NovelToon NovelToon
Why Did I Fall In Love With You

Why Did I Fall In Love With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:107
Nilai: 5
Nama Author: The Black

Kang Youngha seorang yang dulunya Direktur Muda Perusahaan Kang. Dia menikah dengan Jang Dohee, sosok perempuan yang dicintainya sedari dulu. Tiba-tiba, Kang Youngha melepaskan diri dari jabatan Direktur Muda. Dia mulai mengenal dunia militer dan masuk melalui Wajib Militer, di dunia militer nya Kang Youngha disegani banyak orang. Kali ini, dia benar-benar satu tim dengan teman-teman masa kecilnya yang sudah dianggap saudara. Di pertengahan tahun, dia mulai seperti hidup sendiri. Jang Dohee yang sudah tidak diajak berbicara semenjak Ayah Youngha sendiri berbuat hal yang tidak baik kepada keluarganya, Jang Dohee yang merasa kesal dan harus meluruskan ini selama pernikahannya yang sudah hampir menyentuh 5 tahun itu. Meski begitu, Dohee masih memperhatikan Youngha diam-diam dan mulai mengumpulkan semua aset untuk masa tuanya bersama suaminya. Di sisi lain, pria yang bernama Yoon Hain adalah teman masa kecil Kang Youngha. Mereka sudah seperti saudara kandung dan menyimpan banyak rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Black, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Happy

3 beberapa bulan usai pernikahan Hain dan Haebin, mereka kembali ke rumah utama. Kabar bahagia mendatangkan dari kota untuk kompleks yang di wilayah dekat markas. Setelah kembali ke rumah utama, mereka mendapatkan kabar jika sekolah Hanshin sudah mulai bisa digunakan. Kabar selanjutnya Ibu Raon sudah mulai pulih, tapi Dohee langsung membawanya dan merawat di rumah. Dohee menyuruh Dain untuk memindahkan semua barang ke rumahnya, bersama dengan Ibu Raon.

Kabar menyedihkan juga untuk mereka, Ibu Hain yang kritis itu segera di bawa ke rumah sakit Shinhan. Haebin dengan telaten mengobatinya, dia juga tak sendirian ada Haejong adik laki-lakinya yang jadi dokter utama menangani penyakit Ibu Hain. Ibu Hain di diagnosa sakit jantung, Hain yang jauh harus membuatnya bolak-balik dari perjalanan markas dan rumah sakit Shinhan. Dia juga tak sendirian, kadang dia di antar oleh Youngha. Hain merasa bersalah karna harus Haebin yang menjaga ibunya,

“Sayang, maaf ya kamu jadi menunggu Ibu” ujar Hain,

“Kak Hain, jangan mengatakan hal itu lagi di depanku” jawab Haebin yang kedua matanya terlihat lelah,

“Sayang, tapi kamu sudah menjaga selama 3 Minggu disini” ujar Hain,

“Sayang, kamu kan sudah mengenalku lama... Harusnya menunggu Ibu juga bagianku” jawab Haebin melembut,

“Tidak, meskipun kita mengenal lama... Kita harus bagi waktu untuk menjaga ibu, kamu di rumah sakit terus lho” ujar Hain, laki-laki yang biasanya tegas sekarang menjadi lembut di depan seorang wanita yang di cintai,

“Hmm... Kenapa kalau aku terus yang menjaga Ibu? Dengan begini aku bisa mengawasi Haejong dan semua dokter” jawab Haebin,

“Aih~ kamu selalu pandai ya kalau buat alasan” ujar Hain sambil mencubit kecil lembut pipi Haebin,

“Hehe... Habisan aku juga senang kok bisa merawat Ibu secara intensif begini” jawab Haebin,

“Makasih ya sayang” ucap Hain lalu memeluk Haebin,

“Sabar ya sayang, Ibu pasti sembuh” gumam Haebin.

Hain menganggukkan kepala setuju, badannya yang besar itu memeluk Haebin sampai sedikit membungkuk. Haebin merapikan rambut Hain, dia sedikit menyisir rambut Hain. Tak lama, dokter memeriksa keadaan Ibunya yang mulai membaik itu. Haebin menanyakan detail kepada Haejong dengan tegas, Haejong yang sedikit takut dengan kakaknya akhirnya menjelaskan sampai dia tak bertanya lagi. Haebin menyuruh Haejong pergi,

“Sayang, rasanya kamu terlalu tegas ya dengan dia?” tanya Hain juga takut,

“Kalau tidak tegas, dia itu selalu semena-mena... Sudah habis berapa uang aku untuk menutupi beritanya yang selalu membuatku gila” jawab Haebin,

“Berita?” tanya Hain,

“Iya, dia itu dokter sombong yang selalu jatuh hati kepada cewek club” jawab Haebin,

“Club? Wow?” ucap Hain terkejut,

“Ya, begitulah dia selalu dimanjakan Ayah dulu. Jadi mau tidak mau aku harus tegas begitu juga dengan Haejon, dia sampai pernah memukulinya” ujar Haebin,

“Aih~ ternyata jadi kakak itu juga tidak mudah ya sayangku” jawab Hain kemudian menarik lengannya dan membuat Haebin duduk di pangkuannya.

Haebin tersenyum manis, dia melingkarkan kedua tangannya di leher Hain. Haebin memegang pipi kiri Hain lalu mengecup bibirnya, Hain yang terkejut itu langsung mencium bibirnya. Saat itu juga, pintu kamar di ketuk lalu mereka berhenti ciuman dan Haebin membukakan pintu kamar dengan segera. Ternyata mereka yang dari perumahan datang semua menjenguk,

“Kalian!” sapa Haebin girang,

“Hai!” balas mereka serempak.

Kemudian Haebin menyuruhnya mereka masuk ke kamar VVIP, ibunya yang masih tidur itu akhirnya terbangun. Dohee mengelus punggung tangan Ibu Hain dengan lembut,

“Ibu Yoon, cepat sembuh ya... Kami semua menunggu senyuman mu yang ceria itu lagi” ujar Dohee,

Ibu Hain hanya mengangguk kepala pelan dengan setuju, Dain juga mengelus kepala Ibu Hain dengan lembut. Yuna yang memeriksa jalannya infus sambil memeriksa alat-alat yang menempel di tubuh Ibunya Hain dengan serius,

“Bin, kedua matamu lelah... Apa kau tidak tidur selama 3 Minggu ini?” tanya Youngha yang ada di sofa,

“Tidur kok kak, aman saja” jawab Haebin,

“Hain, besok ambil cuti lagi saja... Temani dia, kasihan kalau harus sendirian. Takut Bin sakit” ujar Youngha santai yang duduk bersandar di sofa,

“Iya kak, ambil cuti saja... Nanti jaga di pos biar aku sama Raon yang gantiin” sahut Sion,

“Tapi apa boleh begitu?” tanya Hain agak takut,

“Tak apa-apa, selagi kamu masih ikut tim ku aman saja” jawab Youngha santai,

“Kak Youngha, jangan... Tak apa-apa, aku bisa kok aman saja... Nanti kalau darurat aku bisa kirim pesan” putus Haebin tegas.

Hain menatap Youngha yang menggelengkan kepalanya, dia mengangguk setuju pelan. Haebin menghampiri Dohee dan lainnya yang sedang berkerumun di ranjang Ibu mertuanya,

“Bin, kamu istirahat dulu ya... Apartemen di sebelah itu kan juga punya kita waktu kuliah, aku sudah menyiapkan tadi sebelum kesini... Disana sudah lengkap ada sayuran dan lauk pauk, jika kamu ingin makan langsung saja. Sekarang biar aku dan Kak Youngha jaga Ibu Yoon” ujar Dohee jelas,

“Dohee” jawab Haebin yang memeluknya langsung sambil menangis,

“Aih~ Cup... Cup...” ucap Dohee sambil menepuk punggungnya lembut,

“Kak, jangan lupa main ya sama Kak Hain... Dia kelihatan nya lesu itu, sudah 3 Minggu tidak bertemu kakak” bisik Yuna dikuti dengan cekikikannya,

“Yuna” panggil Hain yang dari tadi menyimak,

“Ups, benar bukan?” tanya Yuna juga menggodanya,

“Hmm... Benar itu ya sayang?” tanya Haebin sambil melepaskan pelukannya dengan Dohee lembut,

“Aku hanya merindukan mu saja, kita kan bertemu cuman di malam hari” jawab Hain sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal,

“Sudah, sana pulang ke apartemen... Jangan lupa pakai masker wajah, mata kamu lihat sudah lelah” ujar Dohee sambil menyuruhnya,

“Iya, abisini aku pulang” jawab Haebin,

“Kak Hain, bawa dia sekarang” suruh Dohee,

“Siap” jawab Hain tegas.

Hain langsung berpamitan kepada mereka, membawa barang-barang Haebin lalu membawanya pergi ke apartemen itu. Sampai diluar rumah sakit, Haebin berhenti berjalan. Tangan Hain yang menggandeng itu menjadi tertarik dan dia langsung menoleh ke arah Haebin,

“Kenapa sayang?” tanya Hain,

“Sebentar kak, kepalaku agak pusing” jawab Haebin,

“Perlu aku gendong?” tanya Hain siap,

“Tidak, seperti nya aku kurang minum” jawab Haebin.

Hain mengeluarkan sebotol air mineral lalu Haebin meminumnya, setelah itu Hain langsung mengangkat Haebin yang lemas itu. Saat dia berjalan ke apartemen, ternyata Haebin sudah tertidur di pelukan Hain. Hain menaruhnya di sofa, dengan cepat Hain melepaskan jaket mantel Haebin dan sepatunya. Dia melepas japit rambut yang mengikat rambutnya, lalu menidurkan ke kasur. Hain melepas baju Haebin dan mengganti baju yang dibawakan olehnya, setelah selesai Hain mencium kening Haebin.

Haebin ternyata sadar, dia langsung memegang tangan kiri Hain. Hain terkejut, dia langsung menoleh ke arah Haebin yang masih memejamkan mata itu. Hain naik ke ranjang dan tidur di sebelah Haebin,

“Ternyata masih belum tidur ya?” tanya Hain dengan suara beratnya,

“Belum, aku masih ingin melihat suamiku pulang kerja ini” jawab Haebin.

Hain tak banyak bicara, dia langsung melingkarkan tangannya di perut Haebin lalu langsung mencium bibirnya. Nafas mereka memburu, Haebin setengah bangun dari tidurnya. Dia sudah berada diatas Hain, ciuman mereka semakin menghujam. Hain bangun dari tidur lalu membalik badan Haebin dan menggenggam tangan Haebin dari atas, dia membuat kecupan di daerah leher Haebin. Dia juga mencium bagian dada Haebin, lalu dia membuka kaosnya.

Hain membuka baju tidur Haebin, dia menarik selimut untuk menutupi badan mereka berdua. Ranjangnya mulai bergoyang dengan cepat, nafas Hain panas dan memburu. Haebin memejamkan mata, dia juga sempat menggigit bibir bawahnya. Mereka main dengan panas, sampai jam menunjukkan pukul 4 pagi mereka masih bermain. Ronde terakhir, Hain langsung menjatuhkan badannya pelan di badan Haebin dengan lemas. Haebin tertawa kecil saat melihat Hain lemas,

“Hmm... Istirahat dulu sayang, besok kita masih ada waktu” bisik Haebin.

Hain tak menjawab, dia ternyata sudah tidur. Haebin langsung menidurkannya di bantal, Haebin tidur di dada Hain yang besar dan bidang itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!