NovelToon NovelToon
Because Of Accident

Because Of Accident

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / One Night Stand / Single Mom / Romansa / Tamat
Popularitas:112.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rafa Fitriaa

Karena sifatnya yang terlalu mudah percaya kepada orang lain membuat Nadira terjebak di sebuah kamar dengan seorang laki-laki yang tidak ia kenali. Saat sadar ia sudah tidak mengenakan sehelai benang pun.

Nadira Laura, atau yang kerap dipanggil Dira hidup sebatang kara di dunia ini. Kedua orang tuanya sudah meninggal saat dia berusia 10 tahun akibat kecelakaan. Hidupnya bertambah hancur saat ia dinyatakan positif hamil.

Keputusan yang ia ambil setelah kecelakaan itu adalah meninggalkan kota ini. Ia tidak berniat mencari lelaki yang telah merenggut kehormatannya. Nadira memutuskan mencari kebahagiaan dan membuka lembaran baru dalam hidupnya bersama calon buah hatinya.

Akankah Nadira mendapatkan kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafa Fitriaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lembur

Tidak terasa waktu berjalan cukup cepat. Sudah satu bulan lamanya Nadira bekerja di perusahaan itu. Yang awalnya ia rasa akan berat karena bekerja di kantor merupakan pengalaman pertamanya, tapi ternyata tidak. Selama bekerja Nadira selalu merasa senang dan tidak merasa di susahkan oleh sang bos seperti yang diwanti-wanti oleh orang-orang. Ia juga memiliki rekan kerja yang sangat baik.

Ia pun menjalani hidup dengan sangat baik selama pindah ke ibu kota ini bersama anaknya. Alta pun yang ia kira akan sangat sulit bersosialisasi tapi ternyata anak itu sangat mudah bersosialisasi dengan lingkungan barunya. Semua kekhawatirannya telah ia hempas jauh, ia akan menghadapi rintangan di depannya hal apapun itu.

Sekarang, ia harus lembur karena ada berkas yang belum terselesaikan dan harus di serahkan besok. Ini pertama kalinya ia akan pulang terlambat selama ia bekerja. Jadi, tadi ia sempat menelpon anaknya terlebih dahulu.

"Nad, tadi berkas yang gue suruh cari di ruang arsip mana?" tanya Nindi yang tiba-tiba sudah ada di sampingnya.

Nadira segera mengambil berkas yang dimaksud di laci meja kerjanya. "Ini mbak udah saya ambilkan," jawabnya sambil menyerahkan berkas itu.

Namun, bukannya menerimanya Nindi malah menaruh sebuah berkas yang dari tadi di bawanya di atas berkas yang dipegang oleh Nadira. "Tolong kasihin ke pak Gabriel ya, dia udah nunggu dari tadi. Gue masih ada satu salinan berkas yang belum selesai."

"Oh, oke mbak. Cuman ini aja kan?" tanya Nadira untuk memastikan tidak salah.

"Iya, makasih ya sebelumnya."

Nindi kembali menuju meja kerjanya melanjutkan tugasnya yang belum selesai. Sedangkan Nadira segera melangkahkan kakinya menuju ruangan bos nya yang tidak terlalu jauh dari tempatnya berada tadi.

Wanita itu jarang sekali berbicara dengan bos nya. Ia hanya akan berbicara jika mengenai hal penting saja, tapi entah kenapa Nadira selalu merasa jika bos nya selalu ada hal yang akan dibicarakan dengannya. Mungkin ia hanya kegeeran saja.

Tok.. Tokk.. Tokkk..

Setelah mendengar perintah masuk dari dalam, Nadira segera membuka pintu ruangan itu dengan perlahan. Ia menghampiri bos nya yang terlihat sangat fokus memeriksa satu per satu file yang ada di hadapannya.

"Permisi pak, maaf menganggu waktunya, saya hanya ingin memberikan berkas yang bapak minta tadi sama mbak Nindi."

Menyadari ada seseorang yang berada di hadapannya, Gabriel segera mengangkat kepalanya dan melihat orang itu. "Ya, tolong taruh disini ya," ujarnya sambil menunjuk meja kerjanya dengan tangannya.

"Baik pak." Nadira melangkah lebih dekat dan menyimpan berkas itu di tempat yang diinginkan bos nya. "Kalau begitu, saya pamit kembali bekerja lagi ya pak."

Wanita itu membalikkan badannya, namun belum sampai Nadira melangkahkan kakinya menuju pintu langkahnya harus terhenti karena seseorang memanggilnya kembali.

"Nadira."

"Iya pak?" sahut wanita itu setelah kembali membalikkan dirinya.

"Malam ini kamu ada acara?" tanya Gabriel secara tiba-tiba.

"Tidak ada pak, kenapa ya?" tanya balik Nadira yang jantungnya sudah berdetak dua kali lebih cepat. Ia teringat dengan semua ucapan yang Nindi katakan padanya dulu.

Gabriel menegakkan duduknya. "Kalau begitu, pulang kerja kamu langsung ikut saya untuk menemani saya makan malam dengan teman-teman. Bisa kan?" tanyanya

Ini bukan pertama kalinya Nadira harus menemani Gabriel dalam setiap acara atau pertemuan, tapi jika harus menemaninya bertemu dengan teman-temannya. Ia ingin sekali menolak karena ia juga sudah rindu kepada anaknya. Tapi melihat mimik muka bos nya mustahil ia bisa menolak.

"Bisa pak. Nanti kabari saya lagi aja," ujarnya dengan berat hati

"Oke, kamu bisa lanjutkan pekerjaan kamu lagi," perintah laki-laki itu

"Baik pak."

Setelah Nadira sudah menutup pintu ruangannya, Gabriel diam-diam bersorak dalam hatinya kesenangan. Ia akan segera melancarkan rencananya, lihat saja nanti. Ia akan segera menyelesaikan pekerjaannya.

Tidak ada percakapan yang terjadi selama perjalanan, hanya keheningan yang menemani mereka. Nadira dari awal perjalanan sudah sibuk menikmati angin malam kota Jakarta. Wanita itu cukup tercengang ketika bos nya mengatakan jika mereka sudah sampai di tempat tujuan.

Restoran mewah di kota Jakarta dengan bangunan gaya America, sudah pasti hanya kalangan atas yang berkunjung ke sini. Dan yang ia dengar pun, untuk makan di restoran ini mereka perlu memesan tempat dua minggu atau satu bulan sebelumnya.

"Nad, ayo masuk, kok malah bengong sih," ujar Gabriel menyadarkan Nadira dari lamunannya.

"Eh, iya Pak, ayo."

Nadira terus mengikuti kemana langkah yang Gabriel ambil. Hingga mereka tiba di sebuah ruangan yang terletak di lantai empat restoran ini. Saat pintu terbuka Nadira hanya melihat dua orang laki-laki dan beberapa pelayan yang sudah siap melayani mereka.

"Akhirnya yang di tunggu-tunggu dateng juga, eh bawa siapa nih? Yang itu ya," sapa Gavin setelah melihat temannya datang, laki-laki itu akhir-akhir ini sangat banyak bicara.

Gabriel segera memberikan tatapan peringatan kepada temannya itu untuk tidak berbicara hal yang berlebihan lalu mereka tos ala laki-laki. Beberapa waktu sebelum ini, Gabriel sudah memperingatkan teman-temannya untuk tidak berbicara tentang ia yang mulai tertarik dengan asistennya itu. Jika ketahuan sekarang sangat tidak lucu bukan.

"Halo, kenalin Gavin, sahabat deketnya Gabriel, salam kenal ya," ujar Gavin sambil menjulurkan tangannya.

Nadira segera membalas juluran tangannya itu. "Nadira, asisten pribadinya pak Gabriel, salam kenal juga," balasnya

"Loh? Kok masih asisten?"

Laki-laki itu sengaja ingin membuat Gabriel kehilangan citranya di hadapan wanita yang di incarnya.

"Halo Nadira, ternyata kita ketemu lagi ya."

Nadira segera menoleh ke arah sumber suara. "Loh, dokter kok ada disini juga? Dokter temannya pak Gabriel?" tanyanya yang masih kaget dengan kehadiran dokter yang pernah merawat anaknya.

Afnan tersenyum tipis. "Kalau diluar rumah sakit manggilnya Afnan aja ya jangan dokter, kan saya juga lagi gak nanganin pasien," ujarnya

"Baik dok, eh Afnan maksudnya," kata Nadira sambil tersenyum

Gabriel yang sedari tadi memperhatikan keduanya pun angkat bicara. "Kalian berdua udah kenal?" tanyanya

"Gue udah kenal dia sebelum dia ketemu lo kali!" ejek Afnan dengan wajah tengilnya, ia merasa seru jika menjahili temannya yang ini.

"Kenal dimana? Kok gue gak tau sih? Eh, maksudnya kok bisa?" tanya Gabriel yang hampir saja kelepasan

"Ya bisa lah, kita pernah ketemu di rumah sakit yang dulu waktu gue gantiin dokter yang disana, iya gak Nad?" jelas Afnan setelah puas melihat wajah kesal temannya. Nadira hanya mengangguk sebagai jawaban, ia tidak banyak bicara karena masih tekejut.

Mereka tinggal menunggu satu orang lagi yang belum datang, ralat dua orang maksudnya. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya orang yang mereka tunggu datang juga. Jika yang berada di ruangan itu menyambutnya dengan senang berbeda dengan Nadira. Jantungnya bahkan berdetak jauh lebih kencang sekarang, tubuhnya mendadak tegang, tangannya berkeringat.

Jika tadi ia merasa terkejut karena kehadiran dokter Afnan. Sekarang ia jauh lebih terkejut karena kehadiran seseorang yang menyebabkan hidupnya hancur beberapa tahun lalu. Mereka sempat kontak mata, namun hanya sebentar. Ia bisa melihat laki-laki itu biasa saja, lagipula di sampingnya ada seorang wanita yang menemaninya.

"Nad, gapapa?" tanya Gabriel yang merasa asistennya itu diam sedari tadi.

"Eh, gapapa pak, saya izin ke toilet sebentar ya pak," ujarnya untuk menghilangkan kegugupannya dan untungnya langsung di iyakan oleh bos nya.

Ia akan menenangkan diri sebentar saja, jika terlalu lama akan membuat mereka curiga. Ini terlalu cepat menurutnya, ia baru saja merasa hidupnya tenang. Satu hal lagi yang membuatnya terkejut adalah laki-laki itu berteman dengan bos nya dan juga dokter anaknya. Di dalam otaknya sudah banyak pemikiran negatif.

1
Endang Sulistia
kerwn
Endang Sulistia
ceo bego
Endang Sulistia
🤦🤦
Ryan Jacob
semangat Thor
Layla Darmawan
dr afnan gak lihat kemiripn alta sm raihan yaaa
Adinda
coba Nadira sama Gabriel dulu buat raihan cemburu thor
͟͞͞➳❥ ꨄ︎ Rouxi Wang ꨄ︎˚₊·: jngan lah sis, nanti mlah jatuh cinta beneran diranya 😣
total 1 replies
Adinda
anak saja diterlantarin bertahun tahun demi pelihara jalang dengan kemewahan, nyesal kan lo Raihan
Durin Lily
nda sabar cerita selanjutnya ....kasih peluang sama annk Raihan menikmati kasih seorg ayah seutuhnya begitu juga dan Nad kasih seorg cowok sejati
Durin Lily
nda sabar cerita selanjutnya ....kasih peluang sama annk Raihan menikmati kasih seorg ayah seutuhnya begitu juga dan Nad kasih seorg cowok sejati
Yati Yati
di gantung thor
Tsalis Fuadah
nah lelaki begokan,,,,,
Riskiya ahmad
lanjur
Tsalis Fuadah
buat apa nanya nanya,,,,toh tdk ada tindakan yg menunjukkan itikat baik baik terhadap wanita itu maupun darah dagingnya,,,
Rita Tanti
Luar biasa
Rasni
ceritanya bagus lanjut dong author...
Yati Yati
kasian bgt alta sabar bunda
Intan Arios
semamgat thor
Amilia Indriyanti
logikane banyak yg kontradiktif
Amilia Indriyanti
jare hidup sederhana, nongkronge dok cafe, camilane croissant 🫣
Rafa Fitria: halo kak, maaf sebelumnya atas ketidaknyamanannya, tapi bisa dibaca kembali ya kalau tokoh utama wanita nya tidak sendiri tapi bareng tokoh lain, terima kasih
total 1 replies
Amilia Indriyanti
jare entuk pesenan....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!