NovelToon NovelToon
Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:85.3k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

part 2 dari novel "Diremehkan Karena Miskin Ternyata aku punya sistem analisis nilai"

Bagi Pembaca baru jangan khawatir tetap masih bisa dibaca karena ada pengenalan konflik dan karakter, jadi gass aja baca.

***

Setelah mendapatkan kemampuan sistem, kehidupan Rahmat Pratama berubah drastis. Dia yang awalnya dihina, miskin, dan terlilit hutang, kini telah berdiri di puncak .

Namun, kejayaan itu hanyalah awal dari badai yang sesungguhnya.

Saat Rahmat merasa telah menguasai segalanya, sebuah serangan siber mematikan dari organisasi misterius bernama Black Spider nyaris menghapus seluruh asetnya.

Sertifikat Galeria yang ia bangun dengan darah dan keringat hampir saja berpindah tangan dalam hitungan detik.
Black spider kembali menyerang, bukan dengan fisik melainkan dengan serangan dari dalam.

Rahmat juga menyadari satu kenyataan pahit: Sistem Analisis Nilai miliknya bukan

sekadar keberuntungan jatuh dari langit. Ada sejarah gelap dan penagihan dari sang pencipta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19--Master Piano dan Talent idol berpotensi

Rahmat meregangkan kedua tangannya, melakukan pemanasan. Tiga gadis itu termasuk Maya menatap Rahmat heran, ini pertama kali bagi mereka melihat sosok Rahmat pratama bermain piano.

Bagi dia sendiri ini juga pertama kali memainkan alat musik, namun dia ini bukan manusia biasa, dia adalah manusia dengan kemampuan cheat.

Fitur toko sistem membuat semuanya menjadi lebih mudah. Dia tinggal mencari salah satu skill yang cocok.

Rahmat menatap deretan tuts piano di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan. Sebenarnya, memegang alat musik ini secara fisik adalah pengalaman baru, namun di dalam kesadarannya, sebuah layar virtual sedang berkedip cepat.

[ TOKO SISTEM: KATEGORI SENI & HIBURAN ]

[ Skill Terpilih: Master of music (Level Max) ]

[ Harga:

Rp 15.000.000 / 1.500 coin Sistem ]

[ Deskripsi: Menanamkan memori otot dan pemahaman teori musik tingkat jenius langsung ke saraf motorik. ]

Beli, perintah Rahmat dalam hati. Dia langsung menekan opsi beli, untuk mengurangi modal dia menggunakan coin sistem saja karena dia punya banyak coin di sana.

[ DING! ]

[ PROSES INTEGRASI... 100% SELESAI. ]

Seketika, Rahmat merasakan sensasi kesemutan yang menjalar dari ujung jari hingga ke otaknya. Piano itu kini bukan lagi benda asing; setiap tutsnya terasa seperti perpanjangan dari jiwanya sendiri.

Rahmat menarik napas dalam, lalu jemarinya mulai menari di atas tuts hitam dan putih.

TING!

Alunan nada pertama keluar—sebuah melodi melankolis namun memiliki power yang luar biasa. Ia tidak hanya sekedar memencet nada, tapi memberikan dinamika, tekanan, dan tempo yang hanya bisa dimiliki oleh pianis yang sudah berlatih selama puluhan tahun.

Maya yang tadinya sibuk dengan monitor, mendadak berhenti mengetik. Matanya yang di balik kacamata membulat sempurna. Sebagai ahli IT yang sering mengolah audio, dia tahu mana permainan amatir dan mana yang "monster".

"Kak Rahmat..." gumam Maya lirih. "Sejak kapan kamu bisa bermain se-elegan itu? Frekuensi nadanya... sempurna."

Kanaya, sang idol nasional yang sudah sering bekerja sama dengan musisi papan atas saja terkejut. ia berdiri terpaku, menatap punggung Rahmat yang bergerak mengikuti irama.

[ DING! ]

━━━━━━━━━━━━━━━

[SISTEM ANALISIS: SHOCK EFFECT]

Target: Kanaya Arcelia.

Status: Kagum & Terpikat.

Pikiran: "Dia... dia bukan cuma kaya. Dia jenius musik? Kenapa dia menyembunyikan ini di sekolah?!"

━━━━━━━━━━━━━━━

Alya, di sisi lain, merasa dadanya sesak oleh rasa bangga yang luar biasa. Matanya berkaca-kaca melihat pria yang ia kagumi kembali menunjukkan sisi "mustahil" lainnya. Ia merasa pilihannya untuk bertahan di samping Rahmat adalah keputusan terbaik dalam hidupnya.

Lagu berakhir dengan satu dentuman nada rendah yang bergetar hebat di seluruh ruangan studio. Keheningan total menyelimuti ruangan itu selama beberapa detik.

"Gimana?" tanya Rahmat santai, menoleh ke arah mereka seolah baru saja melakukan hal yang biasa. "Cukup layak untuk mengiringi kalian?"

"Layak?!" Kanaya berseru, suaranya naik satu oktav. "Itu gila, Rahmat! Kamu baru saja membuat standar pentas seni sekolah ini naik ke level konser tunggal! Kamu... kamu harus jadi pusatnya, bukan cuma pengiring!"

"Eh, jangan," tolak Rahmat sambil terkekeh. "Ini panggung kalian. Aku cuma mau memastikan kalian punya fondasi yang kuat."

Alya melangkah mendekat, memberikan botol air minum kepada Rahmat dengan tangan yang sedikit gemetar. "Rahmat... kamu benar-benar penuh kejutan. Dengan kemampuanmu dan Kanaya, aku jadi yang amatira ini jadi semakin takut kalau mengacau.”

Rahmat menerima botol itu, lalu melirik Alya dengan tatapan dalam. "Jangan khawatir, bukankah mimpimu jadi idol seperti kanaya arcelia?”

“Itu memang sih.” Alya menundukkan kepala lesu. “apa bahkan orang sepertiku bisa. Melihat penampilan pianomu aku jadi menciut.”

Rahmat meletakkan botol air itu di atas piano, lalu berdiri dan melangkah mendekat ke arah Alya. Ia bisa melihat keraguan yang nyata di mata gadis itu—sebuah fenomena yang wajar ketika seseorang yang biasa-biasa saja tiba-tiba harus berdiri di antara dua raksasa.

"Alya, lihat aku," ucap Rahmat lembut, namun penuh penekanan.

Alya mendongak pelan.

"Dunia ini sudah penuh dengan orang teknis seperti Kanaya, atau orang yang punya 'akses instan' sepertiku," Rahmat tersenyum tipis, matanya berkilat tulus. "Tapi penonton tidak cuma butuh teknik. Mereka butuh sesuatu yang bisa mereka rasakan. Suaramu itu murni. Dan di panggung nanti, kemurnian itu yang bakal bikin orang merinding."

Kanaya, yang biasanya sangat pelit pujian jika menyangkut standar vokal, tiba-tiba ikut melangkah maju. Ia melipat tangan di dada, menatap Alya dengan tatapan seorang mentor yang keras namun peduli.

"Dia benar," sahut Kanaya. "Idol itu bukan cuma soal nada tinggi atau koreografi tanpa celah. Idol itu soal vibe. Dan jujur saja, Alya, saat kamu menyanyi tadi, aku merasa kamu punya sesuatu yang tidak dimiliki banyak trainee di agensiku: Kamu menyanyi seolah-olah dunia ini cuma milikmu. Itu kekuatan besar."

“Dan kamu punya mimpi jadi idol? Itu baru pertama kali dengar, coba ceritakan lebih detail kepadaku. Aku sangat percaya dengan penampilan cantikmu dan vibe, kamu bisa jadi bintang suatu hari nanti!”

Pipi Alya merona merah mendengar kalimat terakhir Kanaya. “Kamu berlebihan, Kanaya.”

"Sudah, jangan rendah diri terus," Rahmat menepuk bahu Alya ringan. "Kalau kamu masih merasa kurang percaya diri, santai saja. Ada aku. Aku bakal jadi asisten pribadimu di debut ini!”

[ DING! ]

━━━━━━━━━━━━━━━

[SISTEM ANALISIS: EMOTIONAL STABILITY]

Target: Alya.

Status: Kepercayaan Diri Meningkat (Buff: Inspiration).

━━━━━━━━━━━━━━━

Alya menarik napas panjang, mengepalkan tangannya kecil. "Baiklah! Kalau kalian berdua saja percaya padaku, aku tidak punya alasan untuk menyerah."

Dan mereka pun melakukan latihan vokal untuk beberapa saat sebelum pentas seni yang akan diadakan dalam dua minggu ini dimulai

Latihan berlanjut dengan intensitas yang berbeda. Jika sebelumnya ruangan itu dipenuhi dengan aura kompetisi yang mencekam, kini suasananya berubah menjadi sebuah workshop profesional. Kanaya benar-benar mengambil perannya sebagai mentor; ia mengajarkan Alya cara mengatur napas agar tidak mudah goyah di nada-nada panjang, sementara Rahmat terus menyesuaikan progresi kord pianonya agar tetap selaras dengan karakter suara Alya yang lembut.

Maya, yang biasanya hanya diam, mulai sibuk melakukan mixing secara real-time. Jari-jarinya menari di atas keyboard, menyesuaikan reverb dan equalizer agar harmonisasi ketiga orang di depannya terdengar seperti rekaman studio kelas dunia.

"Oke, cukup untuk hari ini," potong Rahmat tiba-tiba, ia melihat kelelahan dari Alya.

. "Data vokal kalian sudah masuk. Dan kaliam mengalami peningkatan stabilitas sebesar 40% dalam satu jam terakhir. Istirahatlah, atau pita suara kalian akan aus sebelum hari-H."

***

Malam semakin larut saat mereka memutuskan untuk menyudahi latihan perdana tersebut. Mobil Alphard hitam milik Kanaya sudah menunggu di depan gerbang dengan mesin yang menyala halus. Dua pengawal berpakaian safari hitam berdiri tegak di samping pintu mobil.

"Jadi... ini benar-benar gila," ucap Kanaya sembari memakai kembali kacamata hitamnya, meski hari sudah gelap—kebiasaan seorang idol untuk menjaga privasi. "Aku datang untuk mengedukasi amatir, tapi malah menemukan pianis monster dan seorang telanta yang punya potensi jadi rival di industri."

Kanaya menoleh ke arah Rahmat, bibirnya membentuk senyum tipis yang jarang ia perlihatkan di depan media. "Rahmat, jangan lupa traktiran es krimnya besok. Aku tidak akan membiarkan janji itu kadaluarsa."

"Tentu saja, Kana. Aku bukan tipe orang yang lupa hutang," balas Rahmat santai.

Kanaya kemudian menatap Alya. Ada jeda sejenak sebelum ia mengulurkan tangannya. "Sampai jumpa besok, Alya. Jaga suaramu. Jangan sampai mentor-mu ini malu di atas panggung nanti."

Ucapan itu terlihat seperti seseorang yang menganggap dirinya layak dan mendengarkan itu dari seseorang yang dia idolakan dan biasa dilihat di televisi membuat dia tersontak senang. Dia jadi kaku.

“B-baik …” ia pun memegang ulura tangan itu. Dulu saat pertama kali bertemu kanaya, mereka hanya berjabatan untuk fans, namun sekarang itu adalah jabatan tangan seseorang yang menginjakan kaki di dunia yang sama.

“Aku nantikan kamu di dunia industri. semangat terus, kamu cantik dan pasti punya potensi.”

Alya merona malu. “M-makasih, kana.”

Setelah mobil mewah itu meluncur pergi, menyisakan keheningan di jalanan sekitar mansion, Alya masih berdiri di samping Rahmat. Ia menatap gerbang yang tertutup otomatis.

"Terima kasih, Rahmat," bisik Alya tiba-tiba.

"Untuk apa?"

"Untuk semuanya. Untuk pianomu, untuk kata-katamu, untuk mau menuruti permintaan egois ke pentas seni ini dan... karena sudah percaya padaku lebih dari aku percaya pada diriku sendiri." Alya menoleh, matanya berbinar di bawah lampu taman.

“Aku sungguh-sungguh berterima kasih, dari lubuk hati paling dalam.”

[Ding!]

[Tingkat ketertarikan Alya meningkat drastis akan kepercayaan anda padanya!]

[Tingkat ketertarikan 92% (jatuh cinta mendalam)]

[Progres ending karakter 90%]

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wkwkwk Bella mode merajuk 🤔🤣🤣🤣
Manusia Biasa: lucunya anak author ini😍
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Professor Stain terlalu percaya diri justru kau itu sedang dikerjai bukan Rahmat namanya kalo tak memberi kejutan di setiap tindakannya 🤭
Manusia Biasa: wkwwk masih banyak kejutan nanti

🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kena mental beneran nih Deni Mulyono salah sendiri mau main kotor sadar cepat Den luu bukan kelasnya Rahmat lagi jauhhh
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
good job suka banget dengan cara Rahmat 🤭😍gw suka gaya loooo Mat👏🏻👏🏻👍🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Bella terasa memabukkan bagi Rahmat eaaaa🤭😛🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: wkwkw🤭🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
pembukaan yang berubah jadi lelang lukisan dengan sukses sold out oleh kurator langit Arsenio👏🏻👏🏻👏🏻
Manusia Biasa: niat cuma grand opening malah tonjo🤣
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
gak bisa bayangin itu 💸💸💸 10M kek bijimana😛🤣🤣🤣
Manusia Biasa: sebenarnya 10m di genre urvan sistem mah cepe😄🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
makin kesini makin kocak aja baca komen juga lucu 😛🤣🤣🤣🤣
Manusia Biasa: wkwkw🤣
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
asemmmm ada ada aja namanya Aura Senggol bacok 😭🤣🤣🤣🤣baca sambil senyum sendiri 👍🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ: gpp kak Thor jadinya kan lucu reader juga senang ketawa sendiri 👍🏻😍
total 2 replies
the misterius author 🐐
beh 10 m berapa banyak thor 🤣
the misterius author 🐐: bagus thor
total 2 replies
3RSEL
ok👍
3RSEL
ayo kita pulang ke ketiak papa anak manja😁😁😁
Manusia Biasa: wkwk anak manja
total 1 replies
3RSEL
ter.....ter.....termul.......😁
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Galeri Rahmat kek tempat hareem kalo sudah kumpul semua itu ciwi ciwi🤭🤣🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wuihhhh gift dari sistem gak kaleng kaleng 😭🤣🤣🤣🥳🥳
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
mampusss luuu Siska ternyata luu yang main ninu ninu sama pria paruh baya di hotel ck ck ck 😏
Manusia Biasa: wkwkw gak tahu malu emang🤣
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Siska kau nanti jangan menangis saat perbuatan kotormu terkuak memanipulasi foto Maya dan Rahmat sedemikian rupa siap siap kena pasal luuuu
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
gw suka pidato Aksa seperti menelanjangi beberapa oknum yang memang adalah iya korupsi kecil kecilan kek gitu biar pada nyaho 🤭🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
aaaaa kenapa ada inisial G ini 😭😭wah Author ngajak gelutttt nih🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Aksa yang sabar iya itu coklat memang buat Maya dari Bella tapi Rahmat yang bawa kesana kemari 😭🤣🤣🤭
Manusia Biasa: cemburu dia
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!