NovelToon NovelToon
Misteri Roro Prameswari

Misteri Roro Prameswari

Status: tamat
Genre:Kutukan / Hantu / Pelakor / Identitas Tersembunyi / Mengubah Takdir / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Horor / Tamat
Popularitas:145.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Sekti

Roro Prameswari adalah seorang yang bersekongkol dengan setan dan meminta dukun untuk memberikan susuk kecantikan agar dirinya cantik paripurna dan bisa menggaet pemuda tampan nan mapan yang dia idamkan.

Siapa sangka, dengan usahanya melakukan ritual pemujaan kepada setan, dia bisa memikat suami dari Widuri si Kembang Desa yang selama ini adalah wanita yang menjadi saingannya.

Setelah Roro berhasil menjadi istri kedua dari Galuh Wiguna, istri pertama dari Galuh yang bernama Widuri, sering mengalami perlakuan semena-mena dari Galuh dan ibu mertuanya dan sering mengalami hal-hal mistis yang membuat dirinya bergidik ngeri.

Bagaimana kisah mistis yang dialami Widuri selanjutnya? Yuk intip ke cerita selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Sekti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukum Tuai Tabur

Pada pukul 10.00 pagi, Roro dan Darma Kumbara sedang difitnah oleh para warga Dusun Guguran dengan tuduhan telah melakukan tindakan hina di rumah kosong yang sudah lama tidak berpenghuni sehingga mereka terancam akan dibakar oleh warga dusun tersebut.

Darma sudah berusaha menjelaskan namun, warga tetap saja tidak percaya tetapi malah semakin emosi dan mengamuk secara serentak.

Beberapa menit kemudian, datanglah seorang pria berumur sekitar 40 tahun yang memakai kopiah dan pakaian rapi berkata,

"Ada apa ini? Kok rame seperti ini?"

Pak Mahmud melihat warga yang sedang ribut mulai penasaran dan menanyakan permasalahan yang sedang terjadi.

"Begini Pak Mahmud, ada dua orang berlainan jenis berada dalam gubuk yang terkenal angker tersebut. Kami yakin, mereka telah melakukan perbuatan hina di dalam gubuk tersebut."

Seorang bapak-bapak berbadan tegap menjawab pertanyaan pak Mahmud yang baru saja datang. Pak Mahmud penasaran dan berjalan mendekati dua sejoli yang katanya telah melakukan tindakan hina. Setelah sampai pak Mahmud terkejut dan berkata,

"Den Darma? Kamu ada di sini? Bukannya tadi Den Darma ada di sungai bersama Basir?" tanya pak Mahmud yang terkejut melihat orang yang sedang digerebek warga dusun Guguran adalah Darma. Anak dari pak Dirga yakni juragan sembako paling kaya dan kebetulan pak Mahmud adalah takmir masjid sekaligus karyawan di toko sembako milik ayah Darma dan bekerja sebagai admin sembako.

"Iya. Pak Mahmud. Saya mengantar wanita ini ke rumah ini. Saya tadi melihat dia kebingungan mencari Dusun Guguran dan tersesat di sungai, maka dari itu, saya mengantar nya ke sini. Kasihan dia juga sedang sakit dan sudah tidak mempunyai sanak kerabat," jawab Darma menjelaskan kepada pak Mahmud tentang kepergiannya bersama Roro di Dusun Guguran tersebut tanpa membeberkan jati diri Roro yang sebenarnya orang tuanya masih hidup.

"Sebentar. Pak Mahmud kenal dengan pemuda ini?" tanya ibu-ibu gendut yang hanya memakai daster.

"Oh. Iya. Perkenalkan ini adalah Darma Kumbara anak dari pak Dirga juragan sembako yang termahsyur itu. Kalian masih menganggap mereka sedang melakukan tindakan hina? Darma Kumbara hanya mengantar wanita itu. Bapak dan Ibu semuanya. Kalian jangan main hakim sendiri agar tidak terjadi kekeliruan dan akan berakibat fatal pada kedua belah pihak."

Pak Mahmud mencoba menjelaskan kepada warga agar tidak seenaknya menuduh seseorang.

"Bapak dan Ibu sekalian, jika kalian masih tidak percaya, coba lihat di sungai pasti masih ada tempayan saya yang telah berisi air. Dan tempayan itu juga ada nama saya. Saksinya juga ada yakni Kang Basir, yang tadinya juga ikut saya ke sungai tetapi dia sudah terlanjur pulang karena ketakutan dengan Mbaknya ini karena maaf wajah mbaknya ini sedang sakit," tutur Darma Kumbara yang berusaha menjelaskan kepada para warga agar tidak main hakim sendiri.

Semua warga kini mendengar dengan antusias. Setelah mendengar pemaparan dari pak Mahmud, akhirnya para warga percaya bahwa Darma Kumbara dan Roro Prameswari tidak melakukan hal apa-apa. Kini satu persatu warga mulai berhamburan meninggalkan area tempat itu. Ada juga mereka yang malu karena telah berburuk sangka kepada Darma dan Roro Prameswari.

Beberapa menit kemudian, kini tinggal Roro, pak Mahmud dan Darma yang berada di rumah kosong tersebut.

"Pak, Kang. Terima kasih kalian sudah menyelamatkan saya dari amukan warga. Hampir saja Kakangnya ini kena masalah gara-gara saya," tutur Roro Prameswari dengan nada sendu.

"Kamu tidak salah. Neng. Seharusnya wanita seperti Anda harus dilindungi. Oh. Ya. Jika Mbaknya memerlukan bantuan dari kami, bisa datang ke rumah saya yang berada di dusun Suka Tani. Kami siap membantu. Den Darma, mari kita pulang bersama."

Roro akhirnya menunduk pertanda dia sudah faham.

"Mbak, kami pulang dulu. Jika ada apa-apa hubungi nomor ini. Dan ini HP untuk menghubungi kami. Jangan sungkan untuk menelepon saya."

Tiba-tiba Darma menyodorkan HP untuk diberikan kepada Roro Prameswari. Dia sangat kasihan melihat Roro yang tinggal sendirian di gubuk yang pengab dan sangat kotor sekali.

"Baik, Kang. Terima kasih," jawab Roro tersenyum hangat. Walau pun wajah Roro buruk rupa namun masih terlihat aura kecantikan alami darinya. Sejatinya, jika dia tidak dikutuk, Roro berparas sangat ayu.

Lalu Darma dan pak Mahmud beringsut untuk pulang ke dusunnya dengan naik motor. Sampai beberapa detik sudah tidak terlihat dari pandangan Roro Prameswari. Kini, Roro mulai ke dalam rumah peninggalan neneknya dan mulai membersihkan rumah tersebut. Namun, perutnya terasa keroncongan. Dia tidak mempunyai uang sepeser pun. Dia tidak enak jika harus meminta bantuan kepada Darma dan pak Mahmud, dia takut keluarga dan suaminya akan mengetahui jati dirinya.

Satu jam kemudian, Roro keluar dan akan mencari pekerjaan. Dia mendatangi rumah sebelah yang tepatnya adalah rumah para tetangga.

Terlihat ibu-ibu yang berpakaian sederhana sedang menjemur kerupuk tradisional di atas genteng yang terbuat dari tanah liat dan semen.

"Maaf. Bu. Saya mau bertanya. Apakah Ibu atau tetangga ada kerjaan yang bisa saya kerjakan. Saya butuh pekerjaan untuk mengisi perut yang sudah keroncongan ini."

Roro Prameswari yang dulu banyak harta nan manja kini berubah menjadi orang yang sama sekali tidak punya harta. Mungkin, kini Tuhan sedang memberi pelajaran kepada Roro Prameswari.

"Hari gini butuh kerjaan. Tuh, di kota banyak kerjaan. Di desa mah hanya jadi petani cukup untuk menghidupi makan anak dan istri. Maaf ya?"

Dengan nada sinis ibu tetangganya menjawab pertanyaan dari Roro Prameswari. Di Dusun memang sangat sulit untuk mencari pekerjaan. Tiba-tiba ada wanita cantik berbadan tinggi dan kurus datang menghampiri Roro Prameswari dan ibu-ibu tersebut.

"Mbak nya butuh kerjaan? Kebetulan saya ada info kerjaan nih. Di rumah pak Camat sedang membutuhkan ART untuk membantu memasak dan pekerjaan rumah lainnya. Karena dia kini sedang mempunyai istri muda dan kini hampir beberapa pekan."

Wanita yang menawarkan pekerjaan tersebut adalah Dewi teman masa kecil dan teman dalam menari Ronggeng yang membedakannya dalam dunia hitam. Akankah Roro menyetujui usulan dari Dewi tersebut? Padahal Roro sudah ingin berhenti dan malas bertemu dengan orang-orang seperti Dewi. Roro juga terkejut, beberapa hari pak Camat bersama dengan dirinya kini saat dia berada di alam manusia, pak Camat malah sudah mempunyai istri.

"I-iya. Tapi saya tidak pandai memasak. Saya hanya bisa bersih-bersih dan mencuci pakaian," jawab Roro apa adanya. Perutnya kini sangat melilit hingga kini dia harus terpaksa mau bekerja di rumah pak Camat asalkan pekerjaan itu halal.

"Tidak masalah. Nanti saya yang ajarin karena pak Camat sangat membutuhkan seorang ART."

Dengan segera Dewi meraih tangan Roro dan mengajaknya ke rumah pak Camat dengan naik motor milik Dewi. Sepuluh menit kemudian, dia tiba di depan rumah pak Camat.

Terlihat pak Camat sedang duduk dekat dengan seorang wanita cantik yang tidak lain adalah istrinya sendiri. Terlihat mereka saling bermesraan di depan Roro dan Dewi.

"Dewi! Kamu datang juga ke sini. Ada apa ya?"

Pak Camat langsung terkejut melihat kedatangan mereka dan langsung menyapa.

"Pak, ini saya ada orang yang mau bekerja sebagai ART di sini. Kebetulan dia sedang membutuhkan pekerjaan," tutur Dewi menjelaskan kepada pemilik rumah tersebut tujuan kedatangannya.

"Mas, ART-nya kok jelek sekali sih. Emangnya dia bisa apa ya?"

Wanita cantik itu dengan wajah sinis menghina Roro di depan Dewi dan pak Camat.

"Oh. Kita lihat saja dulu sayang. Dewi 'kan saya suruh untuk mencari ART. Pasti ART-nya pintar mengurus rumah tangga," jawab pak Camat yang tidak curiga bahwa wanita itu adalah Roro Prameswari. Dia menduga ART tersebut cekatan dalam mengurus rumah.

Roro yang mendengar hinaan dari wanita itu, hatinya bagai tertusuk paku yang sangat tajam. Menjadi buruk rupa itu memang sangat menyakitkan. Dia berusaha untuk tegar agar dia bisa bertahan hidup.

1
Yusee Justicia
banyak banget salah nama Thor...
Rehaan Aamir
Makin Ngawuuuuurrrr Jalan Crt Nya.....
Suci Prinahatin
Luar biasa
Tia Supriyanto
ceritanya kayak cerita anak SD. beda kelas dgn cerita2 misterinya Bung Kus, Al Orchida, Nath e
Tia Supriyanto
narasi yang kacau
Tia Supriyanto
ceritanya gak konsekwen
Tia Supriyanto
ketuker roro widuri
Tia Supriyanto
typo, Elizia, beri tahi 😁
Tia Supriyanto
segelas kopi dan seteko teh manis.minum kopi dan teh sekaligus
Sela Jawa
Luar biasa
falea sezi
karma pelakor
Dian Hank
ceritanya aneh
mom SRA
Luar biasa
INDRA
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Tiana
hmm.. jadi penasaran pengen baca
Putrii Marfuah
abis subuh masih ada aja yg cekikikan
estycatwoman
not too bad
🌹*sekar*🌹
Lumayan
Chandra Dollores
biasanya tengah malam bacaan q mafia naik ranjang
eh ini tengah malam nemu hantu sungai ...
masuk ahhhh ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!