Perkenalkan namaku Michael Morrone. Aku adalah seorang mafia Italia yang sangat berbahaya dan disegani lawan. Diriku tidak pernah merasakan apa artinya jatuh cinta apalagi cinta pertama. Hidupku di penuhi kesunyian dan betapa kerasnya hidup ini. Suatu hari aku datang ke Indonesia untuk liburan. Namun disaat diriku sedang berjalan aku tak sengaja menabrak seorang gadis. Gadis itu pun terjatuh. Melihat dirinya terjatuh aku berjongkok dan mengulurkan tanganku kepadanya.
Gadis itu nampak ragu. Ia hanya diam tanpa membalas uluranku bahkan wajahnya pun menunduk. Ku tatap wajahnya yang menunduk tak lama kemudian wajah itu mendongak. Mataku lansung terkunci oleh tatapan polos dari gadis itu.
Penasaran dengan ceritanya? Ayo jangan lupa baca ceritaku.
Salam hangat dari Author
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon romanziere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Capitolo 21: Godimento
•Buona Lettura•
Michael meminum air putih, ia tak menelannya hanya menyimpan di dalam mulutnya. Ia merangkak layaknya singa mendapatkan mangsa. Cilla hanya diam saja dengan ekspresi ketakutan. Melihat pria itu merangkak lalu menyerang bibirnya seketika.
"Uh...uh...uh...Miki...Gluk" Michael memasukkan air bekas ia minum tadi kedalam mulut Cilla.
"Uhuk...uhuk...uhuk..." Cilla terbatuk saat menelan air putih itu.
Michael mengambil es, lalu menempelkannya di gigi. Mulutnya mulai menelusuri setiap jengkal tubuh Cilla. Mulai dari kepala sampai leher. Cilla menggigil saat es itu mengenai kulit putihnya. "Di...ngin...ku...mo...hon..." giginya saling beradu, Michael berhenti melakukan aksinya.
"Cuh..." Michael membuang es itu ke lantai. "Baby girl bagaimana huh? Apakah nikmat? Dimana si sialan itu menyentuhmu waktu itu?" tanya Michael seraya mendongak kepalanya menatap mata Cilla.
Cilla menjawab hanya dengan menggelengkan kepalanya, yang mana Michael menggeram. Michael mulai mencengkram kedua pipi Cilla berisi dan bulat.
"Kenapa? Apa sentuhannya lebih nikmat daripada sentuhan diriku?" tanya Michael.
"Kumohon lepaskan" lirih Cilla, akhirnya melepaskan cengkeramannya.
"Bahkan miliknya saja tidak sebesar punya milikku, dia tidak pandai dalam bercinta. Tapi aku akan pandai dalam bercinta sekaligus memberi pemanasan kenikmatan" puji Michael, senyumnya mengambang yang mana Cilla dibuat salah tingkah.
"Bagaimana aku akan menyesap seluruh tubuhmu Cilla? Tenang hanya menyentuh tidak memasuki" Michael mulai melepaskan kancing baju tidur Cilla. Dan terpampanglah dua gunung kembar milik Cilla yang ukurannya lumayan besar, putih bersih, dan berisi. Michael menelan air liurnya sendiri. Hanya melihat ini saja miliknya menegak. Bahkan masih tertutup.
Michael mulai menjilat payuda*a Cilla secara bergantian, memberikan kecupan, dan menenggelamkan wajahnya tepat di kedua belahan payuda*a Cilla. Hidung mancung nya mendusel-dusel dan menghisap harum di belahan itu.
"Ahh...ahh...ahh...jangan disitu..." racau Cilla saat daging payuda*anya digigit. Michael tersenyum puas.
"Milikmu sangat harum baby girl, aku ingin menenggelamkan wajahku tepat di kedua belahanmu" ucap Michael sensual, yang mana Cilla semakin tak berdaya saat Michael mencumbu dadanya dengan rakus.
"Ahh...ahh...ahh...berhenti..." Cilla menjambak rambut Michael mendorong kepala pria itu.
Michael terus menjilat sembari memberikan gigitan kecil. Ia melepaskan b*a milik Cilla dan membuangnya. Payuda*a yang sangat indah, itulah isi pikiran Michael yang sudah terpenuhi oleh gairah-gairah yang bercabang-cabang di otak pikirannya.
Michael menggigit put*ng Cilla yang berwarna merah bercampur pink. Ia terus menjilat dan menyedot kuat layaknya bayi kehausan.
"Aaaaaa......." teriak Cilla memenuhi isi ruangan.
"Teriaklah cup...cup..." Michael enggan untuk berhenti berpaling dari kedua payuda*a itu. Rasanya sangat manis ketika bermain diarea yang menonjol tegak, apalagi rasa kenyalnya ketika diremas. Ditambah wajah polos yang memerah berkeringat. Gadis polos menantang.
"Ah...ah..."
Setelah puas bermain-main Michael merobek celana Cilla.
SREKKK
Cilla mendongak, ia terkejut saat celana yang ia pakai dirobek paksa. Tangan Michael mulai meraba halus di luar celana dalam Cilla. Cilla mulai takut, saat Michael menjilat bibir nya dan menundukkan kepalanya.
Perlahan-lahan tangan Michael mengeluh area sensitif Cilla. Tangannya bergerak membuka celana dalam itu. Basah sudah celana Cilla. Michael bisa melihat bekas cairan basah itu mengalir dari dalam liang indah itu. Tanpa rasa jijik ia menjilat dan meneguk cairan itu secara rakus.
"Miki..." teriak Cilla. "Ahhhh..." Michael mengocok liang itu dengan satu jarinya saja dengan cepat. Liang itu memuntahkan cairan cukup deras, bahkan sempat mengenai muka Michael.
"Cairan yang manis dan liang yang indah, sial sempit sekali liangnya, apakah ini namanya peraw*n. Basah, sempit, dan berkedut. Sial, aku tak sabar ingin masuk kedalam sana" batin Michael.
Pelepasan pertama sudah keluar. Namun Michael tak ada henti-hentinya memberi kenikmatan, ia terus mengocok liang itu. Kini dua jari berhasil masuk dan mengobrak-abrik isinya. Cilla meringis sakit saat kedua jari itu mengocok dengan tempo cepat.
"Teruslah mendesah baby girl" Michael menggigit pipi Cilla.
Dan berapa selang kemudian, cairan kedua kalinya keluar begitu deras, dengan senang hati Michael menjilat habis cairan itu.
"Ampun...hah...hah...aku...lelah" ucap Cilla lemah. Dengan pandangan mulai sedikit mengabur. Ini sangat gila.
"Kita baru saja pemanasan, bagaimana aku memasukimu baby girl?" tanya Michael dengan tangan mulai aktif meremas dua benda kenyal itu secara bergantian.
"Berhenti...ahh...ahh..." lenguhnya.
"Apa kau ingin melihat milikku?" tanya Michael tangannya beralih ke celananya.
"Milikku? Apa itu?" tanya Cilla heran dengan kedua mata tertutup.
"Sebuah senjata, yang dapat membuat dirimu terbang ke angkasa, buka matamu" titah Michael yang berhasil mengeluarkan miliknya yang panjang, kekar, dan berurat.
Cilla menoleh, perlahan-lahan ia membuka matanya dan menatap yang ingin ditunjukkan Michael.
"Kyaaa, ular piton berurat, kyaaa" teriak Cilla, tangannya mulai menarik-narik rantai.
"Sstt, pegang saja ini belum seberapa," Michael menawarkan miliknya kepada Cilla.
"Tidak!!!."
"Hahaha" Michael kembali memasukkan miliknya kedalam celananya. Dan kini ia mulai membuka rantai yang ia pasang tadi.
•Continua•
Bagaimana, Hati-hati loh wkwkwk. Jangan lupa komen yaa
qpl