NovelToon NovelToon
Pengantin Paksa Sang Mafia

Pengantin Paksa Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Alya Maheswari, gadis sederhana dengan masa lalu kelam, dipaksa menikah dengan Arkan Virello, seorang mafia dingin dan kejam yang tak percaya cinta.

Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan perjanjian darah. Namun di balik sikap dingin Arkan, tersembunyi obsesi berbahaya. Dan di balik kepasrahan Alya, tersimpan rahasia yang bisa menghancurkan segalanya.

Ketika cinta mulai tumbuh di antara ancaman, pengkhianatan, dan dendam lama, satu pertanyaan muncul:

Apakah mereka akan saling menyelamatkan, atau justru saling menghancurkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ciuman Pertama yang Dipaksa

Hujan turun deras, membasahi kaca mansion Virello malam itu.

Langit gelap, sesekali petir menyambar, hingga membuat suasana rumah megah itu terasa semakin dingin dan menyesakkan.

Alya berdiri di dekat jendela kamar, memeluk tubuhnya sendiri sambil menatap taman belakang yang basah oleh hujan.

Sudah tiga hari Arkan hampir tidak pulang, dan anehnya Alya merasa terbiasa menunggu.

Ia membenci kenyataan itu, membenci bagaimana pria dingin itu perlahan mengisi pikirannya tanpa izin.

Suara pintu terbuka perlahan, membuat tubuh Alya menegang.

Langkah kaki berat terdengar memasuki kamar, Arkan masih mengenakan setelan hitamnya. Rambutnya sedikit basah, wajahnya terlihat lelah, tapi sorot matanya tetap tajam dan mengintimidasi.

"Aku dengar kamu tidak makan malam," ucap Arkan datar, sambil melepaskan jam tangannya.

"Itu bukan urusanmu."

Arkan tersenyum tipis, "Aku suamimu, semua tentangmu itu menjadi urusanku."

Alya mengepalkan tangannya, "Kita hanya terikat sebuah kontrak."

Kalimat itu membuat suasana berubah dingin, Arkan berhenti bergerak. Tatapannya perlahan mengarah pada Alya, dalam, tajam, dan berbahaya.

"Aku mulai bosan saat mendengar kata kontrak dari mulutmu."

Alya menelan ludah, ada sesuatu dalam nada suara Arkan malam ini. Sesuatu tang berbeda.

Pria itu berjalan mendekati perlahan, hingga jarak mereka nyaris tidak ada. Aroma parfum khas Arkan, langsung memenuhi pernapasan Alya, hingga membuat napasnya terasa sesak.

Alya mundur satu langkah, namun Arkan langsung menahan pergelangan tangannya.

"Lepaskan aku."

"Kalau aku tidak mau melepaskannya, bagaimana?"

"Aku serius, Arkan."

"Aku bahkan jauh lebih serius."

Suara itu begitu rendah, tapi cukup untuk membuat jantung Alya berdegup lebih cepat. Bukan karena suka, tapi karena takut. Atau mungkin, Alya merasakan keduanya.

"Aku lelah melihatmu yang terus menghindariku," gumam Arkan pelan.

"Karena aku bukan milikmu."

"Milikku atau bukan, kamu tetap istriku, Alya."

Alya mencoba melepaskan tangannya, tetapi genggaman Arkan terlalu kuat.

"Kamu menyakitiku."

Mendengar itu, Arkan sedikit melonggarkan genggamannya. Namun pria itu tidak menjauh, ia justru mengangkat dagu Alya perlahan, agar wanita itu menatapnya.

"Apa kamu takut padaku?"

Alya diam, karena ia sendiri tidak tahu jawabannya.

Takut?

Ya.

Tetapi bukan hanya itu, ada sesuatu yang lebih berbahaya daripada rasa takut yang mulai tumbuh, setiap kali Arkan menatapnya seperti sekarang.

Perasaan yang perlahan menghancurkan pertahanannya.

"Aku benci caramu saat melihatku," bisik Alya.

"Kenapa?"

"Seolah aku ini benar-benar tidak punya pilihan."

Arkan menatapnya lama, lalu untuk pertama kalinya, sejak malan itu, wajah dinginnya sedikit retak.

"Kamu memang tidak punya pilihan sejak masuk ke dunia ini, Alya."

"Apa maksudmu? Jangan bicara seolah kamu tahu semuanya tentang hidupku!"

"Aku memang tahu semuanya."

"Kamu pembohong!" ucap Alya sambil mendorong dada Arkan.

Saat Alya mendorongnya, Arkan malah menangkap kedua tangannya dan menahannya di samping tubuh Alya.

Kini tubuh Alya benar-benar terjebak di antara Arkan dan dinding kamar.

"A-Arkan..."

"Kenapa kamu jadi gugup seperti ini, hmm?"

"Lepaskan aku."

"Tidak akan."

Tatapan meraka bertemu, napas Alya mulai tidak teratur. Ia bisa mendengar detak jantungnya sendiri, sementara Arkan terus menatapnya tanpa berkedip, seolah sedang membaca seluruh isi pikirannya.

"Apa kamu tahu, hal ini paling berbahaya dari dirimu?" tanya Arkan pelan.

Alya menggeleng kecil.

"Kamu sudah membuatku kehilangan kendali."

Jantung Alya terasa berhenti sesaat, dan sebelum ia sempat memahami ucapan itu, Arkan menarik tubuhnya agar mendekat.

Lalu Arkan mencium bibirnya, seketika mata Alya langsung membelalak. Ciuman itu bukan ciuman lembut yang penuh cinta, bukan pula ciuman manis seperti dalam cerita romantis. Tapi itu adalah ciuman penuh emosi yang begitu kacau, obsesi yang selama ini berusaha Arkan tahan.

Alya mencoba mendorong dada pria itu, namun Arkan menahannya.

"A-Arkan, jangan..."

Suara Alya melemah di antara napasnya sendiri, beberapa detik terasa begitu panjang. Sampai akhirnya Arkan perlahan melepaskan ciuman itu."

Alya langsung menatapnya dengan napas gemetar, matanya memerah. "Kenapa kamu melakukan itu?"

Arkan terlihat sama terkejutnya, seolah ia sendiri tidak menyangka telah kehilangan kendali.

Pria itu menatap bibir Alya beberapa detik, sebelum akhirnya memalingkan wajah.

"Sial."

Alya menggigit bibirnya, "Kamu pikir, kamu bisa melakukan apa pun hanya karena kamu seorang Arkan Virello?!"

"Alya, aku..."

"Aku membencimu, Arkan. Aku sangat benci padamu!"

Kalimat itu menggema di dalam kamar, dan untuk pertama kalinya, Arkan tampak terluka.

Alya segera mendorong tubuh Arkan, lalu berlari keluar kamar. Langkahnya cepat saat menuruni tangga mansion, dadanya terasa sesak, pikirannya kacau.

Tangannya bahkan masih gemetar saat menyentuh bibirnya sendiri, ia membenci kenyataan bahwa ciuman itu masih terasa begitu jelas.

"Alya!"

Suara Arkan menggema dari lantai atas, tapi Alya tidak berhenti. Ia terus berjalan hingga mencapai taman belakang mansion, yang diguyur hujan deras.

Air matanya bercampur dengan hujan malam.

"Aku benci pria itu," bisiknya lirih.

Tak lama kemudian, langkah kaki terdengar mendekat. Arkan sudah berdiri beberapa meter di belakang Alya tanpa payung.

Suasana di antara mereka cukup hening, sampai akhirnya Arkan membuka suara.

"Masuklah, kamu akan sakit."

"Itu bukan urusanmu, jangan pura-pura peduli padaku."

"Alya," ucap Arkan yang berusaha menyentuh tangan Alya.

"Jangan sentuh aku lagi."

Kalimat itu membuat Arkan diam, hujan terus turun membasahi keduanya.

"Aku tidak bermaksud untuk membuatmu takut," ujar Arkan akhirnya dengan suara rendah.

Alya tertawa pahit, "Lucu sekali, seorang mafia bicara soal rasa takut."

"Aku serius, Alya."

Alya menatap pria itu, dan kali ini ia melihat sesuatu yang jarang muncul di mata Arkan Virello, sebuah penyesalan.

Dan Alya merasa semakin bingung, karena pria seperti Arkan seharusnya tidak punya perasaan semacam itu.

"Kamu itu seorang monster," bisik Alya pelan.

Arkan tidak membantah, pria itu hanya menatapnya lama sebelum berkata kembali.

"Ya, kamu benar. Dan monster sepertiku tidak seharusnya jatuh cinta."

Deg.

Ucapan Arkan membuat Alya membeku, sementara Arkan perlahan berbalik meninggalkannya di tengah hujan.

Dan malam ini, Alya sadar, bahwa yang paling berbahaya dari Arkan bukanlah kekuasaan atau dunianya yang gelap.

Melainkan cara pria itu yang mulai mencintainya secara perlahan, dan begitu obsesif.

1
Vie
lanjut kak.... makin seru... 👍👍👍👍
Vie
lanjut kak.....
Vie
lanjut kak...makin seru..... 👍👍👍
Vie
lanjut kak.... makin seru... 👍👍👍👍
Vie
ya makanya kamu jangan keluar rumah sudah tau tidak aman kan, lebih baik dim manis didalam, daripada celaka kan...
Vie
seru juga ceritanya, gak ngebosenin, menarik..... penasaran sama lanjutanya tetap semangat kak, lanjutkan ceritanya sampai tamat.... 👍🏻👍🏻🤭👍🏻
Vie
nah itu kamu udah tahu kan alya,gak usah diperjelas lagi, daripada nanti ujung2nya berakhir bertengkar, saling menyalahkan dn saling tidak mau mengalah.... 🤭🤭🤭
checangel_
Sampai segitunya 🤧
checangel_
Jauh darimu terasa hampa, tapi membuatmu tetap berada di sampingku membuatku lega ~ Arkan said (dalam hati) 🤭
checangel_
Ada kalanya dunia harus bersuara membela keadilan itu, bukan?🤧
checangel_
Dan tak semudah itu juga untuk membalikkan kertas yang sudah bertinta /Hey/
checangel_
Yang penting bukan imannya ya Alya/Facepalm/
checangel_
Betul, apalagi kalau berpikirnya sudah sampai ke perasaan, bukan pilihan lagi yang menyapa, tapi antara keyakinan dan keraguan yang menggema 🤭
checangel_: Bisa yuk
total 2 replies
checangel_
Cieee🤭
checangel_: Kabur ah 🏃🏻‍♀️🤣
total 2 replies
Vie
kamu cemburu tau... cemburu berarti tanda cinta ada dihatimu, walaupun kamu menepis perasaan itu, tapi Kamu tidak bisa menyangkalnya. jujurlah pada hatimu sendiri arkan.... 🤭🤭🤭🤭
Vie
ya.... kamu gak salah kok.... alaminya seorang manusia hal menyukai lawan jenis adalah manusiawi karena itu berarti kamu masih memiliki hati apalagi dia istri mu sendiri, sudah seharusnya kamu jaga dia dan kamu lindungi serta bahagiakan dia.... tapi jangan biarkan perasaan itu menjadi sebuah kelemahan mu juga, tapi harus Kamu jadikan kekuatanmu dalam melindungi apa yang menjadi milikmu......
Vie
nah loh ga bisa ngomong kan.. padahal kamu udah ada sedikit rasa sama alya.... ya mungkin karena sekarang dia adalah istri mu yang sudah seharusnya kamu bertanggung jawab dan juga sudah seharusnya kamu jaga dia dan perlakuan dia seperti layaknya seorang istri....
Lovelynzeaa🌷
SEMANGAT THORR🥰🙌
Lovelynzeaa🌷
coba bikin lanjut S2 thorr gantung soalny siapa yg mau balas dendam
Lovelynzeaa🌷: okee kak, yg novel baru kakak harus bnyk" up ya kak🙏☺️
total 6 replies
Lovelynzeaa🌷
Thor ini end nya kaya end sebelah nggak trauma banget soalny😭
Leo Draven: Rahasia dong/Shy/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!