NovelToon NovelToon
Di Jodohin Sama Santri

Di Jodohin Sama Santri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / Romansa
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mooniecaa_moon

Celina adalah ratu clubbing yang hidupnya cuma soal hura-hura, alkohol, dan gonta-ganti cowok sesuka hati. Baginya, pakaian seksi adalah seragam wajib untuk menaklukkan malam. Dia nggak butuh aturan, apalagi komitmen.

Muak melihat kelakuan Celina yang makin liar, sang Mama akhirnya memberikan ultimatum keras: Menikah dengan seorang santri pilihan Mama, atau angkat kaki dari rumah tanpa sepeser pun uang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooniecaa_moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Di dapur, Celina membuat teh dengan tangan yang sedikit gemetar. Air matanya menetes satu per satu, jatuh ke atas nampan kayu. Setelah memindahkan teh hangat itu ke teko kaca, ia meminta salah satu santri pengabdi di dapur Ndalem untuk mengantarkannya ke ruang tamu. Celina benar-benar tidak sanggup jika harus melihat muka ibu mertuanya lagi saat ini.

Dengan langkah gontai dan perasaan hancur, Celina berjalan keluar lewat pintu samping Ndalem menuju arah kebun. Di dekat pohon mangga besar depan rumah Abi, ia melihat sosok Raka yang lagi kesusahan manjat pagar sambil membawa galah, berusaha memetik beberapa buah mangga muda pesanan Athira.

"Raka..." panggil Celina dengan suara yang parau dan serak.

Raka yang mendengar suara lemas sahabatnya langsung menoleh. Begitu melihat wajah Celina yang pias dengan mata sembab dan sisa air mata yang mengalir di pipi, Raka langsung melompat turun dari pagar. Galah di tangannya ditaruh sembarangan.

"Cel? Lo kenapa lagi, anjir? Kok nangisnya parah gini?" tanya Raka panik, langsung menghampiri Celina.

Celina bersandar di batang pohon mangga, menumpahkan tangisnya yang sejak tadi ia tahan di depan ruang tamu. "Ummi dateng, Rak... Dia bawa cewek namanya Mitha, anak Kyai kondang dari Subang. Alibinya sih ngenalin buat jadi ustadzah baru biar ngajar santri biar gak repot. Tapi gue tahu... Zuhair juga tahu, tujuan aslinya itu buat dijadiin istri kedua karena gue belum hamil juga."

Celina menyeka air matanya dengan kasar, dadanya naik turun karena sesak. "Gue baru sadar, Rak. Selama ini Ummi tuh sayang dan perhatian sama gue cuma pura-pura. Cuma biar Zuhair dapet anak dan dia punya cucu dari nasab Kyai kondang kayak Ayah. Begitu tahu gue belum hamil-hamil juga setelah balik dari Mesir, dia langsung bawa cewek lain buat gantiin gue."

Mendengar penuturan Celina, rahang Raka seketika mengeras. Matanya berkilat marah. Karakter Raka yang merupakan anak yang benci ketidakadilan langsung mendidih seketika. Dia paling tidak bisa melihat sahabat kecilnya ditindas, apalagi direndahkan harga dirinya sebagai perempuan.

"Wah... emang anjing keluarga mereka ini! Yang dipikirin cuma anak doang, bangsatt!" umpat Raka kasar, tidak peduli lagi dirinya sedang berada di lingkungan pesantren.

Raka mengepalkan tinjunya erat-erat, napasnya memburu gila. "Lo nunggu di sini, Cel. Gue gak terima ya lo diginiin! Dikira lo mesin pencetak anak apa?!"

"Eh, Rak! Mau kemana lo? Jangan bikin keributan!" cegat Celina panik, mencoba menarik baju koko Raka.

Tapi Raka sudah kepalang emosi. Dengan langkah lebar dan penuh amarah, Raka langsung berjalan cepat menuju pintu depan Ndalem. Dia menerobos masuk begitu saja tanpa permisi, membuat supir Ummi yang berjaga di luar sempat melotot kaget.

BRAKK!

Raka menggebrak pintu penghubung ruang tamu dengan cukup keras, membuat Ummi Zuhair, Mitha, dan bahkan Zuhair sendiri yang sedang duduk menegang langsung menoleh serentak.

"Maksudnya apa-apaan ini, hah?!" bentak Raka frontal, menunjuk ke arah Ummi kandung Zuhair tanpa rasa takut sedikit pun.

"Raka! Jaga sopan santun kamu!" tegur Zuhair dengan suara baritonnya yang meninggi, terkejut melihat sahabat istrinya itu tiba-tiba masuk dalam kondisi emosi tingkat dewa.

"Gak bisa, Gus! Saya gak bisa sopan sama orang yang gak punya hati!" balas Raka, matanya menatap tajam Ummi Zuhair yang kini wajahnya memucat karena syok dilabrak oleh santri biasa.

Raka berkacak pinggang, menatap sinis ke arah Mitha lalu beralih ke Ummi. "Ummi bawa cewek lain ke sini buat jadi istri kedua dengan kedok ustadzah baru? Waras gak sih otak Ummi?! Celina itu manusia, punya hati! Dia baru balik umroh, baru beberapa bulan nikah, tega-teganya Ummi mau injak-injak harga diri dia cuma gara-gara urusan anak?! Kalau mau nyari mesin pembuat anak, sono beli di pabrik, jangan anak orang lo jadiin korban!"

"Raka! Lancang sekali kamu bicara seperti itu kepada orang tua saya!" bentak Zuhair sambil berdiri, mencoba menahan tubuh Raka agar tidak semakin mendekati ibunya, meski di dalam lubuk hatinya, Zuhair membenarkan setiap kata yang keluar dari mulut Raka.

Mitha yang duduk di samping Ummi langsung bergetar ketakutan mendengar bentakan kasar Raka, sementara Ummi kandung Zuhair hanya bisa melongo, mukanya merah padam antara malu dan marah besar karena dilabrak habis-habisan di dalam Ndalem yang sakral.

"Raka! Cukup!" bentak Zuhair, suaranya menggelegar mencoba menghentikan aksi frontal cowok Jakarta itu.

Namun, kata-kata Zuhair justru makin menyulut api di kepala Raka. Raka maju satu langkah, menepis kasar tangan Zuhair yang mencoba menahannya. Sorot matanya bener-bener merah, penuh amarah yang udah gak bisa ditampung lagi. Di depan Ummi kandung Zuhair dan Mitha yang melongo syok, Raka menunjuk tepat di depan muka Zuhair. Dia gak peduli lagi soal kasta, gelar, atau sopan santun pesantren.

"Eh Zuhair! Lo tuh kepala rumah tangga, anak laki-laki lagi! Persetan gimana dia orang tua lo!" teriak Raka lantang, suaranya menggema membelah keheningan Ndalem. "Lo tuh gak berhak diatur gini-gini, dan anjingnya lo tuh gak bisa tegas! Kampret lo!"

BUKK!!

Satu tonjokan mentah dari kepalan tangan kanan Raka mendarat telak di rahang kiri Zuhair.

Pukulan itu cukup keras hingga membuat kepala Zuhair tersungkur ke samping, menabrak pinggiran sofa kayu jati di ruang tamu. Sudut bibir Gus muda itu langsung pecah, mengeluarkan darah segar yang kontras dengan kulit wajahnya yang putih.

"Astaghfirullahal'adzim! Zuhair!" jerit Ummi histeris, langsung berdiri dari duduknya dengan tubuh gemetar saking syoknya melihat anak kebanggaannya dipukul di depan matanya sendiri. Mitha di sampingnya pun langsung menutup mulut, ketakutan setengah mati melihat aksi brutal Raka.

Celina yang baru saja menyusul masuk lewat pintu samping langsung memekik kaget. "Raka! Zuhair!"

Zuhair berdiri tegak, merapikan kerah baju kokonya yang sedikit kusut tanpa memutuskan pandangan tajamnya dari Raka.

"Celina, bawa Ummi dan tamu kita keluar sekarang. Ini urusan laki-laki," perintah Zuhair dengan suara bariton yang sangat rendah, tenang, namun luar biasa mengintimidasi.

Raka sama sekali gak mundur. Dia justru memasang kuda-kuda, siap meladeni apa pun balasan dari sang Gus demi membela harga diri sahabat kecilnya. Ruang tamu Ndalem mendadak berubah mencekam, bersiap menjadi arena baku hantam dua cowok yang sama-sama keras kepala.

1
Ulfa 168
seru lanjut thor
Veronicacake: aaaaa maacie udah baca yaaaa, jan lupa like komennya yahhhh! aku update tiap hari kok ka💕💕
total 1 replies
ChaManda
😭😭
Veronicacake: kak😭😭
total 1 replies
Ntaaa___
Jangan lupa mampir di ceritaku kak🤭😇
Anonim
SUKAAAA, GA TAMPLATE NARASINYAAAA! SEMANGAT THOR DI TUNGGU UDATE💕💕💕💕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!