NovelToon NovelToon
Sugar

Sugar

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:51.9M
Nilai: 5
Nama Author: fitTri

Warning!! Adult content, dibawah umur dilarang mampir!

Bijaklah dalam memilih bacaan, novel ini bergenre Adult romance.

Membaca novel ini bisa membuat senyum-senyum, panas dingin dan baper berkepanjangan. Mengandung konten dewasa, pembaca dibawah umur dilarang ngintip, atau nanti akan penasaran.

Sofia Anna harus tercebur kedalam dunia yang tak pernah dibayangkannya. Satu masalah hidup membuat dia menjalani pekerjaan yang tak biasa. Menjadi simpanan pria-pria beristri.

Hingga suatu hari seseorang dari masa lalu menemukannya dan merubah segala yang ada di hidup Sofia.

"Apa kamu adalah kak Niko?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Please

*

*

Satria segera keluar dari kamar setelah selesai berpakaian. Pria itu benar-benar ingin menghindari Lara yang seperti sedang merencanakan sesuatu. Setidaknya itu yang dia tangkap dari gelagat aneh istrinya, dengan sikapnya yang tak biasa.

Dulu sekali, Lara memang semanis itu. Diawal pernikahan mereka merupakan pasangan yang normal. Walau menikah tanpa dasar cinta, tapi mereka mengawalinya dengan baik. Sikap Lara yang manis, ditunjang dengan penampilan menarik dan paras yang cantik mampu menggoyahkan pertahanan Satria yang penuh gelora darah muda. Yang belum tahu apa-apa soal hubungan dengan lawan jenis.

Belum lagi sikap Satria yang selalu memperlakukannya dengan baik juga mampu menarik hati Lara yang waktu itu masih senang berpetualang. Selain karena jiwanya yang bebas, juga karena memang pekerjaannya yang sudah terbiasa terlibat dengan banyak laki-laki.

Lara adalah seorang penghibur di masa mudanya. Tanpa sengaja bertemu dengan Nikolai senior di dalam lift sebuah hotel setelah menerima pekerjaannya menyenangkan para lelaki petualang. Nikolai yang terkena serangan jantung akibat kelelahan seketika pingsan didalam lift. Dan dari sanalah semuanya dimulai.

*

*

Satria merebahkan punggungnya di sandaran kursi diruang kerjanya. Memejamkan matanya sebentar, namun kemudian dia membuka mata ketika mendengar suara getaran berasal dari dalam tas kerjanya.

Satria merogoh kedalam tas dan menemukan ponsel miliknya. Mengusap layar dan membuka aplikasi pesan. Terlihat ada beberapa notifikasi pesan masuk.

Beberapa foto ketika Sofia berada di hotel tempat biasa mereka bertemu. Satria mengerutkan dahinya.

"Sedang apa kamu disana?" gumamnya.

Dan muncul lagi beberapa foto lainnya ketika perempuan itu tengah berbincang di meja resepsionis. Namun tak ada yang aneh, Sofia segera pergi selepas berbicara dengan dua resepsionis yang bertugas waktu itu.

Satria menggeser layar ponselnya. Melihat kontak yang dikenalinya dengan tanda tulisan hijau.

Sofia sedang mengetik ...

Tapi tak ada pesan yang masuk dari nomor perempuan itu.

Muncul lagi tanda sedang mengetik, namun tetap saja tak ada pesan yang masuk. Sampai beberapa kali hal itu berulang.

Satria memutuskan untuk mengirim pesan terlebih dahulu.

[Fia?]

[Fia?]

Tak ada balasan.

[Sofia!!] Dengan kesal.

[Iya?] akhirnya menjawab.

[Ada apa?] mulai bertanya.

[Papi masih kerja?] balik bertanya.

[Saya sudah pulang. Saya dirumah. Ada yang penting?]

Tak ada jawaban. Dia tunggu beberapa menit, tapi perempuan itu tak kunjung memberikan balasan. Membuatnya geram hingga segera melakukan panggilan telfon.

Panggilan pertama tak dijawab. Panggilan kedua masih tak ada jawaban. Begitupun di panggilan ketigadan ke empat Sofia masih tak menjawab. Baru di panggilan kelima akhirnya Sofia mau menjawab.

"Fia?" Satria langsung memanggil. Tak ada suara.

"Sofia?" katanya lagi.

Hening.

"Kak Nik-ko?" akhirnya terdengar suara.

Deg!!

Dia sudah tahu.

"Kak Niko? Benarkah itu kamu?" suara dari seberang sana. Terdengar isakan menyayat hati.

"Katakan kalau itu memang kamu. Katakan kalau aku tidak salah mengenali kamu!" ucap Sofia lagi.

"Katakan kalau aku tidak cuma berharap seperti dulu." katanya lagi. Kemudian terisak lagi.

"Ya. Ini aku. Niko." kata-kata itu lolos begitu saja dari mulutnya.

Tut Tut Tut ...

Tiba-tiba sambungan telpon terputus. Tak terdengar lagi suara perempuan yang beberapa bulan ini selalu membuatnya merindu.

Satria mengusap wajahnya kasar. Menjatuhkan ponsel pintarnya di meja kerja.

Dia sudah tahu. Fianya sudah mengetahui jati dirinya. Lalu sekarang apa? Dia marah? sehingga memutuskan sambungan telfon?

"Hhhh ..." Satria menghela napas dalam-dalam. Meremas rambut di kepalanya. Frustasi.

*

*

Pada pukul 11 malam Satria terjaga. Dia baru menyadari telah tertidur di ruang kerjanya selama beberapa jam. Pria itu segera bangkit dan memutuskan untuk pergi ke kamar tidurnya.

Satria membuka pintu kamarnya perlahan, sejenak mengintip ruangan yang sudah gelap itu. Tampaknya Lara sudah tertidur. Satria memutuskan untuk masuk. Menghampiri tempat tidur, naik dan segera merebahkan tubuh tinggi nya di samping istrinya. Kembali melanjutkan tidurnya.

Rasanya baru beberapa detik terlelap, pria itu merasakan ada yang merayap di tubuhnya. Satria membuka mata, tampak Lara yang merapatkan tubuh kepadanya. Tangannya mengusap lembut dada bidangnya. Kepala perempuan itu tersuruk di pundaknya.

"Kamu belum tidur?" tanyanya, yang segera bergeser.

"Hmmm ..." Lara bergumam.

"Tidurlah, aku lelah." katanya.

"Aku rindu kamu. Kita sudah lama tidak ..." Lara menarik wajah Satria untuk mendekat ke wajahnya. Pandangan mereka bertemu.

Lara mengusap rahang tegas suaminya yang kini ditumbuhi bulu-bulu halus. Menyusuri setiap jengkal wajah tampan itu yang meskipun dalam kegelapan masih terlihat jelas.

Napasnya berhembus pelan di wajah Satria.

"Satria, aku ..." Lara menempelkan bibirnya ke milik Satria. Memagutnya dengan lembut. Tangannya kembali merayap di dada bidang suaminya.

Satria mengerutkan dahi, reflek badannya bergerak menjauh, membuat ciuman mereka terjeda. Lara terlihat kecewa.

"Aku ingin mulai lagi dari awal. Aku tidak ingin seperti ini terus. Aku lelah, Satria." katanya, mulai terisak.

"Lara, aku ..."

"Aku mohon, maafkan aku. Aku mohon ijinkan aku menjadi istrimu lagi. Aku mohon ..." air mata mulai mengalir membasahi pipi tirus Lara, isakannya terdengar memilukan. Seorang istri yang sedang memohon atas penolakan suaminya.

"Kita sudah lama berjauhan, Lara." Satria setengah berbisik.

"Aku tahu, maafkan aku." Lara semakin terisak. "Aku ingin memperbaiki semuanya. Aku mohon."

Satria tertegun menatap wajah basah Lara dalam keremangan cahaya dari luar. Perempuan itu tampak kacau. Dia terlihat frustasi.

"Ada apa denganmu? Apa mereka sekarang menolakmu? Bukankah kamu punya banyak teman laki-laki yang bisa kamu datangi setiap kamu butuh?" Satria bangkit merubah posisinya menjadi duduk.

Lara semakin terisak.

"Aku membutuhkan suamiku sekarang. Hanya kamu yang memperlakukan aku dengan baik." ucap Lara.

"Jadi, aku mohon, aku butuh kamu, Satria." katanya lagi.

Satria membeku melihat keputusasaan diwajah cantik istrinya. Yang biasanya ceria, yang biasanya bisa bersenang-senang dan tak pernah memikirkan apapun.

"Kemarilah, ..." Satria akhirnya meraih tangan Lara, menariknya ke pelukan. Merangkulnya dengan erat. Hatinya luluh melihat betapa rapuhnya istrinya tersebut.

"Maafkan aku!! untuk semua yang sudah aku lakukan. Maafkan aku!!" racau perempuan itu.

Bagaimanapun, Lara masih istrinya. Yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang darinya. Mungkin selama ini ada andil dirinya juga yang membuat Lara mencari kesenangan diluar. Dirinya yang tak peka.

Satria merengkuh tubuh istrinya yang bergetar. Mengelus punggungnya dengan lembut.

"Aku sudah memaafkan kamu." ucap Satria, terus membelai tubuh Lara di pelukannya.

Setelah beberapa saat isakan Lara berhenti. Perempuan itu telah melingkarkan tangannya dipundak Satria.

Lara mendongak, lalu menggapai wajah suaminya hingga hanya sedikit jarak yang tersisa. Membelainya dengan lembut. Merasakan rahang kokoh itu dengan telapak tangannya.

Kemudian meraih tengkuk Satria, menekannya hingga bibir mereka bertemu. Lara sedang mencoba menyalakan gairah suaminya. Menyentuh tubuh Satria dengan begitu lembut. Memancing apa yang sudah lama tak didapatkan pria itu darinya.

"Lara, maaf aku tak ..." Satria menghentikan kegiatan Lara pada tubuhnya. Menggenggam tangan yang tengah merayapi dirinya.

"Aku mohon, aku mohon..." Lara mengiba dengan mata berkaca-kaca. Lalu kembali menyentuh tubuh suaminya yang terdiam. Sepertinya hati Satria kini telah luluh.

Satria hanya diam saja ketika Lara naik ke pangkuannya, mensejajarkan wajah mereka berdua. Perempuan itu mulai mengecupi bibir Satria lagi. Walaupun tak ada respon dari suaminya itu, Lara tak menyerah. Dia terus berusaha memancing hasrat Satria.

Bagaimanapun dia laki-laki normal, tidak mungkin tak tergoda dengan kemolekan tubuhnya yang begitu terawat di usia matangnya. Apapun akan Lara lakukan untuk memancing suaminya. Dan ya, sesuai dugaan, Satria mulai terpancing. Setidaknya kini dia tak menolak sentuhan istrinya. Pria itu menerimanya dalam diam. Walaupun tubuhnya memang bereaksi saat kedua tangan Lara menyentuhnya.

Satria tak menolak ketika Lara dengan perlahan membuka kancing piyamanya, dan melepaskan pakaian tidur itu dari tubuhnya. Bahkan Satria tak lagi menolak ketika tubuh polos Lara merapat kepadanya. Kulit mereka bersentuhan.

Satria membiarkan Lara melakukan apapun yang perempuan itu inginkan pada tubuhnya. Sesekali merespon, namun tetap membiarkan Lara mendominasi permainannya.

*

*

Bersambung ...

like

koment

vote

1
Adeeva Haboo
tenang ada didim,ada daryl sama darren..
ya ampun padahal udah 5 tahun lalu tapi masih apal 🤭🤭
ㅤㅤ ㅤ𓂃𑁍ࠬ·ꗥₜₐₗₗᵧ·🫧 ||
meninggalkan jejak sek
Adeeva Haboo
setelah puyeng ma emaknya nanti puyeng ma anaknya double pula puyengnya atas bawah 🤣🤣🤣
Adeeva Haboo
ahhh kang jaheeeee
Adeeva Haboo
kangeeeen maaa
Borahe 🍉🧡
Kasian banget si Papa Bear saking paniknya jd kek org bodoh😁
Borahe 🍉🧡
Sabar Fan🙈🤣🤣
Borahe 🍉🧡
Salting 😋
Borahe 🍉🧡
Hahah lucu banget 🤣🤣🤣. Dari dapam kandungan sampai gede anak Satria merepotkan Om Arfan terus🙈😂😂.
Borahe 🍉🧡
Fan Fan. Lucu banget. Calon mertua mu itu Fan di 10 thn yg akan dtg😂😋
Borahe 🍉🧡
Sengaja banget terbar pesona🙄😂
Borahe 🍉🧡
betul fan🙄
Borahe 🍉🧡
tak ada yg luput dari pantauan om Arfan😁
Borahe 🍉🧡
plek ktiplek dgn kisah anaknya🤣ternyata story turunan
Borahe 🍉🧡
Fia gak pernah mens ya🙊🙈. Bercocok tanam mulu
Borahe 🍉🧡
selama masih muda si papi gak pernah pacaran hanya sibuk kerja jd saat ketemu Fia udah kek anak ABG yg baru merasakan cinta cintaan😋😂😂
Borahe 🍉🧡
Calon mertua mu Fan 😁
Borahe 🍉🧡
Salah satu kalimat spesial Papi ke Pasangannya. "Berkat doa kamu saya selalu sehat"😍 sweet banget kalimatnya
Borahe 🍉🧡
kata andalan si Papi. "Move" 😋
Borahe 🍉🧡
Back again. Sesuka itu bacanya🙊😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!