NovelToon NovelToon
Perjodohan Yang Mengubah Hatiku

Perjodohan Yang Mengubah Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

Nayara Almeera adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, wanita yang saat ini sudah terbiasa berdiri di kakinya sendiri setelah drama dikhianati oleh kisah masa lalunya membuat Nayara menjadi sosok yang lebih tertutup.

Sampai akhirnya sebuah perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya, mempertemukan Nayara dengan Adrian seorang CEO yang lebih tenang, dewasa dan sulit untuk ditebak atas akan yang dilakukan olehnya.

Berawal dari sebuah kesepakatan yang perlahan berubah menjadi sebuah kisah yang tidak pernah
Nayara bayangkan.

Mendapatkan kasih sayang dan dicintai dengan cara yang begitu tulus, tanpa Nayara sadari perjodohan itu tidak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga telah mengubah hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 - Tentang Handuk Basah dan Rasa Syukur

Hari pertama menjadi pasangan suami istri ternyata jauh berbeda dari apa yang dibayangkan oleh Nayara, seperti pagi ini dimana semua akan terasa seperti potongan adegan romantis seperti didalam film-film romansa yang penuh dengan adegan indah dan romantis.

Seperti sarapan hangat yang disiapkan berdua dengan pelukan, senyuman manis dan rumah yang sudah tertata dengan rapih tidak lupa tawa kecil yang memenuhi ruangan. tapi ternyata pernikahan justru di mulai dari hal-hal kecil yang tidak romantis sama sekali.

Handuk basah diatas kasur pagi ini misalnya, disaat matahari sudah mulai masuk dari sela tirai kamar, Nayara yang sudah bangun lebih dulu masih dengan perasaan yang hangat apalagi teringat kejadian malam tadi.

Untuk pertama kalinya Nayara bangun tidur dengan perasaan yang tenang apalagi saat ini statusnya yang sudah berubah, tatapannya kini fokus kearah samping terlihat sangat suami masih tidur dengan damai.

Aahhh jadi gini rasanya bangun tidur dan pemandangan pertama yang diliat suami sendiri? Bahagia ... Tenang ...

Nayara bangkit perlahan dengan jari yang mulai merapihkan rambut, lalu turun dari tempat tidur untuk membuka tirai kamar. Hari ini terlihat sangat cerah seperti hati Nayara dan Adrian apakah ini artinya semesta merestui?

Nayara mulai merapihkan selimut dan menata bantal dan seketika tangannya berhenti bergerak ketika menyentuh sesuatu yang dingin ... Lembab ... ternyata handuk basah yang tergeletak begitu saja diatas kasur.

Nayara terdiam mencerna apa yang terjadi, menatap handuk basah beberapa detik dan menarik handuk itu untuk digenggam dan seketika matanya membulat ketika melihat bagian sprei yang basah.

Ya Ampunnnn....

Nayara menghela nafas pelan dan mencoba mengatur perasaanya, menenangkan diri dengan kalimat-kalimat positif. Beberapa menit kemudian Adrian membuka kedua matanya ketika cahaya matahari mengenai wajahny, senyuman manis dan indah kini terlihat dari wajah Adrian.

" Selamat Pagi, Istriku" ucapnya ringan.

" Pagi..." Nayara berdiri dengan tangan yang masih memegang handuk basahnya.

Adrian mengernyitkan keningnya dan kini tatapannya turun ke tangan Nayara yang memegang handuk basah, lalu kembali menatap sang istri.

" Hehehe... Sayang, Maaf yaaa..." Adrian mengusap tengkuknya.

" Mas, kenapa handuk basah disimpan dikasur?" tatapan Nayara kini lebih tajam.

" Hehe... Maaf sayang, tadi pagi Mas buru-buru masih ngantuk banget" senyuman itu memang senyuman rasa bersalah.

" Kenapa harus di kasur, Mas?" Nayara menghela nafasnya pelan.

" Refleks aja, Sayang. Sumpah"

" Refleks?" Tanya Nayara yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Adrian.

" Lihat, kasurnya jadi basah loh Mas" ucap Nayara dengan sedikit emosi.

Nayara dan Adrian memandang seprei yang sudah basah, ini memang masalah kecil tapi entah kenapa rasa kesal itu tetap saja hadir ikut campur. Mungkin karena Nayara masih belum terbiasa dengan kebiasaan Adrian apalagi Nayara yang terbiasa dengan kerapihan dan selalu ingin semuanya sempurna.

" Iya Mas salah, maaf yaa Sayang..." Ucap Adrian pelan.

" Handuk basah kenapa tidak langsung di gantung saja, Mas?" Suara Nayara terdengar pelan dan lirih.

" Maaf Mas lupa..." Adrian kini menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

" Jangan dibiasakan Mas, kan jadi berantakan kamarnya" ucap Nayara lagi.

" Iya, Sayang" Adrian masih tetap lembut dan tenang.

Mendengar respon Adrian yang masih duduk ditempat yang sama sejak tadi tidak ada pergerakan, dan nada suaranya yang masih tenang entah mengapa membuat emosi Nayara semakin aneh.

Kenapa aku jadi cerewet sekali? Padahal ini cuma handuk basah, tapi kenapa rasanya mengganggu sekali? Tapi, ini bukan soal handuk tapi soal harapan... Aku ingin rumah ini berjalan dengan rapih dan indah. Dan saat hal kecil mulai berantakan, aku takut semuanya ikut berantakan.

" Aku hanya... Aku hanya ingin semua terlihat rapih dan indah, Mas" Nayara menghela nafasnya.

" Sayang..." bagaimanapun kondisinya Adrian tidak pernah merubah panggilannya kepada Nayara.

" Aku tahu, Mas. Ini hanya hal kecil tapi aku memang terbiasa dengan kerapihan" Nayara mendundukkan kepalanya.

" Mas, tahu maaf yaa" Adrian kini menghampiri sang istri.

" Mas udah tahu tapi malah santai dari tadi, aku kesel tau..." rengek Nayara yang kini sudah masuk kedalam pelukan sang suami.

" Maaf ya, Sayang. Mas terbiasa ceroboh selama ini asal taruh barang dan sekarang karena sudah ada istri jadi Mas akan belajar untuk disiplin" nada suaranya masih tenang dan lembut, bahkan tangannya kini sedang mengelus punggung Nayara

Kalimat itu terdengar sederhana tapi langsung membuat hati Nayara menghangat, bahkan emosinya kini melunak.

" Maaf ya Mas, aku terlalu membesar-besarkan hal kecil" Nayara mengigit bibirnya merasa bersalah.

" Tidak, Sayang. Jangan minta maaf karena kalau ada masalah atau hal yang tidak sesuai itu harus diungkapkan dan dicari solusinya bukan dipendam dan menjadi besar" Adrian benar-benar seperti embun pagi ini.

Kalimat Adrian benar-benar membuat Nayara merasa tenang, sebenarnya Nayara tidak marah karena handuk hanya saja Nayara terlalu takut jika kebiasaan kecil berubah menjadi masalah besar dan membuat pernikahan mereka tidak seindah yang dibayangkan.

" Kalau Mas salah tolong bilang, kalau kesal atau takut tidak apa-apa bilang saja. Mas itu bukan orang yang harus kamu hadapi sendirian, Sayang" Ucap Adrian yang kini menatap wajah Nayara.

" Aku cuma... Aku cuma belum terbiasa, Mas" mata Nayara terasa sedikit hangat.

" Sama, Sayang. Mas juga belum terbiasa punya istri yang galak karena handuk basah hahahaha" ucap Andrian.

" Apa Mas coba ulangi?" Nayara langsung menatap tajam dan refleks memukul tangannya.

" Ahhh oke..oke... Maaf bukan galak tapi tegas" Adrian tertawa lebar.

Nayara tidak bisa menahan senyumnya, suasana yang tadi tegang perlahan mencair.

" Sekarang biar Mas yang rapihkan"

" Mas, Bisa?"

" Sayang, Mas ini cuma salah taruh handuk basah aja ya... Buka. kehilangan kemampuan hidup" Ucap Adrian dengan wajah sedikit cemberut.

Nayara dan Adrian kini menggantikan seprei bersama, beberapa kali seprei terlipat aneh dan Adrian salah menarik sisi.

" Hahahhaa... Mas bukan begitu, kenapa ditariknya ke situ ya ampun itu kebalik" Nayara tertawa pelan.

" Ohhh... pantesan aja gak beres-beres " Adrian tertawa lepas kali ini.

Hal yang tadi membuat suasana terasa tegang kini justru terasa lucu, mungkin ini rasanya pernikahan yang sehat.

Bukan tanpa kesalahan, bukan tanpa konflik, tapi selalu ada ruang untuk saling memperbaiki satu sama lain tanpa saling menjatuhkan, tanpa saling meninggikan suara.

Setelah selesai kini Adrian dan Nayara duduk berdampingan, tidak lupa Adrian mencium punggung tangan Nayara dengan hangat dan lembut membuat dada Nayara yang tadi sesak kini terasa lebih ringan.

Nayara menatap wajah Adrian dengan dalam merasa beruntung, bukan karena rumah tangganya sempurna tapi karena Nayara merasa bersama dengan orang yang tidak membuat kesalahan kecil rasa menakutkan.

Adrian adalah wujud dari orang yang tidak membalas emosi dengan emosi dan memilih memahami pasangan, dan saat itulah Nayara sadar jika kebahagiaan dalam pernikahan bukan tentang tidak adanya masalah, tapi tentang bersama siapa kita menyelesaikannya.

Kalau seperti ini aku tidak takut belajar dan berproses, karena ternyata perjodohan tidak buruk jika bertemu dengan orang yang tepat.

Dan pagi ini...

Diantara handuk basah, seprei yang digantiz san rawa kecil yang sederhana aku merasa benar-benar pulang.

1
SANG
Semangat
SANG
Lanjut/Rose//Rose/
SANG
Lanjut dek
SANG
Bintang lima aku kasih dek👍
SANG
Karena novel ini sangat menarik, makanya aku kasih bintang lima. Moga tamat.
SANG: Masama dek👍/Rose/
total 2 replies
SANG
Semangat dek👍
SANG
Makin tambah mendebarkan
SANG
Bunga menyusul/Rose//Rose/
SANG
Semangat dek👍
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
halo kak aku mampir dicerita yang ini🤗
SANG
Tak kasih bunga /Rose//Rose//Rose/Biar tambah semangat
SANG
Iklan untukmu dek👍
lLy trililly
ah seru lanjut dong ka ampe mrka punya Adrian junior ma nayya mini
Almeera: Kakakk Ily terimakasih banyak sudah berkenan mampir di karya sederhana ini 🥲🥲🙏❣️
total 1 replies
SANG
Like juga untukmu dek. Biar tambah semangat.👍
SANG
Aku kasih iklan untuk mu dek, ya👍
SANG
Bunga untukmu dek/Wilt//Wilt//Wilt/
Santai Dyah
bner ini perjodohan yang di trima dengan ihklas ngak kayak kehidupan lainnya
Santai Dyah
Andrian bener-bener cinta tuh
Santai Dyah
Smoga cinta mereka bisa segera menyatu
Santai Dyah
cinta selalu membuat orang bahagia meskipun dengan perhatian dari hal-hal kecil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!