkan saya, apa anda baik-baik saja?" Yasmine mencoba membantu Amara bangun.

"Kau apa tidak bisa melihat pakai mata? Matamu cuma pajangan atau bagaimana? Bagaimana mungkin kau menabrakku?" omel Amara.

Abiyasha keluar dengan tergopoh-gopoh. "Ada apa ini? Lho, Amara kau kenapa selonjoran di sana?"

Amara mencoba bangun tapi kemudian terjatuh lagi. "Sekretarismu yang menabrakku, Bi. Ah, kakiku sakit sekali!" Amara merintih, lalu memegangi kakinya yang sakit.

"Benarkah? Kau tidak apa-apa?" Abiyasha kini berjongkok di hadapan Amara. Pria itu menyentuh kaki Amara, dan pada detik yang sama Amara merintih lagi.

"Ah, sepertinya kakiku parah. Sakit sekali. Ahhh..."

Abiyasha membantu Amara berdiri, tapi wanita itu jatuh lagi. "Ku tidak bisa bangun?"

"Abi, bantu aku berdiri. Sepertinya kakiku terkilir

"Saya akan bantu anda berdiri." Kata Yasmine. Tapi tangannya ditepis oleh Amara.

"Ini semua gara-gara kecerobohanmu," kata Amara menunjuk Yasmine.

"Maaf, saya tidak sengaja. Maaf..." Yasmine jadi merasa bersalah. Ia bingung harus bagaimana. Memilih untuk tidak ikut campur, Yasmine diam saja. Sikunya berdenyut nyeri, tapi ia mengabaikan hal itu.

Abiyasha yang sigap segera menelepon Ronald dan meminta pria itu mengantarnya pulang. Setelah mengatakan hal itu, Abiyasha bangkit dengan menggendong Amara di kedua tangannya.

Pria itu hanya menatap Yasmine dengan lembut sebelum akhirnya pergi meninggalkan wanita itu sendirian di tempatnya. Yasmine mendesah. Semua ini gara-gara dirinya. Kalau saja Yasmine lebih bisa berhati-hati, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Ini semua salahnya.

...***...

...Bab ini kupersembahkan untukmu, yang selalu membuatku bahagia disetiap detiknya....

...IG : @_yuanitaaw...

1
Widya Asyanti
ciiih amara memang pr licik
Widya Asyanti
dasar amara jalang, teriak org jalang, musuh dlm selimut, hari2 yasmine
Widya Asyanti
jalang juga si amara
Yanti Rosmiati
😘
BIO zorx
Semangat thor...💪💪
Susy Avryl Yume
Ceritanya beda dr yg lain, jd semangat bacanya
Fajriyah Siti
gk masalah dg cerita yg pendek Yuanita....karena karya yg bagus gk diukur dg brp byknya episode....bersyukurlah karena bisa menuangkan ide.... jadi ingat sama kata2 teman di masa kuliah dulu..." hal yg paling kejam adalah membunuh ide...."
Dulu aku punya keinginan menulis biografi (kisah hidupku pribadi)...pengen berbagi pengalaman & pembelajaran hidup.... tapi.... sulit.... mo mulai darimana.... makanya salut sama novelis2 sptmu....yg bisa menuangkan ide secara bebas....meski mungkin sambil merasa tertekan yaa.... tipa hari kayak yg dikejar2 biar bisa up.... hahaha...
Yuanitaaw (IG : @_Yuanitaaw): hahahha. setujuuu. harus sabar waktu novelnya dibaca banyak orang tapi like nya dikit juga😂
total 1 replies
Fajriyah Siti
so sweet....... terima kasih sudah bersabar dgn tuntutan penggemar ceritamu thor..... semangat untuk terus berkarya lagi yaaaa.....
Fajriyah Siti
makasih byk sdh up banyak thor.....salut dg kekayaan imajinasimu....👍👍👍👍👍
Fajriyah Siti
hampir aja kusangka bakal seperti sinetron.... ceritanya semakin diperpanjang....gara2 kebohongan Amara.... semangat Thor...👍👍👍👍👍
Neneng Aulia
maaf ya thor....disini knp aku merasa tokoh abiyhasa terlalu bodoh🙈🙈
Chandra Maulana
kok lama bgt sh thor up nyh..siang mlm q terus nggu lho thor,,semangat thor q penasaran bgt thor ama cerita nyh klo bisa jgn sad ending yh thor🙏🙏🙏
Fajriyah Siti
mmmmmmh.... kesel ah..... author..... kok ngacak2 emosi shi...... 😥😥😥.... bikin aku jadi males like nhi..... but by the way.... salut for u..... tetap semangat berkarya yaa.... tetap kutunggu endnya loh....
Fajriyah Siti
by the way..... thank's bgt ya sudah up.....gk sabar nunggu kelanjutannya.....👍👍👍
semangat Yuanita....
Fajriyah Siti
hhhhhhhmmm nanggung.......
bikin gemezzzz deh.....😣😣😣😣
Rismiwati Wati
up ditunggu
Fajriyah Siti
semangat Thor....👍👍👍
Fajriyah Siti
thank's sdh up ya Thor....
Fajriyah Siti
mmmmhhhhhh gk sabar sama endingnya Thor.....
Yuanitaaw (IG : @_Yuanitaaw): Wkwkwk. Terima kasih🙏
total 2 replies
Risty Agustari
kapan lagi lanjut ya.. gk sabar menanti ceritnya
Yuanitaaw (IG : @_Yuanitaaw): Insyaallah mulai senin ya... author habis nikahan. Jadi masih pegel semua hehe.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!