NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Dengan Mantan Pacar Kakak

Terpaksa Menikah Dengan Mantan Pacar Kakak

Status: tamat
Genre:CEO / Ibu Pengganti / Menikah Karena Anak / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:276.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: tami chan

Tiara Putri harus membesarkan keponakannya yang bernama Bintang, karena kakaknya -Rani- yang merupakan ibu kandung Bintang, telah meninggal. Tiara sangat menyayangi Bintang hingga rela bekerja siang dan malam demi bisa mencukupi kebutuhan anak sambungnya itu. Namun tiba-tiba muncul seorang lelaki bernama Troy Richard Kardinal yang mengaku sebagai mantan pacar Rani dan ayah biologis Bintang. Dia menginginkan Bintang dan akan merebutnya dari Tiara.
Akhirnya demi bisa terus bersama Bintang, Tiara terpaksa menikahi Troy.
Bagaimanakah lika liku kehidupan pernikahan pasangan tanpa cinta itu? akankah cinta tumbuh di antara keduanya suatu saat nanti? yuk, ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Istri Troy!

"Gue pulang dulu, O!" Troy bangkit dari duduknya, mengambil jas warna coklat tua yang tergantung di sandaran kursi kerjanya kemudian memakainya dengan cepat.

"Eh? baru jam 4," Okta memandang arlojinya dan terkejut. Tak biasanya Troy pulang cepat.

"Sore ini Bintang pulang ke rumah, Gue harus mengurus kepulangannya dan tetek bengek administrasi Rumah Sakit. Kalau ada masalah di kantor, telpon gue!" Troy berjalan cepat dan meninggalkan Okta sendirian di ruangannya.

"Hmmm, ngapain gue di sini. Mending balik ke ruangan gue sendiri..." gumam Okta sambil membereskan berkas berkasnya, kemudiaan bergegas keluar dari ruang kerja Troy.

Troy setengah berlari menuju mobilnya yang terparkir di basement, saat telpon berdering di po selnya pun, dia tak menghentikan langkahnya. Dia mengambil ponsel yang ada di saku celananya dan memandang nama penelepon yang tertera di layar ponselnya.

"Ada apa?" tanyanya singkat.

"Katanya sore ini, Bintang sudah bisaa keluar Rumah Sakit?" tanya Tia, si penelpon.

"Iya, ini aku sedang ke sana. Tunggu sebentar," Troy membuka pintu mobilnya dan duduk di kursi pengemudi.

"Ya udah, hati-hati."

"...Oke...," Troy menutup ponselnya dan terdiam. Kenapa dia dan Tia tiba-tiba jadi sedekat ini, ngobrol di ponsel, bahkan Tia memberikan perhatian?

"Kesambet apa tuh OG kampungan?!" gumamnya sambil tersenyum.

Sedang Tia juga mkasih terdiam sambil memandangi ponselnya.

"Hati-hati? Hati-hati kataku? Lu kenapa Tia? kesambet jin botol!" geramnya karena merasa bersikap konyol pada Troy.

"Ngapain gue bilang 'hati-hati'? udah gila, ya!" gerutunya.

"Siapa lu, ngomong 'hati-hati'!"

"Aarrgghhh!!!! memalukan!!!!"

"Aahh! ini gara-gara dia bilang 'tunggu sebentar'! iya, pasti karena itu. Lagian sok akrab banget sih tuh cowok! emang siapa yang nungguin dia? segala nyuruh gue nungguin!" lalu Tia kembali terdiam.

"Iihhh!!! nggak banget! ihhh!!!" Tia mengusap usap lengannya yaang tiba-tiba merinding karena teringat kejadian barusan.

Tok! tok! tok.

"Permisi," seorang pria mengenakan sneli lengan pendek, masuk ke ruang perawatan Bintang. Dia menggantungkan stetoskop di lehernya, dan berjalan sambil memasukkan tangannya ke saku snelinya.

"Selamat sore?" sapanya saat melihat Tia.

"So-sore, Dok..." jawab Tia sambil bangun dari duduknya. Sempat mematung karena terlalu terpesona pada sosok dokter muda yang masuk ke dalam ruang perawatan Bintang. Tia mencoba tetap tenang agar tidak mempermalukan dirinya sendiri.

Dokter muda berparas rupawan, berumur sekitar 30 tahunan lebih sedikit, mungkin. Sangat berkharisma dan berhasil membuat jantung Tia berdebar-debar karenanya.

Tia memandang name tag yang terpasang di juga ah dokternya, di sana tertulis nama dr. Aditama. Bahkan namanya pun membuat jantung Tia berdebar-debar. Inikah cinta pada pandangan pertama?

"Bagaimana keadaan Bintang?" tanyanya sambil berjalan menuju ranjang tempat Bintang berada.

"Selamat sore Dokter..." sapa Bintang sambil mengangkat tangannya.

Sang dokter tersenyum lalu menyambut uluran tangan Bintang, dan kemudian Bintang mencium tangan pak Dokter.

"Duh, pinternya..." ucapnya sambil mengelus rambut Binatang. Lalu tangannya turun untuk menyentuh dahi Bintang.

"Sudah nggak panas, ya. Sudah boleh pulang."

"Horee... Terima kasih Pak Dokter," ucap Bintang girang. Jarum infus sudah di lepas, dan Bintang langsung turun dari ranjangnya dan bermain mobil remote kontrol yang di belikan Troy, kemarin.

"Makannya di jaga ya, harus bersih, jangan beri makanan pedas dulu. Sepertinya Bintang panas kemarin juga karena menahan sakit, Saya sudah dengar ceritanya," ucap Sang dokter panjang lebar.

"Iya dok..." jawab Tia sambil tertunduk, dia merasa malu karena tidak bisa menjaga BIntang dengan baik.

"Anda Ibu nya?"

"Iya."

"Berarti istrinya Pak Troy ya, kal-"

"Bukan!" sela Tia. "Saya bukan istri Troy! Saya masih single!" eh? kenapa aku ngomong begitu! .

Sang dokter tampak kebingungan, "Oh, maaf. Kalian sudah berpisah? makanya Bintang kurang di perhati-"

"Bukan, dok! bukan begitu, ahh saya sulit menjelaskannya. Yang pasti, Saya tidak ada hubungan apapun dengan Troy!"

Sang dokter yang berumur sekitar 30 tahunan itu tersenyum, "apapun itu, yang penting, Bintang harus di utamakan, di perhatikan, ya?"

"Iya dok!" jawab Tia tegas.

"Saya permisi..."

"Anu dok, kapan Bintang bisa cek kesehatannya setelah pulang nanti?" Tia berusaha mencari kesempatan untuk bertemu dokter tampan ini kembali.

"Saya ada praktek hari Kamis, Bintang bisa datang hari Kamis nanti. Cuma untuk minggu ini, sepertinya kita tidak bisa bertemu..."

"Kenapa?" tanya Tia dengan cepat.

"Saya ada seminar di luar kota, mungkin selama seminggu."

"Yah... sayang sekali..." ucap Tia, kecewa.

Sang dokter tersenyum. "Kita bisa bertemu di hari Kamis minggu depan, jika Ibu berkenan."

"Saya bukan Ibu, nama saya Tia. umur 22 tahun, masih single!" Tia mengulurkan tangannya dan sang dokter tampan membalasnya.

"Saya aditama," jawabnya.

"Umur?" tanya Tia to the point.

Dr Aditama tersenyum lagi, "33 tahun."

"Dokter masih muda, ya?" ucap Tia sambil tersenyum malu.

"Saya sebelas tahun lebih tua dari Ibu Tia, loh."

"Ahh Saya bukan Ibu, Saya masih single." ucap Tia, kembali mengingatkan Sang dokter.

Mereka berdua pun tertawa.

"Permisi!" suara baritone yang sangat berat, membubarkan suasana ceria di dalam ruangan perawatan. Tia seketika terdiam dan memasang wajah cemberut, saat bertatapan dengan Troy. Dia langsung memalingkan wajahnya dan kembali menatap wajah tampan dokter Aditama.

"Selamat sore, Pak Troy. Saya datang untuk kontrol Bintang," ucap dokter Aditama.

"Terima kasih, Dok. Bintang sudah bisa pulang, kan?" tanyanya sambil berjalan masuk ke dalam ruangan. Mata Troy terus menatap Tia yang sedang tersenyum senyum sendiri persis orang gila sambil melirik ke arah dokter Aditama.

"Dasar cewek jablay! nggak bisa liat laki-laki kinclong dikit! awas ya! " geram Troy dalam hati.

Bintang, sudah siap pulang?" tanya Troy.

"Bintang takut sama tante Puji," ucap Bintang lirih.

"Nggak ada tante Puji lagi. Bintang sudah aman, tenang ya."

"Iya, Pa." Bintang langsung menghambur ke pelukan Troy, dan dengan sigap Troy menggendongnya dengan salah satu lengannya.

Troy mengambil koper yang berisi baju baju Bintang saat bermalam di Rumah Sakit. Semua sudah di bereskan oleh Tia dan itu membuat Troy sedikit bernapas lega. Ternyata Tia bisa bekerja tanpa di perintah terlebih dahulu.

"Tia..." Troy memanggil Tia yang masih asyik ngobrol dengan dokter Aditama, dia bahkan tertawa kecil sambil menutup mulutnya, terlihat sangat genit. Entah kenapa Troy jadi kesal karenanya.

"Perlu di kerjain, nih!" batin Troy.

"Ma! semua nya sudah beres, kan? ayo cepat kita pulang ke rumah kita," ucap Troy sambil menatap Tia dan tersenyum smirk.

"Eh? apa?"

1
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙡𝙚𝙗𝙖𝙮 𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙞 𝙩𝙞𝙖 𝙘𝙚𝙢𝙗𝙪𝙧𝙪 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙠𝙖𝙠 𝙨𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞, 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙣𝙮 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝙡𝙖𝙡𝙪, 𝙙𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝙙𝙥𝙣 𝙣𝙮𝙖, 𝙩𝙝𝙖𝙩𝙨 𝙨𝙞𝙢𝙥𝙡𝙚 𝙟𝙜𝙣 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙡𝙞𝙣𝙩𝙞𝙧😭😭😭🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙝𝙤𝙧𝙚𝙚𝙚𝙚𝙚 𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧𝙣𝙮𝙖 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙍𝙖𝙣𝙞 𝙜𝙠 𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙪𝙖𝙣𝙜 1𝙈 𝙣𝙮𝙖 😭😭😭𝙠𝙖𝙨𝙞𝙖𝙣 𝙍𝙖𝙣𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡 𝙜𝙧2 𝙥𝙚𝙣𝙙𝙖𝙧𝙖𝙝𝙖𝙣, 𝙥𝙙𝙝𝙡 𝙖𝙦 𝙟𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙝𝙢𝙡 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙜𝙪2𝙧𝙖𝙣 𝙩𝙥 𝙜𝙠 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙣𝙥 𝙠𝙡𝙤 𝙖𝙙𝙖 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡 𝙠𝙧𝙣 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙙𝙞𝙝𝙠𝙖𝙣, 𝙠𝙧𝙣 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙨𝙞𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙮𝙖𝙞𝙩𝙪 𝙖𝙣𝙠𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙜𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙠𝙖𝙧 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖𝙣𝙮𝙖 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙗𝙧𝙪 𝙣𝙚𝙢𝙪 𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖2𝙢𝙪 𝙠𝙖𝙠 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧 😊😊🤝🤝
Tamie: gaskeun🤭🤭
total 1 replies
Sri Ariyanti
aku suka2 karyamu thor. tapi knp ceritanya gantung, jadi pengen nya lanjut
Tamie: aaf ya kak klo kurang berkenan dengan endingnya 🙏🙏 Terima kasih sudah setia baca karya receh ku ini. 🥰🥰
total 1 replies
Sri Ariyanti
gumush sama tia. tidak berpikiran jernih
sunshine wings
Yaaa pastilah author 😍😍😍😍😍💪💪💪💪💪
sunshine wings: Iyaa sayang.. Banyak urusan dunia nyata.. ✌️✌️✌️❤️❤️❤️
total 2 replies
Radiah Hassan
Happy ending.. Tq thor.. Semoga terus sukses didalam bidang yg diceburi💪💪
Tamie: terima kasih kk 🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Radiah Hassan
Usah dicemburui org yg sdh tiada.. Jlnani apa yg dihadapan mu
ELy Purwanti Elf
legaaaa banget happy ending , makasih thor sudah mengisi hariku dengan novel ini , cepat bikin novel yg lain ya , luvvv authorrr
Tamie: lop yu tu... 🥰
total 1 replies
Eva Karmita
apapun keputusanya aku selalu mendukungmu Mak ttp semangat di tunggu karya"mu yg baru semangat 💪🥰

dan untuk keluarga Tiroy semoga bahagia selalu dan punya anak yg banyak biar rumah kalian rame 🥰🥰🥰
Eva Karmita: lop yu to 🤗😘
total 2 replies
Risa Amanta
looh kok sudah tamat...yaaah bakal kangen nih sama cerita2 kak Tami
Risa Amanta: i lop you gass pull jg😍😍😍😍
total 2 replies
Tamie
Terima kasih ka... ❤❤
sunshine wings
I love you too author to the moon and back ♥️♥️♥️♥️♥️😘😘😘😘😘
sunshine wings
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
sunshine wings
Nikmatilaaaaa hidupmu mommy 🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤣🤣🤣🤣🤣
sunshine wings
👍👍👍👍👍👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
sunshine wings
Love you too Troy.. 🥰🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘😘😘
sunshine wings
Yeayyy.. 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Happy Ending ya author.. ♥️♥️♥️♥️♥️
Makasiii.. 😘😘😘😘😘
sunshine wings
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
♥️♥️♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!