NovelToon NovelToon
Yohana

Yohana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Fantasi
Popularitas:381
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

"Aku tidak ingin bolos sekolah, sayang. Aku ingin lulus sekolah," ucap Aldo.

"Sehabis lulus apa yang kamu mau?" ucap Hana sambil menaikkan alisnya.

"Sehabis lulus aku ingin kuliah agar mudah mencari pekerjaan, haha," ucap Aldo.

"Ya sudah. Mulai besok kamu bawa saja semua pakaianmu dari rumah agar kamu berangkat sekolah dari sini, oke, sayang?" ucap Hana sambil tersenyum.

"Oke... sampai nanti, aku pamit dulu," ucap Aldo lalu melangkahkan kaki.

"Oyy, kenapa tidak ke kamar mandi dulu saja, sayang? Main pergi-pergi saja," ucap Hana.

"Nanti di rumah sekalian mandi," ucap Aldo sambil membuka pintu lalu kembali melangkahkan kaki.

Saat Aldo menuju pintu depan, kedua orang tua Hana baru saja duduk di kursi depan. Orang tua Hana pun bertanya kepada Aldo.

"Nak Aldo mau ke mana?" ucap ibu Hana.

"Aldo mau pamit, Tante. Mau berangkat sekolah," ucap Aldo sambil berdiri dan terdiam.

"Umm, ya sudah, Nak Aldo. Jangan bolos, ya, sekolah. Mama dukung kamu. Oh iya, jangan panggil Mama dengan sebutan Tante. Rasanya tidak enak Mama dengar. Panggil Mama saja," ucap ibu Hana.

"Iya, Mama. Aldo mau fokus ke sekolah dulu. Ya sudah, Mama, Aldo pamit, ya," ucap Aldo lalu melangkah mendekat dan mencium tangan ibu Hana.

"Ya sudah, Nak Aldo, hati-hati di jalan," ucap ibu Hana.

Setelah mencium tangan ibu Hana, Aldo pergi menuju pintu depan rumah. Ayah Hana belum terlihat, jadi Aldo tidak sempat berpamitan dengannya. Jarak dari rumah Hana menuju rumah orang tuanya tidak terlalu jauh. Aldo terus melangkahkan kaki hingga sampai di depan rumahnya. Aldo lalu membuka pintu rumahnya.

Krekkk...

"Aldo, kenapa pulang? Malam pertamanya bagaimana, Aldo?" tanya ayah Aldo.

"Ish, Bapak mah kepo. Sudah ah, Pak, Aldo mau mandi, nanti kesiangan untuk berangkat sekolahnya," ucap Aldo lalu berlalu menuju kamarnya.

"Haha, sepertinya anak Papa sudah pandai menikmati malam pernikahannya," ucap ayah Aldo sambil menatap Aldo melangkahkan kaki.

Setelah di kamar, Aldo mengambil handuk dan mempersiapkan pakaian sekolahnya. Setelah semua pakaian sudah disiapkan di atas ranjang, Aldo melangkahkan kaki menuju pintu. Pintu ditarik hingga terbuka oleh Aldo. Saat Aldo melangkah keluar kamarnya, ibunya menatap dan bertanya kepadanya.

"Aldo, kamu kapan pulang?" tanya ibu Aldo.

"Barusan, Mama. Aldo mau mandi dulu, Ma, takut terlambat berangkat ke sekolahnya," ucap Aldo sambil langsung melangkahkan kaki menuju kamar mandi.

Sedangkan Hana di rumahnya masih duduk di atas ranjang. Dia merasa begitu bahagia karena semalam dia merasakan permainan Aldo yang sah. Sambil duduk, Hana mulai tersenyum-senyum, membayangkan perasaannya. Malam itu adalah pertama kalinya Hana merasakan tanpa paksaan. Hana pun berdiri melangkahkan kaki menuju ruang bawah karena ibunya baru saja memanggil Hana dengan berteriak.

"Hana!" panggil ibu Hana dari lantai bawah.

Tanpa menjawab, Hana melangkahkan kaki dengan tenang menuruni tangga. Namun, di bawah tangga, ibunya menatapnya sambil berbicara.

"Hana, kamu tidak dengar Ibu memanggilmu?" ucap ibu Hana.

Hana, sambil menuruni tangga, tersenyum membayangkan Aldo. Namun, ibunya kembali berbicara sambil berteriak.

"Hanaaa!" panggil ibu Hana.

"Ehh, iya, Mah," ucap Hana sambil terkejut dan senyumnya pun menghilang.

"Mama dari tadi memanggil-manggil kamu, kamu tidak jawab, Hana. Ayo, Hana, kita makan. Sudah Mama tungguin dari tadi," ucap ibu Hana.

"Maaf, Mama. Hana tidak tahu. Hana cuma kepikiran saja, Mama," ucap Hana lalu menutup mulutnya karena keceplosan.

"Kepikiran apa, sih, anak Mama ini? Emm... kepikiran semalam sama Aldo, hehe," ucap ibu Hana.

"Enggak, kok, Mama," ucap Hana.

"Jangan bohong kamu. Mama tahu sendiri dari wajah kamu. Ayo, kita makan dulu, anak Mama yang cantik," ucap ibu Hana.

"Iya, Mama, ayo," ucap Hana.

Mereka berdua melangkahkan kaki menuju ruang dapur untuk makan bersama ayah dan ibu Hana. Sedangkan Aldo, dia sedang menyalakan sepeda motornya untuk berangkat ke sekolah. Aldo pun melajukan motornya dari rumah menuju sekolah. Dalam perjalanan, Aldo sempat fokus, namun tiba-tiba dari arah belakang, Alex yang juga menggunakan sepeda motor membunyikan klakson.

Kikkk...

Alex mencoba menyamping, lalu berbicara kepada Aldo yang sedang mengendarai motornya. Meskipun mereka berdua menaiki kendaraan, Aldo tetap mendengar suara Alex.

"Aldo, sudah sarapan belum?" tanya Alex.

"Belum, Lex. Memangnya kenapa?" jawab Aldo.

"Bagaimana kalau kita mampir dulu ke tempat makan?" tanya Alex.

"Boleh. Kita mampir di mana, nih?" tanya Aldo.

"Ikutin aku saja, ayo," ucap Alex lalu melajukan motornya lebih awal.

Aldo pun mengikuti Alex dari belakang. Setelah beberapa saat, Alex mencoba mengarahkan ke tempat parkir, lalu berhenti. Aldo juga ikut berhenti. Mereka berdua memarkirkan motornya. Saat Alex menurunkan motornya, dia langsung mengajak Aldo untuk menuju ke restoran.

"Ayo, Aldo, kita makan di sini," ucap Alex.

"Boleh. Lexy sama yang lain pada ke mana?" tanya Aldo sambil menuruni motornya yang terparkir.

"Mereka kayaknya sudah ke sekolahan, deh," jawab Alex.

"Emm... tidak berangkat bareng begitu?" ucap Aldo. Mereka berdua melangkahkan kaki bersama-sama menuju restoran.

Saat akan masuk ke dalam, Aldo ditanya oleh Alex hingga dia terhenti.

"Al, kemarin aku dapat info dari yang lain. Kamu sudah menikah, ya, sama Hana?" tanya Alex.

"Ehh, iya, Lex. Kemarin menikah, tapi cuma sederhana, kok. Enggak bisa mengundang kalian buat datang," ucap Aldo.

"Emm, selamat, ya, Do. Sudah punya istri sekarang," ucap Alex sambil tersenyum.

"Hehe, terima kasih, Lex. Ayo kita makan, nanti kesiangan berangkat ke sekolah," ucap Aldo.

Mereka berdua pun melanjutkan langkah kaki masuk ke dalam restoran hingga menuju tempat duduk yang kosong. Mereka duduk. Aldo pun memanggil pelayan restoran dari kursi yang mereka duduki.

"Mbak, kemari," ucap Aldo.

Pelayan pun melangkah mendekat ke arah meja tempat Aldo dan Alex duduk. Saat berada di depan mereka, pelayan pun bertanya.

"Mau pesan makanan apa, Kak?" tanya pelayan.

"Pesan nasi goreng sama ayam ada?" ucap Aldo tanpa meminta buku menu.

"Ada, Kak. Minumnya sama apa? Kalau Kakak yang satunya mau pesan apa?" tanya pelayan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!