NovelToon NovelToon
Fajar Untuk Embun

Fajar Untuk Embun

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:44.3k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa ekprisa

belum di revisi


Tolong baca nya jangan di lompat!


SEKUEL SAYEMBARA JODOH

kisah anak-anak Dira dan Juna.


"Sampai sekarang aku masih mencintaimu, Bun."

"Kakak jangan gila! Aku ini calon adik iparmu!"

"Apa kamu mencintai Angkasa?" tanya Fajar.

Embun pun menjawab sambil membuang muka. "Ya. Aku mencintainya! Puas?"



Embun tidak pernah menyangka dipertemukan kembali dengan Fajar--seseorang yang datang dari masa lalu. Lelaki yang sangat mendambakan dirinya. Akan tetapi, Embun harus meninggalkan Fajar sebab begitu banyak tekanan yang dia hadapi. Tembok mereka cukup tinggi.

Saat ini Embun sudah bersama dengan pria lain. Pria yang memiliki kedekatan cukup erat dengan Fajar, yang menjadi pilihan ayahnya.

Lalu, bagaimana dengan Fajar? Cinta yang dia simpan rapat-rapat kini kembali bergejolak setelah pertemuannya. Akankah dia menyimpan cinta itu untuk selamanya? Atau justru berjuang untuk mendapatkan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa ekprisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih Berjuang

"Kamu mau membebaskan saya?" tanya Trias pada pemuda di hadapan. Dia cukup kaget di jenguk sama pemuda itu. Tapi sayangnya keangkuhannya masih merajai pikirannya. "Kamu kira kalau saya bebas akan merestui kalian? jangan harap! Sudah banyak masalah yang anakku hadapi gara-gara kamu!" amuk Trias.

Pemuda itu adalah Fajar. Niatnya tentu untuk mengejar restu pada papa Trias. Walaupun sulit menjangkau restu itu, dia tetap tidak pantang menyerah. Fajar tahu apa yang di lakukan Trias sebagai rasa sayang ayah pada putrinya. Itu juga yang pernah di lakukan Arjuna saat Tari ada yang mendekati. Tapi Papanya tidak main fisik seperti Trias. Menyakiti mama Dira saja tidak tega, apalagi anak perempuannya. Paling papa hanya mengultimatum pemuda yang mendekati Tari.

Fajar datang dengan harapan memperbaiki semuanya. Akan tetapi lelaki dewasa di hadapannya masih keras seperti batu. Dia hanya menghela nafas panjang. "Om, saya kesini juga dengan maksud baik. Saya adalah korban, wajar kalau saya mau mencabut tuntutan atas kasus anda. Saya mencintai Embun. Saya serius sama dia. Saya ..."

"Kau cukup keras kepala juga anak muda! Kalaupun kamu mau bebaskan saya tidak akan mengubah keputusan. Bagi saya, apa yang terbaik untuk Embun dan Lintang itu urusan saya. Bukan urusan kamu! Jadi saya minta kamu pergi dari sini. Saya tidak masalah tetap di penjara karena ini murni kesalahan saya." Trias pun tegak hendak meninggalkan ruang jenguk.

Entah kenapa dia tetap belum tergerak respect pada pemuda itu. Bukan karena lelaki itu dianggapnya masih jauh dari standar sebagai calon menantu. Atau bisa di sebut sebagai pacar anaknya. Akan tetapi Trias merasa dia lebih berhak menentukan semua kehidupan kedua putrinya. Kedengarannya egois, tapi bukankah itu yang di lakukan semua ayah pada anak perempuannya.

Ingatan Trias beralih saat hubungannya di tentang oleh mertuanya. Di mana sang istri adalah putri dari pengusaha sukses. Terbiasa hidup mewah, bahkan pernah di jodohkan dengan sesama anak pengusaha. Tapi Dania tetap memilih dirinya yang hanya bodyguard keluarga Rayyan. Bukan hanya itu saja, dari Dania hamil Embun hingga hamil anak ketiga.

Tidak pernah niat main ke tempat mertuanya. Bukan tidak diajak, Trias tidak kuat jika harga dirinya di injak oleh keluarga istrinya. Bahkan saat Dania meninggal dunia, keluarga istrinya yang mengambil alih mengurus pemakaman. Itu juga tanpa permisi dengan dirinya sebagai suami.

Sekarang Dia melihat Embun berada di posisi yang sama. Banyak pihak yang menentang. Sebelum anaknya jatuh dalam kesakitan, lebih baik dia yang mencari pasangan untuk anaknya.

"Aku ingin Embun dan Lintang mendapatkan suami yang bisa membahagiakan mereka. Tapi tidak lupa membahagiakan mertuanya. Tentu materi adalah hal yang utama. Jangan sampai Embun dan Lintang di injak-injak mertuanya. Maka dari itu, mereka harus sukses sebelum menikah." batin Trias.

"Kamu tahu kalau Embun punya cinta masa kecilnya? tidak kan? Sebelum cinta masa kecilnya datang kamu hanya pelarian baginya. Saya akan mendukung apa yang menjadi impiannya selama ini. Menemukan cinta pertamanya, tapi saya yakin kamu itu kepala batu. Percuma bilang begini kalau masih pantang menyerah. Paling lambat laun kamu akan di tinggalkan sama Embun."

"Dan sekali lagi saya tekankan, yang mempidana saya adalah keluargamu. Sekalipun kamu korban tidak akan sah. Jangan harap jika saya bebas akan merestui kamu sama Embun." Trias pun masuk di dampingi petugas lapas. Fajar terdiam sejenak sesekali mengusap wajahnya dengan kasar.

"Bagaimana?" tanya Roger pada sahabatnya.

"Om Trias tidak mau di bebaskan. Aneh kenapa dia sebenci itu sama aku, kak. Apa salahku sama dia?" ucap Fajar lirih.

" Lebih tepatnya sudah di cuci otak dari beberapa pihak." kata Roger.

"Cuci otak? sama om Rayyan maksudnya? Bukannya persaingan antara om Rayyan dan papa sebatas bisnis ya? Om Oka sama Oma Yasmin saja masih baik sama keluarga aku. Om Rian juga. Jadi kenapa om Rayyan sampai sejauh itu?" ucap Fajar masih belum paham.

"Opa lah otak dari semua masalah ini. Tidak semua anak Opa yang setuju dengan ayahnya. Bahkan papa juga meminta aku berhenti dari perusahaan om Rayyan. Baginya aku sama saja menindas orang kecil. Bagi papa, penghasilan yang aku raih tidak halal. Makanya satu minggu ini aku sudah jadi pengangguran. Hehehe ..." cerita Roger pada Fajar.

Roger dan Fajar sejak kecil sudah bersahabat. Itu juga karena mendiang mamanya bersahabat sejak kecil dengan Tante Dira. Sejauh itu Roger tahu kalau Oma mereka juga berteman baik. Dari Oma Yasmin, Oma Dewi dan Oma Arumi. Ya walaupun Oma Yasmin lebih dekat dengan Oma Dewi ketimbang besannya sendiri.

Roger juga pernah dengar dari para Om nya alias para kakak mamanya. Kalau Arjuna pernah hampir menikah dengan mamanya Roger. Ya mungkin mereka tidak jodoh. Kalau tidak dia juga tidak ada di dunia ini.

Mereka sudah sampai di depan gerbang lapas. Seorang wanita paruh baya mendekati mereka. Penampilannya memperlihatkan status sosialnya.

"Maaf, ya kalau sudah buat Oma menunggu lama." kata Fajar.

"Bagaimana?" tanya Oma Dewi.

"Camernya Fajar masih keras kepala, Oma." sahut Roger.

"Apa Oma yang datang ke dalam bicara sama dia? kok sebegitunya dia menolak cucuku. Kalau soal materi dia ini pewaris PT. BRAMANTYO." cerocos Oma Dewi.

"Tidak usah, Oma. Aku harus meyakinkan papa dan mama dulu untuk mencabut tuntutan pada Om Trias." kata Fajar.

"Saat ini bagi Oma Juna sudah banyak berubah. Tapi aku merasa seperti melihat Johan dalam diri Juna." kata Oma Dewi.

"Jadi kamu mau kemana lagi, Jar?" tanya Oma Dewi.

"Aku mau ke kampus Oma. Mau bimbingan, aku sudah janji sama mama mau selesaikan skripsi. Kalau aku ikut pulang nanti skripsi ku terbengkalai lagi."

"Mau ketemu Embun apa Kinara?" goda Roger.

"Semoga aku bisa bertemu Embun, Kak. Bisa meluruskan semua permasalahan ini. Sudah tiga hari Embun tidak bisa di hubungi." kata Fajar. Roger pun mendorong kursi roda Fajar untuk masuk ke dalam mobil.

"Oma boleh ikut tidak? Oma juga pengen kenalan sama gadis pujaan cucuku."

"Aduh, Oma. Jangan dulu deh, biarkan Fajar quality time dulu." sergah Roger.

"Iya ... Iya ... Oma paham." Keduanya kini berada di dalam mobil. Tampak Fajar hanya memandang ke arah luar jendela."

...****...

Embun sudah sampai di kampus. Gadis itu juga sudah kembali aktif mengikuti perkuliahan. Bedanya dia sudah tidak lagi bertegur sapa dengan Kinara. Keduanya sibuk dengan urusan masing-masing. Bahkan Kinara sekarang punya Genk baru. Tentu mereka yang mau di iming makan gratis karena di bayar Kinara. Padahal dulu dia dan Kinara tidak sebegitunya.

"Eh, lihat ada pelakor lagi lewat." sahut Dini, temannya Kinara.

" Mana, oh yang bapaknya tukang pukul ya? Pantes sih, bapaknya begitu apa lagi anaknya." Kata Reva, teman Kinara yang lain.

Embun menoleh kearah teman-temannya di pihak Kinara. Anehnya Kinara tidak ikutan. Hanya tersenyum melihat temannya ikut mendukung. Embun malas meladeni mereka, hanya langkahnya terhenti sebentar.

"Bapak saya tukang pukul memang iya. Tapi bapak saya tidak pernah ambil hak orang lain yang bukan urusan dia.

Oh ya, satu hal lagi, Reva dan Dini. Hati-hati curhat sama orang lain. Nanti pacar kalian di klaim jadi calon suaminya." Kata Embun lalu berlalu sambil tersenyum kemenangan.

Embun meninggalkan ruang kelas. Sudah pukul satu siang, mata kuliah pak Viktor di ganti jam terakhir. Katanya ada mahasiswa yang sidang. Dia berjalan menyusuri lorong kampus. Beberapa mahasiswa masih bersikap biasa saja. Tidak ada yang aneh seperti yang pernah dia dengar. Soal rumor cinta segitiga antara Kinara, Fajar dan Embun.

Embun membuka bekalnya, padahal tadi sudah dapat makanan dari ibu kost. Tapi sekarang dia mendadak lapar sekali. Duduk di gazebo kampus dengan pemandangan para mahasiswa mahasiswi hilir mudik. Bahkan ada berjalan memayungi kekasihnya.

"Kak Fajar apa kabarnya, Ya? Ya ampun, Bun lupakan Fajar. Begitu banyak masalah yang kamu hadapi karena dia. Ingat janji kamu, Bun."

Beberapa saat kemudian dia pun kembali ke kelas. Gadis itu berlari karena jam masuk lebih cepat dari jadwalnya. Kaki melangkah memasuki kelas, beberapa mahasiswa sudah duduk di tempat mereka masing-masing. Dia bahkan melewati sosok yang sedang menjalankan tugasnya.

Embun duduk memasukkan tas nya. Mengambil kertas dan pena tanpa memperhatikan yang lain.

"Saya disini mengajar kalian atas permintaan pak Viktor. Dan ini pertemuan saya yang terakhir. Alhamdulillah tadi saya sidang skripsi. Dan maafkan saya selama bertemu kalian ada sikap yang tidak mengenakkan baik sengaja atau tidak di sengaja."

Embun menelan salivanya. Dia sangat kenal suara itu. Bukan hanya di depan. Tapi pemilik suara itu sudah berada di sampingnya.

1
Jong Nyuk Tjen
betul , fajar jd laki2 ga gentle , ga pernah klarifikasi kl embun itu sebetulnya pacar yg d cintai ny , bknny s kinara
Jong Nyuk Tjen
lama2 sebel am s kinara , serigala berbulu domba , d depan embun n fajar baik bnget seolah olah mendukung hubungan mereka tp d blkng ny mah mw aj d jodohin am fajar ckckckck
Jong Nyuk Tjen
bagus kyny nih ceritanya , lanjut ah bacany
mama Al: anaknya sayembara Jodoh kak
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Keren, lanjutkan...
mama Al: mampir kak sudah bab baru
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren banget ada hutan kenangan 😍
Dewi Payang
tuh kan....
Dewi Payang
Curiga... ortu Doni tdk setuju klo Lintang cacat
Dewi Payang
Ngeri juga dendamnya...
Dewi Payang
cepatan Lin....
Dewi Payang
Aduh, aku jadi ikutan takut
Dewi Payang
jomblo ngenes ya🤭
Lina Zascia Amandia
Bukankah Pekalongan itu di Jawa Tengah. Dan lagi Taufik Hidayat asli orang Bandung bukan orang Lembang. Maaf hanya meluruskan saja ya Kak.
mama Al: kan cerita nya mereka jalan-jalan keluar Lembang.
total 1 replies
Spyro
Happy ending. Stelah melalui banyak rintangan dan peristiwa ya Mbun.

Terimakasih author buat cerita kerennya 😍😍 Walau masi penasaran sama ending kisah Darren dan Reva, juga jodohnya Lintang 😁
Spyro
Sebenarnya dari dlu udah bahagia Om. Para orang tua aja yg gk ngerti 😐
Spyro
Wah Taufik Hidayat, atlet idola anak 90-an 😁😁
Spyro
Sebelum menghrap rujuk, mendingan kamu bersihin nama Embun dari hati sama kepala kamu Ren! Percuma rujuk kalau masi keinget Embun. Kasihan Reva
mama Al: nah iya bener
total 1 replies
Spyro
Lah, dia cemburu toh 😂
Spyro
Lah kok nyalahin Bening? Yg ngejar2 sama naksir kan bukan Embun tp kakamu!! Semua yg menimpa kkmu, ya kesalahan dia sendiri lah. Punya istri di sia2!!
Spyro
Wah obsesinya ke Panca melebihi ke Fajar. Serem bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!