"Dulu Ku tulis takdirmu untuk menderita, sekarang malah..aku yang harus bertarung nyawa merubah takdir itu." Ling Xie seorang penulis novel kolosal, tidak sengaja terjebak ke dalam cerita novelnya sendiri. Ia terbangun ke dalam cerita nya sendiri. Ia terkejut mendapati dirinya terbangun dari tidur, dan masuk ke dalam tubuh putri Jin Ling Xie. Seorang protagonis, yang ia ciptakan untuk hidup sengsara, seorang putri yang terbuang, dan di fitnah sebagai wanita murahan, oleh Putri Li Mei Feng seorang putri palsu dari kerajaan Feng Ling. Di dunia yang kejam ini, ia harus bertahan hidup dengan bantuan Sistem. Misinya sungguh berat dan tidak main-main. Ia harus mengembalikan takdir putri yang terbuang itu, untuk merebut posisi putri mahkota Kerajaan Feng Ling yang asli, dari tangan Li Mei Feng si putri palsu itu. Serta merebut kembali jodoh sejatinya yaitu seorang pangeran Zhong Yang. Dan membersihkan nama baik Ibu kandung nya, Selir Agung Ling Mei Rong dari fitnahan Yan Shi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MUSTIKA DEWI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebangkitan Dan Tekad Balas Dendam
Saat Ling Xie baru saja terbangun di pagi hari, tiba-tiba waktu seakan terhenti sejenak di sekelilingnya. Sebuah layar digital berwarna biru perlahan muncul melayang di udara. Hari itulah, untuk pertama kalinya, ia bertemu langsung dengan sosok Sistem berwujud robot digital yang melayang, berbentuk seperti ubur-ubur berwarna merah jambu. Sosoknya sangat mungil, sungguh menggemaskan.
[SISTEM ALUR]
[SELAMAT!!!]
• ALUR BERKEMBANG PESAT: TERBONGKARNYA FAKTA BAHWA PUTRI LI MEI FENG ADALAH PUTRI PALSU!
• TUAN RUMAH NONA LING XIE MENDAPATKAN 100 POIN SEBAGAI HADIAH PENYELESAIAN TUGAS SERTA BERBAGAI KEUNTUNGAN LAINNYA!
• MENDAPATKAN 15% PERASAAN CINTA DARI PANGERAN ZHONG YANG!
"Ternyata ini wujud aslimu... imut juga ya," ucap Ling Xie sambil tersenyum manis, terdengar bercanda.
Ling Xie mencoba mendekati sosok Sistem berbentuk ubur-ubur merah jambu itu.
"Kenapa baru sekarang muncul? Bukankah seharusnya kamu sudah ada sejak awal?" keluh Ling Xie sambil memasang wajah cemberut.
"Aku memang sengaja menyembunyikan wujudku darimu, supaya saat muncul nanti terasa seperti kejutan," sahut Sistem.
Tiba-tiba datanglah beberapa dayang dan kasim istana. Melihat itu, sosok Sistem pun seketika menghilang.
"Yang terhormat Nona Ling Xie, Sang Tabib Bercadar Putih, Ibu Suri Zhao He meminta kehadiran Nona di Paviliun Utama Kaisar."
"Eh, baiklah. Aku akan ke sana," sahut Ling Xie. Hatinya penuh kebingungan, ia tak mengerti mengapa Ibu Suri Zhao He memanggilnya tepat di Paviliun Utama Kaisar.
Ling Xie pun berjalan menuju ke sana, diiringi dayang muda Bai Zhi di belakangnya. Tak lama kemudian, mereka tiba di depan pintu Paviliun Utama Kaisar.
"Silakan masuk, Nona Ling Xie. Kaisar dan Ibu Suri sudah menunggu Anda di dalam," ujar kasim setia Kaisar yang berdiri di depan pintu itu.
Ling Xie melangkah masuk ke dalam Paviliun Utama. Pintu ruangan itu sudah terbuka lebar.
"Hamba memberi hormat kepada Yang Mulia Kaisar Jin Feng, serta Yang Mulia Ibu Suri. Hamba datang menghadap," ucap Ling Xie sambil membungkukkan badan dengan penuh rasa hormat.
Penasihat Kerajaan Ying Mo melangkah maju, lalu membacakan titah Kaisar.
"Pengumuman penting! Mulai hari ini, Nona Ling Xie secara resmi diangkat menjadi cucu angkat Ibu Suri. Selain itu, Kaisar Jin Feng juga telah menetapkan Nona Ling Xie sebagai Tabib Terbaik di Kerajaan Feng Ling. Diharapkan agar Nona segera menerima titah ini," ucap Penasihat Ying Mo dengan suara nyaring dan lantang.
Ling Xie menerima titah tersebut, lalu menjunjungnya tinggi-tinggi seraya menundukkan kepala. "Terima kasih banyak kepada Yang Mulia Kaisar Jin Feng dan Yang Mulia Ibu Suri. Kebaikan Yang Mulia sekalian akan hamba kenang sepanjang umur. Hamba menerima titah ini dengan sepenuh hati," ucapnya dengan nada tulus.
Tiba-tiba hadirlah Selir Agung Ling Mei Rong dengan senyum di wajahnya.
"Mulai hari ini dan seterusnya, aku mengangkat Ling Xie menjadi anak angkat ku, sekaligus menjadi adik bagi para pangeran kembar," ucapnya.
Semua orang yang hadir di ruangan itu pun bertepuk tangan dengan gembira.
Sementara itu, di tempat persembunyiannya, Yan Shi menghentakkan meja dengan sangat keras. Ia baru saja mendengar laporan dari seorang dayang, bahwa Ling Xie, sang tabib bercadar putih yang bukan berasal dari kalangan bangsawan, telah diangkat menjadi cucu angkat Ibu Suri Zhao He, serta dianugerahi gelar Tabib Terbaik Kerajaan Feng Ling. Belum lagi kabar yang lebih mengejutkan, Selir Agung Ling Mei Rong pun menjadikannya anak angkat, dan Kaisar Jin Feng telah menyetujuinya.
"Cih! Sial! Mengapa gadis tabib itu bisa diangkat menjadi anak sekaligus cucu angkat?" ucap Yan Shi dengan penuh amarah.
Dayang itu kembali melaporkan kepadanya bahwa seluruh istana kini telah mengetahui kebenaran, Putri Li Mei Feng bukanlah anak kandung Kaisar Jin Feng, dan sama sekali bukan putri asli Kerajaan Feng Ling. Hal itu membuat kemarahan Yan Shi meledak-ledak.
"Sudah tamat riwayatku! Aku tak akan membiarkan mereka merebut takhta ku sebagai Permaisuri Kerajaan Feng Ling! Dan aku takkan membiarkan mereka menggeser kedudukan putri kerajaan! Takhta itu sudah menjadi milik anakku, Li Mei Feng, sejak ia lahir!" ujar Yan Shi dengan kemarahan yang meluap-luap.
Yan Shi bersembunyi di ruangan rahasia yang tersembunyi di dalam perpustakaan Istana Kerajaan Feng Ling. Tak ada seorang pun yang mengetahuinya, kecuali Ling Xie, sang Nona Tabib Bercadar Putih. Di sana, Yan Shi mulai merencanakan pelaksanaan balas dendamnya.
Sementara itu, dayang muda Bai Zhi pun turut berbahagia mendengar keputusan Kaisar, Ibu Suri, dan Selir Agung Ling Mei Rong tadi. Ia segera mengucapkan selamat kepada Ling Xie.
"Selamat, Nona! Mulai hari ini, Nona adalah bagian dari keluarga Kerajaan," ucap dayang muda Bai Zhi sambil menggenggam erat tangan Ling Xie.
Ling Xie tersenyum lembut, lalu membalas genggaman tangan Bai Zhi dengan penuh kasih sayang.
"Terima kasih, Bai Zhi. Semua ini takkan terasa lengkap tanpa dukunganmu yang selalu setia menemaniku," ucapnya dengan nada yang tulus. "Mulai sekarang, kita tetaplah sahabat dekat, jangan pernah merasa sungkan kepadaku." sahut Ling Xie sambil merangkul bahu Bai Zhi sembari mengajaknya ke Paviliun Tamu Agung.
Tak lama kemudian, Kaisar Jin Feng mengeluarkan dekret kerajaannya. Demi memudahkan tugasnya sebagai Tabib Terbaik yang bertanggung jawab penuh atas kesehatan Selir Agung Ling Mei Rong, sekaligus mengingat kedudukannya yang kini sebagai anak angkat keluarga kerajaan, Ling Xie secara resmi diizinkan menempati kediaman di Sayap Barat Paviliun Selir Agung.
Dekret resmi itu diserahkan langsung kepada Ling Xie sesampainya di Paviliun Tamu Agung, disampaikan oleh utusan khusus Kaisar. Tanpa menunggu lama, ia bersiap untuk berpindah ke kediaman barunya di Sayap Barat Paviliun Selir Agung.
"Wah, Nona Ling Xie, Nona sekarang resmi mendiami Sayap Barat Paviliun Selir Agung!" seru dayang muda Bai Zhi dengan mata berbinar gembira.
"Mari, bantu aku membereskan barang-barang ini, supaya kita bisa segera pindah ke tempat yang baru," pinta Ling Xie sambil mulai merapikan perlengkapannya.
Saat sedang merapikan barang-barangnya, ia mengambil kalung giok kesayangannya lalu menyembunyikannya di balik pakaiannya. Ia khawatir jika Bai Zhi mengetahuinya, rahasia yang selama ini di sembunyikan nya akan terbongkar. Ia belum ingin jati dirinya terungkap, sebelum semua masalah masa lalu benar-benar selesai.
Ia masih bertekad bulat untuk menuntut balas kepada Yan Shi maupun Li Mei Feng, sang putri palsu. Ia akan menghukum mereka tanpa ampun agar mereka benar-benar jera. Berkat kejahatan yang dilakukan Yan Shi dan Li Mei Feng, ia harus tumbuh dalam penderitaan, dan ibunya pun menderita jauh lebih dalam akibat perbuatan keji itu. Balasan yang telah diberikan sebelumnya belumlah seberapa, jika dibandingkan dengan segala penderitaan yang pernah ia dan ibunya rasakan.