Ikuti aturan. Dibawah 21 jangan baca.
Belum pernah ada yang bisa merebut hati Kaisar Zhou Shen Wang sebelumnya. Setiap pernikahan hanya ia laksanakan sebagai formalitas semata. Itupun karena permintaan ibunya Shen Wang agar ia dapat segera menimang cucu pewaris bagi Kerajaan Zhou.
Bagi Shen Wang tak ada yang spesial dari wanita, selain dari pada kecantikan dan sikap manis palsunya dihadapan seorang kaisar bermartabat sepertinya.
Tapi karena sebuah kejadian yang tak terduga, Shen Wang mengalami sakit parah. Satu satunya tabib yang handal pun sedang diutus mengatasi perang di wilayah perbatasan. Akhirnya seorang gadis bernama Liang Kim Hwa, putri dari tabib handal itu dipaksa untuk mengobati Shen Wang.
Dengan tekun Kim Hwa mengobati sang kaisar muda dalam waktu yang cukup lama. Tak disangka, akhirnya Shen Wang dapat merasakan yang namanya jatuh cinta. Ternyata cinta itu rasanya tidak masuk akal. Ternyata cinta itu tak mengenal waktu dan tempat.
Tapi apakah ia akan mengambil
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon souzouzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 22 - Kebodohan Dibalik Kecurigaan
"Hadiah?" Yue Xi tersenyum lebar dengan mata berbinar.
"Kau tahu tidak? Permaisuri Jin Lian itu hidupnya sangat bahagia?" Ban Poo bertanya dengan suara lembut pada putrinya.
"Ya. Semua orang sangat menghormatinya. Tapi ayah, tolong segera berikan hadiah itu untukku." Yue Xi mengerutkan alisnya.
"Ini hadiahnya nak. Apa kau tidak ingin menjadi seorang permaisuri?" rayu Ban Poo.
"Maksud ayah, permaisuri dari Pangeran Shen Wang?" Yue Xi tersenyum salah tingkah.
"Benar. Ayah akan memberikannya untukmu."
"Ah ayah dia itu sangat tampan. Pangeran Shen Wang mana mungkin menyukaiku? Aku tidak terlalu cantik." Yue Xi menunduk kesal.
"Siapa bilang kau harus cantik? Ayahmu ini bisa melakukan banyak hal." Ban Poo tersenyum miring.
Ban Poo menyentuh pipi anaknya dengan kedua telapak tangannya. "Kau tunggu saja sayang. Kau harus tumbuh lebih dewasa lagi."
Yue Xi memasang wajah ceria mendengar janji ayahnya.
"Tapi ayah butuh kesanggupanmu, kau harus selalu menghormati permaisuri dan bersikap sopan. Ingat pesan ayah ini agar kau bisa menjadi menantunya."
"Iya ayah. Yue Xi pasti bisa membuat permaisuri terkesan." Yue Xi tersenyum lebar.
"Putri ayah memang sangat pintar." Ban Poo mengelus kepala anaknya.
.
.
Beberapa minggu setelah kejadian tragedi besar itu terjadi...
"Yang Mulia, sudahlah. Jangan terus bersedih seperti ini. Aku yang sudah kehilangan istriku sejak putriku Yue Xi lahir saja sudah terbiasa hidup mandiri dan tabah."
Ban Poo yang berkunjung ke kediaman Permaisuri Jin Lian itu memberikan perhatian.
Jin Lian tidak menjawab, ia malah menatap Ban Poo dengan tatapan curiga yang tipis hampir tak terlihat. Apakah kau memang penyebab dari semua ini? Mungkinkah Shen Wang berkata benar? batin Jin Lian.
Ban Poo segera melancarkan aksinya.
"Yang Mulia, bagaimana hubungan anda dengan pangeran kedua? Apa sudah membaik?" tanya Ban Poo.
Jin Lian mengangguk, mereka berdua berbicara tak terlalu formal layaknya seorang sahabat.
"Ah itu baik sekali. Kalau begitu Yang Mulia jangan cepat putus asa dan menyerah. Segera nobatkan pangeran kedua menjadi putra mahkota. Atau kalau perlu menjadi kaisar. Dia sudah cukup dewasa bukan?" kata Ban Poo dengan wajah penuh simpati.
Tidak. Tidak mungkin Ban Poo. Sejak awal dia memikirkan yang terbaik bagi Kerajaan Zhou. Bahkan sekarang ia masih memikirkan Shen Wang. Tidak, sudah pasti bukan dia. batin Jin Lian.
"Ban Poo."
"Ya Yang Mulia?" Alis Ban Poo menurun seakan menghawatirkan.
"Aku ingin kau menemukan pelaku pemberontakan itu." Jin Lian menatap Ban Poo.
Ban Poo segera mengalihkan pandangannya pada jendela dan berpura-pura merenungkan kejadian barusan, tentu saja karena bola mata Ban Poo itu tiba-tiba menjadi tak tenang. Pelaku memang selalu ketakutan secara mental saat perbuatannya dibicarakan.
Setelah berfikir, Ban Poo kembali mengarahkan pandangannya pada Permaisuri Jin Lian dengan wajah tenang. "Dari pemikiran hamba, pelakunya adalah orang dalam. Karena tidak mungkin ada orang asing yang masuk ke istana saat perayaan besar hari itu."
"Kau benar. Jadi kira-kira siapa pelakunya? Yang msmbantu melawan menuntaskan pemberontak itu juga merupakan pasukan Panglima Wen Hao, maka tidak mungkin Panglima Wen Hao pelakunya." kata permaisuri.
Ban Poo mengangguk-angguk. "Benar. Memang bukan panglima kita. Dia sangat setia selama ini."
"Yang pasti hal ini mengenai perebutan tahta, karena yang diincar adalah kaisar dan putranya." Ban Poo menatap Jin Lian serius agar ia terkesan dapat dipercaya dan memihak sepenuhnya pada Kerajaan Zhou.
Jin Lian memikirkan kata-kata Ban Poo.
"Mohon ampun jika hamba salah bicara. Tapi mungkinkah Pangeran Shen Wang...?" Ban Poo mengucapkannya dengan suara pelan.
"Haha tidak, tidak mungkin. Dia sangat akrab dengan kakaknya, dia sangat menyayangi kakaknya." Jin Lian tertawa.
Ban Poo merasa gagal menghasut.
"Itu memang tidak mungkin haha" Ban Poo ikut tertawa agar tak dicurigai.
Ban Poo menghentikan tawanya. "Ah tapi..."
"Bagaimana dia selamat diantara kaisar dan putra mahkota yang tewas? Hamba tidak bermaksud mencurigainya, tapi hamba hanya sempat memikirkan hal ini. Selain itu, pelayan pribadi pangeran juga tewas." Ban Poo menyentuh dagunya.
Jin Lian seakan sudah setengah percaya dengan hasutan masuk akal dari Ban Poo. Kebetulan ia punya sifat yang mudah curiga pada keluarga terdekatnya sekalipun, sifat bodoh itulah yang sedang Ban Poo perjuangkan untuk dikelabuhi.
"Sungguh hamba tidak ada dendam karena dituduh oleh pangeran kedua, hamba hanya memikirkan ini." Ban Poo segera melambaikan kedua tangannya dengan wajah takut yang natural.
"Aku mengerti Ban Poo, tenanglah." kata Permaisuri Jin Lian.
"Sebaiknya Yang Mulia segera menobatkannya menjadi kaisar untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Tapi Yang Mulia tetaplah berada diatasnya sebagai ibu suri. Hamba sungguh tidak terima bila hal yang hamba pikirkan tadi itu memang benar." kata Ban Poo.
Jin Lian mengangguk-angguk.
"Ibu hanya mendengarkan kata-kata Kakak Yauw selama ini!! "
"Ibu tidak pernah mempercayaiku!! "
"Pelakunya adalah Perdana Menteri Ban Poo! Dia menyukai ibu kan? Jangan-jangan ibu malah membalas perasaannya?"
Jin Lian teringat akan seruan-seruan putra keduanya itu padanya. Terlihat jelas seberapa iri dan cemburunya Shen Wang pada kakak tersayangnya itu.
Ban Poo tersenyum tipis melihat Jin Lian yang terdiam memikirkan kata-katanya barusan.
Ban Poo segera beranjak dari tempatnya. "Ah Yang Mulia istirahatlah. Sepertinya hamba telah mengungkit kembali masalah ini dan membuat Yang Mulia kembali bersedih."
"Tidak apa-apa. Terimakasih Ban Poo. Hanya kau yang bisa aku percayai..." ucap Jin Lian dengan tatapan bergantungnya.
"Ini sudah tugas hamba sebagai perdana menteri yang memikirkan nasib kerajaan." Ban Poo menunduk hormat.
Dari dalam hati ia menertawakan wajah melas penuh kepercayaan dari Jin Lian padanya. Dia itu sangat bodoh ya! Hahah lihat wajahnya barusan! Dia sungguh mempercayaiku! Anak sendiri dicurigai, memang mudah aku mengendalikanmu Jin Lian.
"Hamba undur diri."
"Silahkan." Jin Lian tersenyum menghormati seakan sangat menghargai semua jasa Ban Poo kepadanya.
Kemudian Ban Poo berjalan keluar dari kediaman Permaisuri Jin Lian dengan senyum penuh kemenangan.
.
.
Tak tak tak.
Empat batang kuas kayu dengan cat warna milik Shen Wang itu terlempar keras ke lantai.
Shen Wang masih tertegun tak bergerak karena kaget, ia menoleh perlahan ke arah kuas-kuasnya yang berjatuhan.
Shen Wang membungkuk hendak mengambilnya, tapi tiba-tiba ada sebuah telapak kaki dalam bungkusan sepatu berwarna putih menginjak menahan salah satu batang kuasnya.
Shen Wang mendongakkan kepalanya perlahan. "Ibu?"
"Ini kuasku..." kata Shen Wang.
"Siapa yang menyuruhmu melukis dari pagi hingga malam hari?" tanya Jin Lian.
"Ibu... apa yang salah dengan ibu? Selama ini aku selalu melukis." kata Shen Wang dengan wajah polosnya.
"Shen Wang. Kau akan menjadi kaisar menggantikan ayahmu. Kakakmu juga sudah pergi. Jadi jangan membuat ibumu ini lebih sedih lagi," kata permaisuri.
Beda ma Yuzhen..
ahh jgn gitu lah thor.. kasian si kim hwa.. biarpun ini ttg keadilan tp ini kisah conta tragis menurutq sih..
kaisar menang banyak.. jg melambangkan ke egoisan laki" menang telak d sini..!!!! 😥😥😥
oh y thor,, bawang putih cina itu yg kek mana yak?? serius nanya.. mihon d jawab..🙏
bukannya itu GK nyambung dengan judul yha
kalo mau flashback yh GK harus gini juga udh dari kemarin GK selesai ²+sekarang bikin pembaca kecewa aj terlalu lama flashback ny😢
menunggu itu GK menyebalkan tour