Bebas promosi sesuka mungkin!
Apa jadinya, jika kalia serumah dengan seseorang yang sangat kalian tidak suka. Apalagi jika harus menikahi nya, pasti hal itu amat sangat mengesalkan bukan?
Vira si gadis kampung, karena surat wasiat yang di berikan Bapak nya akhirnya tiba di Ibukota. Di tengah perjalanan tiba-tiba saja sebuah mobil dengan kecepatan penuh hampir saja menabrak dirinya.
Namun, pria itu masih sempat mengerem mobilnya. Sehingga kini Vira pun selamat dari maut.
Indra si pewaris harta kekayaan keluarga Kartadinata harus di hadapkan dengan Vira si gadis kampung. Bahkan karena suatu alasan yang menurut nya tidak masuk akal. Ia harus bersedia menikahi Vira.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya ya? Yuk, mari kita simak kisah selengkapnya.^^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fakrullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua puluh ribu
Pagi harinya.
“ Vir, ini kamu pakai dulu beberapa baju lama Tante ya. Nanti, jika kamu sudah ada waktu luang, Tante akan membawamu berbelanja baju-baju baru.” Kata Lisna.
Di letakkan nya beberapa baju-baju lamanya itu diatas kasur Vira. Meskipun sudah lama, namun karena jarang sekali di pakai, maka taka da yang akan menyangka jika itu adalah baju lamanya Lisna.
“ Enggak, apa-apa Tante. Ini saja sudah lebih dari cukup untuk Vira, dan juga pakaian ini terlihat masih baru-baru semuanya.” Vira membuka satu persatu pakaian yang di berikan Lisna itu.
“ Meskipun begitu, kamu juga harus tetap beli pakaian baru untuk pergi ke kantor.” Lisna mengahmpiri Vira dan memegang bahu nya. “ Posisi kamu sebagai Asisiten pribadinya Indra, harus selalu tampil cantik dan trendy. Karena itu akan berpengaruh besar terhadapa terhadap Indra dan juga perusahaan.” Tambah Lisna.
Vira mengerutkan dahinya.
“ Memang nya apa pengaruh nya Tan?” Tanya nya dengan wajah polos.
“ Sangat berpengaruh Vira. “ Kata Lisna. “ Saat kamu bekerja di kantor, penampilan itu akan menjadi hal yang utama. Apalagi menjadi Asisten pribadi, tentunya harus selalu tampil cantik dan modis. Barulah setelah itu kamu akan lebih percaya diri, dan juga para klien akan lebih tertarik saat mendengar tentang apa yang sedang kamu bicarakan.”Jelas Lisna.
Memang benar sih dengan apa yang di katakana Tante. Disana aku melihat para wanita berpenampilan rapi dan juga menarik, sudah bagaikan foto model saja jika itu di kampung.
Gumam Vira.
“ Seorang Asisten pribadi itu harus menunjukkan kesan elegan dari dalam dirinya, barulah orang-orang akan lebih menghormatinya.”
“ Baik Tante, Vira mengerti.” Mengangguk pelan.
***
Setelah selesai menyantap sandwich yang ada di piring nya, serta meminum segelas susu yang di buatkan oleh pekerja rumah tangga. Vira lantas bergegas pergi menuju kearah kamar nya dan mengambil tas nya.
Setelah itu ia buru-buru berlari kearah depan karena disana Indra pasti sedang menunggunya. Namun setibanya disana, ia melihat mobil yang di naiki Indra mulai berjalan keluar.
“ Tunggu!” jeritnya seraya mengayunkan tangan.
Namun sayang nya mobil itu terus berjalan keluar dari sana tanpa memperdulikan Vira yang tertinggal di belakang. Bukan nya Indra tidak tau dengan hal itu, tadi sewaktu Vira memanggilnya untuk menunggu. Indra terlihat membuka kaca mobilnya dan melirik kearah nya. Namun, sesaat kemudian ia kembali menutup kaca mobilnya setelah menyunggingkan senyum sinis nya.
Sial! Dia memang sengaja meninggalkan ku disini.
Dari ujung sana terlihat Pak Kosim yang bertugas berjaga berjalan menghampiri Vira.
“ Non, tadi Tuan menyampaikan, katanya Nona disuruh naik angkutan umum untuk pergi ke kantor. Ini tadi Tuan juga menyerahkan sedikit uang untuk anda, katanya sebagai ongkos untu naik kendaraan umum.” Pak Kosim menyerahkan selembar uang senilai dua puluh ribu rupiah kepada Vira.
Apa! Dia menyuruhku naik kendaraan umum? Ya sudah, pergi saja deh, lagi pula dia juga meninggalkan sedikit uang untukku sekarang.
Gumam Vira.
“ Begitu ya Pak! Ya sudah deh, kalau gitu Vira pamit dulu ya. Assalamu’alaikum.” Vira mengambil uang senilai dua puluh ribu itu, lalu kini ia pamit kepada Pak Kosim dan segera pergi dari sana.
Pagi itu setelah mengantarkan beberapa pakaian untuk Vira, Lisna ada sedikit urusan sehingga membuatnya harus segera pergi untuk menyelesaikan nya.
BERSAMBUNG
Upnya jangan lama" ya ka ra,gak sabar nunggu😣
semangat ka💪💪,aku masih setia sama bang fahmi🙈
like❤️❤️❤️
si indra mulai cemburu 🤣🤣