NovelToon NovelToon
My Best Match

My Best Match

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eva Yulian

SEASON 1

Bagaimana rasanya ketika tiba tiba kamu di jodohkan dengan seorang lelaki yang ternyata adalah Saudara sepupu Mantan kekasihMu?

Mungkin tidak masalah mereka bersaudara,tapi yang menjadi masalah adalah,kamu belum benar benar bisa melupakannya.

-

SEASON 2

Kebersamaan yang berlangsung lama, dalam atap yang sama. Nyatanya menumbuhkan cinta bagi adik kakak yang tidak memiliki hubungan darah

Daren dengan Syan

Meski usia mereka terpaut empat tahun, nyatanya Daren tidak memperdulikan hal itu, ia jatuh cinta pada kakaknya. Syan.

Dan berusaha keras untuk mendapatkan cinta sang Kakak meski ada pria lain yang dijadikan gadis itu sebagai pilihannya. Bukan Daren, tetapi pria pilihan orang tuanya yang berhasil membuat Syan berpaling dari Daren.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva Yulian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketika Juan Jadi Rebutan

*

*

Begitu duduk di kursi meja makan, tak lama Juan menyusul dan duduk di samping Carra. Syan sepertinya sudah main di taman samping, hanya Juan dan Carra saja yang sarapan karena yang lain sudah menyelesaikan sarapannya dan mulai menjalankan kesibukannya masing masing

Carra agak canggung, terlebih Juan juga duduk begitu saja tanpa bersuara. Dan mengingat kejadian di kamar tadi, malah membuat Carra menjadi semakin gelisah

Sampai kemudian, salah satu pelayan bersuara dan memecah keheningan yang tercipta di ruang makan mansion

"Tuan muda, apa anda ingin dibuatkan coffee?" Tanya salah satu pelayan yang berdiri di samping Juan

Juan menoleh,

"Biar aku saja" Carra menyahut cepat. Kemudian beranjak dari duduknya dan pergi ke dapur

Sang pelayan tadi hanya mengangguk pasrah, saat majikannya segera mengambil alih tugasnya. Ia memang tau, setelah Tuan mudanya menikah, orang yang selalu membuatkan coffee untuknya itu memang selalu istrinya itu

Carra membuat coffee di mesin coffee, fikirannya masih pada kejadian beberapa waktu lalu yang terjadi di kamar. Ia masih mengutuki dirinya sendiri karena kebodohan yang diperbuatnya itu, membuat dirinya sendiri tidak nyaman

"Carra"

Panggilan itu sedikit mengagetkan Carra yang sedang melamun, ia seketika saja menoleh ke asal suara dan mendapati Juan yang tengah berdiri di belakangnya

"Iya" Carra menyahut kikuk setelah cukup lama hanya terdiam

"Aku ada meeting penting hari ini, Robert sudah mejemputku" Sahutnya yang terdengar seperti sebuah teki teki di indera pendengaran Carra

Kata katanya seolah bermakna. Carra, tidak perlu membuat coffee. Aku akan segera pergi. Ya, seperti itu

"Baiklah" Carra menyahut singkat

Setelah Carra mengatakan begitu, lantas Juan berlalu begitu saja tanpa ada pergerakan apapun lagi. Tidak ada kecupan di dahi, tidak ada ucapan selamat tinggal. atau basa basi seperti umumnya pasangan suami istri, saat suaminya akan pergi bekerja

Tidak ada!

Juan berlalu begitu saja meninggalkan Carra yang terpaku menatap kepergiannya

Jujur, Carra semakin tidak memahami dengan bagaimana Juan yang sebenarnya. Carra hanya ingin mencoba menjadi istri yang baik untuk Juan, tapi sepertinya Juan memang terlanjur kecewa kepadanya. Tapi Carra harus bagaimana? Ia saja amat tidak mengerti dengan kekeliruan yang sedang terjadi saat ini

Sungguh, Carra sudah tidak mencintai Abram, ia hanya belum siap dengan Juan. Itu saja

Apa Juan menganggapnya berlebihan?

"Momy"

"Mom"

Carra segera menoleh saat Syan memanggilnya. Suara itu membuyarkan lamunan Carra, dan sepertinya bocah manis itu sudah cukup lama memperhatikannya

"Kau bersedih Mom?" Tanyanya

"Tidak, untuk apa bersedih" Dusta Carra, lalu menuntun Syan untuk duduk di meja makan

Bahkan Carra lupa jika dia ternyata belum menghabiskan sarapannya

"Mom, apa Momy mencintai Dady?" Tanya Syan tiba tiba. Carra yang sedang mengunyah nasi gorengnya sedikit tersentak mendengar pertanyaan Syan

Carra seperti tercekat. Harus bagaimana dia mengatakannya, rasanya berdusta tentang perasaan itu sulit. Jika jujur, apa yang harus dikatakannya?

Dan Rose yang sedang tersenyum di samping Syan semakin membuat Carra malah jadi salah tingkah

"Syan, kau masih kecil. Jangan berbicara tentang cinta" Sahut Carra dan melanjutkan sarapannya

"Mom, kau tau?"

"Apa?"

"Dady, sangat mencintaimu" Sahutnya dan membuat Carra benar benar mengakhiri sarapannya. Ia melegut segelas air putih dan menyisakanya sedikit, matanya fokus pada Syan yang sepertinya akan melanjutkan kalimatnya

"Aku membenci Dad saat dia sibuk mengunjungimu dan melupakanku" Sahutnya dengan dahi berkerut seolah marah pada Carra

"Tapi saat pulang, dia bilang jika ada wanita yang ingin dibawanya ke mansion ini. Katanya, dia tidak akan pulang sebelum berhasil membawa wanitanya itu" Sambungnya

Carra mendengarkan dengan antusias, begitu juga Rose yang ikut mendengarkan

"Ternyata wanita itu kau. Dady sangat mencintaimu, dan kalau kau juga mencintainya, maka aku akan mendukung kalian"

Carra menggut manggut dengan penuturan putrinya itu

Sepertinya Juan sudah bercerita banyak tentang Carra kepada putrinya ini

"Jadi kau belum merestui kami?" Tanya Carra dan membuat Syan seperti terkejut. Mungkin ada yang salah memang dengan kalimat yang dilontarkannya pada sang Momy

"Hah? Aku.."

"Aku mendukung kalian.Tapi aku hanya ingin memastikan jika Momy juga mencintai Dady, aku tidak ingin Dady sakit hati nanti" Sahutnya

Ahh Carra malah tersenyum, bagaimana seorang anak berusia lima tahun pandai berbicara macam itu seperti orang dewasa?

"Bagaimana anak sekecil kau pandai berbicara macam itu, hmm?" Tanya Carra, gemas sambil menarik dagu Syan

"Kau sangat menyayangi Dady mu, ya?"

"Ya, tentu saja"

"Percayakan pada Momy. Mom tidak akan menyakitinya, kau percaya?" Sahut Carra dengan yakin

Syan mengangguk dan lalu memeluk Carra

ia percaya pada istri Dady nya ini jika ia juga mencintai Dady nya

Kemudian setelah itu, Syan banyak bercerita pada Carra tentang Juan. Tentang Juan yang amat sayang kepada keluarga dan patuh terhadap kedua orang tuanya

Syan bercerita banyak mengenai Juan yang selalu menjadi kebanggannya. Pengusaha muda, dan Dady yang hebat baginya

Tapi diam diam Carra berfikir, apa Syan tidak pernah sekali saja menanyakan tentang siapa ibu kandungnya?

"Momy, apa kau juga mengagumi Dady?" Tanya Syan begitu ia mengakhiri ceritanya tentang semua kehebatan Juan

"Hmm, ku kira begitu. Dia memang diidolakan oleh semua perempun" Sahutnya yang menjawab sendiri pertanyaannya

"Darimana kau tau?" Tanya Carra

"Aku tau semua tentang Dad, Mom" Sahutnya dengan mata yang membulat sempurna, menatap Carra

"Baiklah, sepertinya kau memang anak yang baik" Sahut Carra sambil manggut manggut mengiyakan apapun yang dikatakan Syan

"Yah, dan Dady sangat menyayangiku" Sahutnya sambil melipat tangan di dadanya

"Kau pernah bertanya pada Dad, siapa yang paling Dad sayangi, hmm?" Tanya Carra seolah meruntuhkan harapan dan tingkat kepercaya dirian Syan

Ia memicingkan matanya pada Carra

"Akan aku tanyakan nanti" Sahutnya

"Ohh, rupanya sekarang kau malah mengajak Mom bersaing Syan?" Tanya Carra dengan sinis

"Baiklah. Bagaimana jika Dady lebih menyayangi Mom?" Tanya Carra, kemudian mengikuti gaya Syan. Yaitu melipat tangan di depan dadanya

Perkataannya barusan membuat perubahan yang amat ketara dengan ekspresi Syan

"Mom, mengalah saja padaku. Kau bahkan setiap malam tidur dengan Dad" Rengeknya sambil menarik narik tangan Carra

Meminta Carra agar mengalah saja padanya, dan biarkan sang Dady hanya menyayanginya saja

"Itu sudah kewajiban ku Syan, artinya Dady mu itu memang lebih sayang pada Mom" Sahut Carra dengan tawa kemenangannya dan membuat Syan mendengus kesal

"Baiklah, akan aku tanyakan nanti jika Dady sudah pulang" Sahutnya dengan wajah cemberut pada Carra

Carra tertawa, kemudian memeluknya

"Aku juga menyayangimu" Sahut Carra membalas perkataan sinis Syan dengan kasih sayangnya

Syan masih cemberut dan semakin menambah Carra gemas melihatnya

Dan Rose juga hanya tersenyum melihat kedua majikannya yang nampak saling menyayangi itu

Dua wanita, yang sangat di cintai oleh Tuan mudanya

1
Kim Reyaa
part pertama loh Thor ini ...udah nyesek aja crtnya
Rini Haryati
keren
sukses
semangat
mksh
riby_chan
Typo
Just RR
tinggal di LA namanya ratnah, knp gk d indonesia aja thir
riby_chan
Sering thorr.. Suka gryccia with andreas
Nova Septiarini
lah bodyguard pada cuti emg? drmh dijagain bodyguard, pas pergi masa dewekan 🙈
Nofriyanti Vivi
lbh suka bram sm carra...emang egois ke2 ortunya carra,pdhl abram tulus mncintai anaknya,,hmm
Nofriyanti Vivi
tega thor knpa g sm bram sja,knpa hrs juan yg notabeneny yg mmpnyai ank yg g stts g jls.
Nofriyanti Vivi
alah agk ilfil msa blm nikah udh punya anak..mnding sm abram.
Nova Septiarini
sabar ini ujian Juan😅
Iiq Rahmawaty
yeeee tamattttt👏👏😇😇👍👍
Iiq Rahmawaty
kamu jahat thor.. baby twins nya dibikin mninggal😫😫😫
Iiq Rahmawaty
abram ataupun juan ayo cpet tolong carra
Iiq Rahmawaty
yee carra hamil baby twins💜💜
Iiq Rahmawaty
culik lg aja si jenny dan buang ke aprika..hahah
gtu aja ko repot si juan..kau kn org berkuasa
Iiq Rahmawaty
beruntungnya kau syan..di adopsi sma kluarga juan yg baik hati dan penuh keceriaan🥰🥰
Iiq Rahmawaty
kn juan bilang hampir saja dia tdr dngan jeni " hampir " brarti mreka blm sempet tdr bareng kn??? ya smoga saja..
krna dsni kyanya si jeni yg cinta mati sma juan tp juan ga prnh gubris
Iiq Rahmawaty
kn si jenny itu bukannya tmn ranjangnya juan..ya walaupun hnya sbatas ranjang
Iiq Rahmawaty
jgn buat juan berkhianat dri carra ya thor
Iiq Rahmawaty
yasudhlah abram mungkin si della jodohmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!