NovelToon NovelToon
Mengobati Hati Yang Terluka

Mengobati Hati Yang Terluka

Status: tamat
Genre:Duda / Anak Genius / Ibu Pengganti / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:231.7k
Nilai: 5
Nama Author: Musim_Salju

Akash adalah seorang duda beranak satu, namun keluarganya meminta Akash untuk menikahi adik dari istrinya setelah istri yang ia cintai meninggal setelah melahirkan putri mereka.

Demi pertumbuhan dan perkembangan sang anak, dan dipaksa oleh kedua orang tuanya, akhirnya Akash menerima pernikahannya dengan Senja walaupun dengan terpaksa.

Namun kenyataan pahit yang di dapat oleh Senja. Demi mempertahankan pernikahannya dengan mantan abang iparnya. Senja harus menelan pil pahit setiap hari mendapatkan perlakuan buruk dari sang suami, belum lagi ada wanita lain yang berusaha mendekati sang suami. Sakit, tentu saja. Istri mana yang rela lelaki yang ia cintai didekati oleh wanita lain.

Yuk ikuti cerita selanjutnya, apakah Senja bisa mempertahankan pernikahannya?

Note: Baca juga karya author yang lain ya.

Terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musim_Salju, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Licik

"Mas, apa mas menyembunyikan sesuatu dari kita semua? Apa mas sakit?"

Deg!

Jantung Akash berdebar kala pertanyaan itu di lontarkan oleh istrinya sendiri. Namun ia enggan untuk menjawab pertanyaan Senja. Sedangkan Arga yang tengah menyetir kendaraan hanya diam mendengarkan tanpa mau ikut campur urusan rumah tangga sepupu dan iparnya. Sedangkan Cahaya satu mobil dengan mama Lestia, papa Lesmana dan opa Bagaskara. Sepertinya mereka langsung kembali ke mension saat itu juga.

"Mas kenapa diam saja? Mas tidak sakit kan?"

"Kamu mau mas menjawab seperti apa Senja? Apa kamu mengharapkan mas ini memiliki penyakit yang mematikan?"

Akash ternyata bisa mengontrol dirinya jika di hadapan orang lain, bahkan ia tetap berbicara dengan nada yang wajar. Sama sekali tidak ada terdengar kemarahan seperti biasanya. Senja lega karena suaminya sama sekali tidak marah kepadanya.

Senja berharap suaminya baik-baik saja dan selalu di berikan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa, begitu juga dengan keluarganya. Ia tidak ingin melihat satupun dari anggota keluarga ada sakit ataupun terluka. Sedangkan Akash masih enggan menjawab apapun mengenai kesehatannya. Karena baginya tidak ada yang perlu di bicarakan.

"Mas berbicara apa? Mana mungkin Senja sebagai istri mengharapkan yang tidak baik untuk suami Senja. Jika mas sakit dan menyembunyikannya dari Senja dan yang lain, bagaimana..."

"Cukup Senja, jangan di perpanjang lagi. Mas mau tidur."

Nada bicara Akash penuh dengan penekanan. Jika sudah seperti itu Senja sudah sangat mengerti bahwa Akash tidak ingin melanjutkan pembicaraan mereka. Tidak lama kendaraan roda empat itu tiba juga di mension mewah milik opa Bagaskara. Dua mobil berwarna hitam dan silver itu sudah terpakir di halaman mension. Akash berjalan lebih dulu mendahului yang lainnya.

"Nak, bagaimana? Apa suamimu ada mengatakan sesuatu?"

Senja tampak menghembuskan nafasnya. Ia menggelengkan kepalanya dengan pelan. Mama Lestia sudah dapat menduga sebelumnya. Bahwa putranya tidak akan mengatakan apapun. Mereka pun berjalan memasuki mension satu persatu. Mungkin Akash perlu beristirahat untuk saat ini, mereka membiarkan lelaki berusia dua puluh delapan tahun tersebut menuju kamarnya untuk beristirahat. Dapat mereka lihat bahwa wajah Akash masih tampak pucat.

Mungkin Akash memang kelelahan seperti apa kata lelaki tampan itu. Apalagi pekerjaannya memang sangat banyak, tak ayal ia juga sering begadang untuk menyelesaikan pekerjaannya di rumah. Padahal seharusnya waktu di rumah itu di gunakan sebaik-baiknya untuk beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

"Ma, Senja susul mas Akash ke kamar dulu ya. Sini Aya ma Senja tidurkan dulu ke kamar."

"Iya nak, susul lah suami kamu. Aya biar mama yang urus. Kamu urus saja suamimu sayang. Mama yakin Akash perlu kamu saat ini."

"Baik lah ma, terimakasih ya ma."

Mama Lestia tersenyum tulus, ia pun ikut berjalan di belakang Senja. Mereka menaiki lift untuk menuju kamar mereka yang ada di lantai tiga. Setelah lift terbuka, Senja langsung memasuki kamarnya, sedangkan mama Lestia menidurkan Cahaya di kamar gadis kecil tersebut.

Ceklek!

Tampak lelaki tampan tersebut sedang tertidur. Walaupun masih pucat, ia masih tetap terlihat sangat tampan dan menawan. Senja perlahan berjalan menuju ranjang berukuran big size itu dan duduk di tepi ranjang memandangi wajah teduh sang suami. Tangannya terulur mengelus surai hitam suaminya. Akash masih dapat merasakan tangan mungil sang istri mengelus kepalanya dengan lembut, namun ia tidak ingin kali ini berdebat dan membiarkan apa yang di lakukan oleh sang istri. Karena tenaganya saat ini masih sangat lemah dan ia perlu untuk beristirahat kali ini.

Sedangkan di tempat lain, seseorang sedang merencanakan sesuatu yang licik. Ada yang sedang menargetkan untuk menghancurkan rumah tangga Akash dan Senja. Ia tengah berbicara dengan seseorang untuk membahas strategi yang akan mereka lakukan.

Senyuman smirik itu menandakan persiapan mereka sudah sangat matang. Setelah membahas detailnya, salah seorang dari mereka meninggalkan tempat pertemuan. Lalu yang satunya lagi menatap ke arah luar jendela dari lantai gedung paling tinggi. Tatapan itu seperti mematikan dan siap menghabiskan setiap lawan-lawannya.

......................

"Mas sudah bangun? makan dulu ya, Senja sudah memasakkan makanan kesukaan mas."

Tatapan itu, dan senyuman manis itu selalu berhasil membuat Akash hampir gagal dalam pertahanannya. Namun sebisa mungkin ia tidak ingin memperlihatkan bagaimana perasaannya yang sebenarnya kepada sang istri. Lelaki itu memang benar-benar pintar dalam menyembunyikan isi hatinya.

Kali ini Akash menurut, ia duduk dan bersandar di tepi ranjang. Senja membantu Akash untuk duduk dan menumpuk bantal di belakang punggung sang suami. Setelah di rasa Akash nyaman dengan posisinya saat ini, Senja langsung saja menyuapi makanan itu ke mulut suaminya. Akash pun menerima suapan demi suapan yang di berikan oleh istri cantiknya itu.

Betapa bahagianya Senja bisa melayani suaminya tanpa harus ada penolakan seperti biasanya. Senyuman itu terukir jelas di wajah cantiknya. Akash sendiri dapat melihat sang istri tersenyum saat menyuapi dirinya. Hingga suapan terakhir, Senja langsung memberikan segelas air putih kepada Akash.

"Alhamdulillah habis juga. Ayo mas minum dulu."

Glek.. Glek.. Glek..

Segelas air itu turun dari tenggorokan Akash. Senja memperhatikan gerak-gerik suaminya mulai dari minum hingga menyerahkan gelas itu kembali kepada dirinya.

Pletak!

Aakhh...

"Mas, kenapa jidat Senja mas sentil begitu, sakit tahu."

Akash tampak tertawa, sudah sangat lama sekali Senja tidak melihat tawa itu. Kenapa ia tiba-tiba memperlihatkan tawanya kepada istrinya itu? Apa mungkin Akash sudah meruntuhkan pertahanannya? Bahkan tawa itu sungguh lepas seperti tidak ada beban. Senja pun tersenyum dan meraih kedua tangan sang suami.

"Hei, mau apa kamu Senja."

"Tidak, Senja hanya ingin menggenggam kedua tangan ini. Tangan yang dulunya selalu menjadi pelindung untuk Senja. Tangan yang selalu mengusap dengan lembut kepala Senja. Tangan yang selalu..."

Huh, ternyata Akash tidak sanggup mendengarkan perkataan istrinya. Ia pun dengan cepat memotong perkataan Senja. Jangan sampai Senja merasa bahwa dirinya telah benar-benar membuka hatinya untuk Senja. Bagaimanapun juga mereka tidak boleh lebih dekat dari pada itu.

"Cukup, mas mau shalat dulu, kamu tuntun mas ke kamar mandi. Kepala mas masih pusing."

Mata Senja berbinar mendengar kala bibir itu mengatakan ingin shalat. Sudah sangat lama sekali Senja tidak melihat Akash ingin shalat dengan kemauannya sendiri tanpa di suruh terlebih dahulu. Kembali Senja tersenyum menatap wajah tampan suaminya.

"Sepertinya bukan mas yang sakit, tapi kamu. Lihat sekarang, sedari tadi kamu tersenyum seperti orang terkena ayan."

"Jahat banget sih mas mengatai Senja seperti terkena ayan. Senja kan lagi senang sekarang. Jadi wajar dong jika Senja tersenyum terus. Mas, terimakasih ya."

"Untuk?"

Sanja tidak menjawab pertanyaan sang suami. Namun ia langsung membawa suaminya menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. Lalu menunggu di depan pintu. Ia memperhatikan bagaimana cara suaminya itu berwudhu, hingga sapuan air wudhu itu membasahi wajah dan kepalanya.

"Haa, tampan sekali kamu mas. Eh, sudah mas? Ayo."

Ternyata Akash sudah berdiri di hadapannya. Saking fokusnya Senja menatap wajah tampan suaminya itu, sampai-sampai membuat Senja tidak sadar bahwa Akash sudah berdiri di hadapannya.

"Tidak perlu, nanti wudhu mas batal. Mas bisa jalan sendiri."

......................

...To Be Continued ...

1
Rosmina Sumang
sm baik dgn senja. kamu beruntung arg dpt calon istri yg baik
Dyah Oktina
katanya d amerika/california..kok mendaratnya d tanah eropa
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
menyelesaikan makan pagi kali thor... kan baru pd mau berangkat kerja.. bykan makan siang
Dyah Oktina
iya penasaran siapa arga.. masa sepupu mukanya mirip sampai istrinya akash ngak bisa membedakan???
Dyah Oktina
putri thor...bukan putra
Dyah Oktina
kla putri itu cantik thor... bukan tampan.. 🤭😁😁
Arie S
katanya pergi ke california kenapa jadi tanah eropa ya ...
Heryta Herman
dari awal nikah,suami tdk menghargaimu...dan selama 3 thn menikah,kamu dia nggap sprti makhluk halimunan...
pertanyaannya rhor...masih adakah sosok istri sprti Senja skrng ini?...
sosok istri yg tdk di hargai dan tdk ada harga diri untuk sang suami dayus sprti Akhas ini.....
Heryta Herman
hahahaha...kesan nya sprti wanita murahan saja kau senja....
Heryta Herman
Akash egois...dia cuma mau nikahi senja untuk rawat anak nya dan juga harta dari opanya..dasar laki" ga ada akhlak...
bertahan selama apapun..klo hanya terpaksa,untuk apa di pertahankan...
mencintai seseorang sebesar apapun klo yg di cintai tdk menghargai dan mencintai mu juga,tdk perlu di paksakan..hanya akan bikin sakit hati dan menderita sendiri...
Nani Nuraeni
meluncur thor☺☺☺
Nani Nuraeni: ga da thor
total 2 replies
Ririn Nursisminingsih
thor a masih penasaran dg rahasia mntari.
.
Iqlima Al Jazira
bonchap donk thor..
cadelnya bikin gemet
Nani Nuraeni
aku tunggu thor, karya selanjutnya 😊😊😊
Musim_Salju: Siap InsyaaAllah kakak cantik 🥰
terimakasih atas dukungan kakak selama ini, sudah setia membaca karya author yang masih jauh dari kata baik. Semoga kedepannya author bisa menyajikan karya-karya terbaik ya kak🤍

Baca juga karya author yang berjudul "Cerita Kita" ya kak. Thanks, gumawo, Xie Xie, terimakasih, Syukron, nuhun
total 1 replies
Ningmar
happy ending...trims2 ...karya berikutnya kami tunggu...
Musim_Salju: Siap, InsyaaAllah kak. Do'akan author selalu dalam keadaan baik dan sehat ya kak, agar othor bisa memberikan karya terbaik untuk selanjutnya💜


terimakasih juga kak, karena selalu memberikan dukungan untuk karya author. Yuk baca juga karya author yang masih on going dengan judul "Cerita Kita"
total 1 replies
Ningmar
lanjut
Merry Merr
Luar biasa
Ningmar
lanjut
Ningmar
selamat2....smg SAMAWA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!