Seorang jendral besar dan ahli dalam berperang meninggal di bunuh oleh orang orang yang dendam padanya, seorang dewa membawanya ke dunia baru, dimana dunia itu baru saja lepas dari kegelapan.
Sebenarnya dia hanya ingin hidup tenang karena di kehidupan terdahulu sudah sangat lelah berperang, tapi ketika bertemu dengan seorang saint dari benua tengah yang mengatakan soal penglihatan nya pada dirinya, akhirnya dia memutuskan kembali terjun ke medan perang dan mengambil tahta demi orang orang terdekatnya, dia menjadi raja dan berjuang melawan kegelapan bersama sepuluh pahlawan yang di pilih dewa.
Bisakah dia mengambil tahtanya dari para lords yang menguasainya dan menghalau kegelapan dari utara ?
Genre : fantasy, drama, perang, 100% fiksi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dajo Gunz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22
Keesokan harinya, Hugo dan Valentina sampai di kota pelabuhan, sebelum masuk kota, mereka mengikat kuda mereka di luar gerbang untuk berjaga jaga. Setelah itu mereka berjalan menuju gerbang untuk masuk ke dalam mengisi persediaan, tapi ketika baru mau melangkah masuk, mereka melihat pasukan house Clark keluar mengawal sebuah kereta kuda milik house Clark keluar dari gerbang. Hugo dan Valen menutup wajah mereka dan berbalik, Hugo melirik dan melihat lord Edmund Clark berada di dalam kereta. Setelah kereta dan iring iringan pasukan lewat, Hugo bertanya kepada penjaga gerbang,
“Maaf, bukankah tadi lord Edmund ? beliau mau kemana ?” Tanya Hugo.
“Beliau mau ke castletown, eksekusi Gerald Warnar akan di lakukan dua hari lagi....beliau datang menghadirinya.” Jawab penjaga.
“Hmm...baiklah, terima kasih tuan yang baik...” Ujar Hugo.
“Ya ya...cepatlah masuk, banyak yang menunggu di belakang....karena kereta lewat semua jadi mengantri....” Balas penjaga yang terlihat kesal.
Hugo dan Valen masuk ke dalam gerbang, mereka berjalan sambil mencari penginapan untuk bermalam. Valen melihat Hugo yang sedang berpikir,
“Ada apa ? rumah bordil disana...” Tunjuk Valen ke sebuah bangunan.
“Bukan itu....kamu tentu dengar sendiri kan apa kata penjaga tadi...” Ujar Hugo.
“Ya aku dengar....lalu kenapa ? tidak ada pengaruhnya padaku...” Balas Valen.
“Kalau lord Edmund datang, berarti ayah keparat ku juga datang....hah, tapi tidak mungkin, dia terlalu takut keluar dari kandang walau gelarnya ksatria tak terkalahkan...” Ujar Hugo.
“Haaa begitu, lalu ?” Tanya Valen.
“Kalau semuanya pergi ke castletown, berarti kota di kastil mereka sepi kan, karena prajurit pasti mengantar lord mereka kesana...bukankah kesempatan baik untuk menjarah hehe...” Jawab Hugo.
“Huh...rugi aku mendengarkan mu, dasar otak bandit....” Balas Valen sambil melangkah.
“Hahaha tunggu....istriku....” Teriak Hugo.
“Hah...kamu minta di penggal ? coba bilang sekali lagi...” Balas Valen.
“Hahaha maaf maaf...aku bercanda...” Balas Hugo sambil memegang kepalanya.
“Hah yang benar, masa sih semua pasukan berkumpul di timur ? memang ada apa di monastery ?” Tanya seorang pedagang kaget.
“Sssst...perlahan....aku dengar gosip begitu, ada enam house yang berkumpul di monastery termasuk house Clark penguasa kita, sepertinya mereka bersiap siap ingin menyerang...” Balas pedagang lainnya.
Langkah Hugo dan Valen langsung berhenti, mereka menoleh melihat kedua pedagang yang sedang berbicara itu, Hugo langsung mendekati mereka,
“Permisi, tadi bilang apa ? ada enam house berkumpul di monastery ? house apa saja ?” Tanya Hugo.
“Eh...si..siapa anda ?” Tanya pedagang itu.
“Wah maaf, kebetulan aku mau kesana, tapi kalau berbahaya ya tidak jadi, benar tidak sayangku...” Jawab Hugo berpura pura sambil mengedipkan matanya kepada Valen di sebelahnya.
“I...iya....sa..sayang....” Balas Valen yang berusaha pura pura tapi terlihat sangat geram.
“Oh kalian prajurit bayaran ya....kalau tugasnya belum di ambil, sebaiknya jangan dulu, ada enam house yang mengirim pasukan kesana, aku tidak tahu house apa saja, tapi aku dengar gosip katanya house Clark penguasa kita juga mengirim pasukan kesana, lalu kalau ga salah house Levent juga....” Ujar pedagang itu.
“Hmm begitu ya, berarti kondisi di sana berbahaya dong...” Balas Hugo.
“Iya, aku tidak tahu kabarnya benar atau tidak, tapi sebaiknya hindari dulu kesana dan ke center....” Balas pedagang.
“Baiklah ossan (paman), terima kasihya nasihatnya, yuk sayang....” Hugo berbalik dan merangkul pinggang Valen.
“I..iya...sayang...grrrr.....” Valen langsung berbalik dan berjalan.
Setelah keduanya masuk wilayah pelabuhan, agak jauh dari pasar, mereka mencari tempat sepi untuk berbicara.
“Gawat...kedua adikku dalam bahaya.....aku harus cepat kesana...harusnya aku tidak menyuruh mereka kesana...” Ujar Valen panik.
“Oi tenang, pikir baik baik, kamu kalau kesana berarti mengantar nyawa...saat ini kita tidak bisa bergerak...” Ujar Hugo.
“Tapi bagaimana dengan adik adik ku...semua salahku, harusnya aku tidak menyuruh mereka kesana...bagaimana ini.” Ujar Valen panik.
“Tenang dulu Valen, aku rasa adik mu tidak kenapa napa...ingat mimpi yang kuceritakan, kita berdiri bersama di balkon istana, kedua adik mu ada di sana....kamu paham ? jadi ku mohon sekarang kamu tenang dulu...untuk sementara kita tunggu disini.” Ujar Hugo sambil memegang kedua pundak Valen.
Valen menempelkan kepalanya di bahu Hugo yang langsung memeluknya dan mengelus rambutnya. “La la la...” Terdengar suara seorang gadis sedang bernyanyi melewati gang tempat keduanya berada. Hugo menoleh, matanya terbelalak karena dia melihat seorang gadis cantik berkulit coklat mengenakan armor kulit berburu dan membawa busur yang terlihat indah, berjalan dengan santai melewati gang tempat mereka sambil bernyanyi. Hugo langsung menarik tangan Valen dan mengejar gadis itu.
“Hei...kamu....” Teriak Hugo.
Karena di panggil, gadis itu menoleh dan berbalik, dia melihat ke kanan dan kiri kemudian menunjuk wajahnya sendiri,
“Aku ?” Tanya gadis itu.
“Benar, kamu....apa kamu dari benua sebrang ?” Tanya Hugo.
“Iya benar, aku kesini menemani neesan berbelanja bahan membuat kapal.” Jawab gadis itu.
“Huh ku pikir ada apa...tolong ya, kalau mau mendekati wanita jangan ajak aku...” Gumam Valen sambil melipat tangan di dada.
“Kamu diam dulu....siapa namamu ? kenapa kamu muncul di mimpi ku ?” Tanya Hugo pada gadis itu.
“Eh...mimpi ? kalau bertanya nama orang harusnya memperkenalkan diri dulu kan ?” Tanya gadis itu.
“Namaku Hugo...dan dia Valentina...kalau kamu ?” Tanya Hugo.
“Namaku Lulu....salam kenal, sudah ya, aku sibuk...” Jawab Lulu sambil berbalik.
“Hei...tunggu....” Hugo memegang pundak Lulu.
Tiba tiba sebuah pedang melengkung melingkar di leher Hugo, dia melirik dan melihat seorang pria berpakaian armor kulit berwarna hitam lengkap dari atas ke bawah, berambut hitam dan bermata merah, tangan sebelahnya yang memegang pedang melengkung seperti sabit mengancam Valen di belakang Hugo yang sudah siap mau mencabut pedang besarnya.
“Whoaaa.....” Ujar Hugo sambil mengangkat kedua tangannya.
“Berani sekali kamu menyentuh ratu....” Ujar pria itu.
“Tel Iroth...lepaskan mereka...mereka tidak tahu aku siapa...” Ujar Lulu.
“Huh...baik yang mulia....” Ujar Iroth.
Dia melepaskan pedangnya yang melingkar pada leher Hugo dan menurunkan pedang yang mengancam Valen. Lulu berjalan mendekati Hugo,
“Tadi kamu bilang mimpi ?” Tanya Lulu.
“Iya mimpi, aku melihat kamu di mimpi ku, kamu berdiri di sebelah raja kita yang berambut hitam dan mengangkat dua buah pedang...” Jawab Hugo.
“Oh maksud kamu Rex ? hmmm.....ikut aku...” Ajak Lulu.
“Tapi yang mulia...kita tidak tahu siapa mereka...” Ujar Iroth.
“Tidak apa apa....sepertinya mereka kenal Rex, kalau pun mereka berniat macam macam, aku tidak selemah itu....dan kan ada kamu...” Ujar Lulu.
“Baiklah, aku mengerti...ayo kalian jalan...” Ujar Iroth kepada Hugo dan Valen.
Akhirnya Hugo dan Valen mengikuti Lulu dari belakang sambil saling menoleh dan melihat satu sama lain, sementara Iroth berjalan di belakang keduanya sambil bersiap siap.
“Oi Hugo....gadis itu muncul di mimpi mu ?” Tanya Valen.
“Makanya aku kejar dia....kamu salah sangka mulu...” Jawab Hugo.
“Hah...kamu tukang main wanita, pemabuk, penjudi, bandit, apa lagi hah...” Balas Valen.
“Coba tolong jangan yang di ingat hanya kejelekanku....” Ujar Hugo lemas.
“Hah memang kamu punya kebaikan ?” Tanya Valen.
“Oh benar juga.....tidak hehe.” Jawab Hugo.
“Hei...jangan bisik bisik, apa rencana kalian ?” Teriak Iroth di belakang.
“Oh maaf, aku hanya bilang ratu mu cantik...” Jawab Hugo sambil mengedipkan mata kepada Iroth.
“Grrrr.....kalau bukan karena Lulu-sama...kamu sudah menjadi makanan ikan...” Ujar Iroth.
“Iya iya..maaf...” Balas Hugo terkekeh.
Mereka sampai di sebuah kapal pedagang yang sedang memasukkan barang barang ke dalam tempat penyimpanannya, Lulu mengajak Hugo dan Valen naik ke atas dek kapal, kemudian ketika sampai kabin, Lulu berbalik,
“Tunggu disini....” Ujarnya.
Dia masuk ke dalam, Hugo dan Valen menunggu di luar kabin sambil di awasi oleh Iroth yang tidak memalingkan mata dari mereka. Tak lama kemudian, Lulu keluar bersama seorang ksatria wanita yang memakai zirah mewah.
“Mereka ?” Tanya ksatria wanita itu kepada Lulu.
“Iya, neesama....” Jawab Lulu.
Begitu melihat ksatria wanita itu, Valen langsung maju dan memegang kedua pundaknya, Iroth langsung bersiap tapi Lulu mengangkat tangannya.
“Myla ? Myla Hartwig ?” Tanya Valen.
“Eh....” Ujar Myla.
Dia langsung mengamati wajah Valen dengan memicingkan matanya, Myla langsung terkesiap,
“Valentina Warnar ?” Tanya Myla.
“Iya ini aku...apa kabar Myla ?” Tanya Valen.
“Baik baik....jadi kamu yang mimpi....” Jawab Myla.
“Bukan, tapi kadal itu...” Ujar Valen menunjuk Hugo menggunakan jempolnya.
Myla melihat ke belakang Valen, dia melihat Hugo yang berusaha menutup wajahnya,
“Haaa...rupanya Hugo Quintrel....loh kalian bersama ? kok bisa ?” Tanya Myla.
“Panjang ceritanya...apa kabar Myla....oh benar juga...kamu ada juga di dalam mimpiku...kamu berdiri di antara perempuan berkursi roda dan perempuan yang berpakaian biarawati...” Ujar Hugo.
“Oh maksudmu Helena-sama ? hmmm.....baiklah, ayo masuk...kita bicara di dalam...Iroth, tolong jaga di luar ya...” Ujar Myla.
Myla, Lulu, Hugo dan Valen masuk ke dalam ruangan, mereka langsung duduk di sofa, Hugo dan Valen duduk bersebelahan di depan Myla dan Lulu.
“Jadi ? bisa ceritakan ?” Tanya Myla.
“Sebentar, sebelumnya aku tanya dulu...” Jawab Hugo.
“Apa ?” Tanya Myla.
“Lulu-sama....ratu kan ? kalau kamu ?” Tanya Hugo.
“Ah Myla-neesan ratu ketiga, aku ratu kedua...” Jawab Lulu.
“Haaah...” Teriak Hugo dan Valen.
“Jangan kaget, biasa aja lagi, kebetulan kita berdua mencintai pria yang sama, benar tidak Lulu...” Ujar Myla.
“Hahaha benar....” Balas Lulu.
Hugo dan Valen tidak bisa berkata kata karena mendengar ucapan Myla dan Lulu, kemudian Myla kembali bertanya,
“Lalu bisa ceritakan mimpinya ?” Tanya Myla.
Hugo menceritakan tentang mimpinya, dari ketika dia menolong Valen sampai peperangan di balik dinding melawan kegelapan. Myla dan Lulu menanggapinya dengan serius.
“Seperti Helena-neesama....benar tidak neesama...” Ujar Lulu.
“Ya....Helena-sama memang sudah mengatakan, ada beberapa orang yang di beri penglihatan oleh para dewa karena terpilih. Tapi aku tidak menyangka kamu orangnya Hugo....” Ujar Myla.
“Aku sendiri juga tidak menyangka....” Balas Hugo.
“Sama, aku sediri bingung, manusia sebejat ini di pilih dewa...” Tambah Valen.
“Hahaha kalian memang selalu berkelahi ya, dari kecil tidak berubah...” Ujar Myla.
“Oh neesama kenal mereka dari kecil ?” Tanya Lulu.
“Iya, kita satu angkatan di akademi....” Jawab Myla.
“Ok sekarang aku yang balik bertanya, jadi pria bernama Rex itu adalah raja dan suami kalian ?” Tanya Hugo.
“Benar...dia juga sama seperti kita, orang benua tengah yang besar di benua selatan...” Jawab Myla.
“Nama lengkapnya Rex Duncan....” Ujar Lulu.
Mendengar nama Duncan di sebut, Hugo dan Valen langsung berdiri karena kaget, keduanya saling menoleh satu sama lain.
“Berarti...insiden 18 tahun lalu.....” Ujar Hugo.
“Benar, Rex-dono adalah salah satu anak yang selamat....” Jawab Myla.
“Dia berusia 18 tahun ?” Tanya Valen.
“Iya benar....” Jawab Lulu.
“Berarti benar, aku baca catatan ayahku, dia adalah alasan ketiga house besar menghabisi house Duncan....” Ujar Valen.
“Hah...kenapa kamu baru bilang sekarang ? berarti dia mau di hukum mati itu karena memang melakukannya dong ?” Tanya Hugo.
“Tunggu dulu, siapa mau di hukum mati ?” Tanya Myla.
“Ayahku....dia di tangkap dengan alasan menandatangani persetujuan menyerang benua neraka...dan menyebabkan bishop tinggi menghilang. Lalu pembunuhan 18 tahun lalu juga di bebankan padanya.” Jawab Valen.
“Hooo berarti pasukan yang kemarin di habisi oleh Rex dan neesama...” Ujar Lulu.
“Hmmm....ini menarik, Rex-dono dan Elusia-dono pasti senang mendengarnya...” Ujar Myla.
“Tapi dia tidak sendiri....kedua house besar lainnya sama bersalahnya dengan dia.” Ujar Valen.
“Benar, mamaku adalah saksinya...” Tambah Hugo.
“Baiklah, nanti kami sampaikan....” Ujar Myla.
Hugo dan Valen kembali saling menoleh satu sama lain, kemudian keduanya menghadap kepada Myla dan Lulu. Keduanya menunduk di hadapan Myla dan Lulu.
“Maaf, tapi ijinkan aku dan Valen bergabung dengan kalian...” Ujar Hugo.
“Ah benar juga.....tapi Helena-sama bilang kepada ku dan Lulu kalau lima dari enam orang yang berkaitan dengan kita bukan manusia.” Ujar Myla.
Hugo dan Valen terdiam, keduanya melepas gelang dan cincin mereka, Hugo langsung berubah menjadi wujud setengah serigalanya dan Valen berubah menjadi wujud rubah ekor sembilannya. Myla dan Lulu kaget melihatnya,
“Ok...selamat bergabung...” Ujar Myla.
“Wow....aku baru pernah lihat yang seperti ini...” Tambah Lulu.
“Aku tidak menyangka, dua teman ku bukan manusia....” Tambah Myla.
“Hei, aku masih manusia, walau setengah serigala, wajah ku masih manusia, hanya telingaku pindah ke kepala dan punya ekor...” Ujar Hugo.
“Sama....” Tambah Valen.
Ke empatnya mulai bertukar pikiran, Hugo dan Valen menceritakan apa yang sedang terjadi di benua tengah kepada Myla dan Lulu.