NovelToon NovelToon
PEDANG ABADI:NAM LING

PEDANG ABADI:NAM LING

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:593
Nilai: 5
Nama Author: Keiro_ganteng

Di dunia di mana energi gaib dan iblis berkeliaran, Nam Ling adalah pemburu iblis yang telah hidup lebih dari seratus tahun berkat kekuatan pedang abadi yang menyatu dengan dirinya. Dulu seorang prajurit kerajaan yang terhormat, dia kehilangan segalanya ketika iblis membanjiri daratan dan membunuh orang tersayangnya.

Setelah menghabiskan abad untuk memburu makhluk kegelapan, Nam Ling tiba di Desa Hua—tempat yang dikabarkan menjadi sarang energi jahat baru yang lebih kuat dari iblis biasa. Di sana, dia bertemu dengan Yue Xin, seorang gadis muda yang memiliki kemampuan melihat jalur energi gaib dan menyimpan rahasia besar tentang asal-usul kekuatan pedang Nam Ling.

Saat makhluk kegelapan yang lebih kuat mulai muncul dan mengancam keselamatan seluruh daratan, Nam Ling harus memilih antara melanjutkan dendam pribadi atau bekerja sama dengan Yue Xin dan penduduk desa untuk menghentikan bahaya yang akan menghancurkan dunia. Di balik pertempuran yang tak berkesudahan, tersembunyi rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keiro_ganteng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 – MARKAS TERSEMBUNYI SEKTE KEGELAPAN

Kelembapan hutan menyelimuti tubuh setiap orang yang menyusuri jalan kecil menuju kaki Gunung Tianwu. Nam Ling berjalan di depan barisan, matanya merah menyala terang seperti bara yang tidak pernah padam. Udara semakin pekat dengan aroma tanah basah dan energi yang mengganggu – jelas bukan hanya kebetulan mereka sampai di tempat ini.

“Jejak di sini berbeda dari yang kita temui sebelumnya,” ucap Nam Ling sambil menyentuh permukaan batu besar yang terletak di pinggir jalan. “Ada bekas sentuhan energi yang diciptakan secara sengaja – bukan hanya dari alam bawah, tapi dari tangan yang menguasai kekuatan jahat.”

Tanpa berlama-lama, mereka melanjutkan perjalanan ke dalam hutan yang lebih dalam. Di kejauhan tampak sebuah bangunan kayu yang sudah lapuk, namun masih berdiri kokoh. Itu bukan rumah atau gua – lebih seperti sebuah markas tersembunyi yang dibuat dengan cermat.

“Ini pasti markas mereka,” bisik Yue Xin sambil mengamati sekeliling. “Ada tali temali yang kusut di tanah, seperti yang pernah digunakan nenek moyangku untuk menangkap energi jahat.”

Nam Ling mengangguk perlahan. “Kita harus berhati-hati. Segala sesuatu di sini bisa menjadi jebakan jika kita tidak berhati-hati.”

Tiba-tiba, suara langkah kaki berbarengan terdengar dari balik semak tinggi. Lima sosok berpakaian hitam pekat muncul dengan cepat – masing-masing membawa senjata tajam yang menyala dengan energi gelap. Mereka adalah anggota inti sekte "Klan Kegelapan" – kelompok yang telah bekerja sama dengan pedagang antik untuk menyebarkan energi jahat.

“Kamu tidak akan menyelamatkan desa itu!” teriak salah seorang dengan suara seperti guntur. “Energi alam bawah akan menguasai semua – termasuk kamu!”

Nam Ling hanya berdiri tenang, tangannya mulai mengeluarkan cahaya keemasan. “Kekuatanmu tidak akan pernah mampu mengalahkan kebersamaan kita,” ucapnya dengan tegas.

Salah satu anggota sekte melesat cepat ke arah Nam Ling. Namun sebelum menyentuhnya, Pedang Abadi menyambar dengan cepat – CLASH! Bunyi keras menggema saat bilah bertabrakan dengan cakar makhluk itu. Percikan cahaya keemasan menyilaukan mata mereka sebentar sebelum hilang.

Sementara itu, Yue Xin melihat energi gelap mulai menyebar dari arah markas. Dia segera berteriak, “Semua ke posisi! Jangan biarkan energi itu menyentuh desa!”

Pak Zhang bersama penduduk desa segera membentuk lingkaran dengan tangan saling menggenggam. Yue Xin berdiri di tengahnya, mengangkat tangan ke atas sambil mengucapkan mantra nenek moyangnya: “Tanah melindungi kita, langit membimbing kita, energi kita menyatu!”

Cahaya putih mulai menyala dari tengah lingkaran mereka, membentuk tembok pelindung yang kuat. Beberapa energi gelap yang mencoba menerobos langsung terhalang dan menghilang seperti asap.

Di sisi Nam Ling, pertempuran semakin sengit. Makhluk besar dengan kulit hitam itu terus menyerang dengan cepat. Setiap gerakan Nam Ling terlihat mengalir seperti air – cepat namun terkontrol. CLANG! CLANG! Bunyi benturan berulang kali saat dia menghalangi serangan dari segala arah.

“Kamu tidak akan pernah menghentikan rencana kami!” teriak pemimpin sekte itu sambil mengeluarkan energi gelap yang lebih kuat. “Kita akan menguasai semua kekuatan alam bawah!”

Nam Ling menghela nafas dalam, lalu mengayunkan Pedang Abadi dengan kekuatan penuh. Cahaya keemasan menyala terang, membuat makhluk itu terpental ke belakang. “Kekuatanmu bukan milikmu sendiri,” ucap Nam Ling dengan suara tegas. “Kamu hanya menggunakan apa yang tidak kamu mengerti – dan itu akan menjadi kejatuhanmu!”

Saat itu, Yue Xin melihat ada sosok yang muncul dari balik batu besar di dekat markas – sosok wanita dengan mata biru yang tenang, mengenakan jubah putih bersih. “Kamu bukan satu-satunya yang bisa mengendalikan energi,” ucap wanita itu dengan suara lembut seperti angin. “Kita adalah penjaga yang sama – yang berbeda hanya cara kita melindungi yang kita cintai.”

Nam Ling menyadari bahwa sosok itu adalah salah satu dari keluarga Wei yang pernah dia dengar cerita. “Kamu adalah penjaga segel yang lain, bukan?” tanyanya.

Wanita itu mengangguk. “Kita bekerja sama untuk menjaga keseimbangan – tapi ada yang ingin memecah belah segel agar bisa mengambil kekuatan untuk diri sendiri. Kita harus menyatukan kekuatan untuk menghentikan mereka sebelum terlambat.”

Sementara itu, di desa, Pak Zhang dan penduduk lain sudah mulai merasa getaran kuat dari arah Gunung Tianwu. “Segel sudah mulai goyah lagi!” teriaknya. “Kita harus segera kembali membantu mereka!”

Nam Ling menoleh ke arah desa yang jauh, lalu kembali menghadap makhluk besar itu. “Waktunya sudah tiba,” ucapnya dengan suara yang menggema. “Mari kita akhiri ini dengan cara yang benar – bukan dengan kekerasan semata, tapi dengan kesatuan energi yang benar!”

Makhluk itu mulai terlihat ragu, lalu perlahan melepaskan energi yang ada di dalam tubuhnya. “Jika itu yang kamu inginkan,” ucapnya dengan suara pelan, “maka aku akan membantu dengan sekuat tenaga.”

Nam Ling mengangguk, lalu mengangkat Pedang Abadi ke atas. Cahaya keemasan menyatu dengan cahaya putih dari Yue Xin dan penduduk desa. Suara besar menggema saat energi menyatu menjadi satu – membentuk perisai yang kuat melindungi seluruh desa dan sekitarnya.

Setelah itu, makhluk besar itu mulai menghilang perlahan, meninggalkan sebuah batu kecil berbentuk bulan. Nam Ling mengambilnya dengan hati-hati, lalu melihat ke arah Yue Xin yang sedang tersenyum bahagia bersama penduduk desa.

“Kita berhasil, Pak!” teriak Yue Xin dengan suara riang. “Segel sudah kuat kembali – desa aman sekarang!”

Nam Ling tersenyum hangat, merasakan kedamaian yang kembali menyelimuti Desa Hua dan seluruh wilayah sekitar Gunung Tianwu. Udara menjadi segar kembali, dan sinar matahari mulai menyinari setiap sudut desa yang dulunya gelap gulita.

1
Kaisar Abadi
bagus bagus
Kaisar Abadi
mampir bree😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!