NovelToon NovelToon
Pernikahan Hangat

Pernikahan Hangat

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Sept

Selamat datang di novel pertamaku.
IG Sept_September2020

Gagal menikah sekali, membuatnya patah hati berkepanjangan. Abbas yang sudah mengunci hatinya rapat-rapat, perlahan terbuka dengan sendirinya setelah bertemu dengan wanita yang tepat.
Bagaimana jika mantan pacar Abbas kembali dan mengusik pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ijab Kabul

Akhirnya hari yang dinanti datang juga. Penantian panjang Abas selama ini akan terbayar lunas. Begitu juga dengan Mely. Ia akan mengakhiri Masa lajangnya. Hari ini akan jadi momen spesial, yang tidak akan ia lupakan seumur hidup.

Momen sakral, dimana Abas akan mengikrarkan janji suci. Janji yang akan mengikat dirinya dan Abas. Kini Mely akan memasuki gerbang kehidupan yang baru.

Label seorang putri akan berganti menjadi istri. Saat ini ia telah siap dan memantapkan hatinya.

Ia akan berjalan beriringan dengan sang suami. Suka duka akan dilaluinya bersama sama. Mely yang anggun dengan balutan baju pengantin, telah bersiap memasuki ruang Akad Nikah. Dilihatnya Abas yang terlebih dahulu duduk di depan Bapak penghulu dan Papanya.

Sekilas ia menatap calon suaminya. Abas yang memakai baju pengantin warna senada dengan busana pengantin yang ia kenakan terlihat begitu gagah dan tampan. Nampak sekali aura kebahagiaan yang terpancar di wajahnya. Entah sudah berapa kali ia melemparkan banyak senyuman pada sanak saudara dan rekan rekannya yang mengucapkan selamat dan doa tulus untuk dirinya dan Mely.

Rasanya ini adalah hari yang sangat membahagiakan seumur hidupnya. Hari yang benar-benar tidak ingin ia lupakan. Hari dimana ia akan mengikrarkan janji sucinya di hadapan orang tua Mely dan Tuhan sebagai saksinya. Bapak penghulu mempersilahkan untuk segera memulai pernikahan.

Mely, di dampingi Mama bersiap duduk di samping calon suami. Saat akan duduk Mely sempat melirik Abas sejenak. Ia tidak menduga, Abas juga telah melirik kearahnya.

Terjadilah, Mata bertemu dengan mata. selanjutnya biarlah mata yang berbicara.

Keduanya melempar sebuah senyuman.

Abas dengan perasaan sedikit tegang merasa lebih tentram. Ketika di lihatnya calon istri begitu cantik jelita. Hatinya serasa mau meledak jika ia tidak bisa langsung mengendalikan diri. Ia mengambil napas dalam dalam, saat ini Abas bertanya tanya mengapa tiba tiba perasaannya begitu mendebarkan.

Padahal ia telah belajar berkali kali pengucapan ijab Kobul. Tapi mengapa, ia merasa hapalan di kepala akan hilang. Ia merasa semua isi di kepalanya menjadi Samar. Namun, ia kembali manatap gadis cantik di sampingnya saat ini.

Ia ingin mengumpulkan banyak kekuatan Demi kekasih hatinya. Dalam suasana yang menegangkan ini, ia berdoa dalam hati.

Semoga diberikan kelancaran jalan. Segala sesuatu berjalan sesuai harapan. Bapak penghulu sudah akan memulai acara, Beliau buka dengan bacaan Basmalah dan sebuah doa.

Hingga sampai pada pengucapan ijab Kobul.

Pengucapan janji dari Abas.

Ijab Kobul

Dengan satu tarikan nafas, Abas telah berhasil mengucapkan ijab Kobul. Tidak sia sia ia belajar semalam lewat Vidio yang ia download di internet. Usahanya tidak menghianati hasil. Rasa lelah bergadang semalaman karena hafalan terbayar kontan.

Abas dan Mely mengucap syukur, ketika kata SAH mengema di ruang Akad. Terlihat Mama mengusap air mata yang membasahi pipinya. Terlihat sekali rasa haru yang ia tampakkan ketika menyaksikan putrinya menikah. Papa pun tak kalah, Nampak jelas kedua matanya terlihat memerah. Hatinya terenyuh, ketika menyaksikan anak kesayangannya kini berganti menjadi milik Abas. Mely kini tidak lagi menjadi tanggung jawabnya.

Sekarang Mely telah menjadi istri, putrinya kini sepenuhnya menjadi milik sang suami dan bukan menjadi miliknya lagi. Papa bukannya menangis sedih, hanya saja. Seperti ada sesuatu yang meminta untuk direlakan. Sesuatu yang meminta untuk dilepaskan, sedang Papa masih belum siap.

Ia tidak menyangka, Mely akan melepaskan masa lajangnya diusia yang masih muda. Papa merasa harusnya Mely masih bergelayutan manja dipundaknya. Papa mungkin sediki cemburu, karena kini ada pria lain dihati putri kecilnya selain dirinya.

Mungkin juga karena Mely anak kesayangan sang Papa. Beliau jadi mendramatisir perasaannya saat ini yang di tinggal putrinya menikah. Sedangkan kakek dan Nenek Mely terlihat ikut berbahagia menyaksikan acara pernikahan cucu mereka. Selain itu ada Mama Abas, yang sejak tadi senyuman dibibirnya tak kunjung pudar.

Ia sangat bahagia sekali pada momen pernikahan putranya. Rasanya ia ingin mengelar pesta tujuh hari tujuh malam untuk merayakan hari besar ini. Tapi ia sadar, Abas pasti akan menentang segala idenya. Tidak jauh dari sana Bela dan Fadir yang telah duduk bersebelahan.

Bela merasa tugasnya kini selesai. Ia bersyukur semua berjalan tanpa ada kendala.

Fadir pun ikut senang, Berita pernikahan Abas telah tersebar hingga ke diseluruh kantor cabang. Semua gosip miring, rumor tentang dirinya dan Abas langsung terbantahkan. Kini seisi ruangan penuh suka cita, menyambut acara selanjutnya.

Mely telah duduk di atas pelaminan yang megah. Disampingnya telah duduk Abas. Yang sekarang telah resmi menjadi suaminya. Sesekali mereka bertatap mata, Entah kata apa yang bisa mengambarkan perasaan keduanya. Perasaan seorang pengantin baru. Perasaan syahdu, Perasaan Raja dann Ratu, Perasaan penuh dengan cinta yang mengelora.

Sekarang tibalah acara pelemparan bucket bunga oleh sang pengantin. Bela tanpa aba - aba sudah bersiap siaga dibelakang Mely.

Ingin rasanya ia menangkap buket bunga itu.

Ia percaya, bila ia bisa menangkap bunga dari pengantin baru. Ia akan segera menyusul kemudian. ah.. membanyangkan hal itu membuat Bela mengeleng gelengkan kepalanya.

Dan hitungan dimulai...

satu....

Duaaaa ....

Tigaaaaaa....

Mely kini melemparkan bungganya.

Terdengar suara riuh..hiruk pikuk dibelakang Mely. Mereka semua sedang merebutkan buket bunga itu. Namun, Bela harus gigit jari untuk saat ini, karena ia tidak mendapatkan buket bunga dari Mely. Karena ternyata tamu undangan yang lain yang berhasil mendapatkannya.

Tidak terasa sampai pada dipengujung acara. Tampak kedua pasangan pengantin berjabat tangan dengan para tamu undangan. Begitulah satu persatu acara berhasil mereka lalui bersama. Kini setelah segala prosesi selesai semua. Semua kerabat berpamitan untuk undur diri.

Papa dan sekeluarga telah langsung pulang ke kediamannya. Mama Abas sudah kembali ke hotel tempat ia menginap beberapa hari ini. Bela pun sudah berpamitan, setelah semua dirasa sudah beres. Kini tinggal Abas dan Mely.

Mely dan Abas telah bersiap menuju hotel tempat Abas menginap. Mereka menaiki mobil yang dikendarai Fadir. Mobil melaju dengan santai. Fadir sudah diberi amanat oleh Mama Abas. Tidak boleh ngebut, biar pelan asal selamat. Itu wasiat wajib Mama.

Mungkin Mama masih trauma, karena suaminya. Papa Abas harus berpisah dengan dirinya akibat sebuah kecelakaan. Sementara itu pasangan pengantin baru kita sedang asik asiknya memadu kasih. Pandangan mata Abas tidak lepas sedetik pun dari wajah Mely.

Rasanya kalau bisa ia ingin menyimpan Mely di hatinya.

Mely sendiri sedikit merasa lelah, ia mencoba menyandarkan tubuhnya ke pundak Abas.

Dengan perasaan sayang, Abas meraih tubuh Mely dan menengelamkan kedalam pundak kokohnya. Dipandanginya lekat-lekat wajah sang istri. Rasanya ini seperti mimpi.

Lamunan Abas buyar, ketika Fadir berkali kali memanggil namanya.

Mereka bertiga telah sampai tempat tujuan.

Abas membagunkan Mely yang baru saja tertidur dipundaknya. Dengan halus ia menyentuh pipi Mely.

" Sayang, bangun. Kita sudah sampai," Abas membangunkan sang istri. Mely mengusap kedua matanya.

"Capek banget ya Mel?" tanya Abas kemudian.

"Hemmm .."

Ia hanya menjawab singkat lalu mengeliat, meregangkan otot ototnya yang serasa kaku.

" Nanti aku pijitin, Ayo masuk!"

Abas mengajak Mely masuk di dalam hotel. Ia berjalan berdampingan bersama Mely. Keduanya masuk liff hanya berdua. Karena setelah memarkir mobil, Fadir sudah berpisah dengan mereka. Fadir memberi ruang bagi mereka berdua. Ia tidak ingin kehadirannya merusak suasana. Tahu aja sih Fadir.

Mely dan Abas telah keluar dari liff, mereka berjalan menuju kamar hotel. Kamar Pengantin Baru

Bersambung.

1
komalia komalia
kece badai semua visual nya
komalia komalia
udah lima tahun aja gimana kisa si evi nya dan itu siapa tuh yang menjebak si abas sama mely ko engga tau kabar kabar nya ya ntah masih hidup atau udah mati
komalia komalia
iya berarti si abas sama si evi sebelum nikah udah hubungan badan ya
komalia komalia
babu mungkin hahaha
komalia komalia
cinta buat kamu bodoh abas
komalia komalia
abas kamu jangan main api Kalau engga mau terbakar
komalia komalia
manggil nama Si sama suami
komalia komalia
ko cerita nya kaya gimana gitu karakter abas nya kaya gimana kaya kurang greget gitu
komalia komalia
ko engga ada di pingit kalau orang jawa kan harus ada pingitan kedua mempelai di larang ketemundan keluar rumah
komalia komalia
masih manis manis nya
komalia komalia
aduuh thot bisa aja kamu ya
Yelly _16
bagus
Bunda Aish
Luar biasa
Sutiah
ckckck 🤨 Evi" bener" nih kamu,ngasi warisan ke anak kok warisan dendam,gaje banget sih kamu tuh,mana sdh metong lg, tu lah kenapa kamu jd org jahat bgt,padahal kan dulu kamu yg ninggalin Abas kok jd kamu yg sakit hati sih 🙉
gk abis fikir aq
Sutiah
jiaah....aq kok baru moco judul seng iki yo 🙉
gek ono seng keri ternyata 😅
afa chai
pokok mantul karya nya kak 1 ini
Ayux Sri Ardani
mampir
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
yuli93
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!