NovelToon NovelToon
Sang Penguasa Langit

Sang Penguasa Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:94.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: Denny Uranu Ghaisan

Aku berjalan di atas Benua yang penuh dengan darah dan penghianatan. Hanya Pedang ditangan saudara sejatiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Denny Uranu Ghaisan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Sasaran

Bai Yuan dan Xiao Lan menikmati matahari terbenam dari sebuah dahan tertinggi pohon persik yang berdiri diatas sebuah bukit dibelakang danau.

Xiao Lan meletakkan kepalanya di dada suami tercinta, sementara Bai Yuan membelai lembut rambut istri tercinta didalam diam.

" Lan'er , yakinkan hatimu , tak perduli berapa lama aku pergi , aku pasti akan kembali untukmu. "

" Aku percaya...sayang..." ucap Xiao Lan lembut sambil mencium tangan sang suami .

" Aku selamanya hanya akan mencintai satu orang saja , dan tak perduli berapa lama waktu yang kau butuhkan, aku akan selalu menunggumu ....suamiku .! ucap Xiao Lan dalam hati menguatkan batinnya.

Xiao Lan memejamkan mata sambil mengeratkan pelukannya.

Bibirnya menyunggingkan satu senyum tulus seorang istri.

Bai Yuan mencium kening Xiao Lan dengan lembut " kaulah salah satu alasanku untuk membuat daratan ini tempat yang lebih baik dan aman untuk ditempati..."

Bai Yuan pun ikut memejamkan mata merasakan kedamaian hembusan angin malam bersama wanita yang paling dicintainya.

***

Lian Que , Yu Ao , Yu Lin dan beberapa tokoh penting Paviliun ikut melepas Bai Yuan yang ingin kembali menjalani amanah sang Guru untuk membuat daratan tengah ini jadi lebih baik dan aman.

" Apa yang kau lakukan pada sekte ini dan juga kami , telah mengubah wajah kami selamanya , Yuan'er ! Yakinlah tempat ini akan tetap menjadi rumahmu sampai kapanpun " ucap Lian Que sambil menepuk bahu sang menantu.

" Terima kasih Ibu mertua..! " Bai Yuan memberikan peradatan kepada Lian Que dan Yu Ao .

Bai Yuan lalu menghampiri Yu Lin yang kini telah nampak semakin cantik dan anggun.

" Lin'er ..gege titip kakak Lan mu , selalu lah berlatih dan menjadi lebih luat ! "

" Eum, Gege tak perlu khawatir , selain sebagai kaka ipar , kak Lan juga adalah bibi sekaligus sahabatku .." jawab Yu Lin mantap sambil memeluk Bai Yuan.

Baiklah...aku berangkat ...jagalah diri kalian baik baik ..! " ucap Bai Yuan sekali lagi memberi peradatan pada semua orang.

Bai Yuan melangkah kepada sang istri tercinta yang memandang Bai Yuan dengan teduh dan tersenyum haru .

Seminggu berdua sang suami tercinta telah memantapkan batinnya melepas pengabdian sang suami .

" Gege berhati hatilah , selalu bertindak dengan hati dan pertimbangan yang matang ..heum..!.ucap Xiao Lan sambil memeluk sang suami erat.

" Gege akan selalu ingat....cup" Bai Yuan membelai lembut rambut sang istri dan mengecupnya.

" Gege pergi .....! "

" Hati hati sayang....! "

Swoooosh ....

Bai Yuan melayang ke udara , menoleh sesaat tersenyum kepada Xiao Lan lalu melesat menuju ke arah timur.

Xiao Lan masih memandang ke arah Bai Yuan pergi saat Lian Que menghampiri dan menyentuh bahu sang anak.

" Tabahkan hatimu nak , dia pasti akan kembali ..! " ucap Lian Que pelan .

" Lan'er tau dan percaya ibu ...!" jawab Xiao Lan mantap.

***

" Ah ada apa dengan kota ini ? Mengapa begitu banyak orang dijalan ? " batin Bai Yuan melihat begitu banyak orang yang berada dijalanan kota dengan wajah dan pakaian lusuh.

Bai Yuan memutuskan untuk singgah ke Kota Ji'An untuk sekedar menyerap informasi keadaan dua tahun terakhir ini.

Bai Yuan melangkahkan kaki ke sebuah kedai teh yang berada di pinggir jalan , hari masih pagi , cocok untuk secangkir teh , pikirnya.

" ah silahkan duduk tuan..!" sapa pak tua pemilik kedai.

" terima kasih .., kota ini sangat ramai ya ?" ujar Bai Yuan.

" Haizz sebenarnya kota ini tak sepadat seperti sekarang ini " jawab pemilik kedai menggelengkan kepala..

" apa yang terjadi pak kalau boleh tau?"

" Ah ..rupanya anda baru datang ke kota ini ? pa tua mengambil tempat duduk dihadapan Bai Yuan, kebetulan baru Bai Yuan pelanggannya hari ini.

" Benar pa , namaku Yuan, baru saja aku datang dari tempat jauh , bisa ku tau apa yang terjadi disini ?"

" Aih nak Yuan, si tua ini bernama Po, mereka itu adalah para pengungsi dari kota Linping dan juga beberapa desa disekitarnya !"

" Apa yang membuat mereka semua mengungsi ?" tanya Bai Yuan lebih lanjut.

" Ini semua berawal dari keserakahan mereka yang merasa berkuasa ...haizz " ucap si tua Po menggelengkan kepala.

Si tua Po lalu bercerita sedikit tentang peperangan antara Pangeran Yanzheng dan Pangeran Yushuang.

Akibat peperangan tersebut , rakyatlah yang paling menjadi korban. Desa desa yang menjadi ajang pertarungan kedua kubu hancur lebur dan penduduknya banyak yang menjadi korban.

Yang lebih menyesakkan lagi adalah banyak mereka yang jadi menganggur karena keadaan ini.

Para pedagang kesulitan berdagang karena hampir tak ada tempat aman, mereka terpaksa mengurangi pegawai secara besar besaran.

Keadaan ini sudah amat berlarut larut , korban atas semua perselisihan ini pun bertambah setiap hari.

Masalah diperburuk dengan banyaknya rampok dan para anggota sekte aliran hitam yang selalu mengganggu para pengungsi dan juga pedagang.

Bai Yuan hanya mendengarkan tanpa menyela sama sekali sampai ada dua pria yang terlihat memasuki kedai .

" Pa tua Po ..., tolong teh nya ".

Dua laki laki dengan raut wajah garang memasuki kedai teh pa tua Po.

" Ha..tuan Mu dan Shi....silahkan ! "

Kedua laki laki itu membawa pedang dan mengangguk ramah saat melihat Bai Yuan.

Bai Yuan pun membalas dengan sikap yang sama .

" Mereka cukup ramah walau wajah mereka cukup garang " batin Bai Yuan.

" Lihatlah mereka Mu, kota ini sudah tak sanggup lagi menampung pengungsi " ucap lelaki yang bernama Shi .

" Yah ...mereka tak punya pilihan lain, salah satu kerabatku di kota Linping baru saja tiba pagi tadi , dia bilang keadaan kota Linping sudah benar benar kritis..." ucap Mu menggelengkan kepala.

" Kau tau ? Pangeran Yanzheng bahkan terkesan membiarkan para sekutunya menjarah desa desa ! kurasa dia benar benar sudah gila ! " ujar Shi kelihatan begitu geram.

" Pelankan suaramu , kau tau mata mata Yanzheng ada dimana maana ! " sergah Mu sambil melirik Bai Yuan.

Akhirnya keduanya kembali diam dan menikmati teh mereka sambil sesekali menghela nafas .

" Yanzheng ya..jelas Pangeran ini tidak dicintai rakyat " gumam Bai Yuan.

" Awas ..harap beri jalan ....! "

Suara seseorang berpakaian prajurit mengejutkan banyak orang .

Mereka seketika menyingkir dari tengah jalan, dan tak lama kemudian puluhan barisan prajurit berkuda lewat perlahan.

Mereka semua tampak lelah dan banyak yang terlihat terluka.

Yang menarik adalah adanya seorang wanita muda yang memakai baju zirah dan membawa pedang di punggungnya.

Dia menatap para pengungsi dengan tatapan nanar. Terlihat para penduduk menundukan wajah memberi hormat kepadanya.

" Pa tua , siapakah wanita yang berada ditengah para prajurit itu ? bisik Bai Yuan.

" Ah ...dia adalah Jendral Du Yunming , atau lebih dikenal rakyat dengan nama Putri Ming " jawab Po.

" Oh menarik ...." gumam Bai Yuan.

Bai Yuan memutuskan untuk mencari tau lebih banyak tentang masalah di Kerajaan Duan ini

Dia berlalu dari Kedai Po menuju arah yang sama para prajurit itu pergi .

" Pa tua Po , apa kau tau nama pemuda tadi ? " tanya Mu dan Shi setelah Bai Yuan pergi .

" Ah dia seorang pengembara , namanya Yuan kalo aku tak salah, kenapa tuan Mu ?

" Entahlah ...." Keduanya merasa Bai Yuan bukan pengembara biasa.Mereka hanya berharap Bai Yuan bukan mata mata Du Yanzheng.

Bai Yuan kini berdiri berada tak jauh dari markas militer Kota Ji'An.

Beberapa pengungsi nampak memenuhi area halaman markas .

" Apa aku harus terlibat dalam urusan seperti ini ? " Bai Yuan telihat ragu untuk masuk kedalam masalah perebutan kekuasaan.

" Hmm kurasa para pengungsi dan desa lebih butuh bantuanku daripada para Bangsawan ini.."

Bai Yuan ingat ucapan Bai Luo bahwa para Bangsawan itu senang bersiasat, jadi hati hatilah jika kau berhubungan dengan mereka.

" Kota Linping ...yah ...lebih baik aku menyusuri jalan kesana , mungkin ada sesuatu yang menarik !" gumamnya.

Bai Yuan mengurungkan niatnya untuk terlibat langsung. Dia melangkahkan kaki untuk meninggalkan kota Ji'An.

**

Bai Yuan sengaja mengambil jalan darat menyusuri jalan ke Kota Linping karena menurut yang dia dengar , kelompok perampok menargetkan para pengungsi.

Butuh waktu satu minggu perjalanan ke Kota Linping , dan pada hari ke dua Bai Yuan menemukan sebuah desa yang nampak sangat sepi .

" Desa ini sepi sekali , apakah para penduduknya sedang mengungsi juga ?" pikir Bai Yuan.

Sama sekali tak ada penjaga gerbang desa , hanya sesekali ada beberapa warga desa yang terlihat cukup sepuh melintas.

Saat melihat Bai Yuan , mereka terlihat takut dan mempercepat langkahnya.

" Ada apa dengan mereka ?"

Heran dengan sikap warga , Bai Yuan memutuskan untuk mencari tempat untuk menginap.

Bai Yuan akhirnya bertemu salah satu warga sepuh yang tampak berjalan sambil menuntun seprang anak kecil.

Dia segera menghampiri kakek tersebut.

" Maaf kek , apa di desa ini ada.tempat untuk mengi......"

" Nak...cepatlah tinggalkan desa ini dan jangan kembali lagi ...!" Kakek tua itu memotong ucapan Bai Yuan.

" Loh kok .. ? Kenapa kek ? " tanya Bai Yuan heran.

Bai Yuan bisa merasakan ada hawa pembunuh muncul ditempat itu , tapi dia sengaja terlihat tak menyadarinya.

" Turuti saja nak ..demi kese...."

Belum sempat kakek itu menyelesaikan kata katanya , seseorang muncul dari balik sebuah bangunan.

" Kakek Oi ..apa yang kau lakukan pada tamu kita ....ahahaha....!" l

Pria berwajah kasar yang baru muncul itu melangkah santai ke arah Bai Yuan.

" Maafkan aku nak..aku sudah mencoba membantumu ". Kakek itu segera pergi meninggalkan Bai Yuan dengan cucunya

" Hmm anak muda , apa kau sedang mencari tempat menginap.? " tanya lelaki berwajah kasar itu..

" Ah iya..apa anda bisa membantu ?"

" Tentu saja , tapi aku minta imbalan didepan , bagaimana ? jawab si lelaki kasar sambil tertawa kecil ..

Tak lama berselang , terlihat beberapa orang dengan wajah tak ramah keluar dari beberapa bangunan dan segera mengurung Bai Yuan yang masih terlihat tenang.

" Bagaimana anak muda ? tanya lelaki kasar yang pertama muncul.

" Ah ..apa yang senior inginkan untuk imbalannya ? Tanya Bai Yuan tenang.

" Bagaimana jika kau serahkan semua uangmu dan kuberi kau menginap gratis disini ...ahahaha ! " ucapnya diiringi tawa yang lain..

" Ah begitu , aku hanya orang biasa senior, bagaimana jika aku tawarkan hal yang lain ..?" jawab Bai Yuan tertawa kecil.

" Jangan berulah dihadapanku anak muda , apa yang kau mau tawarkan ?!

Wajah lelaki kasar itu langsung berubah bengis. Dia pun mulai mengeluarkan aura pembunuh untuk mengintimidasi Bai Yuan.

Bai Yuan hanya tersenyum tipis " ku beri kau kesempatan hidup , bawa teman temanmu pergi dari desa ini ! "

" Setan ....kau sudah bosan hidup rupanya ....! " lelaki kasar itu langsung menyerang Bai Yuan dengan senjata goloknya .

Beberapa pasang mata yang mengintip dari balik jendela menggelengkan kepala menyesali ucapan sang pemuda.

Swiiing ....tap ...! Eh ...?

Bai Yuan dengan malas menangkap ujung golok yang melesat kearahnya dengan kedua jarinya, lalu dengan mudah mematahkan golok tersebut.

Lelaki kasar itu tak sempat bangkit dari rasa terkejutnya karena tangan Bai Yuan sudah lebih dulu mencengkram lehernya.

" Ck ...selalu aja ada cacing seperti kalian .., matilah ..! " Bai Yuan begitu mudah mematahkan leher si lelaki kasar tersebut seperti ranting kering.

Delapan orang kawan si lelaki kasar begitu terkejut melihat Bai Yuan dengan mudahnya membunuh kawan mereka.

" Pemuda sialan, kau baru saja menebar permusuhan dengan Rampok Hutan Kuning ! " ucap salah satu orang kasar lainnya.

" Ah..begitu .....? Lalu apa aku harus perduli ? ! Bai Yuan lalu dengan santai melemparkan mayat rampok yang baru dibunuhnya kehadapan mereka.

" Bangsat ....bunuh dan cincang dia !"

Serentak delapan orang rampok itu menyerang Bai Yuan dengan berbagai macam senjata.

Brak , bruk, brek....brek...desh...

" Ah beres....! "

Tidak sampai 3 menit , delapan rampok itu tumbang dengan kepala retak dan dada jebol .

Hanya dengan menggunakan kekuatan fisik saja Bai Yuan menghabisi delapan orang itu dalam waktu singkat.

Bai Yuan berdiri santai , lalu dia pun berteriak lantang.

" Apa kalian hanya akan melihat saja ? keluarlah ...! "

Lebih dari lima puluh orang keluar dari tempat persembunyian mereka dengan wajah geram dan aura pembunuh yang kuat menatap Bai Yuan seakan ingin melumatnya .

" Ah akhirnya ...ada sarana pemanasan juga ..! " gumam Bai Yuan tersenyum lebar seperti anak kecil yang baru saja diberi mainan.

Para Perampok Hutan Kuning itu belum sadar bahwa mereka baru saja memilih orang yang salah untuk diganggu.

1
Alex Kawun
banyakan komentar miring nya , yg mc nya idiot author nya g cerdas laah
cari judul laen lah yg author nya nalar
Ibad Moulay
Urraa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🐎🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Kitab Racun Langit
nanonano
semangat lanjut thor...
Ibad Moulay
Lanjutkan 🐎🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Segel Jiwa Iblis
Ibad Moulay
Urraaa 🔥🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🐎🐎🐎🐎
Sak. Lim
apa nya rumit dtgin ja sekte hutan gaib gtu aja repot mc idioooooot
ayub tambunan
MC loyo dan bodh
ayub tambunan
alur nya maju mundur ini yang bikin bosan baca
David Jonathan
Luar biasa
Jimmy Avolution
teruskeun
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
josss
Jimmy Avolution
Ayo
Jimmy Avolution
gaspol
Jimmy Avolution
lanjutkeun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!