NovelToon NovelToon
Zolta The Beast Hunter

Zolta The Beast Hunter

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Elf / Iblis / Barat
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Gehrman

Genre : Fantasy, Action, Adventure,Tragedy, Mistery

Monster berkeliaran di seluruh dunia, makhluk Astral membuat manusia resah, dan kutukan para Dewa mengakibatkan banyak kemalangan yang dialami oleh seseorang.

Hunter, seorang yang dilatih khusus untuk memburu monster dan mengatasi fenomena supranatural yang terjadi di dunia ini.

Zolta namanya, seorang Hunter yang disewa oleh seorang Baron untuk membasmi makhluk yang baru-baru ini sedang meneror penduduk desa.

Dalam perburuannya itu, dia menemukan sebuah serpihan batu misterius yang mana akan membawanya terhadap pengungkapan misteri tentang asal-usul penyebaran monster dan kejadian supranatural lainnya di Benua Rutenia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gehrman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[Arc 2] Prolog

Kutukan, sebuah fenomena langka yang masih menjadi misteri bagaimana dan darimana asal muasalnya keadaan ini dapat menimpa seseorang.

Banyak rumor mengatakan, Kutukan tercipta dari perbuatan tabu yang dilakukan oleh seseorang hingga para Dewa mengutuk perbuatan mereka karena sudah terlalu menyimpang dari norma yang ada.

Di Benua Rutenia, ada beberapa negeri yang menomorsatukan moral agama di atas yang lainnya. Tapi, ada juga negeri yang mana, sebuah agama tidak bernilai sama sekali bagi para penduduknya.

Terdapat Dua agama yang eksis di Benua Rutenia, Nazareth dan Himareth. Kedua agama ini berasal dari Kerajaan Magyar lalu mulai menyebar ke seluruh Benua ketika Bangsa Magyar berada di puncak kejayaannya.

Untuk Kekaisaran Salian sendiri, kedua agama ini tidak memiliki pengaruh yang besar tidak seperti negeri tetangganya—Kerajaan Juteland yang mana penduduknya memeluk kepercayaan Himareth.

Kepercayaan Himareth mengajarkan tentang nilai-nilai moral dalam kehidupan manusia. Karenanya, para penduduk Juteland dinilai sangat membosankan oleh penduduk negeri lainnya yang menganggap, kehidupan mereka selalu stagnan dan terlihat seperti terjebak di masa lalu.

Sebaliknya dengan Kepercayaan Nazareth, para pengikutnya memprioritaskan pengetahuan di atas segalanya. Bahkan banyak dari mereka melakukan tindakan ekstrim dan tabu untuk mendapatkan pengetahuan tersebut.

Salah satu diantaranya adalah para Cultist, sebuah kelompok ilmuwan Nazareth yang bahkan berani melakukan pengorbanan jiwa manusia untuk mendapatkan sebuah pengetahuan.

Beberapa Negara bahkan telah mencap para Cultist sebagai kelompok kriminal dan memberikan sebuah Bounty kepada para anggotanya.

.

.

.

"Jadi serpihan kristal ini merupakan hasil dari sebuah sihir, kah? Dan material utama dari pembuatan kristal ini adalah sebuah darah?" gumam Zolta yang terlihat memperhatikan serpihan kristal yang dia temukan di desa Edoin.

Zolta sedang membahas tentang hasil penelitian Yuria tentang serpihan kristal misterius yang Zolta duga sebagai sumber dari berubahnya Sefina—Warga Desa Edoin yang meninggal lalu emosinya ter manifestasi menjadi sesosok Astral Beast yang meneror warga di sana.

"Ya, tapi Aku masih belum mengetahui mengapa mereka harus mengubah darah ini menjadi sebuah kristal untuk dapat menggunakannya," ujar Yuria yang menaruh tangan di dagunya, terlihat menerka-nerka.

"Apa kau tahu darah makhluk apa yang digunakan untuk membuat kristal merah ini?" tanya Zolta, dia ingin lebih mengetahui detail dari barang temuannya itu untuk mengumpulkan petunjuk.

Mendengar pertanyaan Zolta, Yuria hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku harus meminjam Artefak kenalanku untuk mengetahui tentang detail dari darah itu dan akan memakan cukup waktu untuk hasilnya keluar," kata Yuria yang terlihat sedikit frustasi.

Artefak adalah barang-barang ajaib peninggalan Bangsa Magyar. Para penyihir dan pengrajin Kerajaan Magyar terkenal menciptakan barang-barang dengan kegunaan yang unik ketika mereka berada masa kejayaannya.

Setelah kehancuran Kerajaan Magyar, para Bangsawan negeri lain menyewa para Hunter untuk mencari artefak-artefak yang hanya bisa dibuat oleh Bangsa Magyar ini di sisa-sisa reruntuhan Kerajaan mereka.

Harga artefak ini sangatlah mahal jika dijual pelelangan. Banyak para Bangsawan yang menjadikannya sebuah warisan spesial Keluarga untuk menjadikannya sebagai simbol kejayaan.

"Baiklah, selanjutnya bagaimana dengan botol berisi cairan biru ini?" tanya Zolta. Dia mendapatkan cairan misterius ini setelah mengalahkan Aileen di Kota Danzig.

Instingnya mengatakan, cairan ini memiliki peranan penting untuk memusnahkan penyebaran monster yang ada di benua ini.

"Ini adalah semacam obat untuk meregenerasi otak manusia," jawab Yuria dengan datar.

"Apa maksudnya?" Zolta terlihat kebingungan dengan perkataan Yuria.

"Misalkan seperti ini, Kau tahu mengenai penyakit yang bernama Kenkar, kan?" tanya Yuria berusaha membuat Sang Hunter paham.

Zolta hanya mengangguk merespon pertanyaan Yuria.

"Penyakit Kenkar adalah sebuah sel organ tubuh rusak yang mana dapat menyebar ke sel-sel lainnya, cairan ini dapat dengan mudah membunuh sel yang rusak tersebut lalu menggantinya dengan yang baru," jelas Yuria.

Namun, walaupun sudah dijelaskan dengan detail oleh Sang Penyihir, Zolta masih terlihat tidak paham dengan kegunaan obat tersebut.

"Hah... Kau ini hanya tahu mengenai tentang berburu monster saja, Zolta," sindir Yuria menggeleng-gelengkan kepalanya terdengar pasrah.

"Bukankah itu sudah wajar? Aku ini seorang Hunter!" balas Zolta.

Zolta sedari dulu memang dikenal sangat serius mendalami pekerjaannya itu. Dia bahkan sering diejek oleh rekan-rekannya karena hanya tertarik dengan minum, senjata dan Monster saja.

"Lalu, bagaimana dengan imbalannya?" tanya Zolta yang menaruh botol yang berisi cairan berwarna biru itu ke dalam kantungnya.

"Bukankah sudah kubilang? Menikahlah denganku," jawab Yuria dengan respon yang sama seperti sebelumnya.

"Lagi-lagi dengan lelucon seperti itu, hah.... " Zolta hanya pasrah mendengarnya.

"Baik, baik, Aku akan memberitahumu cara membayar jasaku ini, walaupun Aku tidak bercanda mengenai ide menikah itu kau tahu," ketus Yuria sedikit cemberut.

Yuria kemudian berjalan ke sebuah lemari lalu mengambil sebuah toples yang berisikan sebuah batu berwarna hijau yang menyala. Dia kemudian membuka toples itu, menunjukkan isinya kepada Zolta.

"Ini adalah Batu Bagermith, bawakanlah Aku satu ons material ini di pertambangan Batu Wihelbach milik Count Wagner von Wihelbach," kata Yuria memberitahu Zolta bayaran yang diinginkan Sang Penyihir sebagai jasanya untuk meneliti serpihan Kristal tersebut.

"Apa kegunaan material ini?" tanya Zolta penasaran.

"Well... Ini adalah proyek sihirku jadi... Rahasia hehe," jawab Yuria sambil mengedipkan salah satu matanya pada Zolta.

"Baiklah, Aku akan lakukan apa yang kubisa untuk mendapatkan material yang kau inginkan, Yuria."

"Kau dapat menemuiku di Konferensi Sihir yang akan akan diadakan di Kerajaan Juteland jika kau telah mendapatkan Batu itu, mengerti?"

Konferensi sihir adalah sebuah Event dimana penyihir-penyihir resmi di seluruh negeri yang ada di Benua Rutenia bertemu untuk membicarakan tentang terobosan-terobosan terbaru dalam Dunia Sihir.

Para Penyihir mengikuti Event ini untuk mendapatkan informasi dan kejayaan yang mereka dapat ketika penemuan mereka dapat diakui oleh seluruh Penyihir yang ada di dunia ini.

***

Istana Kekaisaran, tepatnya di dalam ruangan kerja Menteri Luar Negeri, dua orang tengah membicarakan tentang pertarungan sukesi para Putra Kaisar untuk memutuskan siapa yang akan menjadi Putra Mahkota Kekaisaran Salian.

"Pangeran Reinhard, bagaimana tentang pertunangan Anda dengan Putri dari Presiden Republik Malta—Patriak Viletto di Canossa? Jika aliansi ini terjalin, maka kesempatan Anda untuk memenangkan suksesi ini akan meningkat lebih besar!" kata seorang Pria paruh baya. Dia adalah Duke Remus von Slyterin—Pendukung utama dari Pangeran Reinhard dalam suksesi ini.

Namun, Pangeran Reinhard terlihat tidak mendengarkan serius kata-kata pengikutnya itu. "Bulan lalu, Aku telah bertemu dengan Patriak Viletto di sana," jawab Sang Pangeran. "Kami akan memutuskan tentang pertunangannya setelah Konferensi sihir berakhir."

Memiliki wajah yang tampan, kecerdasan yang hebat di usia muda, Pangeran Reinhard digadang-gadang menjadi saingan terberat Pangeran Wilhelm—Sang Putra pertama untuk memenangkan pertarungan suksesi ini.

Dengan talentanya itu, Pangeran Reinhard dipercaya oleh Sang Kaisar untuk menjadi Menteri Luar Negeri Kekaisaran yang mana cukup memiliki pengaruh karena sering berhubungan dengan pemimpin-pemimpin di negeri lain.

Pangeran Reinhard melihat jam sakunya lalu tiba-tiba berdiri dari kursinya. "Kita bicarakan ini lain kali, Duke Remus. Hari ini Aku harus pergi untuk mengunjungi Count Wagner."

Sang Duke terlihat mengerutkan alisnya mendengar kata-kata Sang Pangeran. Dia masih tidak mengerti, mengapa Tuannya itu selalu berkunjung ke seorang Bangsawan yang jauh dari Ibukota.

Count Wagner von Wihelbach memiliki wilayah di perbatasan Utara Kekaisaran. Ini membuatnya hampir tidak memiliki pengaruh sama sekali di Kekaisaran.

Namun, sebagai seorang pengikut setia, Duke Remus hanya bisa menahan komplainnya kepada Sang Pangeran berambut pirang tersebut.

"Baiklah kalau begitu, Yang Mulia."

***

Di suatu tempat di wilayah Barat Kekaisaran, tepatnya di sebuah hutan yang jauh dari pemukiman penduduk, sekelompok orang tengah mendiskusikan sesuatu.

Orang-orang itu terlihat memakai sebuah topeng untuk menyamarkan diri mereka. Itu karena kelompok mereka sedang menjadi incaran di beberapa negeri di Benua Rutenia.

Mereka adalah para Cultist, para penganut kepercayaan Nazarith yang ekstrim, dimana semua anggotanya menghalalkan berbagai macam cara untuk mendapatkan sebuah pengetahuan.

"Eren telah mati, Aku sudah mengkonfirmasi informasi ini dari Ibukota Kekaisaran," kata salah satu pria yang memakai topeng burung hantu.

"Begitu, kah? Sayang sekali, dia adalah anggota muda yang cukup berbakat," kata seoranh wanita yang memakai topeng kelinci.

"Bagaimana dengan Grimoirenya?" tanya anggota mereka yang lain. Grimoire yang ditemukan Eren merupakan sumber informasi utama kelompok mereka dalam mengungkap kebenaran Bangsa Magyar.

Pria dengan topeng Burung Hantu itu lalu mulai mengucapkan sebuah kata-kata rahasia yang hanya diketahui oleh para Cultist.

Tidak lama kemudian, muncul sebuah lingkaran sihir di tangan pria tersebut. Sebuah buku keluar dari lingkaran sihir itu.

Buku itu adalah Grimoire yang sebelumnya Eren gunakan untuk mencari tahu mengenai informasi tentang Bangsa Magyar.

"Dia berhasil memecah kode halaman terbaru," kata Pria dengan topeng Burung Hantu. "Halaman ini berisi informasi tentang darah yang disebut—Holy Blood."

"Ohhh~Sebuah informasi baru!"

"Eren ternyata tidak mati sia-sia!"

Para Cultist lainnya terlihat kegirangan mendengar informasi baru yang dibacakan oleh pria bertopeng Burung Hantu.

"Tetapi, menggunakan Grimoire ini sebagai sumber utama informasi akan memakan cukup waktu sebelum kita benar-benar berhasil mengungkap kebenaran Bangsa Magyar," kata salah satu Cultist.

"Kau benar, kita harus mendapatkan sumber informasi lain selain buku ini."

Para Cultist membutuhkan waktu sela dua tahun hanya untuk memecahkan kode Rune yang ada di dalam satu halaman buku tersebut. Sedangkan sampai saat ini, mereka baru hanya membuka 17 dari 289 halaman yang ada di dalam buku tersebut.

"Aku mendapatkan informasi baru mengenai keberadaan Sang Terkutuk beberapa hari yang lalu," kata wanita bertopeng kelinci.

"Apa yang kau katakan itu benar!?"

"Cepat beritahu kami informasi yang kau dapatkan! Kita harus segera mendapatkan Sang Terkutuk!"

Mendengar kabar baik ini, para Cultist bertambah kegirangan.

"Ya, Aku berhasil melacaknya dari pertarungan kita 15 tahun yang lalu. Kurasa dia berada di sebuah desa terletak diantara Perbatasan Kekaisaran dengan Kerajaan Juteland."

1
Fransiskan Dionisius
well/Sly/
The Provokator
lah, karakternya gak konsisten bjir
The Provokator
shiet, ini makin mempertegas fetishmu, bg🗿
The Provokator
oh, di sini toh rusaknya
The Provokator
Ternyata selama ini mereka cuma orang Engres🗿
The Provokator
Lah, wtf
The Provokator
Anak kecil itu—Noel (,) melihat...
The Provokator
bagian ini bukannya bisa di showing dikit biar unsur misterinya ada? interaksi satu-dua kali mungkin?
The Provokator
dua
The Provokator
Padahal biar gak repetitif bisa kebangun gegara pipinya dicubit atau kakinya di tendang
The Provokator
bg, kau punya fetish lain di Lullaby, kah?
The Provokator
Bjir, bener kata Quinny, fetish aroma tubuh🗿
The Provokator
pingin liat wajahnya malah dikasih patatnya
The Provokator
Resident evil
The Provokator
bjir, klise 🗿
The Provokator
Keknya w kebanyakan baca novelnya sensei/Sweat/
The Provokator
Mixue, jadi penasaran ni novel ditulis kapan🗿
The Provokator
Aaaah, WM nya lupa gak diangkat🤣
The Provokator
bg, kata 'cantik' nya di showing aja, cringe bjir 🗿
The Provokator
Well, well telah kembali well
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!