"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dibalik 6 jam
Sebelum tiba di tujuan utamanya, Logan dan Athena berada di bandara lain untuk transit. Pesawat ke Maldives masih sekitar 3 jam lagi.
"Athena, mau kemana?" Tanya Logan saat dia baru saja mendudukkan dirinya.
"Belanja! Aku bosan! 6 jam menunggu, belum lagi melihat penyihir itu." Athena sedikit kesal, dia memang memiliki rencana kalau wanita itu membuntuti dirinya dan Logan dengan niat mengacaukan acara bulan madu nya seperti dulu.
"Kalau kau mau tunggu disini, tidak apa. Aku akan kembali." Lanjut Athena.
"Aku ikut!" Athena berbalik, matanya berkedip beberapa kali. Ikut? Logan ikut? Bahkan pria itu dulunya diajak oleh Athena dengan lembut namun dibalas ketus oleh Logan.
'Aku akan menunggu di lounge. Kau bisa pergi sendiri kan? Kau bisa berjalan sendiri. Untuk apa ikut dengan mu, itu hanya melelahkan saja!' Athena masih mengingatnya.
"Kau bilang apa tadi?" Tanya Athena memastikan.
"Ikut, maksudku... Aku juga ingin melihat-lihat kecil." Jelas Logan. "Lagipula, kalau kau hilang itu tidak lucu." Lanjut Logan dengan sedikit ketus.
"Ok, terserah!" Balas Athena, dia melangkah lebih dulu diikuti oleh Logan keluar dari lounge bandara.
"Kemana mereka?" Miranda yang baru saja mengambil ponselnya dari tas celingak-celinguk mencari keberadaan Logan dan Athena. Tidak akan dia biarkan keduanya memiliki waktu bersama.
"Aku harus mengikuti mereka!" Tekad Miranda, dia mengambil langkah besar mencari keberadaan Logan dan Athena.
"Kita kemana?" Manik Athena menyipit saat mendengar pertanyaan pria itu. Yang benar saja, Athena memutar bola matanya dengan malas sesekali menarik napas.
"Menurut mu kemana suamiku? Apakah di tepi jalan ini, kau melihat bangunan yang aku inginkan?" Logan langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
"Tidak."
"Itu dia! Tidak!" Ujar Athena.
"Jadi......"
"Ke mall kan? Ada yang terdekat disini. Ayo!"
"Eh!" Athena terkejut saat tangannya ditarik Logan dan diajak masuk ke taksi yang berhenti tak jauh dari posisi mereka.
"Ke mall central!" Ujar Logan pada supir taksi.
Taksi langsung melaju cepat, Miranda kesulitan berlari mengejar mereka. "S1al! Seharusnya aku tidak menggunakan heels! Taksi!" Panggil Miranda sembari merapikan tali heels nya yang lepas dengan mata yang tidak lepas dari taksi yang ditumpangi oleh Logan dan Athena.
"Jalan pak!" Titah Miranda.
"Apa?" Tanya Logan dengan tatapan polosnya.
"Kau menarik tangan ku dan kau masih bertanya apa." Ketus Athena.
"Apa sakit? Sini, aku lihat!" Athena kebingungan, ada apa dengan pria ini.
"Kau sakit?"
"Kau sakit? Tanganmu sakit? Yang mana?" Bukannya menjawab, Logan justru bertanya balik membuat Athena menyeringit.
"Tidak! Lupakan saja!" Athena menarik tangannya.
"Sini aku lihat! Kalau kau terluka aku yang kesulitan, belum lagi dengan pertanyaan kakek!" Akhirnya, Athena tau jawabannya. Seharusnya dia tau, apalagi kalau bukan karena kakek.
"Tidak ada, kau saja yang berlebihan." Ujar Logan menatap tangan Athena. Manik Athena menatap apa yang dilakukan oleh Logan, pria itu masih belum melepaskan tangannya.
"Tidak ada luka, kenapa masih menatap tanganku dan memegang nya?" Sontak, Logan langsung melepaskan tangan Athena. Wajahnya langsung berpaling menatap ke jendela mobil yang kacanya setengah terbuka. Angin kencang menyapu rambut nya.
"Ya, tidak luka. Itu bagus." Jelas Logan.
Taksi berhenti, Logan membayarnya dan mereka memasuki mall central. Mall tampak ramai, lantai yang berkilau dan eskalator langsung menyambut mereka. Athena melirik area mall dan mencari apa yang diinginkannya.
Dulu, satu koper pakaiannya hilang. Dia mengadu pada Logan, tapi bukannya membantu. Pria itu justru mengata-ngatai nya, Athena menangis dan hanya menggunakan pakaian seadanya. Saat meminta untuk membeli, Logan justru menolak. 'Pakai saja yang ada, memang apa isi koper itu? Pakaian apa memang nya?' Tanya Logan dengan marah.
'Pakaian untuk ke pantai.' Jawab Athena.
'Hanya pakaian ke pantai kan? Tidak penting? Setidaknya kau ada pakaian, pakai yang ada! Jangan membuang-buang uang! Dasar boros!'
'Lagipula, ini bukan bulan madu yang sebenarnya! Aku tidak tertarik!'
"Aku ingin kesini." Athena langsung masuk ke salah satu toko yang menjual bikini maupun gaun flowy. Logan tidak melihat jelas toko yang dimasuki oleh Athena dan diikuti nya. Dia sedang memeriksa ponselnya melirik jam seraya membalas pesan dari kakeknya tentang bulan madu mereka. Serta pesan dari mommy nya mengenai Aurora maupun gunjingan tentang Athena.
Athena melirik kecil Logan yang tampak sibuk dengan ponselnya. "Seperti biasa." Ujar Athena, dia disambut dengan hangat oleh karyawati toko.
"Selamat siang nona. Ada yang bisa dibantu?"
"Iya, aku ingin membeli beberapa bikini dan perlengkapan pantai." Jelas Athena.
"Tentu nona, mari....." Athena langsung menunjuk apa yang diinginkannya. Karyawati toko mengangguk dan mengambil pesanan dari konsumen yang didampingi nya. Sedangkan Logan, saat kepala pria itu ingin terangkat, sebuah panggilan membuat ponselnya bergetar.
"Ya mommy?"
"Aku masih di bandara mommy. Menunggu transit. Ya, sekitar 6 jam."
"Aku berjalan-jalan sebentar."
"Dengan Athena?" Tanya Jennifer diseberang sana.
"Iya mommy. Kalau tidak, nanti kakek tau. Mommy seperti tidak tau bagaimana kakek saja." Jelas Logan.
"Pokoknya, kau tidak perlu membelikan dia apapun! Pakai uang nya sendiri!" Ujar Jennifer dengan kesal.
"Lagipula, ke Maldives sudah cukup baginya." Sambung Jennifer.
"Kau dengar mommy Logan?"
"Ya mom, aku dengar."
"Bagus! Tapi......" Jennifer menjeda ucapannya.
"Ya mommy?"
"Tapi tidak ada salahnya kalau belikan dia sesuatu. Tapi harganya yang murah saja! Bagaimanapun juga, dia masih kita perlukan."
"Ok mommy." Saat panggilan berakhir, Logan dihampiri oleh karyawati toko.
"Maaf Tuan, apa Tuan yang bersama dengan nona Athena?" Logan mengangguk. "Ya, kenapa. Sudah selesai?"
"Belum tuan, nona Athena sedang mencoba salah satu produk kami. Kami, ingin memberikan minuman untuk tuan, ini layanan dari toko kami. Silahkan." Jelas karyawati itu dengan sopan tanpa niat lain.
Logan mengangguk dan duduk di sofa. "Terimakasih."
"Sama-sama Tuan." Logan baru sadar, toko ini tampak mewah. "Tidak mungkin dia membeli barang yang bagus." Pikir Logan.
"Waktunya bayar. Suamiku yang akan membayar nya, ini bulan madu kami!" Ujar Athena dengan senyuman manis.
Logan mengeluarkan kartunya dan membayar. Tapi saat kartu itu berbunyi. Manik Logan tampak membesar. "$ 1200." Ujarnya.
"Terimakasih suamiku sayang!" Athena langsung mengecup pipi Logan di depan karyawati toko dan beberapa pengunjung toko.
"Terimakasih tuan."
"Ya."
"Suamiku yang terbaik! Ayo, kita lanjutkan belanja nya."
"Tuan, barang belanjaannya." Ujar karyawati toko mengingatkan.
"Suamiku ini tidak akan keberatan untuk membawa sedikit kantong belanjaan istrinya ini bukan?" Ujar Athena dengan senyuman yang manis.
"Wah, lihat. Suami idaman sekali."
"Iya, menurut mu dia akan membawa nya?"
"Entahlah, mungkin saja ya dan tidak."
"Istrinya sangat cantik. Mereka pasangan sempurna!"
"Kalau diiringi dengan sikap yang bagus akan lebih sempurna." Bisik-bisik terdengar diantara pengunjung, terutama wanita. Logan menatap Athena yang masih melebarkan senyumnya dan menggandeng lengan nya. Logan membawa kantong belanjaan itu.
"Terimakasih tuan dan nyonya. Semoga perjalanan kalian menyenangkan."
"Ya! Terimakasih! Ayo suamiku!"
'Akan aku buat kau tidak berkutik.'
Setelah belanja, mereka berada di restoran. "Apa yang kau beli?"
"Kenapa? Kurang ya? Seharusnya aku beli lagi, tapi perutku keburu lapar." Jawab Athena enteng.
"Kau tidak kekurangan uang kan suamiku?"
"Tentu saja tidak!" Jawab Logan.
"Bagus! Sekarang aku akan makan! Ke Maldives butuh tenaga kan?" Logan menghela napas.
"Aku ke kamar mandi dulu."
"Boleh, tapi berikan kartunya."
"Aku tidak lama Athena."
"Siapa yang tau. Kalau begitu pilih saja, ponsel atau kartu?"
'Kau akan pilih yang mana?' Pikir Athena menunggu.
"Ini! Pegang saja! Semuanya!" Athena melongo, Logan memberikan dompet dan ponselnya ke tangannya.
****************
"Dia membuatku tidak waras! Sial!" Logan membasuh wajahnya. Dia sudah menahan diri sejak tadi, ciuman Athena di pipinya di depan umum dan kata-kata yang manis serta senyuman dari bibir merah itu membuat nya jadi tak karuan.
"Apa yang kau pikirkan Logan? Dia itu hanya istri sementara mu saja! Ingat! Aku tidak boleh menyukai nya. Hanya dia yang harus menyukai ku!" Tekad Logan.
Logan mengeringkan wajahnya dan bersiap keluar. Tapi pembicaraan dari dua pria menahan kakinya? "Kau lihat wanita dengan gaun floral tadi?"
"Yang baru datang itu?" Tanya temannya.
"Ya! Dia sangat s3ksi! Kau lihat b0kong nya? Sangat bulat, pinggangnya sangat ramping. Dadanya juga sepertinya pas ditangan ku!"
"Astaga, kau ini. Wanita seperti itu banyak di club!"
"Ya, tapi wajahnya tidak. Kulit yang eksotis, seperti minyak zaitun."
"Sudahlah, kita akan liburan. Lupakan wanita itu, lagipula dia sepertinya sudah menikah. Kau tidak lihat cincin di jarinya?"
"Aku lihat, tapi dia juga ke Maldives! Bukankah itu keberuntungan ku?"
"Jangan gila bung!" Peringat temannya.
"Tenang saja, aku hanya menganggumi nya dan akan menyimpan fotonya dengan pakaian pantai nantinya, lagipula tidak perlu bikini, bentuk tubuhnya bisa kubayangkan."
Logan mendengar nya, dan tangannya langsung mengepal dengan kuat.
Bersambung.......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🙏 🙏