Karena terancam dideportasi dan tidak mau pulang ke negara asalnya, Celine nekat mengacaukan pernikahan Cedric dan mencoba menjadi pengantin pengganti supaya mendapat visa menikah.
Apa usaha Celine akan berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebiasaan Estetik
Tubuh Celine terus bergoyang mengikuti irama gerakan pinggul Cedric. Mereka benar-benar bercinta di atas ketinggian.
Rasanya sangat berbeda karena mereka seperti uji adrenalin.
Celine menggelengkan kepalanya dan Cedric terus menusuk istrinya dari belakang. Mereka seperti hampir gila karena merasakan sensasi kenikmatan tiada tara.
Sampai keduanya berteriak bersama karena sudah mencapai puncak dari kegiatan itu.
"Kau selalu saja ketat, darling," Cedric menciumi punggung Celine dari belakang.
Sementara Celine tidak bisa membalas perkataan mesum itu karena nafasnya masih terengah-engah.
"Kau sungguh gila, Ced," ucap Celine ketika suaminya itu melepas dirinya.
"Mau bagaimana lagi, kita harus bekerja keras," sahut Cedric membela diri.
Karena mereka tidak bisa mandi, Cedric mengambil handuk untuk mengelap tubuh istrinya.
Lagi-lagi lelaki itu bersikap manis.
"Seandainya situasinya berbeda, apa kau akan memperlakukan semua wanita seperti ini?" tanya Celine. Dia tidak boleh terlalu berharap dengan perhatian Cedric itu karena pernikahan mereka akan berakhir setelah satu tahun.
Yah, kadang Celine masih memikirkan rencana awalnya.
"Kenapa kau bertanya sesuatu yang tidak terjadi?" Cedric bertanya balik.
Kadang dia heran dengan pemikiran aneh para wanita, selalu bertanya sesuatu yang tidak pernah terjadi dan hal itu justru akan menyakiti hati mereka sendiri.
"Dengan sikapmu yang seperti ini, akan membuat orang salah paham," jelas Celine. Dia ingin mempertegas hubungan mereka.
"Entah apa yang kau pikirkan sekarang, tapi aku juga mengingatkan kalau kita sedang membuat kehidupan baru," balas Cedric.
Yang Cedric maksud dengan kehidupan baru adalah membuat bayi jadi dia berharap Celine tidak memikirkan sesuatu yang tidak perlu.
Tapi, hal itu memang tengah membuat Celine gampang, kalau bayi itu benar-benar ada, dia tidak akan bisa lari lagi. Keluarga Everon pasti tidak akan membiarkan bayi itu pergi dari mereka.
"Apa itu artinya kita akan belajar menjadi suami istri sungguhan?" tanya Celine.
"Tentu saja dan kau harus menerimaku apa adanya," jawab Cedric.
Celine tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya dengan Cedric yang pengangguran ditambah lelaki itu mempunyai gairah tinggi.
Memikirkannya saja membuat Celine sakit kepala.
"Apa bayinya nanti akan menjadi pengangguran juga?" tanya Celine ambigu. Bahkan bayi itu belum ada, tapi dia sudah memikirkan masa depannya.
"Tentu saja tidak, justru bayi kita akan menghidupi kita nanti, harta daddy akan jatuh ke tangannya," jawab Cedric tanpa beban.
Pikiran Cedric selalu saja di luar nalar, Celine sampai dibuat diam seribu bahasa sampai pesawat mereka mendarat.
Di bandara, mereka dijemput oleh penanggung jawab resort yang akan mereka tempati.
"Selamat datang, tuan dan nyonya muda," ucapnya.
Celine dan Cedric dibawa ke sebuah resort dengan fasilitas mewah. Di sana tidak jauh beda dengan mansion Everon, mereka selalu dilayani.
Untuk perempuan yang biasa mandiri seperti Celine, butuh adaptasi lebih dengan pelayanan yang dia dapatkan.
Lain hal dengan Cedric yang tidak biasa kalau tidak dilayani.
"Kau harus biasa mandiri," tegur Celine ketika melihat Cedric membuka baju dan melemparnya sembarangan.
"Setidaknya letakkan baju ini di tempat kotor!"
"Tenang saja, darling. Pelayan digaji untuk melakukan hal itu," balas Cedric dengan santai.
Celine berteriak kecil, dia tidak sanggup harus hidup seperti ini dengan Cedric.
"Apa kau memang tidak ingin berubah?" tanya Celine ingin tahu.
"Berubah bagaimana?" Cedric jadi bingung sendiri. "Hidupku memang seperti ini!"
semoga dilanjut lagi.
makasih karyanya kak thor