Ardi Wijaya.
seorang mahasiswa siswa kedokteran berusia 20 tahun. pria tampan. yang memiliki tinggi tubuh 175 cm. kulit putih dan berhitung mancung. pintar dan juga Soleh harus patah hati ketika gadis yang di cintai nya menerima lamaran dari bosnya.
ia juga harus menerima di jodohkan dengan adik dari gadis tersebut. yang bernama Aisah. seorang gadis yang cerdas dan juga ceria. apa kah Aisah bisa mengantikan posisi kakaknya di hati pria tampan itu?
bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 22
seorang pria turun dari mobil yang berhenti tidak jauh dari dari mobil Yuda. pria bertubuh tinggi besar yang mengenakan jas hitam berjalan ke arah Yuda. pria itu mebungkukuk kan tubuh nya saat berbicara dengan Yuda.
antar kan motor ini ke rumah ibuk Siti.
ucapnya dengan nada memerintah
baik pak ucap pria tersebut.
ak, om itu tau gak rumah Ica.
tanya aisah saat di lihatnya orang tersebut tidak menanyakan alamat yang dituju. pria tersebut sudah duduk di atas motor nya sambil memakai Helem Miky mode miliknya
Yuda tersenyum kemudian mengusap
puncak kepala gadis yang tinggi nya sudah setelingah nya.
tau. jawab nya
udah berapa lama kita gak ketemu. sekarang Ica Udah tinggi sekali.
Aisah tertawa, pertumbuhan ke atas ak. bukan ke samping. Ica masuk jadi pasukan paskibraka ak. jawab nya.
saat akan ke mobil, Aisah memegang pembuka pintu bagian depan.
ak Ica duduk di depan sama mas prima. udah kangen sama mas prima. ujarnya.
mata Fitriah terbuka lebar melihat siswa nya. ia berusaha untuk memberi kode namun tidak di hiraukan gadis remaja tersebut.
Yuda membuka kan pintu mobil Fitriah.
gak usah pak. saya bisa sendiri ucap Fitriah yang tidak di gubris oleh Yuda. ia tetap membuka kan Pintu mobil tersebut.
silahkan buk guru ucap Yuda.
Fitriah masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang bersama dengan pria yang masih asing baginya.
langsung ke dealer Kawasaki.
ucapnya. prima mengangukan kepalanya sambil menjalankan mobilnya nya.
Aisah Tampak begitu senang. sepanjang jalan hanya suaranya yang terdengar tidak ada henti-hentinya bercicit. prima sekali-kali tertawa saat mendengar gadis remaja itu bercerita. tebak-tebakan yang di berikan gadis SMA itu yang membuat mereka harus berfikir jawaban.
Fitriah hanya tampak tersenyum tanpa banyak berbicara.
prima memberhentikan mobil yang di kemudikan nya saat sudah sampai diparkir sebuah dealer besar Kawasaki.
Aisah bergegas membuka kunci mobil nya.
ia langsung membuka pintu penumpang yang ada di belakang nya.
ak cepat turun ak. ucapnya saat pintu mobil itu terbuka.
pinggang aak encok ca, gak bisa gerak ucapnya sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.
aak jangan tipu-tipu Ica. ucap gadis remaja itu dengan wajah yang kesal dan bibir yang maju ke depan.
melihat wajah gadis remaja itu yang tampak begitu imut, membuat Yuda tidak tahan untuk tertawa.
iya-iya aak turun ucapnya kemudian sambil menjulurkan tangannya agar gadis remaja itu membantu nya untuk keluar dari mobil.
Aisah menarik tangan Yuda. dengan mengeluarkan tenaga. hingga tubuh pria itu keluar dari dalam mobil.
Yuda tampak tertawa melihat gadis itu menarik-narik tangannya. agar mempercepat jalannya.
seorang pria yang berstatus marketing. menyambut kedatangan mereka dengan sangat ramah. pria itu tampak sedikit ragu saat di dengar nya bahwa motor yang akan di beli untuk seorang gadis remaja yang berstatus siswa SMA. ia melihat Aisah yang masih memakai Seragam SMA.
marketing tersebut akhirnya merekom motor Kawasaki Z900
Spesifikasi
Dimensi : 2,115 x 825 x 1,065 mm
Berat : 210 kg
Tipe Mesin : Pendingin cairan, 4 tak, 4 silinder sejajar, DOHC, 16 valves
Isi Silinder : 948 cc
Tenaga Maksimal : 125 PS / 9.500 rpm
Torsi Makimal : 98.6 N.m / 7.500 rpm
Sistem bahan bakar : fuel injection
lari nya sangat stabil walaupun dalam kecepatan tinggi sekali pun. marketing tersebut dengan lancar menjelaskan produk yang dijual nya.
Yuda Tampak sangat konsentrasi mendengarkan penjelasan marketing tersebut. harga nya berapa tanya nya kemudian setelah mendengar penjelasan marketing tersebut yang bernama Rudi.
Rp 225.000.000
jawab pria tersebut.
Aisah mau?
tanya Yuda.
mulutnya terbuka dan matanya terbuka bulat sempurna. dengan cepat Aisah mengangguk-anggukkan kepalanya.
mau ak. ucapnya.
motor yang sangat di inginkan nya tersebut, yang mungkin tidak pernah bisa di milikinya saat melihat harga dari motor tersebut.
saya lihat dulu motornya
marketing tersebut, membawak mereka untuk berjalan menuju motor yang berdiri gagah di letak terpisah dari yang lain nya.
Ica mau ak. ucap nya yang terus menerus menarik lengan baju Yuda.
saya ambil ucapnya. namun saya mau adek saya mencoba nya terlebih dahulu.
gadis remaja itu tampak begitu bersemangat saat mendengar ucapan dari Yuda.
Aisah memakai helm.
biar aak yang bawak ucapnya saat di lihat nya gadis itu masih memakai rok sekolahnya.
Ica aja ak. ucapnya sambil mengangkat rok sekolahnya ke atas dan naik ke atas motor tersebut yang tampak celana legging hitam panjang nya. Yuda tampak lega mengetahui gadis itu ternyata memakai celana legging. cepat ak kita coba ucapnya yang sudah duduk di atas motor.
tunggu aak buka jas dulu ucap nya sambil membuka jas yang di pakai nya dan memberikan jas tersebut ke tangan priam ia juga membuka dasi nya.
tubuhnya yang tampak teganp dan berisi tentu saja membuat mata wanita kagum melihat nya. tidak terkecuali Fitriah. yang sejak tadi mempertanyakan hubungan antara pria tersebut dengan siswa nya. melihat kedekatan siswanya dengan pria tersebut sudah pasti ia menduga mereka memiliki hubungan saudara. ia juga sangat terkejut melihat pria tersebut memberikan siswa nya motor gedek yang harganya sangat mahal tersebut.
prima tampak ragu saat melihat bosnya akan naik motor gedek dan yang membawa motor itu seorang gadis SMA.
iya berusaha untuk melarang namun jawaban tidak apa-apa dari bosnya membuat ia diam
saya akan mengikuti dari belakang.
ucapnya lagi nya.
tidak usah kami hanya mencoba dekat saja. ucap Yuda dan kemudian naik ke atas motor tersebut.
Fitriah mendekati Aisah.
Ica bawak motor nya jangan ngebut dan hati-hati ya. ucapnya sebelum siswa nya itu pergi.
oke buk. jawab gadis tersebut.
sekitar 15 menit mereka pergi. prima tidak henti-hentinya melihat ke arah yang berlawanan. sambil memandang jam yang ada di tangan nya. ia merasa sangat cemas. mengapa ia tidak mengikuti saja dari belakang.
Fitriah yang duduk di salah satu kursi pengunjung tersebut, Tampak memperhatikan prima.
prima merasa lega saat di lihat nya Yuda mengendarai motor tersebut dengan Aisah yang sudah duduk di belakang nya. ternyata mereka sudah berganti posisi.
mereka turun dari atas motor sambil membuka helmnya.
keren ak. ucap nya girang.
aak beli kan tapi ingat ya hati-hati jangan ngebut. dan kesekolah boleh bawaknya sekali-kali aja.
ucapnya.
asiiaaappp
ucapnya sambil bergaya hormat.
Aisah tidak henti-hentinya mengelus-elus motor nya. dan melihat kagum motor impian nya tersebut.
setelah Melakukan pembayaran dan meminta agar mengantar ke alamat.
mereka menuju ke mall terbesar.
******
author akan up lagi ya nanti. hari ini author up 2 episode.
judul nya author ganti. karena banyak yang sulit menemukan judul yang lama.
dukung terus akunya ya.
like, komen dan vote nya ya.
terimakasih untuk yang sudah selalu dukung author.
😊😊😊🙏🙏🙏