NovelToon NovelToon
Separuh Nyawa Suamiku

Separuh Nyawa Suamiku

Status: tamat
Genre:Janda / CEO / Tamat
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Menjadi janda karena suaminya meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Dan takdir membawanya kepada seorang CEO muda yang kemudian sangat memperhatikan semua kebutuhan hidupnya, menyayangi anaknya seperti almarhum suaminya.

Waktu berlalu, kebersamaan yang tanpa mereka sadari membuat keduanya jatuh cinta. Tapi fakta yang sengaja di tutupi selama ini terkuak dan membuat keduanya sama-sama terpukul ketika keduanya sudah menikah..

"Sekalipun kau memberikan dunia ini untuk Ku, tetap saja tidak bisa menggantikan separuh nyawa Suamiku." ungkapnya dengan air mata.

"Tapi sekarang aku juga suamimu. Dan separuh nyawaku ada padamu."


Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bahagia

Hari-hari berlalu cepat, sejak awal berpapasan yang terlalu dekat di rumah Andra, Mingho semakin tidak bisa berhenti memikirkan Ningrum. Bahkan tugas ke Singapura untuk mencari rumah sakit dan dokter terbaik pun dilakukan oleh Tomi sendiri.

Sesuai rencana Andra, dia tak mungkin menyerah dengan keadaan Indri yang belum juga ada perubahan, hanya pernah merespon ketika Hafizah menjenguknya, dan itu sudah lama.

"Kau urus perusahaan untuk beberapa hari, aku akan ke Singapura menyusul Tomi." ucap Andra di hari itu.

"Baiklah." Mingho yang semakin galau hanya menjawab pasrah.

"Jika ada yang mendesak, kau datang saja ke rumah. Bicarakan pada Fiza, dia sedang kurang enak badan dan akan ditemani adik bungsuku."

"Ningrum?" dia berkata sangat antusias.

"Ya." Andra tak mau bergurau, dia beranjak pulang untuk segera berbicara kepada Hafizah perihal kepergiannya.

"Ya Allah, semoga ini adalah jalan yang Engkau berikan untuk aku mendekati Ningrum." ucap Mingho mendongak langit-langit ruangan Andra.

Sementara Andra menyetir sendiri menuju rumahnya. "Ini sudah satu tahun lebih." gumamnya sendiri.

"Apakah sangat mendadak Mas?" tanya Hafizah yang memang tidak mengetahui rencana Andra sebelumnya.

"Tidak juga Sayang. Tomi sudah berangkat lebih dulu untuk memastikan rumah sakit yang cocok untuk merawat Kak Indri."

"Apakah aku boleh ikut Mas?"

Pertanyaan yang begitu halus. Andra menoleh istrinya yang menatap penuh harap, menggigit bibirnya yang sedikit pucat sejak pagi tadi.

Andra meraih Fiza ke dalam pelukannya. "Aku tidak akan lama."

"Tapi... Aku merasa berat ditinggalkan olehmu." jawab Fiza lagi, membuat Andra semakin mengeratkan pelukannya.

Baru saja berencana pergi untuk beberapa hari, hati Andra sudah sangat berat meninggalkan Hafizah, belum lagi rengekan yang ingin selalu bersama.

"Kita ke rumah sakit, kau harus periksa." selepas memberikan kecupan di wajah ayu istrinya, ada keringat dingin di anak rambut Hafizah.

Hafizah menggeleng, memang dia tidak sakit. Namun entah mengapa beberapa hari terakhir ia merasa tidak nyaman di saat tidur, bahkan merasa demam di siang hari. "Aku tidak sakit Mas." Hafizah menolak.

"Tapi wajah mu pucat sayang." sambil mengelus wajah Fiza dengan jarinya.

"Aku tidak apa-apa."

"Istirahatlah, setelah isya kita akan ke rumah sakit. Melihat keadaan Kak Indri sekalian kita periksa kesehatanmu. Bisa jadi tekanan darah mu rendah."

"Aku rasa tidak Mas, aku bahkan tidak pernah bekerja yang berat, juga_"

"Kurang istirahat." Andra menebak dengan sikap menggoda.

"Kau yang membuat ku kurang istirahat." Hafizah berkata sambil menyembunyikan wajahnya di dada Andra.

"Maaf, aku terlalu menggilai mu."

Hafizah semakin memeluknya erat, menikmati rayuan Andra yang membuat hatinya berbunga-bunga.

"Atau?" Andra ingin menebak.

"Atau apa?" Fiza mendongak wajah yang lebih tinggi darinya itu.

"Atau Ara akan segera punya adik?"

Sejenak saling menatap, Andra sibuk memikirkan akhir-akhir ini sikap Hafizah memang berbeda, sensitif dan selalu ingin di manja. Sedangkan Hafizah sendiri sedang mengingat waktu tamu bulanannya.

"Mas, sepertinya tamu ku telah lewat." ucapnya terus menatap wajah Andra.

"Benarkah?"

"Ya, aku ingat bulan lalu kau memberikan uang bulanan. waktu itu aku langsung meminta Sri untuk membeli pembalut."

"Dan Minggu lalu?" Andra juga tak mengalihkan pandangannya, matanya berkaca-kaca.

"Aku telat satu Minggu Mas."

"Kau hamil Sayang." Andra memegang pundak Hafizah sedikit membungkuk agar sejajar dengan wajah istrinya.

Fiza memegang perutnya sendiri, dia tidak yakin.

"Kita akan kerumah sakit sekarang juga." Andra memeluknya berkali-kali, mencium kening dan pucuk kepala yang tertutup kerudung itu begitu lama.

"Ya Allah." gumam Andra duduk di depan setir dengan perasaan bahagia membuncah, jantungnya seolah tak sanggup menahan rasa bahagia.

"Aku tidak yakin Mas." Hafizah tidak mau Andra kecewa.

"Tidak Sayang, aku sangat yakin. Aku hafal seperti apa tubuh istriku, akhir-akhir ini kau berbeda." Andra menggenggam tangan Hafizah, mengecup berkali-kali.

"Semoga saja benar Mas, aku ingin sekali menjadi ibu dari anak-anakmu." sungguh ungkapan halus Hafizah membuat Andra semakin melayang.

"Akulah yang sejak lama ingin menjadi ayah dari anak-anak kita, kau ibu yang sempurna, istri yang sempurna. Aku sungguh-sungguh mencintaimu, tidak mau kehilanganmu. Jangan sampai kehilanganmu." Andra memeluknya erat, ada setitik air mata yang tanpa terasa jatuh, selain bahagia yang tidak terkira, ada ketakutan tersendiri yang Hafizah tidak akan mengerti.

"Aku istrimu Mas, mana mungkin kau akan kehilangan aku. Aku milikmu dan akan selamanya bersamamu."

"Ya Sayang. Kau milikku."

Sepanjang jalan tangan Andra tak berhenti menggenggam jari halus dan lentik istrinya, sesekali mengecup dan menoleh wajah yang semakin cantik di matanya.

Tiba di rumah sakit, langsung menuju ruang dokter kandungan. Tak mau menunda rasa ingin tahunya, ia mengabaikan apapun.

"Bagaimana Dok?" Andra sungguh-sungguh tidak sabar.

"Istri Anda sehat." Dokter wanita itu tersenyum.

Andra melihat wajah Hafizah, menahan rasa ingin tahu apakah istrinya benar-benar hamil.

"Selamat, anda akan menjadi seorang ayah." sambung dokter itu melepaskan alat di telinganya.

"Hah!" Andra membuka mulutnya seperti sedang kesulitan bicara.

"Usia kandungan istri Anda sudah menginjak Minggu ke Empat."

"Artinya istriku sudah hamil satu bulan?" Andra meyakinkan dirinya sendiri.

Dokter itu mengangguk.

"Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah ya Allah." Andra memeluk Hafizah yang masih berbaring merapikan pakaiannya.

"Mas."

"Terimakasih Sayang. Terimakasih." Andra tak berhenti mengecup pipi dan seluruh wajah Hafizah, hingga perut yang masih rata itu tak lupa ia peluk dan mengucap syukur disana.

"Maaf." Hafizah tersenyum kaku kepada dokter wanitanya yang hanya tersenyum melihat Andra yang begitu bahagia.

"Terimakasih Dokter." Andra mengakhiri luapan bahagianya.

"Sama-sama Pak, ini kehamilan pertama?" dokter itu menjawab seraya menulis.

"Yang kedua Dok, putriku sudah berumur tiga tahunan." jawab Andra membuat Hafizah menoleh.

"Baiklah." Dokter itu terus menulis resep vitamin untuk Hafizah.

Usai setelah pemeriksaan tersebut, kedua orang yang sedang bahagia itu langsung menuju ruangan dimana Indri di rawat.

"Mas, aku ke toilet sebentar." Hafizah menuju toilet di kamar rawat tersebut.

"Hati-hati Sayang." Andra mengikutinya hingga di depan pintu toilet.

Menoleh tubuh yang tak juga bergerak. Andra mendekat dan duduk di dekat Indri.

"Kak, aku ingin memberikan kabar bahagia. Istriku hamil! Aku akan segera punya anak dari wanita yang amat aku cintai. Aku sangat bahagia, meskipun aku juga bersedih kau tak kunjung sadar. Aku ingin kau juga menyaksikan bagaimana aku sedang bahagia, aku juga sudah membuatnya bahagia. Harusnya Kak Indri tidak memiliki beban apapun lagi, itu bukan sepenuhnya kesalahanmu. Bangunlah Kak, jangan seperti ini." sepasang mata hitam pekat itu kembali berkaca.

"Mas."

Andra begitu terkejut, menoleh Hafizah yang ternyata sudah berdiri di belakangnya.

"Sa... Sayang."

"Siapa yang Mas Andra maksudkan?"

1
mama yogi
Luar biasa
Dayang Rindu: terimakasih kak. mampir di karya baru ku... 🙏
total 1 replies
Arkan_fadhila
kok gak ada kelanjutanx....
Arkan_fadhila: ditunggu thorr....kangen Fiza Andra...

sehat selalu author kami tersayang
total 2 replies
Arkan_fadhila
aq tahu ikhlasmu sakit Fiza
tp cobalah posisikan dirimu PD Andra...dia sdh membuatmu anakmu bahagia jgn LG kau ungkit atian suamimu....tak mudah melupakan cinta pertama yg mungkin TDK ada cela....namun semua TDK luput dr qodarullah....sebaik apapun sesempurna apapun kamu ingin mewujudkan impian mu bersama Azzam kalo Kun nya Allah yg berlaku maka fayakun ...
Arkan_fadhila: sempat terpikir kasian si Andra aq thor
total 2 replies
yamink oi
up
Ai Emy Ningrum: iyah pasti ada notif nya kalok kak Oi membalas komentar ku 🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
Arkan_fadhila
Fiza ....hanya kecewa ndra
Andra...kejujuran diawal memang menyakitkan namun hubungan dgn kejujuran akan lebih cepat mengikis luka hati
Ai Emy Ningrum
Betul...
Jujur itu lebih gagah dan terhormat dari pada muter muter gak jelas dan bersikap sok polos 😒😒
Ai Emy Ningrum: oleng kesana , oleng kesini 😁😁
total 13 replies
Arkan_fadhila
jodohx nur kayakx sdh DTG....dan Ahmad akan terlambat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
oppa mingho kena jebakan betmen! silau akan senyum manis dek ningrum sampai mata jadi buram 😂😂
Ai Emy Ningrum: wow 😮😳 abis gajian nih 😍🤩🥳
total 18 replies
Ai Emy Ningrum
Jgn mati dulu oppa😳😳 !! tunggu sampai kisah cintamu berakhir dgn indah ,bukn dgn si Indah tp dgn dek Ningrum 😍😍
Ai Emy Ningrum: ya Allah 🙈🙈🙈
total 20 replies
Arkan_fadhila
jujurlah Andra sblm Fiza tahu dr org lain
yamink oi
apakah fiza akan memaafkannya.....
tunggu kisah dan kelanjutannya.jangan lupa like dan komennya 🤪🤪🤪
Ai Emy Ningrum: geje 😒😒
total 12 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
wow.. akhirnya pecah bisul! tapi ini Andra beneran ngomong atau cuma ngebatin doang? 😁😁
Ai Emy Ningrum: serta ciri masing2 😎😎
total 10 replies
Ai Emy Ningrum
sampai disini ya ,aku lebih suka dgn kisah oppa Mingho yg masih berusaha mendekati dek Ningrum..bnr kata Andra ,knp tidak bs mngiklhlaskan nya ?? Marah ,sakit hati hny akan mngotori pikiran mu,mngusik ketenangan rumh tangga kalian..lupakan tnpa hrus membenci,kenanglah yg sudah tiada dlm doa...😔😔😌😌
Ai Emy Ningrum: spechless 😔😔
total 10 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
*klik..!!
*dddrrrttt... ddrrttt.. ngenggggg..
*mulai loading
*kak indri... mas azam..
*aha!! 💡
#mulaibuatkesimpulan
Ai Emy Ningrum: iyeee ..kacau lah skenario nya 🤣🤣🤣🤣
total 7 replies
Ai Emy Ningrum
knp sih kalok masih belasan tahun 🤔😳 toh ,age just a number...bnyak kok cewek2 yg belasan tahun tp pikiran nya udh dewasa ato anak2 sekarang yg umur belasan taun tp dandanan dan kelakuan kek tante2 ..contoh nya kasus anak pejabat yg MDS sama pacar nya AG..itu pacar nya masih 15 taun lhoh..😳😳
Ai Emy Ningrum: ga sesuai mahar ya ceu 🤭
total 30 replies
Arkan_fadhila
laki2 berpendidikan malah menchat mantan kakak iparx yg sdh menikah LG dgn org lain???yakin Ahmad itu berpendidikan agama??
Ai Emy Ningrum: muka perang 😤😤
total 9 replies
Ai Emy Ningrum
"Modus" gumam Ningrum...
Jaman sekarang emang susah bedain mana yg modus mana yg tulus...
susah bedain nya ..😒😒
Ai Emy Ningrum: mobil antik 😁😁
total 41 replies
yamink oi
Ningrum up
Ai Emy Ningrum: up mbak Nur 😹😹
total 7 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
jangan kan jadi pahlawan bertopeng, jadi badut mpang pun oppa mingho rela, demi dek ningrum 😍😍😚😚
Ai Emy Ningrum: mantap lah 😚 👍🏻👍🏻
total 13 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
duuh.. sampai Bibik pun ikut2an sport jantung karena menyimpan bom waktu 😲😲
Ai Emy Ningrum: iyah pokok nya pengabdi setia lah 😂😂😂
total 7 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!