Cerita ini hanya fiktif belaka, cerita menggandung adegan +18
Lika-liku kehidupan Dita yang masih trauma akan perceraian orang tuanya, tanpa sengaja di jodohkan dengan Kai yang merupakan anak teman ibunya, ada perasaan berbeda ketika Dita dekat denga Kai.
Perasaan yang kuat antara Dita dan Kai membuat Celine begitu cemburu, dia bahkan tak yakin Kai dapat mencintai gadis yang baru beberapa hari di temui nya. Trauma yang masih melekat di ingatan Dita membuatnya bimbang dan takut dalam memutuskan jalan hidupnya, dia hanya tak ingin kejadian itu terulang kembali.
walau banyak kekurangan Kai begitu gigih menyakinkan Dita untuk menikah dengannya, Kai yang bersedia menutup semua kekurangan Dita, restu sudah pasti mereka dapat, entah apa yang selalu saja rasa tidak percaya diri menghampiri Dita.
Akankah Dita dapat meyakinkan hatinya untuk Kai dan dapatkah Dita dapat memaafkan ayahnya?
yuk mampir di karya ku, semoga bisa jadi daftar favorit kalian untuk membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NinLugas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Kuberanikan Diri
Aku berjalan di pantai dengan pasir putih dan air laut biru yang jernih, suasana asri hanya aku pengunjung pantai tersebut, di mimpi itu aku melihat Kai berlari menghampiri ku, memeluk ku erat, kami bahkan bercumbu dipinggir pantai. Bibir nya begitu lihai mengecup dan ******* bibir ku, sampai akhirnya Kai membawa ku kesebuah kasur di kamar yang langsung menghadap pantai. Dapat ku lihat badan Kai sedang tidak kurus dan tidak gemuk, perutnya yang sixpack dan ada sedikit rambut lembut dibagian dadanya. Perlahan Kai mencumbu ku lagi dari wajah hingga leher, tangannya bahkan pandai membuka setiap kancing di kemeja putih yang ku pakai, terasa dingin ketika tangannya menyentuh bagaian intim di dada ku, tangannya juga dengan pandai meraba sampai kepinggang ku. Pelan namun pasti Kai mulai melucuti dalaman sentak membuat aku kaget dan terbangun dari mimpi ku.
Aaarrrgggghhhh
Teriak aku terbangun.
Aku bingung kenapa bisa bermimpi hal tersebut.
Kai yang sejak pagi sudah bangun dan sedang membuatkan sarapan bergegas kekamar karena mendengar diri ku berteriak.
“Dit kamu kenapa?”
tanya Kai menghampiri ku, duduk di sisi sebelah kiri ku.
“Enggak kenapa-Kenapa kok”
sahut ku yang masih agak gelisah.
Entah apa yang merasuki aku menginginkannya. Dan hanya aku yang bisa mengakhiri kutukan ini, ku memeluk Kai, tanpa bertanya kembali Kai hanya membalas pelukan erat ku.
“Kamu mandi gih, aku bikinin sarapan”
bisik Kai yang mengusap bahu ku,
Kulihat wajah Kai kulitnya terasa dingin tangan ku, pagi sekali dirinya mandi? Pikir ku sejenak. Mata ku tidak lepas memandangnnya, aku bahkan begitu bernafsu ketika melihat bibir merah muda milik Kai. Aku langsung mendaratkan ciuman kebibirnya, Kai hanya terbelalak kaget menikmati aksi ku, selama ini aku hanya sebagai peran ke-2 tapi tidak hari ini, aku memulai semuanya, aku ingin Kai bahagia bersama dengan ku.
Hampir 4menit kami bergulat dengan bibir, aku bahkan mengangkat kaos yang dikenakan Kai agar di lepasnya, kali ini Kai membalas cumbuan ku, merebahkan aku dan posisi Kai berada di atas, badannya agak berat namun aku dapat merasakan aroma tubuhnya, tangannya melepas kancing piyama biru ku, setelah terbuka, bibirnya dengan lembut mengecup setiap bagian tubuh ku. Mata ku hanya terpejam terdiam menahan sesuatu yang ada didalam diriku.
Sampai pada akhirnya aku membuka kedua bagian paha ku, membiarkan Kai menindih tubuh aku, tangannya mulai mengarahkan sang ade untuk masuk kedalam diriku, aku terperangah kaget, mata ku menatap Ka, mulutku menahan untuk berucap aaaahhhh!!!
Ada sensasi perih yang kurasa, namun dengan lancar Kai memasuki nya.
“Kamu enggak apa-apa?”
tanya Kai dengan suara pelan, aku menggelengkan Kepala ku memberi tanda aku tidak apa-apa bahkan aku meminta nya untuk meneruskan.
Semakin dalam dia memasuki diriku, membuat ku begitu lega merasakan yang belum pernah kami rasakan, aku bahkan merasakan begitu menginginkan dirinya, ketika hentakan Kai terus dipercepat. Dan permulaan kami berakhir ketika aku merasa ada sesuatu yang hangat keluar di dalam diri Kai. Aku bahagia akhirnya aku bisa membuat Kai bahagia.
“Apa akhirnya aku bakal hamil?”
tanya ku yang masih berselimut di kasur bersama Kai.
“Iya bisa lah, kalo produksi tiap hari”
kata Kai sambil tertawa, hari ini kami memutuskan untuk rehat walau tugas kuliah yang numpuk, tapi aku merasa tidak ada beban di hati ku, aku bisa mengakhiri masa menyedihkan ku. Bangkit dengan penuh harapan baru bersama Kai.
Di kampus
“Aulia....”
Panggil Gina yang berlari mengejar Aulia yang hendak masuk ke dalam kelas.
“Iya”
katanya Aulia menoleh.
Akhirnya Gina membawa Aulia kesebuah lorong dekat dengan ruang perpus, Dengan wajah yang sedikit sinis Gina merasa kesal dengan Aulia.
“Ada apa sih?”
tanya Aulia heran melihat sikap Gina
“Kamu ngobrolin apa kemaren sama Dita?”
tanya Gina sangat sinis.
“Ouh Dita hanya tanya masalah rumah tangga”
jelas Aulia yang memakai riasan mata.
“Maksudnya?”
tanya lagi Gina
“Dita hanya cerita dan aku hanya memberi saran, aku enggak bisa cerita detail nya”
jelas Aulia.
Sejenak Gina bertanya tersadar Aulia benar Dita sudah menikah dan setiap rumah tangga tak mau di usik pihak luar seperti dirinya.
“Maaf ya aku kira Dita kenapa-kenapa jadi temenan sama kamu”
jelas Gina yang sedikit cemburu sahabatnya bisa dekat dengan yang lain selain dirinya.
“Aku tahu kamu sayang Dita, berdoa yang terbaik buat Dita ya”
kata Aulia tersenyum walau tak terlihat karena cadarnya matanya mengisyaratkan begitu.
Hari ini juga Celine kembali ke studio namun disana tidak didapatinya Kai, celingak celinguk di studio yang masih dalam tahap finishing.
“Mas, Kai belum datang ya?”
tanya Celine kepada staff yang merapikan finishing galery studio.
“Pak Kaisen libur beberapa hari, lusa baru bisa masuk”
jelas pria paruh baya tersebut.
“Makasih ya mas”
sahut Celine yang kemudian mengambil handphone nya dan berusaha menghubungi Kai namun ponselnya sengaja Kai nonaktifkan.
Celine tampak begitu kesal dan bahkan berniat menghampiri nya kerumah Kai.
Dari kejauhan Rendi yang diam-diam mengikuti Celine tampak kesal dengan sikap Celine yang terus mencari Kai.
Sedangkan Kai dan Dita bersiap berlibur di dekat Jakarta yaitu disebuah pantai kepulauan seribu, Walau hanya 2hari, Kai ingin Quality time nya hanya dengan Dita.
Kai bahkan reservasi cottage dipulau tidung, aku sempat kaget pemandagan yang indah pasir putih dan air biru yang sangat jernih persis di mimpi, aku sempat mengira ini ada diluar negeri Maldevis.
“Kamu suka?”
bisik Kai yang memeluk ku dari belakang.
“Aku suka, makasih ya pak”
sahut ku dengan nada bercanda.
“Sama-sama bunda”
bisik lagi Kai, ada hal terharu yang aku rasa ketika Kai memanggil ku dengan kata “Bunda”
Dan lagi kami melakukan nya lagi, aku berpikir apa ini honeymoon? Memang satu hari boleh melakukan terus-terusan? Apa enggak cukup 1 hari 1x, pikiran polos ku tidak sanggup menghalangi nafsu diriku.
Aku membiarkan Kai yang melakukannya. Aku terdiam menikmati hangat tubuhnya Kai.
Setiap kami melakukan nya Kai selalu bilang, kita bikin hidung nya yang mancung ya, kita bikin mata yang indah seperti mata kamu ya dan selanjut nya.
yuk jangan lupa di like ya 🥰
7in1
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
7in1
💕💕💕💕💕💕
Like 👍👍👍👍👍
Favorit ♥️♥️♥️♥️♥️
Rate ⭐⭐⭐⭐