Perkenalkan Namaku Meiya Sintara. Aku adalah seorang Istri dari pengusaha ternama di Negara E .. Ia adalah Baim Wijaya . Seorang pengusaha nomor satu dinegara E .. Pernikahan kami selama 1 tahun belum dikaruniai anak.
Suamiku sering bermain dengan wanita lain. Tetapi aku sabar karena pernikahanku adalah perjodohan dari kedua orang kami .
Aku mempertahankan rumah tanggaku karena aku tidak ingin melihat orang tuaku kecewa . Mereka tidak tahu kelakuan suamiku dibelakang mereka yang sering ganti perempuan dan membawa perempuan tersebut ke rumah.
Hati seorang istri mana yang tidak sakit hati melihat suaminya bersama perempuan lain .. Tetapi aku tidak mau menyerah akan aku buat suamiku untuk berubah .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyaaayy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pindah Rumah
Setelah Bi Ina pergi Baim pun langsung mengajak Meiya untuk turun .
"Dibawah ada Ayah sm Mamahku . Ayo kita turun" Ajak Baim kepada Istrinya. Baim pun menggandeng tangan Meiya untuk turun kebawah .
Melihat kedua orang tuanya yang sedang asik berbincang mereka pun ikut bergabung .
Bambang pun langsung berbicara apa tujuannya kesana .
Bambang mengeluarkan kunci kepada Baim dan Meiya .
"Ini ambil . hadiah rumah untuk kalian berdua" Sambung Bambang.
"Ayah tidak usah repot-repot aku akan tinggal bersama Meiya di rumahku yang aku beli sendiri" Jawab baim yang menolak pemberian Ayahnya.
"Tidak apa-apa kalian pegang lah " Bambang memaksa agar anaknya tersebut menerima hadiah pemberiannya.
Mau tidak mau Baim pun menerima hadiah yang orang tuanya berikan.
Keesokan harinya rencana nya Meiya dan Baim sudah berkemas . Mereka rencana nya ingin pindah ke rumah yang sudah Baim beli . Sebenarnya Meiya tidak mau namun ia harus menurut sebagai seorang istri .
Baim dan Meiya pun pamit kepada orang tua Meiya. Mereka pun langsung melajukan mobilnya ke rumah kediaman mereka yang baru .
Sesampainya dirumah tersebut Meiya pun langsung takjub dengan rumah tersebut.
Rumah yang lebih mewah daripada rumah orang tuanya . Baim pun langsung membawa Meiya masuk .
"Apa ini tidak kebesaran untuk kita berdua" Tanya Meiya kepada Baim.
Baim pun tersenyum dan memeluk Meiya dari belakang .
Ya meskipun baim belum ada perasaan untuk Meiya ia harus menghargai bahwa ia sekarang sudah menjadi seorang suami .
"Kenapa memangnya? Apa kamu tidak suka" Tanya Baim kepada Istrinya.
"Bukan begitu ini sepertinya kebesaran untuk kita berdua ." Jawab meiya.
Baim pun tidak memperdulikan ucapan Meiya . Ia langsung menarik Meiya ke kamar mereka .
Meiya yang melihat kamar tersebut kagum ia tidak menyangka baim sudah menyiapkan rumah pernikahannya .
Baim memang sudah menyiapkan rumah namun rumah tersebut baim percepat proses penyelesaian nya .
Rencana rumah tersebut memang Baim siapkan ketika ia berpacaran dengan Dewi . Karena ia hanya ingin hidup mandiri meskipun dengan siapa ia nantinya akan hidup .
Sesampainya dikamar Meiya pun langsung menyimpan barang-barangnya dan Baim pun langsung menuju ke ruang kerjanya .
Keesokan harinya Meiya yang terbangun pun langsung membersihkan diri . Karena ia hari ini rencananya akan bekerja setelah izin 2 hari tidak masuk .
Begitu pun Baim yang melihat meiya suda rapih pun langsung beranjak dari tempat tidurnya.
"Apa kamu yakin akan tetap bekerja" Tanya Baim.
"Iya mas aku akan bekerja karena aku jenuh jika nanti hanya dirumah" Jawab Meiya yang sudah rapih.
"Baiklah aku tidak memaksa" Sambungnya. Meiya yang sudah siap pun langsung izin berangkat .
Meiya berangkat dengan mobil yang sudah disediakan Baim . Karena meiya tidak ingin berangkat dengan Suaminya . Ia dan Baim belum siap mempublikasikan hubungan pernikahan nya.
Setelah pemberangkatan Meiya, Baim pun langsung turun dan melajukan mobilnya ke kantor . Melihat jalanan yang tidak macet membuat Baim cepat sampai ke kantornya .
Sesampainya dikantor Meiya dan Baim sama-sama disibukan dengan berkas-berkas .
Tak terasa waktu istirahat makan siang pun tiba . Baim menghubungi Meiya untuk datang keruangannya.
"Baiklah aku akan kesana" Ucap meiya.
Meiya yang sudah diruangan Baim pun langsung duduk di sofa .
Sedangkan Baim masih sibuk dengan berkas-berkasnya . Karena ia menunggu Haro membelikan makan siang untuk dirinya dan Meiya.
Pintu pun terbuka haro membawakan makan siang .
"Ini tuan makan siang anda dan nona" Kata Haro yang membawa makanan makan siang.
"Taruh saja dimeja ." Jawab Baim.
Jangan lupa juga mampir di karyaku Hehhe
Jangan lupa mampir dikarya aku juga yaaa💜💜💜💜