Berawal dari lahirnya sang keponakan yang mempunyai wajah sangat mirip dengan suami yang belum genap sebulan menikahi nya,menjadi awal petaka dikeluarga besar Alesha.
Penasaran dengan kisah selanjutnya? ikuti terus kisah Alesha yang terpaksa memilih jadi janda muda di usia pernikahan nya masih seumur jagung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Adib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikah dengan ku!~Daniel
Keesokan harinya, Alesha yang kini sudah sampai dikantornya bersama dad fatan tengah memeriksa laporan yang harus dia teliti sebelum membubuhkan tanda tangan nya.
Dad fatan bersikap seolah tidak terjadi apa apa. Belum ada waktu yang pas untuk membicarakan hal yang dia bahas semalam dengan Alesha.
"Sayang, nanti siang ada pertemuan dengan rekan bisnis baru kita. Acara nya hanya makan siang bersama CEO dari perusahaan mereka. Ini untuk merayakan keberlangsungan kerja sama antara perusahaan Daddy dan perusahaan mereka." ucap dad fatan pada alesha
"Kenapa tidak Daddy saja yang datang ?" tanya Alesha heran . Biasanya dalam hal ini Daddy nya tidak pernah meminta nya untuk ambil alih.
"Mulai sekarang kamu harus belajar, agar terbiasa. Jaga sikap, dan jalin hubungan yang baik agar kerja sama kita dengan mereka berjalan lancar. Apalagi perusahaan mereka cukup terkenal. Kerja sama ini akan membantu perusahaan kita semakin maju" ujar dad fatan.
"Huh, baiklah dad!" ucap Alesha lesu. Mendengar jawaban putrinya membuat dad fatan tersenyum tipis. Dad fatan lalu kembali membantu Alesha menjelaskan satu persatu tentang bisnis yang dia jalankan selama ini. Hingga tidak terasa waktu hampir menunjukkan jam makan siang. Alesha segera bersiap pergi ketempat yang sudah disiapkan oleh pihak dad fatan untuk mengadakan pertemuan itu.
"Dad, Alesha pergi dulu ya!" ujar Alesha sembari beranjak.
"Ya sayang, hati hati dijalan. jangan terlalu terburu buru. Masih ada banyak waktu Alesha." ujar dad fatan.
"Oke dad!" jawab Alesha tanpa menoleh dan hanya memperlihatkan jari jempolnya diatas kepala.
Dad fatan menatap punggung putrinya dengan tatapan yang penuh arti. tak lama kemudian dia tersenyum tipis dan menghela nafas panjang.
Hah!
"Semoga Setelah pertemuan ini, kamu bisa lebih bijak mengambil langkah. Ya Tuhan! tanpa aku bersusah payah mempertemukan keduanya. Takdir lebih bertindak lebih dulu." gumam dad fatan menggeleng kan kepalanya.
*
*
*
Alesha kini sudah berada di depan Restoran terkenal dan mewah di kota tersebut. Dia menatap sekali lagi bangunan itu. Entah mengapa Alesha berdebar, seperti akan ada sesuatu yang terjadi dalam hidup nya.
"Benar ini restoran nya?" tanya Alesha pada sekretaris ayahnya yang akan menemani dirinya dalam pertemuan dengan rekan bisnis nya.
"Benar nona, ayo ikuti saya. Kita langsung ke ruangan VIP yang sudah disiapkan. karena tamu kita sudah sampai lebih dulu beberapa menit yang lalu." ucap sang sekretaris dan Alesha sendiri hanya mengangguk mengikuti langkah sekretaris nya.
Deg .deg... deg..deg..
Setiap langkah kaki Alesha , detak jantung nya tidak berhenti berdebar kencang. Alesha memegang dadanya sendiri. Dia begitu gugup entah karena apa.
"Ya ampun! sadar Alesha! kamu hanya akan bertemu rekan bisnis, bukan bertemu calon mertua mu!!" gerutu Alesha sembari terus berjalan dan memegangi dadanya.
"ini ruangannya nona." ujar sang sekretaris.
Alesha menghela nafas panjang berusaha mengurangi degup jantung nya yang semakin tak karuan.
huh!
Setelah memantapkan hati, Alesha membuka pintu ruangan tersebut.
Ceklek.
"Selamat siang semuanya, maaf kedatangan kami sedikit terlambat" ujar Alesha sembari menyapa dengan menundukkan sedikit kepalanya.
"Tidak apa apa, kami juga baru saja sampai" ujar seorang pria paruh baya. setelah Alesha dan sekretaris nya mendudukkan diri.
"Ternyata putri tuan fatan sangat cantik " Puji pria paruh baya itu.
"Terimakasih atas pujiannya tuan. Saya mewakili ayah saya, mengucapkan terima kasih atas berlangsung nya kerja sama antara perusahaan kita." ucap Alesha tersenyum ramah, tatapan nya kemudian beralih pada pria yang berada disamping pria paruh baya itu, dan tak lama senyum Alesha memudar tergantikan dengan keterkejutan.
"K..kamu?" ucap Alesha lirih dan tergagap.
"Anda mengenal asisten saya nona? "Tanya pria paruh baya itu pada alesha. Namun tatapan nya tertuju pada asisten nya yang tak lain adalah Daniel. Pria paruh baya itu menatap penuh selidik melihat putranya yang terlihat menatap Alesha tanpa berkedip.
Alesha tersenyum kaku. Dia bergerak gelisah menyadari tatapan intens pria yang pernah bermalam dengannya.
"Ah, tidak! Seperti nya salah orang. " ucap Alesha cepat. Membuat Daniel tersenyum tipis nyaris tak ketara.
Suasana semakin terasa canggung. hingga suara pintu terbuka memperlihatkan pelayan yang mengantarkan pesanan yang sudah dipesan khusus oleh pihak perusahaan Alesha ke ruangan tersebut. Semua yang dihidangkan adalah menu spesial dan andalan yang ada di restoran tersebut.
"Mari kita mulai makan siangnya tuan. Kami harap, anda menyukai hidangan yang kami siapkan." ucap Alesha mencoba tersenyum lebar meski terlihat kaku karena gerogi terus diperhatikan oleh Daniel.
Mereka pun memulai makan siangnya dengan tenang, sesekali terlihat Daniel mencuri pandang pada alesha yang terlihat fokus sekali dengan makanannya. Setelah selesai dengan makan siangnya masing masing, mereka melanjutkan obrolan seputar kerja sama mereka. Dan selang beberapa menit. akhirnya pria paruh baya itu berpamitan untuk undur diri lebih dulu karena masih ada urusan yang lain.
Alesha sendiri tidak mempermasalahkan. Dia berdiri saat rekan kerjanya berpamitan.
"Terima sudah berkenan datang untuk sekedar makan siang hari ini" ucap Alesha ramah.
"Tentu saja, semoga proyek kita berjalan lancar" sahut pria paruh baya itu sembari tersenyum lebar.
Kedua pria itu lantas keluar dari ruangan tersebut,
"Pa, aku ada urusan sebentar. Papa pergilah lebih dulu. aku bisa pesan taksi." ucap Daniel pada papa nya.
"Hm,, jangan macam macam dan jangan lama lama!" ucap sang Papa dengan wajah garang yang membuat Daniel mengiyakan saja ucapan Papa nya itu.
Beberapa menit menunggu, akhirnya Daniel melihat Alesha keluar bersama sekretaris nya.
"Nona Alesha? " sapa Daniel membuat Alesha langsung menegang melihat pria itu lagi.
"Ya?" sahut Alesha gugup.
"Bisa kita bicara sebentar? hanya berdua" ucap Daniel menatap pada sekretaris Alesha. bermaksud untuk menyuruh orang itu berlalu.
"Saya duluan kalau begitu" ucap sekretaris Alesha yang seakan mengerti arti tatapan mata Daniel.
"Maaf, anda ingin bicara apa ya?" tanya Alesha dengan jantung yang berdetak kencang. Pria berwajah tampan didepannya membuat darah Alesha berdesir. Alesha kembali mengingat kebersamaan mereka diatas ranjang. pergumulan hebat yang begitu panas seolah berputar lagi diotaknya.
Gleg.
Alesha menelan Saliva nya dengan susah payah saat dirinya melihat tatapan tajam dari Daniel.
"Apa kamu masih mengingat ku? " tanya Daniel.
"Maaf?" sahut Alesha mencoba berpura pura tidak paham.
"Gadis yang mabuk karena patah hati. Lalu melewati malam panas bersama pria dihotel. "ucap Daniel membuat Alesha meringis.
"Kenalkan namaku Daniel! Bukankah malam itu kita belum sempat berkenalan?" ucap Daniel tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya.
"Maaf tuan, saya buru buru ! permisi." ucap Alesha hendak berlalu. tapi pergelangan tangannya langsung ditahan oleh Daniel.
"Kali ini tidak akan aku biarkan kamu lolos lagi sayang! Menikah lah denganku, atau rekaman saat kamu masuk kedalam kamar hotel bersama ku akan aku perlihatkan pada orang tuamu?" ucap Daniel tersenyum tipis. Namun malah terlihat menjengkelkan.
"Jangan mengancam ku!" geram Alesha.
"Aku tidak pernah main main dengan ucapan ku! "Ucap Daniel dengan tegas tanpa keraguan sedikitpun. membuat Alesha menjadi ketar ketir.
"Aku tunggu Jawaban mu besok. Kalau tidak siap siap orang tuamu akan murka!" ucap Daniel tersenyum lebar. membuat Alesha ingin sekali menjambak rambut pria yang sayang nya berwajah sangat tampan.
"ini kartu namaku. Aku tunggu jawabanmu sayang! seru Daniel sembari berlalu meninggalkan Alesha yang mematung menatap punggung tegap pria tampan itu.
"Astaga! kenapa jadi seperti ini?" gumam Alesha frustasi. Dia lantas langsung beranjak dari tempat nya berdiri menyusul sekretaris nya yang sudah menunggu di mobil.
*
*
dan Meera kl nikah lagi walinya kn masih ada Bpk kandung nya biar sah gk zina terus.
Yang mau tambahan bonchap komen di bawah ya!!🤗🤗
sejelek jeleknya Bpk kandung kl masih hidup hrsnya kn dia yg nikahin.
berarti dng bagas pun itungannya kumpul kebo dong.
kok tumben betah gk ada belaian laki.
mudah2an y gas... marsya gadis yg baik. bs jga marwah sbgai seorng istri..
pdhal bagas nih udh good looking, good rekening, good atitude...tp msih jg dselingkuhin..😭😭😭