Tak ada orang baik
Yang tak punya masa lalu
Dan tiada orang jahat
Yang tak punya masa depan
Lihatlah yang kelam dari sudut pandang benderang
Niscaya pelita hatimu tak akan temaram..
Seperti itu lah aku memandang Ariana...
Tidak peduli ia seorang simpanan sekalipun
-Krisna-
****
Aku tidak berharap dia mencintaiku, aku hanyalah seorang wanita simpanan. aku tidak suci dan tidak pantas untuk aktivis sepertinya. Aku tidak ingin ia berada di dalam hidupku yang rumit, tapi sebaliknya pria itu semakin mendekatiku. Bahkan disaat dia tahu aku adalah seorang pelacur, dia tetap mendekatiku.
"Aku mencintaimu, tapi aku tidak pantas untukmu." Ariana Putri
Created: 2 October 2017
Finished: 7 Februari 2019
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Gelap dan sunyi, itulah yang Krisna rasakan. Persis dengan suasana hatinya, sejak Ariana belum membuka matanya. Ini kali pertama ia melakukan hal seperti ini. Ternyata sangat menyenangkan. Krisna tersenyum bangga karena berhasil menyelinap ke dalam rumah Andre.
Kemudian Krisna masuk ke dalam ruang kerja Andre. Ia menaruh kopian barang bukti yang kemarin Bayu berikan padanya. Ternyata memasuki rumah Andre sangatlah mudah. Ini tidak serumit yang ia bayangkan. Hanya tinggal menunggu pria itu membacanya. Krisna bisa membayangkan ekspresi wajah kesal Andre yang akan mengumpat akan dirinya berulang kali. Krisan sudah tidak sabar menunggu hal itu.
Krisna tersenyum membaca selembaran kertas yang ia tulis tadi. 'Apakah kamu masih meremehkan Anjing? Ayo kita bertemu.' hanya tinggal sedikit lagi dan rencananya akan berjalan lancar. Ia hanya perlu membuat Andre gila dan memperbaiki nama baik Ariana yang telah tercoreng karena perbuatan pria berengsek itu.
Krisna membuka jendela di salah satu ruangan itu. Ia mengikatkan tali ke pinggangnya kemudian ia berdiri dan menjatuhkan dirinya dari lantai 3 itu. Krisna memijaki tembok dengan kakinya untung ia terlatih dalam melakukan hal seperti ini. Rasanya seperti maling yang mencuri sesuatu. Krisna terkekeh membayangkan itu.
Dibawah ternyata ada Rakan yang siap menyambutnya. Akhir-akhir ini Rakan memang selalu berada di dekatnya. Kadang Krisna bingung apakah pria itu tidak khawatir dengan istrinya yang lumpuh itu.
"Aku jadi kasian dengan Savira, suaminya harus bersamaku terus dibanding dengan dirinya." Ledek Krisna.
"Karena aku pergi bersamamu makanya dia tidak melarang, kecuali kalau aku perginya sama cewe cantik lain lagi ceritanya." Balas Rakan dengan candaan.
"Kadang cinta itu membutakan segalanya bukan," ujar Rakan. Krisna tersenyum kecil mendengar itu, ia jadi teringat kebersamaannya bersama Ariana. Baru kali ada hal yang membuatnya harus bertindak gila seperti ini. Dirinya yang tidak pernah peduli dan sekarang tiba-tiba ingin menjadi sosok pahlawan yang ingin melindungi siapapun.
"Kadang kita lupa mencintai sang pencipta karena terlalu buta mencintai ciptaannya. Padahal Dialah yang menciptakan rasa cinta itu, Allah bisa mengambil cinta itu sewaktu-waktu."
"Kamu benar," ujar Krisna lirih.
Rakan menepuk pundak Krisna, lalu tersenyum. "Cintai apapun karena Allah, karena jika cinta itu menghilang maka Allah akan menumbuhkan cinta itu lagi."
Krisna dan Rakan meninggalkan tempat itu, lalu masuk ke dalam mobil. Bukan karena takut tertangkap tapi hari yang sudah semakin gelap mengharuskan mereka cepat pergi dan Krisna mau segera bertemu dengan Ariana.
Ariana membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah ruangan putih. Dirinya masih hidup, bukannya dia seharusnya mati. Ariana memejamkan matanya, ia merasa tak ada gunanya lagi untuk hidup. Siapa yang menyelamatkannya? Batin Ariana berbisik. Apakah Krisna yang menyelamatkannya?
Ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Krisna. Ia tak menemukan pria itu, hatinya sedikit kecewa. Di hati kecilnya ia ingin pria itu ada disini sambil menggenggam tangannya. Ia merindukan pria itu.
Baru saja Ariana akan memejamkan matanya, suara langkah kaki mendekatinya. Ariana terdiam melihat Krisna berjalan ke arahnya. Namun reaksi Krisna yang seperti tidak senang melihatnya, membuat nyalinya ciut. Ia gugup saat pria itu menatapnya tajam. Apa pria itu membencinya? Apa pria itu sudah tidak mencintainya lagi?
Tidak ada lagi tatapan cinta. Tak ada lagi kelembutan dari pria itu. Ariana sesak merasakan itu, rasanya hidupnya sudah tak ada artinya lagi.
Krisna berdiri di samping ranjangnya. Matanya terus menatapnya tapi tak ada satupun ucapan yang keluar dari sana. Terasa hening tanpa ada suara. Ariana tidak berani menyapanya, ia diam.
terbawa suasana.. memang benar, menikah karena surga Allah.. itu rasa nya beda, walau pahit di jlni, tp kita bisa pasrah..
terserah bagaimana Allah menjadikan kita seperti apa..
lanjut dong tor