{Tokoh Utama di ambil dari tokoh figuran Novel LONACA;
Bunga Ariella ~ Robin Chandra}
♡♡♡
"Daratan sudah ku lewati, Lautan sudah ku arungi.
Banyak Bunga telah ku dekati,
hanya ada satu bunga yang harumnya menusuk sampai ke hati.
Takdir membuat aku dan dia hidup bersama hingga kami berpisah. Namun, takdir pula yang mempertemukan kami kembali di lain waktu.
Saat kami bertemu, entah mengapa terselip rasa rindu hingga berubah menjadi cinta yang luar biasa, semua berubah, dadaku terasa bergetar hebat, aku salah tingkah! namun sayang dia tak mencintaiku."
♡♡♡
Dilarang keras Plagiat karya sarahmai.
Jadilah seorang penulis sejati bukan seorang penjiplak!
♡♡♡
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
Setelah semua tamu telah pergi, Robin menemui Bunga di kamarnya.
"Bisa tidak aura penggoda kamu itu di simpan," ucap lelaki itu dengan raut wajah marah.
"Apa maksudnya, aku tidak menggoda mereka, aku hanya tersenyum saja, sebagai sambutan menyambut tamu," bantah Bunga.
"Ouh! Kamu pikir aku pria bodoh! tidak bisa membedakan mana senyum genit mana senyum biasa!"
"Tapi aku....!"
"Jawab terus!" Bentak Robin.
Bunga langsung meringis ketakutan...
"Aku tidak suka milik pribadiku, bisa dinikmati bebas oleh orang lain, meski dengan mata sekalipun!" Kata Robin marah tak tentu arah lalu pergi meninggalkan Bunga....
...
...
"Hiks...apa sih maunya?...hiks...🥺aku benci sama kamu Robin...hiks...aku tidak suka dengan pria kaya, sombong dan egois seperti dia!" Omel Bunga sambil menghentakkan kakinya...
aku benciiiiih!!
Lama-lama tuh pria semakin hari semakin kurang ajar, aku enggak bisa nangis terus begini, sekali-kali harus ada pembalasan,"kata Bunga mulai merasa dirinya dari hari ke hari selalu saja tertindas.
"Tingkahnya benar-benar menjengkelkan!
Tapi apa yang akan aku lakukan kepadanya yah?!"
(Mondar-mandir sambil berpikir)
"Ternyata, Jadi manusia usil juga harus punya pemikiran!" Celoteh Bunga.
....
....
Pukul menunjukkan 15.00 wib siang menjelang sore.
"Ahha! Aku kerjain kamu! Tunggu " Ucap Bunga keluar lalu mengayuh sepeda menuju perkampungan sawah yang masih seputaran daerah rumah orang tuanya.
(Bunga tidak di fasilitasi mobil dan sepeda motor oleh Robin)
Wanita itu berusaha keras mencari remaja tanggung yang tinggal di lokasi desa mereka, sekaligus, minta di carikan seekor katak liar, lengkap dengan sarangnya, begitu tersedia, Bunga langsung membayar upah dengan sekedar memberi uang jajan untuk para bocah yang telah membantunya.
Dendam sudah begitu sangat membara di hatinya.
Selama perjalanan pulang, Bunga membawa katak dan sarangnya, meski penuh rasa jijik dan takut melompat kepada dirinya. Namun ia tampak senang, karena akan segera menjahili Robin.
"Hmmm dengan begini kamu akan berhenti bersikap sesuka hati kepadaku!" ungkapnya yang polos masih kekanak-kanakan.
Selama perjalanan, tanpa terduga, Bunga berpapasan dengan Hery yang sedang berjalan bersama dengan wanita muda menggunakan jilbab panjang...
...
...
"Bunga!" tegur Hery berhenti berjalan. Pemuda itu tidak menduga akan bertemu dengan wanita yang spesial di hatinya.
Dengan otomatis Bunga juga ikut berhenti.
"Kak Hery" sapanya penuh rasa terkejut melihat Hery sang pujaan hati, berjalan bersama dengan wanita lain yang tak kalah cantik dengan Bunga.
Percakapan menggunakan bahasa daerah (Bandung)
"Apa kabar Bunga? kamu tinggal dimana sekarang?" Sapa Hery.
"Baik kak!" jawabnya tanpa semangat, namun ia senang bisa bertemu dengan Hery, Bunga tidak memberitahu, dimana lokasi tempat tinggalnya.
"Kenalin, ini Bunga" kata Hery kepada wanita yang bersamanya.
Kedua wanita itu pun berjabat tangan saling memperkenalkan diri masing-masing.
"Nasya!"
"Bunga"
Dua wanita cantik itu berdiri terpaku seolah-olah sedang berseteru ingin mendapatkan cinta Hery, pria sederhana nan Sholeh.
"Mari singgah ke rumah Bunga!" Ajak Hery dengan senyumnya.
"Kak! Kita kan mau persiapan lamaran!" Sambut Nasya yang kurang setuju dengan ajakan Hery.
"Oh! Saya juga masih ada urusan!" Kata Bunga salah tingkah dan buru-buru ingin menaiki sepedanya kembali.
"Bunga tunggu, kita perlu bicara" kejar Hery menahan sepeda Bunga.
"Tidak perlu kak! Maaf aku sudah menganggu kalian!" Kata Bunga buru-buru pergi meninggalkan Hery dan Nasya...
"Bunga!" kejar kecil Hery dengan kesal.
....
....
(Rumah baru Robin di area pedesaan tidak jauh dari perkampungan Bunga, bisa di tempuh dengan sepeda selama 20 menit)
Dalam perjalanan kembali pulang, perasaan cemburu dan kecewa menghantui wanita itu. ia juga tidak menduga akan bertemu dengan Hery.
Bunga tetap membawa seekor katak ke rumah Robin.
lalu Gadis itu terduduk di teras belakang dekat taman cantik dan kolam ikan nan asri.
Bunga terbayang dengan percakapan antara dirinya dan Hery ketika masih sering bertemu dulu.
{"Bunga kapan kamu berniat menikah?" Tanya Hery malu-malu.
"Hmmm, kapan yah? Bagaimana dengan kakak?"
"Hahahaha, kok balik tanyak sih! yaaaa, Mungkin 25 atau 27 begitulah! Aku mau memantapkan diri dulu (kaya dan dewasa)}
...
...
"Tapi mengapa kak Hery tiba-tiba ingin menikah sekarang?" Tanya Bunga merasa kesal.
"Huuufft! aku tidak pantas bertanya tentang apapun itu kepada kak Hery, ia pantas bahagia, aku lah yang telah meninggalkannya!" Gumam Bunga dalam kesedihan.
...
...
Wanita itu pun bergegas mandi, bersih dan harum dalam wajah kesedihannya, tiba-tiba hasrat ingin menjahili Robin telah menghilang begitu saja.
Ia pun keluar dari kamar, lalu mengintip masuk ke kamar Robin.
Terlihat pria itu sedang tertidur pulas di sebuah sofa dengan ponsel, tablet, leptop serta buku dan berkas berantakan, raut wajah yang cukup lelah.
Tak sampai hati, akhirnya Bunga masuk diam-diam, lalu membereskan semua perlengkapan kerja Robin dengan rapi...
Bunga memandangi wajah Robin.
"Manusia aneh, terkadang dia lembut terkadang juga kasar, terkadang sangat gemes ingin menjambak rambutnya hingga rontok.
Rasanya aku ingin berteriak, mengapa takdir menyatukan aku dengan pria aneh yang tidak pernah mencintaiku dan mungkin sebaliknya aku juga tidak akan mencintainya, mengapa cinta itu sangat sulit aku dapatkan, benar-benar tidak adil atau Tuhan masih menghukum manusia hina seperti aku," gumam Bunga yang di rundung rasa galau, kemudian ia bergerak keluar dari kamar Robin.
Wanita itu kembali menyibukkan diri dengan menyiapkan makan malam, setelah selesai beribadah sejenak dan ia duduk manis di teras belakang, menunggu kedatangan sang Raden.
...
...
"Kak Hery, jelas kita sudah tidak berjodoh, padahal bisa menikah denganmu adalah mimpiku, satu-satunya pria yang sangat baik bisa menghargai aku dan sangat lembut. Mengapa hatiku sakit, sakit sekali namun kesannya aku sangat egois! aku baru menyadari bahwa kau sangat berarti dan layak di perjuangkan," gumam Bunga dengan tetesan airmata.
Bunga lupa akan seekor katak liar yang ia bawa dari desa.
"Ehen...ehem..." Suara Robin memecah lamunan Bunga.
"Siapkan makanan!" perintah Robin.
Dengan cepat Bunga menghapus air matanya dan bangkit menuju meja makan.
Wajah Bunga yang sendu tanpa senyuman di bibirnya.
Tiba-tiba seekor katak yang ia bawa terlepas dan melompat ke arah kaki Bunga.
"Uaaaaaaaaah😱😵" seketika Bunga menjerit-jerit reflek memanjat tubuh Robin.
Pria itupun terkejut hingga ia hampir terjatuh.
Sepertinya Bunga senjata makan Tuan.
"Ada apa!" kata Robin terkejut
"Ada ka...ka...katak...iiii aku jijik," kata Bunga menggeliatkan tubuhnya di atas gendongan pundak Robin.
Robin memperhatikan seekor katak memasuki ruang dapur.
"Yah! sudah kamu turun dulu, aku akan mengusirnya," pinta si Raden.
"Tidak (Menggeleng sambil memeluk tubuh kekar Robin, aku tidak mau, bagaimana jika dia melompat ke arahku, aku sangat jijik!" rengek Bunga...
Dengan terpaksa Robin tetap menggendong Bunga sambil mengusir seekor katak...
keduanya pun bekerja keras mengusir binatang itu.
"Itu...itu...dia...ayo cepat!" Ucap Bunga menunggangi tubuh Robin, untungnya tubuh lelaki itu cukup besar untuk menggendong Bunga...
...
...
love beut anggun 🥰😭🤧