yaseer, seorang anak yang hidup di negara konflik. keluarga petani zaitun, namun dia bermimpi untuk mengembangkan usaha orangtuanya dewasa kelak. Namun, karena konflik semakin parah, semua usahanya perlahan runtuh. hingga ketika konflik berhenti, yaseer berusaha sekuat tenaga nya beserta keluarga nya untuk membangun kembali. tapi tiba-tiba hantaman rudal dari penjajah meluluh lantakkan bahan utama usahanya. hingga akhirnya menghancurkan usahanya tak bersisa. akan kah yaseer bangkit kembali atau tamat dengan keadaan fustasi berat? yuk kita simak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummi Adzkia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22 Pelanggaran
Kesepakatan sudah berlaku sejak sepekan lalu. Para pengungsi sudah bisa bekerja lebih semangat dengan penghasilan yang lebih baik dari hari sebelumnya.
Bantuan logistik sudah masuk dua hari lalu. Fasilitas kesehatan di perbaiki dengan di datang kan lagi dua dokter yang bertugas.
Keceriaan warga ungsian ternyata tak bertahan lama kawan. Satu gangguan kecil dari salah satu militer zionis yang memukul seorang warga pengungsi saat mabuk.
Terjadi saat malam hari, ketika ada rombongan warga yang baru pulang dari bekerja. Mereka di cegat di perjalanan dekat camp. Awalnya mereka hanya membiarkan saja tak menggubris apapun yang di lakukan zionis itu.
Namun entah bagaimana tiba-tiba ia menyerang dengan memukul satu warga dengan moncong senjatanya hingga melukai kepala dengan luka serius.
Warga yang terluka langsung saja di serahkan pada dokter untuk ditangani dan zionis yang mabuk itu di seret ke camp mereka sebagai tawanan.
Pagi hari tiba, saat satu zionis mabuk itu tersadar dalam keadaan di ikat. Ia memberontak tak terima di perlakukan tak hormat. Sumpah serapah di layangkan. Namun semua mengacuhkannya, bahkan hanya dijadikan tontonan anak-anak dengan pengawasan orang dewasa.
" Ummi, kenapa orang itu ada disini- diakan orang jahat.." Tanya seorang anak kepada ibunya yang melintas di depan tawanan itu.
" Iya dia di sini karena sudah melukai saudara kita." Jawab ummi nya.
" Kenapa dibawa kesini?" tanya nya lagi.
" Untuk diadili nantinya. Supaya jera." Jawab umminya seadanya sekalian memberi contoh.
" Oh kalau sudah melukai orang lain harus di hukum ya mi?" Polosnya.
" Iya, supaya tidak mengulangi perbuatan buruknya lagi." Jawabnya sederhana.
" Kalo gitu aku akan jadi anak baik..!" tekad sang anak.
Umminya mengangguk setuju dan tersenyum mengelus kepala anaknya sayang.
****
" Tuan, bagaimana dengan tawanan itu?" Tanya salah seorang anggota kelompok Ahmad.
" Apakah tidak berbahaya jika kita menawan nya disini?" Tanya yang lain.
Ahmad, ketua kelompok itu hanya diam berfikir. Bagaimana kelanjutan berikutnya supaya tidak membahayakan warga camp tapi juga memberi efek jera pada pendudukan zionis itu.
" Kita akan hadapi jika mereka mencari nya hingga kemari!" jawabnya singkat.
Ia menyiapkan strategi supaya maksud nya tercapai. Yakni tidak membuat kericuhan yang membahayakan warga camp nantinya.
*****
Brum...brum...
Sebuah mobil jip mendekati camp. Lalu berhenti di depan jalan masuk menuju camp. Dan keluarlah tiga orang bersenjata dari pendudukan zionis.
" Apa tujuan kalian datang kemari..?" Tanya Hamid, anggota kelompok Ahmad yang sedang berjaga di pintu utama.
" Kami mencari anggota kami yang belum kembali sejak semalam.." Jawabnya acuh.
" Mengapa kalian mencarinya kemari?" pancing Hamid.
" Karena kami mendengar jika ia semalam mabuk di luar base camp." Jawabnya lagi.
" Lalu apa hubungannya dengan kami..!?" tanya Hamid menyudutkan.
Para pendudukan itu terdiam sejenak.
" Panggil pemimpin kalian!" Putusnya.
" Untuk apa?" jawab Hamid masih acuh.
" Aku tahu jika prajurit kami ada di sini. cepat panggilkan saja..!!!" seru nya gemas.
" Seyakin itu jika anggota kalian ada disini? Apa untung nya buat kami menampung nya heh?" Masih dengan tenang Hamid terus memancing nya.
" Kami tidak punya banyak waktu, cepat panggilkan saja pemimpin kalian.!!"
" Atau kami hancurkan tempat ini...!!!" lanjutnya mengancam.
" Lakukan saja. Maka kami akan balas dengan lebih perih..!" Jawab Hamid dengan wajah serius tak setenang tadi.
Mereka akhirnya saling membisu. Hingga tak lama muncullah Ahmad dengan rombongan nya yang mendapat laporan jika ada satu mobil zionis datang ke camp mereka.
" Apa tujuan kalian kemari?" Tanya Ahmad tanpa basa-basi.
" Serahkan anggota kami yang kalian tawan..!!" Jawab salah satu anggota zionis itu.
" Yang mana?" Tanya santai Ahmad.
" Jangan bertele-tele. Cepat serahkan saja. Atau kesepakatan kita batal..!" ancam nya kehabisan kata.
" Cih... Kesepakatan yang mana?" Cibirnya Ahmad.
" Anggota mu menyerang warga ku saat mabuk. Apa kalian tidak mengawasi anggota kalian dengan baik heh..?!" lanjutnya geram.
" Itu kesalahan kalian kenapa berurusan dengannya.." Jawab zionis itu tanpa rasa bersalah.
" Siapa yang mau berurusan dengan manusia licik seperti kalian heh.... "
" Sudah lama kami berusaha mengusir kalian dari tanah kami karena kami tak mau berurusan dengan kalian.." Sekak nya makin geram.
" Baiklah. Supaya tak ada keributan. Lebih baik kalian serahkan saja anggota kami..!" Putus anggota zionis menyerah.
" Mudah sekali kalian mengambilnya. Setelah apa yang ia lakukan pada warga kami hingga terluka parah heh?" Cibir Ahmad tak habis pikir.
" Apa yang kalian inginkan dari kami?" Tanya zionis itu mencari kesepakatan.
" Kami ingin kalian membebaskan semua akses kami keluar masuk kota ini. Tanpa gangguan, tanpa acungan senjata apalagi sampai pembunuhan..!" Tegas Ahmad membuka kesepakatan.
" Itu berlebihan. Kami harus membicarakan hal ini pada atasan kami..!!". Tolaknya di luar prediksi.
" Terserah kalian. Tapi jika ingin anggota kalian kembali dengan utuh, maka kabulkan... mudah saja bukan.. Hehe...." Sarkas nya merendahkan.
" Baiklah kami akan kembali lagi.. " putus zionis itu menyerah saja dan memikirkan strategi baru.
" Pergilah dan bawa hal baik untuk kami disini.." Dengan senyum seringai Ahmad mempersilakan mereka pergi.
Para zionis itupun pergi dengan tangan kosong. Mereka tak mengira jika para warga pengungsi muslim itu ternyata cukup cerdik.
" Harusnya biarkan saja dia mati disana bos.. " celetuk salah satu zionis itu diperjalanan kembali' ke base camp mereka.
" Mau nya sih begitu, tapi jika kau ditanya atasan apa jawab kita heh?"
" Membiarkan anggota mu mati ditangan musuh dengan cara tak hormat sama sekali..". Gumam nya yang masih di dengar oleh rekan sebelahnya.
" Apa kita harus melaporkan ini pada komandan?"
" Ya sepertinya begitu... " putus semangat mereka akan kecerobohan satu anggota mereka.
*****
Rupanya kesepakatan tak sampai. Para zionis itu malah menutup kembali titik chekpoint akses bantuan ke pengungsian.
Kesepakatan yang sudah di buat mereka langgar sedikit demi sedikit. Hingga sudah dua pekan bantuan logistik tak datang lagi. Kelaparan pun melanda mereka untuk kesekian kalinya setelah hampir Delapan bulan berada di pengungsian ini.
" Hari ini kita tak ada makanan lagi ya mi...." Tanya Haniya lemas.
" Bersabar ya nak. Allah pasti akan memberikan jalan terbaik untuk kita... " Jawab ummi masih selalu menenangkan.
" Kenapa tidak di bebaskan saja tawanan itu ya mi. Kan kita jadi kena akibatnya..." Yaseer angkat suara.
" Dengan di bebaskan atau tidak, jika mereka mau melanggar kesepakatan itu sangat mudah sayang... Kita tidak bisa menyalahkan usaha yang sudah di rencanakan. " Terang ummi nya hati- hati.
" Padahal kita hanya minta jalur akses kita dipermudah, tapi mereka berat sekali. Karena mereka takut kekuatan pemerintah mereka melemah." Jabar ummi lebih masuk akal.
" Artinya jika mereka membebaskan akses kita, maka pemerintah mereka secara tidak langsung berada di bawah kendali kita begitu mi?" Analisa Haniya.
" Nah seperti itulah sederhana nya." setuju ummi.
" Jika mereka menuruti kemauan kita, bisa jadi nanti akan semakin kuat kekuatan dan kekuasaan kita sehingga bisa dengan mudah menggeser mereka." Lanjut ummi lagi.
" Wah bener juga ya. Cerdik Tuan Ahmad meminta itu pada mereka.." Bangga Yaseer akhirnya.
" Makanya para penjajah itu menolak dan malah berbuat kerusuhan. Sebagai tanda kalau mereka masih berkuasa atas kita.. " Simpul ummi atas analisa situasi yang mereka hadapi saat ini.
" Belum tau aja mereka, nantinya akan membangunkan singa yang sedang tidur... " Terawang Yaseer.
" Semoga kita bisa merasakan kebebasan lagi ya.. Bukan kehancuran.." Harap ummi di setujui anak-anaknya.
Beberapa saat mereka terdiam mencerna apa yang baru saja mereka bicarakan. Hingga—
" Tapi sekarang perut aku lagi nangis mi...." Kata Abia dramatis.
" Dari tadi berisik aja. Lagi tantrum karena ga di kasih makanan.. " Lanjutnya sambil memegang perutnya yang perih.
" Kalo perut kakak lagi ada konser dek" celetuk Yaseer.
" Ribut juga ya kak...?"
" Hmm... Lagi rock n roll kayaknya. Tabuh drum nya kenceng banget, sampe nyesek ke ulu hati.." Terang Yaseer lebih dramatis.
" Kalo kita aja kelaparan, gimana kalo tawanan itu di tukar aja sama bantuan mi.." Usul Hania.
" Daripada disini hanya jadi beban. Jadi tambah mulut yang harus di beri makan.." Lanjutnya
" Ya biarin aja kak, biar tau kalo kita lapar ya dia juga harus lapar. Toh dia juga kita manfaatin tenaganya disini buat bantu-bantu. Ya seolah warga baru aja mungkin... " Ujar Yaseer.
" Kali aja jadi muslim juga hehe .." Lanjut Yaseer lagi.
happy reading 💪
happy Ied Mubarak
komen baik nya ditunggu ya.