Seorang Putri Raja Yang Sedang Mencari Kekuatan Agar Tidak Dipandang Rendah Oleh Dunia
Tanpa Putri Itu Ketahui, Ia Memasuki Wilayah Yang Di Mana Tidak Bisa Di Masuki Oleh Mahluk Hidup Karena Tempat Itu Milik Hewan Suci Yang Kekuatan Mereka Setara Dengan Dewa
Welcome To Putri Dione S2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BENDA SUCI
Dione Tidak Langsung Kembali Ke Istana, Ia Masih Berputar-putar Di Dalam Hutan Bersama Ketiga Naga Muda
Sesekali Mereka Pergi Ke Desa-desa Untuk Mengajari Para Naga Muda Berinteraksi Dengan Manusia
1 Minggu Kemudian
Desa Fayu Wilayah Galaxium
Dione Yang Sedang Makan Bersama Ketiga Naga Muda
"Besok Ada Acara Besar Di Istana" Ujar Salah Satu Pengunjung
"Benar, Kita Harus Ke Sana, Ada Banyak Hadiah Yang Akan Di Bagikan" Lanjut Salah Satu Pengunjung Lainnya
Dione Menunduk Tersenyum "Bersiaplah Untuk Bertemu Keluarga Besar" Menara Para Naga Muda
Ketiga Naga Muda Itu Saling Memandang
Besoknya Dalam Kota Kerajaan, Dione Berkeliling Mencari Gaun Juga Pakaian Untuk Ketiga Naga Muda
2 Jam Kemudian
Mereka Berempat Bercermin, Dione Tersenyum Puas Melihat Ketampanan Ketiga Naga Muda
Selesai Berbelanja Dione Pergi Ke Kuil
Depan Patung Dewi
Dione Membungkuk "Hallo Dewi, Lama Tidak Bertemu" Batin
Semua Yang Ada Di Kuil Melihat Ke Arah Dione Yang Sedang Memakai Jubah
"Apa Semua Baik-baik Saja? Kau Tidak Memakai Pedang Ku Untuk Membunuh Sesuatu Kan?" Dione Tersenyum Kecil Lalu Memejamkan Matanya (Batin)
Alam Bawah Sadar
"Lama Tidak Bertemu Dione"
Dione Berbalik, Ia Lalu Membungkuk
"Wah, Wanita Terkuat Ya"
Dione Tersenyum "Apa Semua Baik-baik Saja?"
"Seperti Yang Kau Lihat, Habis Terjadi Peperangan Di Sini"
"Aku Tidak Menayangkan Mengenai Kerajaan Ku, Tapi Wilayah Mu?"
Dewi Tersenyum "Baik-baik Saja, Hanya Gangguan Kecil"
Dione Tersenyum "Anda Mau Saya Bereskan?"
Dewi Melihat Naga Yang Ada Di Dalam Sihir Dione
"Tanpa Jejak" Menatap Dione
Dione Seringai "Tanpa Jejak"
"Ku Serahkan Padamu"
Dione Tersenyum, Ia Membuka Matanya "Tanpa Jejak Ya? Menurut Kalian Bagaimana Cara Menghilangkan Seseorang Tanpa Jejak?" (Telepati)
"Memakannya" Jawab Ketiga Naga
"Makan Ya.... " Dione Tersenyum "Ide Bagus" Berbalik Pergi
Ruang Paus
Dione Tersenyum Melihat Lukisan Seseorang Yang Sangat Ia Kenali
Pintu Terbuka
"Hai Paus Agung" Melihat Ke Arah Thalius
Thalius Terdiam "Kau?"
Dione Membuka Penutup Kepalanya Lalu Tersenyum Manis Ke Arah Thalius "Lama Tidak Bertemu"
Thalius Dengan Cepat Menutup Pintu
"Anda Dari Mana Saja?" Tanya Thalius
Dione Duduk "Ceritanya Panjang, Nanti Jika Ada Waktu Aku Akan Ceritakan"
"Janji?"
"Tidak" Senyum
"Haa" Thalius Duduk "Sifat Menyebalkan Mu Ternyata Belum Hilang"
Dione Tersenyum Kecil "Aku Akan Langsung Ke Intinya, Bagaimana? Apa Ada Yang Harus Ku Singkirkan?"
Thalius Mengepalkan Tangannya "Banyak"
"Oho" Dione Seringai "Siapa Saja? Dan Berapa Banyak?"
Thalius Mengeluarkan Beberapa Berkas Termasuk 10 Lembar Gambaran Wajah
"10!!! Satu Orang 3, Jadi Hanya Ada Salah Satu Dari Kalian Yang 4 Orang" Ujar Dione Pada Para Naga (Telepati)
Ketiga Naga Muda Saling Memandang Mereka Pun Suit
"Yes" Ethan Tersenyum
"Sial" Scott Kesal
Declan Tersenyum Kecil
Dione Tersenyum "Ok, Jadi Scott 4"
Dione Menatap Thalius "Aku Akan Menyingkirkan Mereka Semua Tapi Aku Butuh Sesuatu"
"Apa Itu?"
"Benda Yang Bisa Melemahkan Naga"
Ketiga Naga Terkejut
"Apa Maksud Mu?" Tanya Declan (Telepati)
"Apa Yang Akan Kau Lakukan Dengan Itu?" Tanya Thalius
"Berikan Saja" Jawab Dione
"Aku Memiliki 3"
"Berikan Aku Ketiganya"
Para Naga Muda Menatap Dione Dan Tajam
"Apa? Lalu Bagaimana Dengan Kuil?"
"Kalau Begitu Dua Saja"
Thalius Berdiri Dan Masuk Ke Dalam Ruang Rahasia
"Apa Maksud Dari Semua Ini Dione?" Tanya Ethan
"Untuk Berjaga-jaga Jika Kalian Menggila, Kalian Bertiga Aku Hanya Sendiri Jadi Setidaknya Ada Yang Menjadi Pegangan Ku Saat Kalian Menggila Nanti" Jawab Dione
Ketiga Naga Muda Saling Memandang
"Tapi, Ini (Barang Suci) Bisa Membunuh Kami" Ethan Menatap Dione
"Aku Tidak Berniat Untuk... " Dione Melihat Thalius Yang Keluar Dari Ruangan "Apa Ini?" Tanya Dione Pada Thalius
Thalius Meletakan Pedang Suci Legendaris Dan Air Suci "Hanya Ini Yang Ku Punya, Aku Pikir Aku Memiliki 3 Tadi"
Dione Dan Ketiga Naga Muda Membeku
"Ini Sangat Ampuh Untuk Membunuh Mereka, Jangankan Naga, Hewan Kuno Akan Mati Dengan Ini" Thalius Mendor Pedang Suci Ke Arah Dione
"Ha Ha Ha" Tawa Canggung Dione "Aku Ambil Ini Saja" Mengambil Air Suci "Aku Hanya Perlu Melemahkan Mereka Saja Bukan Untuk Membunuh"
"Oh, Kenapa? Bukankah Dengan Membunuh Mereka Lebih Cepat?"
Dione Menggelengkan Kepalanya "Tidak, Aku Tidak Berniat Untuk Itu" Senyum Canggung
"Baiklah" Thalius Berdiri Memasukkan Kembali Pedang Suci "Jadi Kau Dari Mana?" Keluar Dari Ruangan Dan Duduk Di Depan Dione
Dione Memasukkan Air Suci Ke Dalam Ruang Sihirnya (Khusus Benda Mati) "Dari Luar"
"Setahu Ku Kau Sakit?"
Dione Mengangguk "Memang Sakit, Tapi Sekarang Sudah Baik-baik Saja"
"Haa... " Thalius Melihat Lukisan Venian "Paus, Teman Mu Ini Membawa Sesuatu Yang Lebih Buruk Dari Sebelumnya"
"Yak, Siapa Yang Kau Bilang Buruk?" Dione Menatap Tajam Thalius
Thalius Melihat Dione Yang Sedang Menatapnya Dengan Tajam
u the best thoorrrr
semangat Thor
semangat berkarya 💪
semangat Thor 💪💪