NovelToon NovelToon
Trapped By You

Trapped By You

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: BintangFRY

​​"Bagaimana rasanya ketika terbangun dari koma panjang, hanya untuk menemukan bahwa dirimu sudah bertunangan dengan seorang yang bahkan kamu sendiri tidak mengenalnya?"

Itulah yang di alami Kayna Ramida. Begitu membuka mata setelah koma hampir satu bulan lamanya, ia langsung di sambut dengan senyuman seorang pria asing yang mengaku sebagai tunangannya. Damara Lexander Veldens.

"Kenapa menatapku seolah aku ini orang asing, Sayang? Aku adalah pria yang paling kau cintai, ingat?" Mara berbisik lembut.

​"Kalau aku memang sangat mencintaimu...kenapa setiap sentuhanmu justru membuatku merasa seperti seekor mangsa yang sedang diincar di tengah kegelapan?"

​"Karena kau adalah milikku, Kayna. Dan aku akan melakukan segalanya agar kau tidak akan pernah lari dari sisiku lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BintangFRY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penculikan 2

dorr!

​Suara letusan senjata api bergema keras, memantul kencang di dinding-dinding gudang tua pelabuhan.

​Kayna memejamkan matanya rapat-rapat, memekik tertahan seraya mempersiapkan dirinya menghadapi rasa sakit yang mematikan. Namun, bukannya rasa panas peluru yang menembus kepalanya, sebuah erangan kesakitan yang berat justru terdengar tepat di samping telinganya.

​Tubuh Samuel terhuyung ke belakang. Laras pistol perak yang semula menempel keras di pelipis Kayna mendadak terlepas. Darah segar menyembur keras dari bahu kanan Samuel. peluru berkecepatan tinggi milik Mara telah menembus daging pria tua itu tepat sebelum jemarinya sempat menarik pemicu.

​"Arghhh!" Samuel mengerang histeris, jatuh berlutut di atas lantai semen yang dingin dan basah. Senjata peraknya terlempar berdentang ke sudut ruangan.

​Sebelum Samuel sempat meraih senjata dengan tangan kiri, Carlos dan James sudah bergerak bagaikan bayangan maut. Carlos menerjang maju, menendang dada Samuel hingga pria itu terkapar telentang, sementara James memiting kedua lengan Martin dan menguncinya di lantai dengan lutut berbobot berat.

​"Amankan dia! Jangan biarkan dia mati!" perintah Carlos tegas, langsung memasang borgol baja ke pergelangan tangan Samuel yang bersimbah darah.

​Damara memasukkan kembali pistolnya di balik jas hitamnya. Tanpa memedulikan erangan Samuel atau darah yang berceceran di sekitarnya, langkah kaki Mara yang tegas membelah kegelapan, mendekati tubuh Kayna yang masih terikat kaku di atas kursi kayu.

​"Kayna!"

​Mara berlutut di depan Kayna. Wajahnya yang basah oleh sisa air hujan tampak sedikit pasi. Jemari tangannya yang panjang dan kokoh mengeluarkan pisau lipat dari saku jasnya yang lain, dengan cepat memotong tali tambang tebal yang mengikat kedua pergelangan tangan Kayna.

​"Kau tidak apa-apa, sayang? Katakan padaku, apakah ada bagian tubuhmu yang terluka?!" tanya Mara dengan tenang, terlalu tenang untuk situasi yang mengerikan barusan. Matanya yang kelam menyapu seluruh tubuh Kayna, memeriksa setiap senti tubuh dan kulit wanita itu.

​Namun, begitu tali tambang itu putus dan kedua tangan Kayna terbebas, reaksi wanita muda itu sama sekali di luar dugaan Mara.

​PLAK!

​Sebuah tamparan keras mendarat tepat di pipi kiri Mara!

​Suara tamparan itu bergema di tengah gudang yang mendadak hening. Kepala Mara terdorong sedikit ke samping. Carlos dan James yang sedang mengamankan Samuel seketika menghentikan gerakan mereka, menatap pemandangan itu dengan mata terbelalak tak percaya. Tidak ada seorang pun di dunia bawah tanah yang pernah berani menyentuh, apalagi menampar wajah pimpinan Mafia Lexans tanpa kehilangan nyawa mereka dalam hitungan detik.

​Namun Mara tidak membalas. Ia perlahan menatap Kayna dengan tatapan terkejut yang berangsur-angsur berubah menjadi keheningan yang menyakitkan.

​"Jangan sentuh aku!" jerit Kayna dengan suara melengking. Air mata yang sejak tadi ditahannya kini tumpah mengalir deras, membasahi pipinya yang pucat dan bernoda debu. Tubuhnya gemetar hebat, menyusut ke belakang bersandar pada kursi seolah-olah Mara adalah monster paling mengerikan yang pernah ia temui dalam hidupnya.

​"Kayna, dengarkan aku dulu—"

​"Jangan panggil namaku!" potong Kayna, napasnya naik turun tidak teratur karena rasa trauma dan pengkhianatan yang menghantam dadanya sekaligus. "Kau... kau adalah iblis! Kau pembunuh! Kau kejam!"

​Kayna menunjuk dengan jari gemetar ke arah mayat-mayat anak buah Martin yang tergeletak berlumuran darah di lantai semen.

​"Kau membunuh mereka tanpa mengedipkan mata! Kau membawa senjata api! Dan... dan semua yang dikatakan pria tua itu..." Kayna mencengkeram dadanya yang terasa sangat sesak, seolah pasokan oksigen di sekitarnya telah habis. "...semuanya benar, kan?! Kau bukan cuma pengusaha! Kau mafia! Kau memperdagangkan senjata ilegal!"

​Mara memejamkan matanya rapat-rapat. Rahangnya mengatup rapat, menciptakan garis ketegangan yang tajam di sepanjang wajahnya yang berdarah dingin. Topeng pria sempurna, lembut, dan penyayang yang ia kenakan selama berminggu-minggu di depan Kayna kini telah retak sepenuhnya, hancur berkeping-keping tanpa ada kemungkinan untuk diperbaiki lagi.

​Saat Mara membuka matanya kembali, kehangatan yang biasa ia tunjukkan pada Kayna telah lenyap. Yang tersisa hanyalah sepasang manik mata hitam yang pekat, penuh dengan dominasi, kegelapan, dan obsesi yang berbahaya.

​"Ya," desis Mara dengan suara rendah yang begitu dingin, sanggup membekukan darah di pembuluh tubuh siapa pun. "Semua yang dia katakan adalah kebenaran. Aku adalah pimpinan Lexans. Aku mengendalikan dunia bawah tanah yang tidak akan pernah sanggup kau bayangkan dalam mimpi terburukmu sekalipun."

​Kata-kata pengakuan yang keluar jujur dari bibir Mara menghancurkan seluruh ingatan manis Kayna. Tangis Kayna semakin pecah.

​"Kenapa...? Kenapa kau bohong padaku?!" teriak Kayna, suaranya parau oleh penderitaan mental yang luar biasa. "Kau bilang kau kekasihku! Kau bilang aku sangat mencintaimu! Kau bilang kita saling menyayangi sebelum kecelakaan itu! Kau memanipulasi amnesiaku! Kau memanfaatkan ketidakberdayaanku!"

​"Karena kalau aku tidak berbohong, kau akan berlari sejauh mungkin dariku, Kayna!" potong Mara dengan suara bariton yang meninggi, memotong histeria Kayna. Mara maju satu langkah, mencengkeram kedua bahu Kayna dengan erat, memaksa wanita itu menatap tepat ke dalam matanya yang menyala oleh obsesi gila. "Sebelum kecelakaan itu, kau membenciku! Kau berteriak padaku, menolak pertunangan kita, dan berusaha kabur dari sisiku!"

​"Lalu kenapa kau tidak melepaskanku?!" jerit Kayna seraya mencoba memukul dada Mara dengan kedua tangan kecilnya. "Jika aku membencimu, kenapa kau tidak melepaskanku saja?! Kenapa kau mengurungku dalam kebohongan ini?!"

​Mara mendekatkan wajahnya hingga jarak di antara mereka tersisa hanya sepersekian senti. Hembusan napas hangatnya yang berbau mint dan asap tembakau menimpa kulit wajah Kayna yang dingin.

​"Karena aku tidak akan pernah melepaskanmu," bisik Mara, begitu tenang namun sarat akan kejamnya ketetapan hati. "Gila? Ya, katakan aku gila. Tapi sejak pertama kali kau menolakku dan menatap mataku tanpa rasa takut, kau sudah menjadi milikku, Kayna. Amnesiamu adalah hadiah dari Tuhan untukku, dan aku tidak akan bodoh dengan membiarkanmu pergi begitu saja."

​"Kau gila... kau benar-benar psikopat, Damara!" tangis Kayna lemah. Kuatnya cengkeraman Mara membuat tubuhnya yang rapuh tak mampu lagi melawan.

​"Aku bisa menjadi apa saja yang kau inginkan. seorang malaikat pelindung atau iblis terkejam di muka bumi. selama kau tetap berada di sisiku," ujar Mara dingin.

​Tanpa memedulikan teriakan, pukulan, dan pemberontakan Kayna, Mara membungkuk lalu mengangkat tubuh wanita itu ke dalam gendongannya secara paksa. Kayna memukul bahu dan dada keras Mara dengan sisa-sisa tenaganya, tetapi tubuh tegap Mara berdiri kokoh tak bergeming bagaikan dinding batu.

​"Lepaskan aku! Biarkan aku pergi! James! Tolong aku!" jerit Kayna panik.

​Namun James hanya menundukkan kepala mereka dalam-dalam, berpaling tidak berani mencampuri urusan sang ketua. Bagi mereka, perintah dan kehendak Damara adalah hukum mutlak yang tidak boleh diganggu gugat.

​"Bawa Samuel ke markas utama bawah tanah. Pastikan dia tetap hidup sampai aku selesai urusan dengan calon istriku," perintah Mara dingin kepada Carlos tanpa menghentikan langkah kakinya.

​"Baik, Tuan Mara," jawab Carlos patuh.

​Mara melangkah keluar dari gudang yang hancur itu di bawah guyuran hujan deras yang menggila. Ia memeluk tubuh Kayna dengan sangat erat, lalu memasukkan Kayna secara paksa ke dalam mobilnya.

​Mara ikut masuk dan langsung mengunci semua pintu secara otomatis dari panel kontrol pengemudi.

​Di dalam mobil yang berjalan membelah kegelapan malam Jakarta, Kayna menyudutkan tubuhnya di dekat pintu mobil, memeluk lututnya sendiri seraya terisak pelan. Kesadaran bahwa pria yang selama ini memberinya kasih sayang posesif ternyata adalah seorang iblis yang penuh manipulasi.

​Mara duduk di sampingnya, mengusap bekas darah yang memercik di pipi Kayna dengan sapu tangan sutra putihnya. Gerakannya begitu lembut, sangat bertolak belakang dengan kenyataan kelam yang baru saja terbongkar.

​"Jangan sentuh aku..." cicit Kayna, matanya menatap Mara dengan kombinasi rasa benci dan ketakutan yang teramat sangat.

​Mara menghentikan tangannya. Ia menatap sapu tangan yang kini bernoda merah, lalu menatap Kayna dengan senyuman tipis yang sangat mengerikan.

​"Menangislah sepuasmu malam ini, Kayna," gumam Mara, suaranya tenang menyusup ke dalam indra pendengaran Kayna bagaikan racun yang mematikan. "Bencilah aku sesukamu. Tapi ingat satu hal... besok, minggu depan, atau sepuluh tahun dari sekarang, kau tetap akan menjadi Nyonya Veldens. Dan tidak ada satu orang pun di dunia ini, termasuk dirimu sendiri yang bisa mengubah takdir itu."

​Mobil mewah itu melaju kencang menerobos badai malam, membawa Kayna kembali menuju sangkar emas bertembok tinggi milik sang iblis yang kini tak lagi mengenakan topeng.

...●Bersambung●...

1
Putri💅🏻💅🏻
bagus banget
AzhuraAstra
Lanjut seng!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!