NovelToon NovelToon
Sekretaris Seksi Cinta Pertamaku

Sekretaris Seksi Cinta Pertamaku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:25.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dwi cahya rahma R

"Bukankah aku menyuruh mu untuk mencarikan sekretaris laki-laki? kenapa yang datang perempuan?." tanya Edwin kepada Hendrik mantan sekretarisnya yang sekarang sudah pindah jabatan.

"Mau sampai kapan sih kamu Ed tidak Mau dekat dengan seorang wanita? bisa di kira semua karyawan, kamu itu direktur pencinta laki-laki."

"Aku tidak perduli dengan perkataan mereka. Lagi pula kenyataannya aku ini normal, bukan pisang makan pisang."

"Kalau kamu normal, seharusnya kamu mau dong mempunyai sekretaris perempuan, jangan menolak, terima saja dia."

"Aku tidak mau Hen. Sekretaris perempuan itu lebih menakutkan dari pada laki-laki. Bagaimana bisa di duduk di depan ku dengan belahan dada yang sangat terlihat jelas. Padahal aku sudah bilang agar memakai pakaian yang tidak kurang bahan." Edwin yang menceritakan sekretarisnya yang sudah ia pecat beberapa hari yang lalu karena bersikap tidak sopan di depannya.

"Kamu tuh aneh.. di suguhi pemandangan indah malah tidak mau." ucap Hendrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi cahya rahma R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22

Keesokan harinya, mobil berwarna merah baru saja berhenti tepat di depan kantor. Satu bodyguard begitu cepat membukakan pintu mobil untuk atasannya yaitu Edwin.

Dengan langkah sedikit cepat Edwin berjalan masuk ke dalam kantor. Beberapa karyawan memberi hormat kepadanya namun Edwin hanya membalas dengan anggukan dan senyuman.

Tidak lama lift sudah terbuka, Edwin terus berjalan untuk menuju ke ruangannya, ia benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengan Nabila, Edwin berharap Nabila tetap masuk ke kantor setelah kejadian tadi malam.

Namun sayangnya saat Edwin masuk ke dalam ruangan miliknya, di sana Edwin tidak melihat sosok wanita yang biasa ia lihat di pagi hari. Harapan Edwin seketika runtuh, Edwin berpikir Nabila benar-benar sangat kecewa atas apa yang di lakukan Edwin tadi malam.

Saat Edwin masih duduk di kursi kebesarannya, tiba-tiba pintu ruangan terbuka, dengan sangat antusias Edwin menatap ke arah pintu, karena ia pikir itu adalah Nabila, namun ternyata bukan.

"Edwin.." ucap Hendrik berjalan masuk ke dalam ruangan.

"Apa?." Edwin yang menatap ke arah Hendrik dengan raut wajah kecewa, karena ternyata bukan Nabila yang datang melainkan Hendrik temannya.

Kini Hendrik sudah berdiri tepat di depan meja Edwin, lalu melempar sebuah amplop berwarna coklat ke arah Edwin.

"Bukankah aku sudah bilang kepadamu, perlakukan Nabila dengan baik, agar aku tidak susah payah untuk mencarikan mu sekretaris lagi, kenapa kau suka sekali merepotkan ku."

Edwin yang mendengar ucapan Hendrik sedikit bingung. "Apa maksud mu? kau ini bicara apa?." tanya Edwin balik.

"Baca surat itu, itu surat pengunduran diri Nabila dari perusahaan ini, pasti itu karena ulah mu kan."

Edwin yang mendengar ucapan Hendrik seketika terkejut. "Nabila mengundurkan diri?." tanya Edwin sambil membuka map coklat tersebut lalu membaca surat yang ada di dalamnya.

"Apa yang kamu lakukan kepadanya? aku kira kau tertarik dengannya?."

"Siapa yang membawa surat ini ke kantor? apakah Nabila sendiri?." tanya Edwin menatap ke arah Hendrik.

"Aku tidak tahu, karena Sesil lah yang memberikan surat itu kepadaku tadi pagi, aku juga tidak tanya siapa yang mengantarkan surat itu." jawab Hendrik.

Tanpa berbasa-basi lagi, Edwin seketika kembali mengenakan jas yang tadi sempat ia lepas, lalu meraih kunci mobil dan ponsel di atas meja.

"Mau kemana kamu? pagi ini kita ada meeting..."

"Aku mau pergi sebentar, jika nanti aku tak kunjung datang, kamu yang menghandle meeting pagi ini, oke.." Edwin yang menepuk pundak Hendrik lalu berjalan untuk keluar dari ruangan.

Namun saat Edwin baru saja tiba di ambang pintu, tiba-tiba pintu lebih dulu terbuka, di sana Edwin melihat Angel baru saja masuk ke dalam ruangannya.

"Hay Ed.. mau kemana kamu?." tanya Angel.

Hendrik yang melihat kehadiran Angel seketika menatap ke arahnya. "Lah mak lampir datang."

"Mau ngapain kamu ke sini? ada perlu apa?." tanya Edwin yang kini berdiri di depan Angel.

Angel tidak menjawab pertanyaan dari Edwin ia justru menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari seseorang. "Di mana wanita itu? dia bukan pacar kamu kan? dia hanya sekretaris kamu kan?."

"Angel.. aku sedang sibuk, jadi jangan membuat masalah di kantor ku, lebih baik kamu pergi."

"Tidak! aku tidak akan pergi sebelum kamu menjawab siapa sebenarnya wanita yang kamu bawa saat acara ulang tahunku kemarin."

Edwin yang terus kepikiran dengan surat pengunduran diri Nabila seketika tidak lagi mengindahkan Angel. Edwin benar-benar malas berdebat dengan Angel.

"Hen.. urus ni cewek, aku buru-buru, merepotkan sekali." Edwin yang menoleh ke arah Hendrik.

"Lah kok gue.. urus aja sendiri.. males gue ngurus mak lampir.." teriak Hendrik.

"Aku tu atasan kamu, kamu harus nurut, oke.." Edwin yang mengacungkan jempol ke arah Hendrik lalu kembali melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam ruangan.

"Ed.. kamu mau ke mana? aku baru aja sampai." Angel yang menarik tangan Edwin agar tidak pergi dari ruangan.

"Lepasin!." bentak Edwin sambil menarik tangannya secara kasar.

Tidak mau menunggu lama mobil yang di kendarai Edwin kini sudah melaju meninggalkan perusahaan, pagi ini Edwin memutuskan untuk pergi menemui Nabila di rumahnya.

"Apakah Nabila benar-benar marah kepadaku? shit.. seharusnya aku tidak melakukan hal menjijikan itu semalam kepada Nabila."

Edwin terus melajukan mobilnya dengan sangat kencang, sesekali menekan kelakson untuk mendahului pengendara lain. Tidak lama kini mobil berwarna merah sudah melewati beberapa persawahan dan pedesaan.

Saat mobil sudah tepat berada di depan halaman rumah Nabila, Edwin tidak melihat siapa pun di rumah tersebut, bahkan pintu rumah tertutup. Edwin pun memutuskan untuk turun dari dalam mobil dan mendekat ke arah rumah Nabila.

Setibanya di depan pintu rumah, Edwin mencoba untuk mengetok pintu, namun berkali-kali Edwin mengetok pintu tidak ada jawaban dari dalam rumah.

"Assalamualaikum.. permisi.." teriak Edwin.

"Assalamualaikum.. Nabila.." panggil Edwin lagi, dan tidak lama akhirnya pintu pun sudah terbuka.

"Waalaikumsalam.. eh tuan Edwin."sapa ibu Mirna.

"Selamat pagi buk, maaf pagi-pagi sudah datang ke sini, tapi saya mau tanya apakah Nabila ada di rumah ya?."

"Oh ya tuan.. tapi sepertinya Nabila sedang tidak enak badan hari ini, dari tadi pagi cuman ada di dalam kamar terus." ucap bu Mirna.

"Oh begitu rupanya, tapi maaf apa saya bisa bertemu dengan Nabila ya buk, ada yang ingin saya bicarakan dengannya."

"Oh ya bisa tuan, sebentar saya panggilkan, tuan masuk saja dulu." ibu Mirna yang mempersilahkan Edwin untuk masuk ke dalam rumah.

"Baik buk, terimakasih." Edwin yang berjalan masuk ke dalam rumah.

Ibu Mirna seketika berjalan ke arah belakang tempat di mana kamar Nabila berada.

"Nabila.. nduk cah ayu.. ada pak Edwin di depan, katanya mau ketemu sama kamu." ucap ibu Mirna di depan pintu kamar Nabila.

"Nabila.." panggil ibu Mirna lagi namun tidak ada jawaban dari Nabila.

Ibu Mirna yang tidak mendapat jawaban dari putrinya pun seketika membuka pintu kamar begitu saja yang tidak di kunci, dari sebalik pintu ibu Mirna melihat Nabila hanya tidur meringkuk menghadap jendela kamar.

"Nabila.. ada pak Edwin tuh di depan, katanya mau ketemu sama kamu, ayo bangun."

"Bilang saja sama dia buk, Nabila tidak mau lagi ketemu sama dia." ucap Nabila dengan posisi yang tidak berubah.

"Loh.. kenapa Bil? pak Edwin itu atasan kamu loh, gak boleh kaya gitu."

"Pokoknya Nabila udah gak mau ketemu sama dia, suruh saja pergi dari rumah kita buk, Nabila ngga mau di ganggu."

Ibu Mirna yang mendengar ucapan putrinya seketika hanya pasrah, ibu Mirna tidak mau memaksa Nabila untuk menemui Edwin. Ibu Mirna seketika kembali menutup pintu kamar, lalu berjalan ke arah ruang tamu.

1
Yani Aulia
lahhhh kok g lnjut
Tri Handayani
memang sie edwin salah,,tp setidaknya dia punya niatan buat tanggung jawab sama kamu nabila.
Rahma Inayah
lanjut thor
Tri Handayani
apapun yg mengedepankan emosi berakhir dg penyesalan itulah yg d rasakan edwin sekarang.
pacaranime
Luar biasa
Tri Handayani
lama g up'sehat thorrr,,,d tunggu up selanjutnya
Rahma Romadhoni: amin ya robalalamin.. terimakasih atas doanya🥰
total 3 replies
v3r4
Bagus ceritanya👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Tri Handayani
kasian kamu nabila,gara"salah paham masa depan kamu hancur.
Alin Norshalsabilla Alkhatir
🤣🤣🤣🤣🤣Nie mah novel komedi 🤣🤣🤣🤣🤣
Yuli Yanti
hahaha....jadi geli sendiri baca nch novel.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!