Gadis cantik dan ramah yang hidup dengan Ayahnya, namanya Alira, dia dijodohkan dengan duda anak satu sebelum wisuda, setelah wisuda mereka menikah, perjodohan ini ada karena ada amanah dari almarhum Papah Reja. Sahabat Ayah Alira. Namun sebelum pernikahan berlangsung, Reja dan Alira membuat kesepakatan, yaitu, mereka akan menikah tetapi selama dalam dua bulan tidak ada tumbuh ya cinta, mereka akan resmi berpisah, Tanpa ada yang keberatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira edianwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan calon suami.
Akhirnya Fina pun hanya pasrah saja dan mengekori Clara ke arah kamar Alira.
"Alira," panggil Clara sambil mengetuk pintu kamar Alira.
"Masuk," jawab dari dalam kamar.
"Eh Tante, udah lama datang ya?" tanya Alira sambil menyalim tangan Clara.
"Enggak kok, baru aja, ayah kamu tadi mengabari Tante agar kesini bantu siap-siap karena calon suami kamu mau datang," ucap Clara.
"Ooh gitu yah Tan, ayok masuk dulu, duduk," ucap Alira.
"Kamu sudah siap nak?" tanya Clara.
"Insyaallah udah kok Tan, demi buat Ayah bahagia Alira siap menerima keputusan dari Ayah," jawab Alira.
Clara tersenyum mendengar jawaban Alira.
"Kita keluar yok, lebih baik kita siapkan minuman, atau makanan di meja, karena Tante tadi bawa minuman dan cemilan ayok kita susun," ucap Clara.
Mereka pun keluar dari kamar Alira, dan ke ruang tamu.
Mereka memulai pekerjaan masing-masing, Alira yang membersihkan meja, Fina yang menyapu lantai, Clara yang membuka dan menyusun makanan di piring.
Setelah selesai merapikan semuanya, mereka bertiga istirahat sejenak. Rendi turun dari atas dan melihat ke arah mereka.
"Wahh, sudah rapi, makasih yah," ucap Rendi duduk di sofa dan mencicip cemilan di atas meja.
Clara dan Alira tersenyum, sementara Fina hanya diam saja, memasang ekspresi datar.
"Alira yok Tante bantu siap-siap, mendingan kamu mandi dulu gih," ucap Clara.
"Ih Tante, udah gini aja," ucap Alira.
"Hmm, jangan ngebantah mulu, kamu itu mau ketemu calon suami kamu, jadi kamu harus berdandan dan harus lebih cantik," ucap Clara sambil menarik tangan Alira, masuk kamar, terpaksa Alira hanya mengikut saja.
Didalam kamar, Nia terlebih dahulu mandi, setelah selesai Clara masih setia duduk di tepi kasur, sambil memainkan handphone yah.
"Udah siap mandi ya?" tanya Clara, melihat Alira keluar dari kamar mandi.
"Udah Tan," jawab Alira.
"Nih, pakai baju ini," ucap Clara sambil memberikan baju dres berwarna crem,
"Kok pakai ini sih Tan, pakai baju biasa aja," ucap Alira menolak.
"Hmm, gak ada tolak- menolak, Tante tidak terima di bantah, mendingan sekarang kamu pakai baju ini, biar cepat di dandanin," ucap Clara.
Alira hanya pasrah saja, dan memakai baju yang di berikan Clara, setelah selesai Alira di suruh duduk di depan cermin, dan Clara mulai makeup wajah Alira.
Alira sih menolak, tapi Clara tidak mendengar kan penolakan Alira. Akhirnya make up pun selesai.
"Kamu sangat cantik nak, pasti calon suami kamu, bakalan jatuh cinta pandangan pertama deh," ucap Clara.
"Ih, Tante, lebay deh, emang harus kaya gini yah Tan? Alira gak biasa, risih," ucap Alira.
"Hmm, sebentar aja kok nak, Tante kebawah dulu yah, siapa tau calon suami kamu udah datang," ucap Clara sambil mencolek hidung Alira, dan keluar dari kamar.
Alira tersenyum akan perlakuan hangat, peduli dan keramahan Clara pada yah.
"Ya Allah aku sangat khawatir, gimana kalau yang di jodohkan sama aku udah tua? gimana kalau dia jahat atau kasar?" tanya Alira ngomong sendiri.
"Tapi Ayah tidak mungkin salah pilih, aku harus yakin," batin Alira.
Di bawah Clara berjalan ke arah Rendi,
"Mereka belum datang ya mas?" tanya Clara pada Rendi.
"Belum, tapi mereka udah jalan dekat sini kok," jawab Rendi.
Dan tiba-tiba, bel berbunyi,
"Itu pasti mereka, ayok kita buka pintu," ucap Rendi.
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya
terimakasih telah mampir di novel ini.
jangan lupa tinggalkan jejak yah, jangan pernah bosan,