NovelToon NovelToon
AXELLE

AXELLE

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Bad Boy
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

sequel: terpaksa menikah adik tiri × bayi rahasia idola kampus

Axelle Aididev Atharic adalah definisi masalah berjalan di SMA Galaksi. Nakal, keras kepala, dan anti diatur. Hidupnya yang bebas mendadak jungkir balik saat sebuah kecelakaan konyol memaksanya terjebak dalam nikah kilat dengan Rea Zelene Xavandra, cewek paling ambisius dan kaku di sekolah.

Dua kutub utara dan selatan harus tinggal di bawah satu atap yang sama. Bagi Axelle Aididev Atharic, ini adalah penjara. Tapi bagi sang istri, Rea Zelene Xavandra, Axelle adalah rahasia terbesar yang harus ia sembunyikan rapat-rapat demi reputasinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

...

..

  ,Pukul 23.00 WIB. Apartemen itu masih bising dengan suara speaker TV yang memutar gim balap motor. Arsen teriak-teriak heboh, sementara Valerie sesekali mengomeli kakaknya karena koneksi Wi-Fi yang katanya melambat.

Di dalam kamar yang gelap, Rea duduk di pinggir tempat tidur dengan jantung yang hampir meledak. Ia mendengar suara kunci pintu kamar diputar dari dalam. Axelle baru saja masuk setelah berhasil "menjinakkan" dua tamunya di luar.

"Lo ngapain kunci pintu?! Buka gak!" desis Rea pelan tapi tajam. Suaranya bener-bener kayak macan mau menerkam.

"Berisik, Xavandra. Lo mau mereka denger suara cewek di kamar gue?" Axelle berjalan mendekat, melempar kaos bersih ke arah Rea. "Sana ganti baju di kamar mandi. Jangan keluar sampe subuh."

Rea berdiri, mukanya merah padam. "Gue tidur di mana, Atharic? Jangan bilang di lantai!"

Axelle menunjuk kasur king size-nya dengan dagu. "Kasur gue cukup buat berdua. Lagian gue capek, abis tawuran, abis dihukum Pak Satria, sekarang harus ngadepin drama lo. Tidur atau gue seret lo keluar biar ketemu Valerie?"

Rea langsung jadi Reog. Dia memukul lengan Axelle pake bantal berkali-kali. "Gila lo ya! Najis! Gue gak mau satu kasur sama lo! Minggir! Keluarin gue dari sini!"

"Diem!" Axelle menangkap kedua pergelangan tangan Rea, menguncinya ke tembok. Napas mereka menderu di kegelapan. "Valerie itu jagoan stalking. Sekali dia denger suara berisik, dia bakal dobrak pintu ini. Lo mau besok pagi satu sekolah tau Ketua OSIS Galaksi lagi 'nginep' di kamar gue?"

Rea bungkam. Matanya berkaca-kaca karena kesel sekaligus takut. Akhirnya, dengan sangat terpaksa, Rea tidur di ujung kasur paling kanan, sementara Axelle di ujung paling kiri. Ada jarak satu meter dan bantal guling yang jadi "Tembok Berlin" di antara mereka.

Rea nggak bisa tidur. Dia denger suara napas teratur Axelle, dan itu bikin dia makin ngerasa dunianya udah kebalik.

  Rea akhirnya lelap sedangkan axelle? matanya malah susah di ajak kompromi, dia tadinya cuma pura pura tidur aja biar Rea gak kebanyakan drama. sesekali melirik rea yang tanpa kaca matamata. wajah kakunya melunak tak ada ekspresi datar lagi, yang ada Rea si putri tidur di kasurnya.

padahal axel, baru saja tidur kebangun karena merasakan ada pergerakan, dia membuka mata pelan. jantung nya berdetak saat posisi tidur mereka kayak pasutri beneran, (emang beneran deng) tangan rea melingkar di pinggangnya memeluknya erat sesekali terdengar dengkuran halus.

  axelle rasa ini cobaan, dia merasakan panas dan ketar ketir tak bisa tidur lagi, axelle melirik jam 04.40 dia perlahan melepaskan pelukan rea pelan membenarkan posisi gadis itu dan pergi ke kamar mandi.

Rea terbangun karena alarm getar di ponselnya. Dia kaget pas liat Axelle udah bangun duluan dan lagi pake jaket.

"Pake hoodie gue, tutup kepala lo," bisik Axelle. "Gue bakal bikin pengalihan di dapur. Pas gue teriak, lo lari ke pintu keluar, jangan noleh."

Rea menurut. Dia pake hoodie kebesaran milik Axelle yang baunya maskulin banget. Begitu Axelle keluar, dia denger suara gaduh di dapur.

"ARSEN! VALERIE! BANGUN WOI! ADA KEBAKARAN!" teriak Axelle bohong sambil mukul-mukul panci.

"Hah? Mana? Kebakaran?!" Arsen loncat dari sofa dengan muka bantal. Valerie teriak histeris sambil nyari tas branded-nya.

Di saat mereka panik lari ke arah dapur, Rea melesat keluar dari kamar, menyambar sepatunya di deket pintu, dan langsung keluar apartemen secepat kilat. Safe! Dia berhasil lolos.

...----------------...

Setelah suasana tenang, Axelle duduk di meja makan sambil ngeliatin Arsen dan Valerie yang masih ngos-ngosan.

"Gak ada kebakaran. Cuma simulasi biar kalian bangun pagi," ucap Axelle datar.

"IH KAK AXEL JAHAT BANGET!" Valerie nangis kesel.

"Denger ya, kalian berdua gak bisa tinggal di sini," lanjut Axelle tegas.

Arsen mengernyit. "Loh, kenapa Bang? Katanya Daddy Kelvin nyuruh kita di sini?"

Axelle berdiri, masuk ke kamar dan narik koper mereka keluar. "Apartemen ini sempit. Gue biasanya ke sini cuma kalau lagi males pulang ke rumah karena sepi. Tapi sekarang ada kalian, gue ngerasa makin sumpek. Kamar cuma satu, gue gak mau tidur sekamar sama Arsen yang tidurnya kayak baling-baling bambu."

"Terus kita ke mana?" tanya Valerie bingung.

"Kita pindah ke rumah," ucap Axelle menyeringai. "Di sana kamar banyak, asisten banyak, kalian bisa main sepuasnya. Gue juga bakal tinggal di sana... kadang-kadang. Mobil udah nunggu di bawah. Cepet, gue mau sekolah!"

Arsen dan Valerie akhirnya nurut, mereka didepak masuk ke mobil jemputan menuju rumah mewah keluarga Atharic. Axelle bernapas lega. Dia berhasil mengamankan "wilayah privasi"-nya bersama Rea.

...----------------...

 Suasana kantin SMA Galaksi saat ini mendadak hening saat pintu kaca otomatis terbuka. Seorang cowok tinggi dengan postur atletis melangkah masuk. Dia mengenakan jas almamater MPK yang sangat rapi, dengan bordir logo timbangan emas di saku kirinya—lambang kekuasaan sekolah. Di dada kanannya tersemat lencana emas: International Chess Grandmaster - Gold Medalist.

"Eh, itu kan... ziro ?" bisik Jovanka hampir menjatuhkan tabletnya. "Dia beneran balik hari ini? Gila, makin ganteng aja setelah sebulan di Swiss!"

ziro berjalan dengan langkah tenang, auranya begitu berwibawa. Mata ziro menyapu seisi kantin, lalu berhenti tepat di meja tempat Rea sedang duduk. Senyum tipis terukir di wajah cowok itu.

"Hai, Re. I'm back," suara ziro rendah dan sangat bersahabat.

Rea mendongak, matanya berbinar seketika. "Ziro?! Ya ampun, selamat ya buat medali emasnya!" Rea langsung berdiri, tampak sangat akrab dengan ziro. Mereka sudah bersahabat sejak SMP.

Dari meja pojok, Axelle yang sedang memutar-mutar garpu langsung membeku. Dia melihat Rea tertawa lepas—tawa yang nggak pernah Rea kasih ke dia.

"Siapa tuh cowok sok rapi?" tanya Arsen yang duduk di samping Axelle.

"Kenziro Harata. Ketua MPK. Anak emas sekolah. Dan denger-denger... dia naksir Rea," bisik Ferro kompor.

 "hooh.. karena dia cuma deketnya cuma sama rea doang.. wajar di gosipin gitu" imbuh arkan

Axelle berdiri, menggeser kursinya dengan bunyi BRAK! yang sangat nyaring. Dia berjalan santai tapi penuh intimidasi menuju meja Rea dan Ziro.

"Oh, jadi ini pahlawan catur yang dibangga-banggain itu?" celetuk Axelle sambil bersedekap di samping Rea.

Ziro menoleh perlahan. Dia tidak kaget. Dia malah menatap Axelle dengan senyum sopan yang terasa sangat meremehkan. "Axelle Aididev Atharic. Masih hobi koleksi poin pelanggaran, ya? Sebagai Ketua MPK, gue baru aja baca laporan disiplin lo yang numpuk di meja pembina."

"Masih hobi ngurusin urusan orang, ya?" balas Axelle ketus.

Ziro memperbaiki posisi kacamatanya. "Gue nggak ngurusin urusan orang, gue menjalankan fungsi pengawasan. Dan sebagai orang yang ditugaskan mengawasi kinerja OSIS, gue rasa gue punya banyak hal buat dibahas bareng Rea... termasuk waktu luang di luar jam sekolah."

Ziro lalu menoleh ke arah Rea, mengabaikan Axelle. "Re, nanti pulang sekolah bareng yuk? Gue mau kasih oleh-oleh dari Swiss sekalian ada beberapa laporan evaluasi program kerja OSIS yang harus gue kasih ke lo sebagai Ketua OSIS."

Rea sempat melirik Axelle yang rahangnya sudah mengeras. "Eh, Ziro, gue sebenernya—"

"Gak bisa," potong Axelle cepat. "Dia harus ngawasin gue sama Arsen sikat WC sore ini. Perintah Pak Satria. Kalau dia bolos ngawasin, gue skors. Lo mau tanggung jawab?"

Ziro menaikkan sebelah alisnya, senyumnya makin tipis. "Sesuai aturan AD/ART sekolah, MPK punya wewenang buat mendampingi atau mengambil alih pengawasan kalau Ketua OSIS ada agenda yang lebih mendesak. Biar gue aja yang ngawasin lo sikat WC sore ini, Xel. Biar Rea bisa istirahat. Gue juga pengen liat, seberapa bersih standar kerja lo."

Skakmat! Axelle bener-bener ngerasa kena serangan mental. Ziro menggunakan jabatannya sebagai Ketua MPK buat "menindas" balik secara halus. Ziro ini tipe yang nggak bisa dilawan pake otot, karena dia selalu punya dasar aturan.

"Gak perlu, Harata. Gue nggak nyaman diawasin sama orang yang baru balik dari luar negeri. Ntar lo kaget liat kotornya WC sekolah," balas Axelle sinis. Dia melirik Rea tajam. "Ayo, Bu Ketos. Waktunya eksekusi hukuman. Jangan telat, atau gue kabur."

Rea terjebak. Di satu sisi ada Ziro, sahabat lama sekaligus Ketua MPK yang posisinya sangat dihormati. Di sisi lain ada Axelle... suami dadakan yang menyebalkan.

"Gue... gue harus ngawasin Axelle secara langsung, Ziro. Aturan Pak Satria nggak bisa diganggu gugat. Gue harus pastiin dia nggak kabur," jawab Rea pelan, mencoba bersikap profesional.

Ziro tersenyum lembut, lalu menepuk bahu Rea sekilas. "Oke. Gue hargai dedikasi lo sebagai Ketua OSIS yang taat aturan. Tapi remember, Re... pintu ruang MPK selalu terbuka kalau lo butuh tempat yang lebih 'tenang' dari gangguan siswa bermasalah."

Ziro melangkah pergi dengan sangat cool, meninggalkan Axelle yang masih menahan emosi karena disebut "siswa bermasalah" secara terang-terangan.

"Dih, sok asik banget tuh orang! Mentang-mentang Ketua MPK gayanya selangit!" gerutu Axelle setelah Ziro jauh.

"Lo kenapa sih, Xel? Kayak nggak suka banget sama Ziro," tanya Rea.

"Gue cuma nggak mau hukuman gue jadi ajang rapat formal sama orang sok pinter kayak dia," sahut Axelle, padahal dalam hati dia bener-bener panas melihat betapa akrabnya Rea dengan cowok "sempurna" itu.

1
Desy Bengkulu
aaaa aku salting tingkat brutal kak , aku baper , meleleh aku 🫠🫠🫠
Desy Bengkulu
kak up 2 dong kepo sama rea di apartemen masih ngamuk apa enggak🙏🙏🙏
Desy Bengkulu: aku cht kmu di apk beb , respon ya
total 4 replies
Desy Bengkulu
di sini ceritanya rea yg cemburu , dan rea yang jadi ratu danial wah mantab kk author 🤣🤣
Desy Bengkulu
axelle jd curhat ke rea😁😁udh bingung mau komen apa yg pasti , mereka cocok dan buat gemes ,
Desy Bengkulu
orang iri mah bego bin lolo ,
valery di lawan singa betina nya xander lo 🤣🤣🤣🤣
jhiee: hahah.. badboy galaksi aja bertekuk lutut🤣..
total 1 replies
Desy Bengkulu
gangsinya setinggi menara Eiffel sih
gemes jadi nya🤣🤣🤣🤣
rea keceplosan 🤣🤣🤣
jhiee: salting brutal beb🤣
total 1 replies
Alex
2 hati yg berbeda dg ego masing" disatukan untuk saling menyembuhkan untuk saling membuat warna yg baru dan indah,,,,
semngat thor
jhiee: sip beb🤭👍
total 1 replies
Desy Bengkulu
waah ada apa ini kok kok begini begitu waaahhh🤣🤣🤣🤣

tapi aku suka terimakasih kk author 😘😘
jhiee: hahaha🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
kak buat supaya rea bisa jadi rumah untuk axelle dong , kan aku jadi nangis kalo axelle luka gitu,

ceritanya hampir mirim kyk kisah hidup ku , axelle adalah aku si manusia kesepian yang terabaykan😭😭😭😭

jd curhat kan aku , btw makasih kk author 😘😘😘
Alex
huhuhuhuhu😭
kasian bgt my bad boy
cepet sadar ready
cepet bucin
cepet ada junior kalian
wkwkwkwkww
biar author pusing🥳🥳
jhiee: siap 👍
total 3 replies
Desy Bengkulu
masalah keluarga yang terlalu rumit , tapi kenapa gak axelle di sekolah kan di tempat ortu nya tinggal aka Thor jd kan dia gak akan sendirian ,

tapi percaya sih , semua di bawah kendali kk author, ya ikuti alur nya aja , walau baca nya sambil nangis😭😭
jhiee: ortu nya pindah pindah beb.. 🤭 kadang di London kayak bab 2 , kadang bisnis di Singapura.. kadang Elsa berobat gak cuma di Australia🤣🤣 gitu beb. kan orang sibuk bisnis dimana amana🤣🤣🤣
total 1 replies
Alex
greget Ama duo bocil ini lama"🤣
jhiee: kelakuan🤣🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
tinggal jujur aja , rea gua cemburu,susah amat sih xelle 🤣🤣🤣
jhiee: hahahaha🤣
total 3 replies
Desy Bengkulu
kok gini sih kak , kenapa mereka gak di suruh tinggal terpisah aja , tapi masih di gedung yang sama
jhiee: heheh mau gimana lagi beb.. draft nya udah numpuk banget🤣🙏
total 1 replies
Aprilia Fitriyanj
panasin si tengil ama bagas thor..coba cemburu apa kaga si tengil Axele 😍
jhiee: ada yang lebih Badass dari bagas beb🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
axele gaje , kyk nya mau mastiin rea cemburu apa enggak deh🤣🤣
jhiee: latihan bikin jantung Rea gak aman beb🤣
total 1 replies
Alex
ada yg cembokur😄😄
Alex: semoga eror terus🥳
total 2 replies
Desy Bengkulu
damm ada yang lagi kepanasan nih 🤣🤣🤣
rea pinter ngeles nye yeee🤣🤣
kak up 2 dong kepo sama yg ini😁😁😁
Desy Bengkulu: makasih beb 😘😘
total 2 replies
Desy Bengkulu
ini intraksi nya lebih lues , tapi ada condong ke arah si bucin yang hampir 🤣🤣
Desy Bengkulu
ciieee ehem2🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!