"Kenapa harus aku Mas yang kamu sakiti? apakah kamu tak ingat jika aku sudah banyak berkorban untukmu kenapa harus ada dia dalam pernikahan kita apa salahku sama kamu Mas."
Suara lantang wanita cantik bernama Paramitha Rusli membuat semua orang kini kembali menatap kearahnya terlebih lagi laki laki yang berstatus menjadi suaminya itu menatapnya dengan sinis.
"Jangan pernah kamu lupakan satu hal Mitha aku menikahimu hanya karena keterpaksaan dan juga karena permintaan orang tuaku,dan kamu tahu aku tak pernah mencintaimu walupun hanya seujung kuku wanita yang aku cintai hanya Lisa dan kamu tahu akan hal itu.."
Laki laki egois yang bernama Heru Sudjatmoko terdengar begitu pedih di telinga Mitha wanita yang sudah menemaninya namun kini dia harus di campakkan dan di cerai begitu saja.
Rasa sakit hati yang dia alami membuat Mitha berubah menjadi wanita yang sangat cantik dan juga berubah menjadi wanita sukses hal itu tentu saja membuat Heru menyesal di kemudian hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
""Penyesalan selalu datang setelah kita merasakan kehilangan. Bukan tanpa alasan tetapi jika penyesalan datang pada awal kalimat itu namanya pendaftaran..""
Heru pun hanya mempu menundukkan wajahnya dia tak mau menatap sang Ayah yang terlihat masih sangat kecewa pada dirinya..
"Seharusnya kamu itu sadar Heru,kamu itu telah membuat Ayah dan Bunda kecewa bahkan sangat kecewa. Kami percaya padamu ketika kamu mengajak Mitha untuk pindah kesini karena kalian sudah benar benar ingin membina rumah tangga dengan cara kalian sendiri. Namun nyatanya Ayah salah justru disini kamu memberinya luka yang tak akan pernah dia lupakan selama hidupnya.."
Suara lantang Pak Bambang membuat Heru hanya bisa diam dan diam. Memang benar apa yang di katakan oleh sang Ayah bahwa dirinyalah yang telah membuat Mitha terluka bahkan entah seperti apa wanita itu saat ini mungkinkah dia akan bisa membuka hatinya kembali untuk si pecundang seperti dirinya entahlah.
"Sekarang tak ada gunanya kamu seperti ini Heru. Ingat kamu yang telah menanam luka dan kamu juga yang akan memetik hasilnya.. Jujur dari dalam lubuk hati Ayah sangat kecewa sama kamu. Bagaimana jika nanti Mitha akan menghancurkan usaha kita dia akan menghancurkan perusahaan kita kamu tahu Heru jika sebagian saham di perusahaan kita adalah miliknya bahkan hampir delapan puluh persen. Dan kita hanya memilikinya sebagian saja."
Pak Bambang nampak sangat kecewa dengan Heru dia masih sangat takut jika Mitha akan mengambil alih perusahaannya dan menyingkirkan Sudjatmoko dari perusahan yang sudah dia rintis dari nol...
******
Mentari pagi bersinar dengan cerahnya. Banyak suara kicauan burung yang terdengar begitu merdu di tambah udara pagi yang terasa sangat sejuk membuat Dimas tersenyum gembira. Dimas berharap hari ini dia akan bisa bertemu dengan bidadari hatinya kembali.
Dimas pun bersiap menuju perusahaan miliknya untuk bekerja. Dan kebetulan juga dia harus menyambangi Mitha Persada untuk mengadakan meeting itu yang membuat semangatnya berkobar.
"Dimas kamu sudah siap mau kekantor?"tanya Ibu Dewi sembari tersenyum dengan sangat manisnya...
Dimas pun menganggukan kepalanya dan kemudian mendekati sang Bunda yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua...
"Iya Bunda.. Bunda bikin sarapan apa? Wah sepertinya sangat lezat.."Dimas pun terlihat sangat tak sabar menikmati spaghetti yang di buat oleh sang Bunda.
Ibu Dewi pun hanya tersenyum melihat sang putra terlihat begitu antusias dengan makanan yang sedang dia buat. Karena spaghetti adalah makanan favorit Dimas semenjak Dimas masih bocah...
"Bunda buatin kamu spaghetti sayang kamu suka ini kan? Semalam kamu kan sudah memberikan kabar baik pada Bunda kalau kamu sudah memiliki kekasih untuk itu Bunda ingin mengucapkan terima kasih dan Bunda membuatkan makanan favorit kamu.."
Dimas pun terkejut mendengar ucapan sang Bunda,dia tak pernah menyangka jika sang Bunda ternyata begitu antusias ingin segera memiliki menantu. Dimas pun hanya bisa meringis sembari menggaruk rambutnya yang tak gatal dia bingung harus membuat alasan apa lagi pada sang Bunda...
"Kamu kenapa? Apa kamu sakit kenapa kamu kok jadi salah tingkah seperti itu?"pertanyaan sang Bunda pun berhasil membuat pandangan Dimas langsung tertuju pada dirinya..
"Maksud Bunda apa aku baik baik saja kok. Aku juga sudah tampan seperti ini masih di bilang sakit?"Dimas pun membenarkan dasinya di depan cermin yang kebetulan berada di dekat meja makan.
Ibu Dewi pun hanya bisa tertawa melihat tingkah lucu putranya walaupun usia Dimas kini sudah menginjak kepala tiga namun sikapnya masih seperti anak anak..
"Iya iya putra Bunda memang sangat tampan. ya sudah sekarang sarapan dan segera ke kantor nanti kamu telat lagi. Bukankah nanti sore kita harus kembali ke Jakarta?"ucapan sang Bunda menyadarkan Dimas bahwa waktu sudah semakin siang dan dia juga harus menyiapkan segalanya...
Sesampainya di kantor Dimas pun langsung masuk kedalam ruangnya dan segera menghubungi Mitha namun ternyata nomer ponselnya sudah tak aktif itu membuat Dimas bertanya tanya...
"Ehh kenapa ponselnya kok gak aktif. Mana aku lupa gak menghubunginya dari kemarin." Dimas pun merasa bersalah karena semenjak ada sang Bunda di apartemennya Dimas tak bisa menghubungi Mitha...
Dimas pun berfikir untuk menghubungi Ayu sahabat sekaligus sekertaris pribadi Mitha dan Dimas berharap bahwa Mitha baik baik saja.
Kebetulan Dimas baru saja sampai di lobby perusahan Mitha Persada,dia sudah di pertemukan dengan orang yang dia cari yaitu Ayu..
"Mbak Ayu maaf mengganggu di manakah Mitha berada? kenapa saya menghubunginya tapi ponselnya justru mati.."Dimas pun terlihat panik namun dia masih bisa mengontrol dirinya sendiri...
Ayu pun tersenyum melihat laki laki tanpamu yang menanyakan tentang bosnya tersebut...
"Maaf Pak Dimas,Bu Mitha dia sudah kembali ke Singapura pagi tadi. Dan sepertinya beliau akan menetap di sana."
Mendengar ucapan Ayu hati Dimas terasa perih dia baru saja bertemu dengan wanita yang sudah satu tahun ini mencuri hatinya namun nyatanya wanita itu pun pergi meninggalkan Indonesia. Dimas pun menjadi gak fokus pikirannya sedang melayang mencari sosok wanita yang dia kagumi namun kini mereka terhalang oleh lautan walaupun jarak tempuh Indonesia,Singapura hanya memerlukan waktu kurang lebih 45 menitan saja.
mohon maaf lahir bathin 🙏😘
👏👏👏👏👏
💖💖💖💖💖