Santri Rock'n Roll..
Ricky Sanjaya adalah anak dari seorang pengusaha yang sukses, kehidupan mewah dengan segala fasilitas yang dia miliki membuatnya hidup tanpa aturan.
Ricky selalu membuat ulah dimanapun dia berada, bahkan dia sering berpindah-pindah sekolah karena kenakalannya.
Sang Ayah yang merasa sudah tidak sanggup lagi mengatur perilaku anak semata wayangnya, mencoba menitipkannya ke sebuah pondhok pesantren yang jauh dari rumahnya, dengan harapan Ricky akan mampu hidup mandiri dan bisa lebih menghargai orang lain.
Kehidupan pesantren yang penuh aturan nyatanya juga tidak membuatnya berubah, hingga dia dikeluarkan dari pesantrennya. Namun kehadiran sosok perempuan yang juga merupakan anak dari sang Kiai perlahan-lahan mampu mengubah hidupnya.
Bagaimana petualangan Ricky selanjutnya. Ikutu kisahnya yuk..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green Aple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Malam harinya Aldi datang ke rumah Pak Yusuf bersama kedua temannya untuk menanyakan janji yang menurutnya sudah Pak Yusuf ingkari.
Syifa yang sedang belajar di ruang tengah segera ke depan saat mendengar suara ketukan pintu. Syifa pun kaget saat membuka pintu dan mendapati Aldi bersama temannya yang datang bertamu.
"Mana bapak kamu?" Tanya Aldi ketus.
"Wa'alaikumsalam, silahkan masuk" jawab Syifa dengan sopan tanpa memperdulikan sikap Aldi.
"Nggak usah, panggilin aja Bapak kamu!" Perintah Aldi pada Syifa.
"Jika kedatangan kalian kemari untuk bertamu, maka bersikaplah layaknya tamu!" Jawab Syifa tegas, namun masih mempertahankan kesopanannya.
Aldi langsung teediam saat mendengar ucapan Syifa, mulutnya terbuka tapi tidak bisa mengucapkan kata-kata. Aldi pun kemudian masuk setelah salah satu temannya menyikutnya.
"Mau minum apa?" Tanya Syifa dengan sopan saat melihat Aldi dan temannya sudah duduk.
"Apa aja" jawab salah satu teman Aldi, dan Syifa pun kemudian masuk membuatkan minuman untuk mereka.
Sementara Aldi masih tampak diam membayangkan sikap Syifa barusan, dia takut Syifa akan marah padanya mengingat sikapnya barusan, karena bagaimanapun dia masih suka pada Syifa.
"Ada perlu apa kalian malam-malam datang ke rumah saya?" Tanya Pak Yusuf tenang, pasalnya Pak Yusuf tahu, jika kedatangan mereka punya maksud yang tidak baik.
Pak Yusuf yang sedang membaca Al Qur'an segera keluar menemui mereka, saat Syifa mengatakan bahwa Aldi dan teman-temannya mencarinya.
"Kenapa Ricky masih ada di sini, bukankah Pak Kiai sendiri yang sudah berjanji untuk mengeluarkannya?" Tanya Aldi memberanikan diri.
"Saya sudah mengeluarkan Ricky dari pesantren, seperti yang kalian inginkan" jawab Pak Yusuf datar. "Dan itu artinya saya sudah menepati janji saya" sambungnya lagi.
"Tapi kenapa Ricky masih tinggal di sini?" Tanya Aldi menyelidik.
"Terus letak kesalahannya dimana? Mengusirnya dari pesantren dengan tinggalnya Ricky di rumah saya adalah dua hal yang berbeda" jawab Pak Yusuf menjelaskan. "Saya bisa terima jika kalian menginginkan Ricky agar dikeluarkan dari pesantren, tapi tidak untuk mengusirnya dari rumah saya" sambungnya lagi.
Aldi dan kedua temannya terdiam mendengarkan penjelasan Pak Yusuf, karena apa yang diucapkan Pak Yusuf ada benarnya.
Suasana menjadi hening seketika, hingga kedatangan Syifa yang membawa minuman menyita perhatian mereka.
"Silahkan diminum" ucap Pak Yusuf memecah keheningan.
"Lalu kenapa sekarang Ricky bisa tinggal di rumah Pak Kiai?" Tanya Aldi ingin tahu.
"Karena saya sudah berjanji pada seseorang untuk menjaganya, dan itu yang sedang saya lakukan" jawab Pak Yusuf tenang.
Aldi terdiam mendengar penjelasan Pak Yusuf, meskipun sebenarnya dia kecewa dengan keputusan Pak Yusuf, namun dia juga tidak punya alasan apapun untuk mencoba merubah keputusan Pak Yusuf. Aldi pu akhirnya pamit pulang setelah menghabiskan minumannya.
***
Sudah Tiga hari Ricky tidak masuk sekolah karena kondisinya yang belum stabil, namun dia selalu menolak untuk diajak berobat dengan berbagai macam alasan.
"Makanlah, tadi Abi bilang kalo nanti akan ada dokter kemari untuk memeriksa kondisi kamu" ucap Syifa lembut setelah meletakkan semangkuk bubur dan teh hangat ke atas meja.
Semenjak Ricky sakit, Syifa memang selalu mengantarkan makanan untuk Ricky sekaligus mengecek kondisinya. Namun Syifa selalu menyerah jika berdebat dengan Ricky untuk membujuknya agar mau berobat, bahkan Pak Yusuf dan Bu Rina pun tidak bisa berbuat banyak.
Dan setelah beberapa hari kondisi Ricky belum juga membaik, akhirnya Pak Yusuf mengambil inisiatif untuk memanggil dokter ke rumahnya, karena Ricky selalu menolak jika diajak untuk ke dokter.
"Syif, tolong bilangin ke Bapak kamu, nggak usah panggil dokter segala, lagian aku juga udah baikan kok" tolak Ricky memohon.
"Dari kemarin kamu bilang udah baikan terus, tapi buktinya sampai sekarang kamu belum sembuh juga" jawab Syifa menolak permintaan Ricky. "Sekarang kamu makan dulu, nanti keburu dingin" sambungnya lagi lalu keluar meninggalkan Ricky.
Siang harinya Dokter datang bersama Pak Yusuf untuk memeriksa Ricky yang masih tampak lemah dan berbaring di kamarnya.
Setelah memeriksa Ricky, Dokter pun memberikan beberapa resep obat kepada Pak Yusuf untuk di berikan kepada Ricky.
"Nanti jika obat ini sudah habis, dan Ricky belum juga sembuh, maka sebaiknya Ricky di bawa ke rumah sakit untuk diambil sample darahnya" ucap Dokter tersebut setelah memberikan resep obat.
"Baik Dok, terima kasih" jawab Pak Yusuf setelah menerima obat yang diberikan kepadanya.
Pak Yusuf pun mengantarkan Dokter tersebut sampai depan pintu, saat sang Dokter pamit.
***
Beberapa hari berlalu dan kini kondisi Ricky mulai membaik setelah meminum obat, kini dia sedang duduk di teras karena merasa bosan berada di kamar terus.
"Bagaimana kondisi kamu sekarang?" Tanya Pak Yusuf yang baru pulang dari pesantren, kemudian duduk di sebelah Ricky.
"Alhamdulilah sudah lebih baik, terima kasih karena sudah merawat saya" jawab Ricky sambil tersenyum, Pak Yusuf pun membalas senyumannya sambil mengangguk.
"Kalo boleh tau, kenapa nama pesantren punya Pak Kiai diberi nama Ojo Dumeh" tanya Ricky penasaran saat teringat nama pesantren punya Pak Yusuf, yang dia sendiri tidak tahu maksudnya.
Pak Yusuf pun menoleh ke arah Ricky saat mendapat pertanyaan dari Ricky, kemudian dia tersenyum.
"Ojo Dumeh artinya sama dengan jangan merasa, jangan merasa kaya, karena sesungguhnya kita ini miskin, jangan merasa pintar karena sesungguhnya kita ini bodoh, jangan merasa kuat, karena sesungguhnya kita ini lemah, dan masih banyak lagi..sesungguhnya kita tidak memiliki apapun di dunia ini, semuanya hanyalah titipan Alloh, yang sewaktu-waktu bisa diambil tanpa kita bisa mencegahnya. Apa yang kamu bawa saat kamu lahir?" Tanya Pak Yusuf setelah menjawab pertanyaan Ricky.
"Tidak ada" jawab Ricky singkat.
"Begitulah saat kamu mati, tidak ada yang bisa kamu bawa. Jika kamu perhatikan, setiap bayi yang lahir tangannya pasti terkepal, itu menandakan bahwa apapun, bahkan dunia ini ingin digenggamnya, tapi lihatlah setelah mati, tangannya pasti terbuka, itu menandakan bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang bisa dia bawa, kecuali amal perbuatannya" ucap Pak Yusuf panjang lebar menjelaskan, sementara Ricky tampak menganggukkan kepala.
"Lalu apa maksud dari kata Sugih Tanpo Bondho, Digdoyo Tanpo Aji Pak Kiai?" Tanya Ricky lagi.
"Sugih tanpo bondho sama artinya dengan Kaya tanpa harta, sedangkan digdoyo tanpo aji adalah kuat tanpa kesaktian, maksudnya adalah kita bisa kaya tanpa harta benda, karena kekayaan yang hakiki ada di dalam sini ( sambil menyentuh dadanya ), dan kita bisa menjadi kuat tanpa kesaktian, karena kekuatan yang sejati ada di sini ( sambil menyentuh kepalanya)" jawab Pak Yusuf menjelaskan.
"Maksudnya hati dan pikiran?" Tanya Ricky mencoba menebak.
"Tepat..jadikan hati sebagai landasan untuk bertindak, dan jangan biarkan pikiranmu menguasai hatimu" jawab Pak Yusuf.
"Kenapa bisa begitu Pak Kiai?" Tanya Ricky yang masih belum paham.
"Karena di situlah Tuhanmu berada..di hatimu" jawab Pak Yusuf sambil menunjuk dada Ricky.
___
Ya begini ini cerita yg aku suka.
semangat buat authornya.
dah lama banget