NovelToon NovelToon
Di Balik Lavender Marriage

Di Balik Lavender Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Terlarang
Popularitas:869
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

‎Ren Damaris, seorang pria tampan dan sukses, memutuskan memilih Edelia Lavendra untuk dinikahi demi menjaga nama baik keluarga dan menutupi rahasia terbesar dalam hidupnya. Edelia terpaksa menerima pernikahan itu untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

‎Tetapi setelah menikah, ‎Edelia menemukan fakta yang mencengangkan di balik pernikahannya. Meski begitu, Edelia tak bisa mengakhiri pernikahan itu begitu saja. Ada sesuatu pada diri Ren yang membuat Edelia merasa harus mempertahankan pernikahan itu.

Apa yang membuat Edelia bertahan? ‎Simak kisah selengkapnya dalam Di Balik Lavender Marriage!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Hangat di Balik Salmon Steak dan Panna Cotta Lemon

Ren menatap Volkswagen Beetle warna kuning yang terparkir di area parkir apartemen. Ren melihat smart watch di tangan kirinya. Jam 17.39. Lia sudah tiba lebih dulu.

Ren turun dari mobilnya. Dengan langkah santai, Ren melangkah menuju unitnya. Dia mengendurkan dasinya saat masuk ke dalam lift. Ren merasa sangat lelah hari ini. Entah mengapa, seharian ini fokus yang biasa ada pada dirinya hilang. Bayangan Arka dan Lia silih berganti memenuhi ruang pikirannya.

"Sepertinya Tuan Muda sudah tak sabar ingin pulang," goda Pak Hendrik, Kepala Divisi E-commerce, saat meeting rutin diadakan pagi tadi.

"Biasa, Pak. Pengantin baru," goda Pak Adrian, bawahan Pak Hendrik, sambil tersenyum. Ren tersenyum tipis untuk menutupi rasa malunya.

Kini Ren memejamkan matanya sambil menyandarkan tubuhnya di dinding lift yang masih bergerak menuju lantai empat, tempat unitnya berada. Denting lift berbunyi, menyadarkan Ren bahwa sudah saatnya turun.

Ren membuka pintu unitnya. Aroma salmon yang dibakar menyeruak begitu Ren membuka pintu. Ren berjalan masuk perlahan. Terdengar bunyi mendesis khas daging yang sedang dibakar bercampur alunan musik slow-rock yang diputar dengan volume sedang. Ren melongok ke arah dapur. Lia terlihat fokus dengan salmon dan panci di atas kompor sambil ikut bersenandung mengikuti alunan lagu yang terdengar asing di telinga Ren.

"Setsunai hodo kizutsuku made kizutsuketeku mou nanimo wakaranai... Anata no egao ga mitakute tsutsumikonda kono ai wa hai ni naru..."

Ren memutuskan untuk masuk ke kamarnya dan membersihkan diri. Aroma salmon yang dibakar Lia mengikuti Ren hingga Ren menutup kamarnya. Perut Ren berbunyi tepat ketika Ren menutup pintu kamarnya. Sepertinya, perut Ren tak dapat dibohongi. Aroma salmon masakan Lia memang menggugah selera makannya yang hilang seharian ini.

"Baik. Mandi dulu, baru makan," gumam Ren sambil menepuk perutnya yang terdengar tidak sabar.

Lima belas menit kemudian Ren keluar dari kamarnya dengan aroma sandalwood yang segar menguar, membuat Lia menoleh mengikuti aroma segar itu.

"Eh? Kapan Tuan pulang? Saya tak menyadarinya," kata Lia sambil mematikan lagu yang tengah diputarnya.

"Sekitar lima belas menit yang lalu," jawab Ren sambil duduk di sofa ruang tengah yang tak jauh dari dapur.

"Tuan sudah makan? Saya masak salmon steak," kata Lia sambil menyajikan masakannya di atas meja makan. Ren berdiri, berjalan menuju meja makan.

"Anda masak sendiri?" tanya Ren, sedikit tidak percaya nona muda seperti Lia bisa memasak salmon steak yang terlihat begitu menggiurkan.

"Sepertinya Anda meragukan skill memasak saya," kata Lia sambil meletakkan saus mentega dan saus krim di atas meja.

"Minum?" tanya Lia pada Ren.

"Air putih," jawab Ren sambil menarik kursi dan duduk. Lia mengangguk.

"Silakan," kata Lia sambil meletakkan segelas air putih di dekat piring Ren lalu duduk di hadapan Ren.

Ren masih menatap salmon steak di hadapannya. Lia tersenyum, lalu mulai menusukkan garpu ke salmon dan mengiris salmonnya perlahan.

"Selamat makan," ucap Lia sambil memasukkan salmon ke dalam mulutnya.

"Mmm... Mmm..."

Ren menatap Lia yang mengunyah salmon steak dengan mata terpejam, penuh kenikmatan.

"Silakan, Tuan. Tenang saja. Aman. Tidak beracun. Enak," kata Lia pada Ren, memuji masakannya sendiri.

Ren ragu-ragu sesaat sebelum akhirnya mengambil garpu dan menusukkannya ke salmon steaknya. Ren menatap Lia yang lagi-lagi terlihat begitu menikmati masakannya.

"Ah! Tuan Muda mau ditambah saus mentega atau saus krim? Silakan," kata Lia sambil menyodorkan mangkuk saus ke arah Ren. Ren memutuskan untuk memakan salmon steaknya begitu saja.

Ren manikkan kedua alisnya saat mengunyah salmon steak, tak percaya dengan rasa yang dihasilkan oleh Nona Muda di hadapannya itu.

"Bagaimana, Tuan? Ada yang kurang?" tanya Lia pada Ren memastikan bahwa rasa masakannya sesuai dengan selera lidah Ren.

Ren menggelengkan kepalanya perlahan lalu kembali menyantap salmon steaknya. Kali ini, Ren memutuskan untuk menambahkan sedikit saus mentega di atas salmonnya. Lia tersenyum melihat Ren yang nampak menikmati makan malam buatannya.

Piring Ren bersih, tak sedikitpun meninggalkan sisa salmon steak buatan Lia. Lia tersenyum menatap piring Ren yang kosong. Lia segera meletakkan piring kotor ke mesin pencuci piring dan mengambil sesuatu dari dalam kulkas. Lia kembali ke meja makan dengan membawa dua gelas kecil panna cotta lemon dengan saus strawberry di atasnya. Ren mengerutkan kedua alisnya saat melihat Lia menyodorkan panna cotta padanya.

"Silakan, Tuan. Hidangan penutup," kata Lia lalu duduk di hadapan Ren dan menikmati panna cotta miliknya.

Ren menatap Lia yang sedang menikmati panna cotta. Ren kemudian menatap gelas panna cotta di hadapannya. Hari ini, pertama kali dalam hidupnya, ada seseorang yang membuatkan makanan dan duduk bersamanya menyantap makanan buatannya.

"Saya agak ragu saat membuatnya. Ternyata hasilnya enak," kata Lia, memuji diri sendiri, sambil menatap gelas panna cotta yang dibawanya.

"Anda suka masak?" tanya Ren sambil memasukkan sesendok panna cotta ke dalam mulutnya. Lagi-lagi, Ren menaikkan kedua alisnya saat makanan buatan Lia menyentuh lidahnya.

"Saya terpaksa suka masak gara-gara kuliah di Oxford," kata Lia sambil terus memakan panna cottanya.

"Karena makan di resto tiap hari cukup mahal, saya memutuskan untuk memasak sendiri. Awalnya saya ragu rasanya akan enak. Tapi, ternyata menyenangkan juga memasak," kata Lia.

Ren menatap gelas panna cottanya yang sudah hampir habis. Menurutnya rasa masakan Lia memang enak, tak kalah dengan resto bintang lima yang sering dia datangi.

"Senang rasanya memiliki skill yang bermanfaat," kata Lia sambil membereskan meja makan dan mengambil gelas panna cotta Ren yang sudah kosong.

Ren menatap Lia yang sedang mencuci tangan di dapur. Meskipun baru sehari tinggal bersama, Ren merasa beruntung memilih Lia malam itu untuk menikah dengannya. Selain Lia terlihat baik-baik saja dengan semua kondisi dan persyaratan yang Ren ajukan, Lia memiliki pribadi yang hangat dan menyenangkan, membuat Ren merasa... diterima sebagai apa adanya dirinya.

Ren beranjak dari duduknya lalu berjalan menghampiri Lia yang masih sibuk di dapur.

"Terimakasih makan malamnya," ucap Ren dengan nada dingin. Lia yang sibuk menata piring sedikit terkejut.

"Ah! Sama-sama," kata Lia sambil tersenyum.

"Tuan," panggil Lia saat Ren akan melangkah menuju kamarnya.

"Mungkin Tuan menginginkan sesuatu untuk sarapan besok?" tanya Lia pada Ren. Ren tertegun sejenak.

"Apa saja. Yang ringan," jawab Ren singkat.

"Kopi tanpa gula?" tanya Lia memastikan. Ren mengangguk perlahan, tak menyangka Lia mengingat detail kecil itu.

"Baiklah. Selamat malam, selamat beristirahat," ucap Lia lalu kembali sibuk menata piring dan peralatan memasaknya.

Ren menatap punggung Lia yang masih sibuk di dapur sejenak sebelum akhirnya masuk ke kamarnya. Ren menyentuh perutnya yang terasa kenyang dan hangat sekaligus. Samar-samar, Ren dapat mendengar Lia bersenandung, menyanyikan lagu yang diputarnya saat sedang memasak tadi.

'Mengapa dia terlihat tak memiliki beban apapun dalam hidupnya?'

***

1
Nanaiko
dari awal aku slalu membayangkan visualisasi Tuan Ren ini adalah Byon woo soek pemeran utama pria di drakor Perfect Crown🤭
Purnamanisa: untuk visualisasi, author serahkan pada imajinasi reader yang budiman 😁😁
total 1 replies
Vivi Zenidar
Good Lia
Vivi Zenidar
semoga Ren sadar.. dia jatuh cinta je Lia
Vivi Zenidar
cerita menarik.... semoga akan banyak yg membaca
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
sabar.. tunggu kelanjutannya besok sore.. sabar..
Nanaiko
Kek lagu Bang Iwan yee Bund😅
Purnamanisa: ide 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
zaa ampuun🙈🙈
Nanaiko
tuh kan.. kalau baca cuma 2 episode itu kurang😅
Purnamanisa: update tiap hari kak 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
nah lho..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!